Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 91. Fara Di Tinggalkan Oleh Riyan.


__ADS_3

Fara yang selalu mengutamakan penampilan, ingin terlihat lebih cantik dari wanita lain di hadapan suaminya. Apalagi acara makan malam yang ingin mereka hadiri itu, ada kaitannya dengan seorang wanita yang sudah dia ketahui memiliki rasa terhadap suaminya. Namun keinginannya untuk terlihat lebih cantik, malah membuat dia di tinggalkan oleh Riyan yang tiba-tiba di telpon seseorang.


Setelah sudah merasa sempurna dengan riasan wajah juga gaun yang dia kenakan. Fara langsung keluar dari ruang ganti itu, dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya. Tapi sampainya di luar, dia pun merasa bingung karena tidak melihat keberadaan Riyan. Dan serentak dia pun langsung menanyakan suaminya, kepada Semi yang masih tetap berada di tempatnya.


"Pak Semi,, Mas Riyannya di mana?" Tanya Fara sambil menatap ke sana kemari mencari keberadaan Riyan.


"Pak Riyannya sudah pergi duluan Bu. Soalnya tadi dia telpon oleh klien bisnisnya, yang sudah berada di tempat acara makan malam akan di langsungkan." Jawab Semi.


"Lo,,, ko gitu? Bukannya acaranya nanti malam? Ini kan baru jam 7 tepat?" Tanya Fara bingung.


"Rencana awalnya memang gitu Bu. Tapi tadi Pak Riyan tiba-tiba di telpon untuk segera menemui beberapa klien bisnisnya, yang sudah berada di sebuah restoran dekat sini." Jawab Semi.


"Terus kita berdua mau kemana? Apa kita harus pulang ke hotel tempat menginap?" Tanya Fara dengan tampang tidak bersemangat. Sebab dia merasa apa yang sudah dia lakukan hanyalah sia-sia saja.


"Tadi Pak Riyannya di jemput sama seseorang. Dan dia menyuruhku untuk menyusulnya bersama Ibu, kalau sudah selesai bersiap-siap." Jawab Semi namun Fara sama sekali tidak menggubrisnya.


Melihat ekspresi Fara yang sudah tidak bersemangat dengan tampang yang terlihat cemberut, Semi yang memiliki banyak cara untuk menenangkan hati wanita, langsung berpikir untuk menyemangati Fara.


"Ibu Fara tu cantik bangat. Pak Riyan pasti akan terkagum-kagum di saat melihat Ibu Fara nanti. Karena dia kan belum sempat melihat Ibu Fara. Jadi Ibu Fara bisa jadikan ini sebagai sebuah kejutan untuk Pak Riyan dan para klien bisnisnya. Iya kan..?" Ujar Semi penuh semangat.

__ADS_1


Walaupun baru beberapa jam mengenali wanita cantik itu, namun Semi yang kebetulan memiliki istri yang mempunyai sifat sama dengan Fara, sudah sangat faham untuk menghadapi situasi seperti saat itu. Dan Fara yang merasa tersanjung dengan pujian asisten suaminya itu, semakin percaya diri dan kembali bersemangat untuk menyusul Riyan, yang sudah ada di sebuah restoran bersama para klien bisnisnya.


"Oke. Kalau gitu,, apa kita bisa pergi sekarang?" Tanya Fara dengan tingkah yang begitu genit saking percaya dirinya.


"Ayo Bu. Aku juga tidak sabar ingin melihat ekspresi Pak Riyan melihat penampilan Ibu Fara, yang sudah seperti ratu kerajaan.


Tanpa menunggu lama, Fara dan Semi langsung berangkat menuju tempat di mana Riyan berada. Mereka pergi menggunakan mobil yang sejak tadi terparkir menunggu mereka di parkiran mall. Dalam perjalanan, Fara tidak henti-hentinya bertanya tentang penampilannya kepada Semi, yang duduk tepat di sampingnya.


"Pak Semi,, Kira-kira ekspresi Mas Riyan nanti bagaimana ya, kalau lihat aku?" Tanya Fara dengan tingkah genitnya.


"Dia pasti akan kebingungan." Jawaban Semi yang membuat tampng Fara langsung berubah seketika.


"Dia tu bingung, karena dia tidak bisa membedakan Ibu Fara sama bidadari yang turun dari kayangan." Jawab Semi yang membuat Fara langsung tersenyum sambil meraba-raba wajahnya sendiri.


