Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 93. Pengakuan Yang Mengejutkan.


__ADS_3

Riyan begitu mengagumi kecantikan istrinya yang terlihat bagaikan seorang ratu kerajaan. Setelah melihat keberadaan Riyan, Fara yang sedang berdiri tepat di samping meja yang di penuhi para laki-laki seumuran dia, ingin segera melangkahkan kakinya. Namun langkahnya tiba-tiba tertahan di saat ada seorang di antara beberapa laki-laki itu, menyapanya dengan sebuah kata pujian.


"Halo Nona cantik,," Sapa laki-laki muda itu sambil menatap Fara, yang hendak melangkah mengikuti Semi yang sudah melangkah di depannya.


"Halo juga,," jawab Fara sambil tersenyum lebar ke arah laki-laki itu.



"Apa kita boleh berkenalan?" Tanya laki-laki itu sambil berdiri mendekati Fara.


"Ooo maaf ya,, kita kenalannya nanti saja. Soalnya aku mau ke sana sebentar." Jawab Fara dan langsung melangkah pergi menuju Riyan yang masih terus menatapnya.


"Pak Riyan,, apa anda kenal dengan wanita cantik itu?" Tanya laki-laki yang duduk di samping Riyan sambil menatap ke arah Fara.


"Iya aku kenal Pak Leo." Jawab Riyan yang membuat Katrin yang baru saja duduk di samping orang tuanya, langsung berekspresi semakin datar.


"Silangkan duduk Bu!" Ujar Semi kepada Fara, sambil menarik kursi kosong yang ada di samping Riyan.


"Apa dia adik anda Pak Riyan?" Tanya Mamanya Katrin yang belum pernah mengenali Fara sebelumnya.


"Iya,, dia adik sepupuku." Jawaban Riyan yang membuat Katrin, Fara, juga Semi langsung menatapnya aneh.

__ADS_1


Hati yang baru merasakan arti kebahagiaan bersama Riyan, langsung terenyuh oleh kata-kata yang baru saja Riyan ucapkan. Ingin sekali Fara menanyakan alasan Riyan yang tidak mengakuinya sebagai istri. Namun Semi langsung mengedipkan mata sebagai tanda agar Fara tetap tenang. Akhirnya Fara pun terpaksa mengikuti apa yang di inginkan oleh Semi. Dia hanya menahan kekesalannya sambil bertanya-tanya di dalam hatinya.


"Apa maksud Mas Riyan mengatakan seperti itu? Apa dia tidak ingin ada yang tahu dengan hubungan kita sebagai suami istri? Tapi kenapa? Apa aku tidak pantas di perkenalkan sebagai pendamping hidupnya?"


Fara sangat tidak terima dengan pernyataan Riyan atas dirinya di depan para pengusaha itu. Siapapun akan merasakan apa yang di rasakan oleh Fara saat itu. Seorang suami yang sangat dia cintai, dengan begitu tega memperkenalkannya sebagai seorang adik. Apalagi di saat melihat ekspresi Katrin yang sepertinya sangat senang, mendengar jawaban Riyan atas pertanyaan orang tuanya.


Sedangkan Katrin yang mendengar jawaban Riyan, merasa sangat lega. Begitupun dengan kedua orang tuanya yang berambisi ingin menjadikan Riyan sebagai menantu. Dalam diam, Katrin merasa bahagia karena Riyan tidak memperkenankan Fara sebagai istrinya. Malah sebagai adiknya. Harapan untuk memiliki Riyan yang telah hancur karena di tolak. Seketika hadir kembali dengan harapan yang semakin besar. Namun tidak lama, perasaan wanita tidak tahu malu itu di luluh lantakkan oleh jawaban Riyan, setelah Papanya kembali bertanya.


"Ooo, ternyata dia adik anda?" Tanya Papanya Katrin sambil menatap Riyan dan Fara secara bergantian.


Karena begitu malu, Fara pun memilih untuk menundukkan kepalanya. Dia sangat menyesal mengikuti Riyan ke tempat itu. Karena dia merasa sangat tidak di anggap sebagi seorang istri, oleh suaminya sendiri di depan orang banyak.


"Iya,, Fara ini adalah adik sepupuku yang saat ini sudah menjadi istriku." Jawab Riyan sambil merangkul pundak Fara yang terlihat kaget dengan jawabannya.


"Iya,, kita menikah satu bulan yang lalu." Jawab Riyan tanpa melepaskan sebelah tangannya dari pundak Fara, yang sedang menatapnya dengan kebahagiaan yang terpancar dari bola mata indahnya.


"Bagaimana ceritanya anda bisa menikah dengan adik sepupu anda sendiri? Aku jadi penasaran." Tanya Pak Leo yang duduk tepat di samping Riyan.


