Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 94. Riyan Pasrah Atas Perlakuan Fara.


__ADS_3

Semua yang ada di dalam restoran tersebut jadi heboh, setelah mengetahui siapa Fara sebenarnya. Mereka saling berbisik satu sama lain sambil menatap ke arah Fara, yang terlihat begitu santai berada di samping Riyan. Sedangkan Katrin dan kedua orang tuanya, hanya bisa melirik satu sama lain dengan tatapan kaget. Mereka benar-benar tidak menyangka, kalau wanita yang sejak tadi mereka remehkan itu, adalah putri seorang konglomerat.


"Keluarga Permana memang cerdas dalam mengatur harta mereka. Biar tidak jatuh ke tangan orang lain." Ujar salah seorang pengusaha lainnya, dengan tatapan penuh kekaguman ke arah Riyan juga Fara.


"Iya,, Pak Fahri juga putranya Faris itu, termasuk pengusaha yang tidak terkalahkan dalam berpikir ataupun bertindak. Dan keputusan yang mereka ambil adalah keputusan yang sangat tepat. Karena anggota keluarga Permana selalu menjadi sasaran pengusaha lainnya, yang gila akan harta mereka yang tidak akan pernah habis." Sambung Pak Leo yang membuat kedua orang tua Katrin semakin mematung.


Katrin dan kedua orang tuanya tidak dapan berkata-kata mendengar apa yang di katakan oleh Pak Leo barusan. Semua yang di ucapkan Pak Leo begitu tajam bagaikan busur yang menembus jantung mereka.


"Kalau menurut anda bagaimana Pak?" Tanya Pak Leo sambil menyentuh punggung tangan Papanya Katrin, yang dia letakan di atas meja.


"Iiii,, iya,, aku juga setuju." Jawab Papanya Katrin dengan begitu gugup, karena merasa salah tingkah dengan pertanyaan Pak Leo terhadapnya.


Riyan yang tidak suka bermesraan di depan orang banyak, apalagi di depan orang-orang penting seperti saat itu. Hanya pasrah menerima perlakuan istrinya yang tidak berhenti menyuapinya. Dia seperti itu, karena dia ingin Katrin tahu kalau dia sangat mencintai istrinya. Walau kenyataannya dia sangat malu dengan apa yang di lakukan oleh Fara. Dan semua itu berhasil membuat Katrin semakin kesal. Begitupun dengan kedua orang tuanya.


"Mas,, kita cepat pulang ya,,!" Pinta Fara setelah selesai makan.


"Loh,, kenapa harus buru-buru pulang Ibu Fara?" Tanya Pak Leo ramah.

__ADS_1


"Mungkin dia kecapean Pak. Soalnya dia belum sempat beristirahat sejak tiba di bandara tadi." Jawab Riyan.


"Ooo,, Ibu Fara baru datang dari Indonesia?" Tanya Pak Leo sambil tersenyum ramah.


"Iya Pak aku baru saja tiba siang tadi. Tapi dari Amerika Pak. Bukan Indonesia." Jawab Fara sambil terus memeluk lengan suaminya.


"Rindu ya sama suaminya? Sampai bela-belain datang sendirian ke sini. Sudah berbulan madu belum?" Tanya Pak Leo menggoda pasangan suami istri itu.


"Aku yang rindu Pak. Tidak tahan jauh-jauh dari istri. Karena belum sempat berbulan madu, jadi aku menyuruhnya untuk menyusul aku ke sini. Biar sekalian bulan madu." Jawab Riyan sambil mengusap-usap punggung tangan Fara, yang sedang melingkar di lengannya. Sengan tatapan penuh kasih sayang.


"Kalian berdua memang pasangan yang sangat serasi. Jadi aku ingin berpesan kepada kalian berdua. Untuk terus menjaga keutuhan rumah tangga kalian selamanya." Ujar Pak Leo yang di sambut senyum juga anggukan kepala Riyan dan Fara.