"Masa si Pak? Aku tu terasa melayang di puji seperti itu." Ujar Fara yang sudah seperti cacing kepanasan, karena terlalu bersemangat dengan pujian Semi.


Semi yang begitu mengagumi kecantikan Fara, hanya tersenyum menanggapi sikap Fara yang terkesan centil. Dan dia pun yakin, sikap Fara itulah yang membuat sikap beku atasannya itu jadi mencair. Karena bagi Semi, Riyan dan Fara adalah sosok yang sangat berbeda namun melengkapi satu sama lain.


Tidak berapa lama mereka pun sampai di sebuah restoran yang terlihat begitu besar. Dengan tampang kebingungan, Fara yang baru keluar dari dalam mobil setelah di bukakan pintu oleh Semi langsung bertanya.

__ADS_1


"Pak Semi,, apa anda yakin aku ke tempat ini dengan gaun seperti ini? Aku tu merasa terlalu berlebihan berpenampilan seperti ini." Tanya Fara karena melihat keadaan restoran itu begitu sepi dari arah luar.


"Memangnya apa hubungan penampilan Ibu dengan restoran ini?" Tanya balik Semi dengan tatapan bingung.


"Ini kan cuman restoran. Penampilan aku ini seperti orang yang mau menghadirkan acara besar gitu." Ujar Fara dengan raut wajah penuh keraguan.


"Bu Fara,, ini bukan restoran biasa. Kelihatan dari luar memang sepi. Karena restoran ini sudah di boking untuk acara makan malam para pengusaha." Jelas Semi.


"Ooo,, begitu ya? Aku suka dengan acara makan malam seperti ini. Karena aku ingin menunjukan kepada kalangan pengusaha dan para anak gadis mereka, kalau hanya aku seorang yang pantas untuk mendampingi suamiku." Ujar Fara dan langsung melangkah menuju pintu masuk restoran tersebut. Sedangkan Semi yang sedang menatapnya, hanya bisa tersenyum sambil berkata-kata di dalam hatinya.


"Ngga heran juga Ibu Fara bertingkah seperti ini. Dia sangat percaya diri. Dan itu hal yang wajar. Apa yang dia miliki memang tidak bisa untuk di saingi oleh wanita lain."


Semi dan Fara memilih untuk tidak mengabari Riyan kalau mereka sudah berada di luar restoran itu. Sementara Riyan di saat itu sedang berada di dalam toilet pria. Beberapa menit yang lalu, Riyan berpamitan kepada yang lain untuk pergi ke toilet. Dan Katrin yang juga ada di situ, langsung mengikutinya tanpa ada yang tahu. Termasuk kedua orang tuanya.


Katrin yang sudah sangat tergila-gila pada Riyan, memutuskan untuk menyatakan perasaannya kepada Riyan, di saat ada kesempatan seperti itu. Apalagi di saat itu, tidak ada Alex yang selalu mengikutinya ke setiap acara yang dia hadiri seperti biasa. Dengan tidak tahu malunya, Katrin berdiri di lorong menuju toilet sambil memikirkan langkah, yang harus dia ambil untuk bisa merebut hati Riyan.


Katrin mengambil keputusan itu tanpa ada sedikitpun keraguan di dalam dirinya, sebagai seorang wanita yang terhormat. Walaupun dia baru saja mengenal Riyan, dia sudah sangat yakin akan dapat memiliki apa yang dia inginkan. Katrin terlihat begitu yakin, karena di di balik keputusannya itu, ternyata ada dukungan juga dorongan besar dari kedua orang tuanya untuk memiliki Riyan.


Sebagian yang Katrin juga kedua orang tuanya ketahui tentang Riyan, hanyalah kesuksesan juga asal usul keluarga Riyan. Namun mereka tidak pernah tahu siapa wanita yang Riyan nikahi. Dan mereka juga tidak menghiraukan walau kenyataannya Riyan sudah beristri. Sesuatu yang mereka inginkan saat itu, hanyalah memiliki Riyan untuk menyelamatkan perusahan mereka, yang pada saat itu dalam ambang kebangkrutan.

__ADS_1


Selesai merapikan penampilannya sebentar di depan cermin yang ada di dalam toilet, Riyan pun langsung keluar dan melangkah dengan santainya, tanpa menyadari kalau sudah ada seseorang yang sedang menunggunya tidak jauh dari situ. Sambil melangkah, Riyan berpikir untuk menghubungi Fara yang belum juga mengabarinya. Namun belum sempat dia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana, ada seseorang yang dengan tiba-tiba memeluknya kencang dari arah belakang.


__ADS_2