Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 136. Kenyataan Dan Kebohongan.


__ADS_3

Fara melangkahkan kakinya bersama ketiga temannya tanpa ekspresi. Rasa sakit yang begitu mengguncang batinnya, merubah Fara seketika jadi dingin di depan Riyan.Bayangan akan pelukan antara Riyan dan wanita itu, semakin mengganggu pikirannya. Sedangkan Riyan yang begitu lega melihat istrinya, hanya mematung dengan tatapan yang tidak lepas dari arah Fara.


"Ada apa kak..? Hal penting apa yang ingin Kakak sampaikan sama kita?" Tanya Prisil dengan tatapan serius. Begitupun Klara juga Anita.


"Iya kak,, hal penting apa yang membuat ka Aurel dan kak Riyan datang ke tempatku di waktu selarut ini?" Sambung Anita sambil menatap Aurelia dan Riyan secara bergantian.


"Ini,, kak Riyan yang ada perlu sama salah satu di antara kalian." Jawab Aurelia sambil menatap Riyan yang hanya terdiam di sampingnya.


"Haaaa... Kak Riyan..? Apa aku tidak salah dengar..?" Sambung Cleo dengan tampang tidak percaya.


Di saat ketiga temannya sedang kebingungan dengan apa yang di katakan oleh Aurelia, Fara malah memalingkan pandangannya sambil melipat kedua tangannya di dada, dengan ekspresi yang terlihat begitu datar. Dia sama sekali tidak memperdulikan Riyan yang sudah mulai kebingungan, dengan pertanyaan ketiga temannya yang sedang menatap dengan tatapan serius. Begitupun Aurelia yang sama sekali belum mengetahui, masalah yang sedang terjadi antara Riyan dan Fara.


"Kak Riyan mau perlu sama siapa?" Tanya Anita dengan tatapan mencari tahu.


"Aku... Aku ke sini ingin bertemu Fara." Jawaban Riyan yang membuat Prisil, Anita, juga Cleo langsung berbalik menatap Fara dengan tampang bingung bercampur kaget.


"Buat apa kamu mau menemui ku..?" Tanya Fara sinis tanpa mau menatap Riyan.


"Kita harus bicara." Jawab Riyan datar.


"Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan." Jawab Fara sambil berbalik menatap Riyan dengan tatapan yang terlihat begitu tajam.



"Fara.. Kita.." Kata-kata Riyan yang seketika terhenti karena ada yang memanggilnya dari arah sana, dengan suara yang terdengar sangat keras.


"Riyan..." Suara Rena yang membuat hati Fara semakin memanas, karena di bakar api cemburu yang seketika membara.

__ADS_1


"Apa yang ingin kamu bicarakan..? Apa kamu berani berbicara denganku di saat ada dia..?" Pertanyaan Fara yang membuat ketiga temannya juga Aurelia semakin kebingungan.


"Ini sebenarnya ada apa sih Ra..?" Bisik Anita di samping telinga Fara.


"Aku juga tidak tahu, mengapa sampai kakak senior kita yang super tampan ini, mencari ku di tengah malam seperti ini." Jawaban Fara yang membuat Rena yang sudah berada di samping Aurelia, seketika menatapnya tajam sambil berkata.


"He... Kamu tu kalau bicara yang sopan dong..! Kamu tu harus tahu diri sebagai adik tingkat." Sambung Rena yang membuat emosi Fara tidak bisa di kendalikan.


"Apa kamu bilang..? Aku harus tahu diri..? Yang tidak tahu diri itu kamu. Dekat sama suami orang tanpa ada malu. Apa niat kamu memang ingin menjadi perebut suami orang..?" Kata-kata Fara yang terdengar begitu tajam. Setajam tatapannya terhadap Rena.


"Apa maksud kamu berkata seperti itu sama aku..? Aku tu hanya..."


"Hanya apa..? Hanya ingin merebut milik orang, dengan alasan kalau kamu punya kisah cinta dengannya di masa lalu..? Itu maksud kamu..?" Fara yang sudah tidak bisa menahan kemarahannya, mengeluarkan kata-kata tanpa mau berpikir terlebih dulu.


"Maksud kamu apa..? Siapa suami orang yang ingin aku rebut..? Kamu jangan sembarangan kalau ngomong..!" Sambut Rena dengan ekspresi penuh kemarahan.


"Tanyakan saja sama mantan pacarmu ini! Karena aku tidak punya waktu untuk menjelaskan sesuatu yang sangat tidak penting." Jawab Fara sambil menatap Riyan yang sedang menatapnya bingung.