"Kita berdua sudah di jodohkan sejak aku baru lahir. Jadi pernikahan kita berdua karena perjodohan." Jelas Riyan.


"Tapi kalian sangat bahagia walaupun nikah karena perjodohan. Apa anda bisa menceritakannya sedikit? Soalnya aku juga ingin menjodohkan putraku ini dengan anak temanku. Tapi dia terus menolak. Aku ingin Pak Riyan bisa membuka jalan pikirannya." Ujar laki-laki yang bernama Leo itu, sambil menatap putranya yang duduk di sampingnya. Sedangkan Katrin dan kedua orang tuanya hanya terdiam tanpa bisa berkata-kata.

__ADS_1


"Sebelum menikah kita berdua tidak pernah bertemu apalagi jatuh cinta. Tapi setelah menikah, kita baru menyadari kalau pilihan orang tua adalah yang paling benar." Ujar Riyan.


"Berarti Kalian berdua baru saja jatuh cinta? Mengapa cinta bisa datang secepat itu di antara kalian?" Tanya putra Pak Leo karena mulai penasaran dengan kisah Riyan dan Fara, yang bisa saling mencintai dalam waktu yang terbilang singkat.


"Siapapun laki-laki itu, akan luluh dengan wanita baik-baik yang dapat memberikan apa yang di impikan semua laki-laki. Dan apa yang aku inginkan, telah di berikan oleh istriku. Dan hal itulah yang membuatku jatuh cinta dan tidak akan pernah berpaling sampai kapanpun." Jawab Riyan yang membuat putra Pak Leo langsung terdiam.


"Dengar tu. Wanita sekarang ini, lebih banyak yang tidak punya harga diri di bandingkan yang menjaga harga dirinya. Kebanyakan wanita rela melakukan apapun demi keinginan mereka. Dan wanita-wanita seperti itu hanya akan membutakan matamu dengan kelicikan mereka. Jadi kamu harus mencerminkan kepribadian Pak Riyan ini." Ujar Pak Leo kepada putranya.


Mendengar pembicaraan Riyan dan Pak Leo, Katrin merasa sangat tersinggung. Begitupun dengan kedua orang tuanya yang memang memiliki kelicikan dalam mendapatkan apa yang mereka inginkan. Karena merasa tidak tahan dengan apa yang baru saja di katakan oleh Pak Leo, Mamanya Katrin pun langsung bersuara.


"Pak Leo,, kita sebagai orang tua juga bisa saja salah dalam memilih jodoh untuk anak-anak kita. Contohnya kakakku. Dulu dia mau di jodohkan dengan seorang perempuan miskin yang berpura-pura kaya. Untung saja dia menolaknya. Dan dia lebih memilih pilihannya sendiri. Kalau tidak. Mungkin dia dan keluargaku akan menyesal seumur hidup." Ujar Mamanya Katrin yang tidak tahu siapa Fara sebenarnya.


"Ibu Elsa,, kalau aku tidak perduli dengan harta yang di miliki oleh wanita pilihanku untuk putraku. Asalkan dia wanita baik-baik." Ujar Pak Leo sambil menatap Mamanya Katrin yang bernama Elsa.


"Iya,, aku setuju dengan apa yang di katakan Mamaku. Zaman sekarang ini, banyak sekali wanita miskin yang berpura-pura kaya untuk menipu para laki-laki kaya." Sambung Katrin sambil melirik ke arah Fara dengan tampang sinis nya.


Katrin juga yang lainnya, sama sekali tidak mengetahui kalau Fara adalah anggota keluarga Permana. Dalam pikiran mereka, Fara itu hanyalah saudara jauh dari Riyan. Karena Fara yang masih sekolah waktu itu, jarang menghadiri acara-acara besar seperti Abangnya Alfa. Jadi banyak pengusaha luar yang tidak mengenalinya.


"Kalau menurut anda bagaimana Ibu Fara?" Tanya Pak Leo sambil menatap Fara, yang tersenyum karena mendengar perkataan Katrin.


"Kalau aku tidak bisa berkata-kata banyak. Karena aku juga tidak terlalu mengerti dengan hal seperti itu. Tapi aku setuju dengan keputusan Papaku, yang memilih untuk menjodohkan aku dengan putra dari adik perempuannya sendiri." Jawab Fara santai.

__ADS_1


"Ooo jadi Papa anda kakak laki-lakinya Ibu Melda?" Tanya Pak Leo yang memang sudah mengenal kedua orang tua Riyan.


"Iya,, Ibuku adalah adik sepupu Papanya Fara yang bernama Faris Permana." Sambung Riyan yang membuat semua orang yang mendengarnya langsung kaget.


__ADS_2