Selama sebulan menikah, Riyan memang tidak pernah menunjukan sikap romantisnya. Dan itulah yang membuat Fara selalu ragu, juga bersedih karena merasa tidak di anggap. Namun malam itu dia benar-benar yakin, kalau cinta yang dia miliki, juga di miliki oleh laki-laki yang sangat dia cintai itu.


Setelah bersalaman satu sama lain, Riyan langsung menggandeng tangan Fara dan melangkah keluar dari restoran di ikuti oleh Semi dari belakang. Melihat sikap Riyan yang tidak biasanya, Semi hanya tersenyum tanpa berkata-kata. Namun Semi juga turut bahagia atas perubahan sikap atasannya itu.


Dalam perjalanan, Fara yang sudah sangat kecapean memilih untuk menyandarkan kepalanya di dada bidang Riyan, sambil memejamkan mata. Aroma tubuh Riyan bagaikan bius yang sekejap dapat membuat Fara masuk ke dalam alam mimpinya. Melihat wajah cantik yang sedang terlelap di atas dadanya, Riyan pun sadar akan arti sebuah hubungan. Tanpa ragu, dia pun mendekap Fara dengan sebelah tangannya dan bergumam dalam hatinya.

__ADS_1


"Aku bukanlah seorang puitis yang dapat menciptakan kata-kata romantis untuk menghibur dirimu. Namun aku akan berusaha untuk menjaga hati ini, hanya untuk dirimu yang telah memberikan sesuatu yang sangat berharga untukku."


Riyan yang tidak pernah mau di kendalikan oleh wanita, akhirnya luluh dengan kenikmatan yang telah dia dapatkan dari istrinya. Malam pertama mereka yang terjadi dengan penuh air mata kesakitan Fara, tidak pernah hilang dari dalam ingatan Riyan. Dan hal itu selalu menimbulkan rasa bersalah, di saat menatap wajah istrinya seperti saat itu. Tatapan Riyan terlihat begitu sendu ke wajah yang sedang terlelap di dalam kehangatan pelukannya. Tapi tiba-tiba perasaan aneh pun menyelimuti hatinya. Di saat matanya tertuju ke bagian dada Fara yang terlihat jelas dari bagian atas.


Denyut jantung mulai berdetak kencang seiring nafas yang sudah mulai memburu. Hasrat seorang laki-laki mulai merasuki hati dan pikirannya. Ingin sekali dia menjauh untuk mengendalikan dirinya, yang sudah di bawah pengaruh keinginan hasratnya. Namun dia pun tidak tega untuk melakukan semua itu di saat melihat wajah polos istrinya.


"Ada apa Pak? Apa ada masalah?" Tanya Semi yang duduk di bangku bagian depan bersama supir. Di saat dia tidak sengaja melihat ekspresi atasannya, dari kaca spion yang ada di bagian atas kepalanya.


"Aaaku,, aku baik-baik saja." Jawab Riyan gugup sambil mengusap-usap wajahnya yang sudah mulai basah, dengan keringat karena menahan gejolak di dalam dirinya.


"Tapi kelihatannya anda kurang sehat Pak." Ujar Semi karena merasa khawatir dengan keadaan Riyan.


"Aku cuman merasa kecapean." Jawab Riyan berbohong tanpa menatap Semi.


"Ooo,, syukurlah kalau Bapak baik-baik saja." Ujar Semi dan langsung berbalik menatap lurus ke depan.


Setelah Semi sudah tidak memperhatikannya, Riyan langsung menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi mobil, sambil menarik nafas panjang. Dia mencoba mengatur nafas dengan mata terpejam, untuk mengendalikan Riyan kecil di bawah sana yang sudah menegang sejak tadi. Namun tiba-tiba tangan Fara pun mulai bergerak. Di ikuti suara rengekan yang membuat Riyan jadi serba salah, dan merasa semakin tertekan dalam situasi yang sulit.

__ADS_1


"Mas,,, aku dingin banget.." Ujar Fara sambil menarik kerah baju Riyan tanpa membuka matanya.


"Sem,, tolong matikan AC! Soalnya Fara kedinginan." Ujar Riyan sambil mengencangkan pelukannya pada tubuh Fara.


__ADS_2