"Iya,, aku juga bingung dengan pertanyaan wanita gila ini." Jawab Rena yang membuat Riyan langsung bereaksi.


"Rena,, kamu jangan pernah berkata seperti itu sama dia..! Kalau kamu tidak tahu masalahku, jangan kamu campuri urusanku..!" Ujar Riyan yang membuat Rena juga yang lainnya langsung menatapnya dengan ekspresi kaget.


"Loh ko aku yang di salahin..? Aku kan ngga tahu apa-apa." Jawab Rena segera.


"Kamu tidak tahu apa-apa, tapi kamu begitu sibuk untuk mencampuri urusan orang." Sambung Fara dengan tatapan sinis nya ke arah Rena.


"Kalau aku yang berada di posisi kamu, aku tidak akan berbalik menatap masa lalu, yang sudah merangkai masa depan yang lain. Apalagi masa lalu itu sudah menjadi milik orang lain." Tambah Fara yang membuat beberapa orang yang ada di sekitarnya, langsung saling menatap satu sama lain dengan ekspresi penuh kebingungan. Termasuk Riyan.

__ADS_1


"Apa maksud kamu berkata seperti itu?" Tanya Riyan bingung.


"Jangan berpura-pura bodoh Mas. Bukannya Rena ini mantan pacar kamu..? Dan karena dia sampai kamu tidak bisa untuk membuka hatimu untuk wanita lain..?" Jawab Fara tanpa mau menatap Riyan.


"Siapa mantan pacar aku..? Kamu ni sembarangan saja kalau ngomong." Ujar Riyan yang seketika membuat raut wajah Rena berubah aneh.


"Bukannya Rena ini cinta mati kamu di masa lalu..?" Tanya Fara lagi dengan santainya.


"Ini sebenarnya ada apa sih Yan, Ren..?" Sambung Aurelia yang tidak tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi.


"Aku juga ngga tahu apa maksud semua ini..?" Jawab Rena dengan ekspresi gugup.


"Tapi Riyan memang mantan pacar kamu kan Ren..? Kan itu yang kamu katakan sama aku." Ujar Aurelia yang seketika membuat wajah Rena memerah karena menahan rasa malunya.


"Mengapa kamu ngga jawab..? Berarti kamu ini bukan hanya wanita murahan. Tapi kamu juga wanita licik yang pandai mengarang cerita." Sambung Fara yang membuat Rena langsung mengangkat tangannya hendak menampar Fara. Tapi dengan segera Riyan pun meraih tangannya sambil berkata.


"Rena... Jangan pernah berani melakukan ini lagi sama dia..! Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti dia." Riyan berkata-kata sambil menggenggam tangan Rena dengan sangat kencang.


"Yan.. Aku ini teman kamu.. Tapi mengapa kamu lebih membela dia yang bukan siapa-siapa..?" Tanya Rena dengan nada suara yang terdengar kesal.


"Hmmm,, kalau aku bukan siapa-siapa, tidak mungkin dia bersikap seperti ini." Sambung Fara dengan begitu santainya.


"Memangnya siapa kamu..? Jangan terlalu percaya diri..! Riyan bukan laki-laki murah yang akan memilih wanita sepertimu.." Rena berkata-kata dengan tatapan penuh amarah ke arah Fara.


"Dia memang bukan laki-laki yang murah, jadi dia akan memilih wanita yang sangat mahal. Bukan murahan seperti dirimu. Aku sangat malu apabila berada di posisimu saat ini. Mengarang cerita palsu untuk menipu sahabatmu sendiri." Kata-kata Fara yang membuat Rena langsung mengepalkan tangannya saking emosi.


"Apa maksud kamu berkata seperti itu..? Aku bukan wanita murahan. Kamu tu yang terlalu berharap untuk memiliki Riyan." Ujar Rena dengan penuh kemarahan.

__ADS_1


"Apa... Aku terlalu berharap untuk memiliki Riyan..? Buat apa aku berharap memilikinya..?" Pertanyaan Fara yang membuat Riyan langsung menatapnya tajam. Karena merasa tersinggung, juga kecewa dengan kata-kata Fara barusan.


"Justru kamu itu yang terlalu berharap memiliki apa yang aku punya. Asal kamu tahu ya.. Dia ini suamiku. Dan kamu dengan tidak tahu malunya, menghalalkan segala cara untuk memiliki suami aku." Kata-kata Fara yang membuat teman-temannya juga teman-teman Riyan, langsung menatapnya dengan mata terbuka lebar saking kagetnya. Termasuk Rena yang belum mengetahui status Riyan yang ternyata sudah menjadi suami orang.


__ADS_2