
Keangkuhan dan kesombongan mantan kekasih Reza juga pacarnya, seketika hilang tanpa jejak. Mereka terlihat begitu malu di katai oleh wanita yang tadinya mereka hina di depan banyak orang. Rasa percaya dirinya yang begitu besar, berubah menjadi rasa malu yang membuat mereka sampai tidak mampuh, untuk menatap orang-orang yang ada di pesta besar itu. Apalagi kebanyakan yang ada di acara itu, adalah teman-teman sekolah mereka dulu.
Karena tidak dapat menahan malu, akhirnya mantan kekasih Reza bersama pacarnya, memilih untuk pergi meninggalkan pesta tanpa berpamitan kepada yang lain. Apalagi setelah kejadian tadi, mereka langsung di cuekin oleh yang lainnya. Dan itu membuat mereka semakin tidak betah berada di sana.
Sejak kejadian itu, Reza maupun Melda tidak pernah lagi bertemu dengan kedua orang sombong itu. Dan kabarnya, mereka sudah tidak bersama lagi setelah keluarga Permana menolak kerja sama, dengan perusahan kecil milik keluarga laki-laki yang turut menghina Melda di pesta. Sebenernya Melda juga tidak mengatakan apapun tentang kejadian di pesta itu, kepada keluarganya di Indonesia.
Kabar itu di ketahui keluarga Permana dari salah satu media, yang menayangkannya tanpa sepengetahuan Reza juga Melda. Dan tanpa berpikir panjang, Faris yang tidak pernah terima kalau keluarganya di sakiti, dengan segera langsung menolak permohonan kerja sama keluarga laki-laki itu.
Sebenernya bukan hanya itu saja yang ingin Faris lakukan. Dia juga ingin memberi pelajaran kepada sepasang manusia sombong itu beserta keluarga mereka. Tapi Melda dan Reza langsung melarangnya. Karena mereka tidak ingin Faris terlibat dengan masalah yang sangat tidak penting.
__ADS_1
Hari-hari di lalui Melda dan Reza dengan begitu bahagia. Apalagi di saat mengetahui bayi mereka yang tinggal menghitung hari akan lahir ke dunia, berjenis kelamin laki-laki. Setiap harinya Reza sangat bersemangat, mengerjakan pekerjaannya di kantor juga di rumah demi untuk membahagiakan Melda.
Walaupun ada dua pembantu yang bekerja di rumah besar mereka, namun Melda sering di buatkan makanan oleh Reza di malam hari. Reza yang sangat mengasihi istrinya yang sudah hamil tua, selalu melakukan apa yang di inginkan Melda walaupun Melda tidak memintanya. Reza rela melakukan semua itu, karena dia tidak ingin Melda selalu bersedih, di saat rasa rindu akan orang tuanya datang menghampirinya.
Pada suatu malam, Reza yang sedang terlelap seketika terkejut di saat mendengar suara tangis di sampingnya. Dia terbangun dan langsung duduk sambil mengucek mata menatap Melda yang sedang membelakanginya. Setelah menyadari itu istrinya, Reza langsung mendekapnya dari arah belakang kemudian bertanya.
"Sayang,, kamu kenapa?" Tanya Reza dengan nada suara yang sangat pelan.
"Aku yakin,, mereka pasti sedih melihat keadaanku. Mereka sangat menyayangiku lebih dari diri mereka sendiri. Mama selalu bangun di tengah malam untuk membuatkan aku makanan. Karena Mama tahu kalau aku ngga bisa tidur apabila sedang lapar." Jelas Melda yang membuat Reza ikut terharu.
__ADS_1
Dari cerita Melda, Reza begitu yakin kalau istrinya itu sangat di manjakan oleh orang tuanya. Apalagi dia anak sendiri yang tidak punya adik ataupun kakak sekandung. Dan demi untuk menghibur istrinya, Reza pun rela membuatkan makanan yang Melda inginkan di tengah malam itu.
Selesai makan makanan yang di buat oleh Reza, Melda yang sudah kekenyangan langsung duduk bersandar di depan meja makan, sambil mengobrol dengan Reza yang ada di depannya. Reza berbicara dengan Melda sambil membalas pesan yang di kirim Aleta sejak siang tadi. Dan tanpa Reza ketahui, Melda sudah terlelap di tempat duduknya dengan begitu nyenyak.
Reza yang belum menyadari keadaan Melda, ingin memberitahukan isi pesan yang di kirim Aleta yang baru sempat dia buka, kalau mereka akan berangkat besok siang menuju Malaysia. Tapi seketika suaranya pun tertahan di saat mengangkat mukanya dari ponsel dan menatap ke depan.
"Mel,, Aleta samaaaa," suara Reza yang tertahan setelah melihat keadaan istrinya.
"Astaga Melda.." Reza kembali bersuara dengan gelengan kepala sambil melangkah menuju Melda.
__ADS_1
Dengan senyum yang mengembang di wajah tampannya, Reza langsung menggendong Melda kemudian melangkah menuju kamar tidur mereka, yang ada di samping ruang nonton keluarga. Setelah membaringkan Melda di atas tempat tidur, Reza pun ikut berbaring sambil mendekap tubuh istrinya, yang semakin berisi karena pengaruh hamil. Melda tertidur sampai pagi di dalam pelukan Reza dengan begitu nyenyaknya.
Sedangkan di Indonesia, Mama Alira dan Aleta sudah sangat heboh mempersipkan keperluan mereka, untuk berangkat ke Malaysia. Sebagai orang tua untuk Melda, Mama Alira tidak bisa meningkatkan Melda berjuang melahirkan anak pertamanya, tanpa kehadiran dirinya. Karena menurut Mama Alira yang sudah berpengalaman, Anak perempuan akan sangat membutuhkan kasih sayang, juga dukungan orang tuanya di saat mau melahirkan. Apalagi Melda itu anak satu-satunya yang sangat di sayang juga di manjakan sejak kecil.