Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 165. Pembunuhan.


__ADS_3

Pagi itu semua sudah berkumpul di RS karena Riyan akan di keluarkan hari itu juga. Keadaan Riyan yang belum sepenuhnya membaik menjadi satu kendala untuk dia bisa di keluarkan. Karena dari pihak RS tidak berani menanggung resiko apabila terjadi apa-apa dengannya. Tapi apa yang tidak bisa untuk seorang Faris. Mendengar nama Permana yang ada di belakang namanya saja, semua yang berhadapan dengannya langsung terlihat seperti orang bodoh. Namun di saat mereka sedang bersiap-siap untuk keluar dari RS, tiba-tiba ada berita yang menghebohkan seisi RS bahkan seisi kota besar itu.


"Maaf Pak,, mungkin kita sedikit terlambat mengurus administrasi Pak Riyan. Soalnya RS ini akan di selidiki pihak kepolisian, karena ada korban pembunuhan di belakang RS ini." Ujar salah seorang perawat yang tadi membawa berkas pelunasan administrasi Riyan.


"Pembunuhan di belakang RS..? Bagaimana itu bisa terjadi..?" Tanya Reza Ayahnya Riyan dengan tampang kebingungan.


"Ngga tahu juga Pak. Tapi pelakunya sudah di tangkap pagi tadi." Jawab suster itu.


Di saat semuanya sedang kebingungan dengan kabar pembunuhan yang menegangkan semua orang di dalam RS besar itu, Faris malah terlihat begitu santai menanggapi kabar tersebut. Dia hanya fokus pada ponselnya dengan begitu santai di sofa yang ada di dalam ruang rawat Riyan. Melihat sikap Faris predaror berbahaya itu, Alfa sebagai putranya seketika merasa ada yang salah dengan Papanya. Namun dia tidak ingin bersuara sama sekali. Dan ternyata bukan Alfa saja yang merasakan hal itu. Aleta sebagai istri yang sudah menemani Faris selama puluhan tahun, juga merasa ada yang tidak beres dengan suaminya.


"Pak,, maaf sudah membuat kalian menunggu lama. Semuanya sudah di urus. Jadi Pak Riyan sudah bisa di bawah pulang." Ujar suster yang tadi datang menemui mereka.

__ADS_1


"Terus bagaimana dengan pembunuhan itu? Apa semuanya sudah di atasi?" Tanya Faris dengan begitu tenangnya.


"Suda teratasi Pak. Dan ternyata yang melakukan pembunuhan kedua anak muda itu teman mereka sendiri. Dia menganiaya mereka dan membuang mayatnya di samping jalan tepat di belakang RS ini." Jelas suster itu yang membuat Faris langsung mengangguk dengan senyum yang terlihat aneh.


Dalam perjalanan pulang, Aleta yang begitu mengenali sifat suaminya, merasa sangat tidak tenang dengan kasus pembunuhan kedua orang yang di temukan tepat di belakang RS. Tapi di saat dia hendak bertanya, Faris langsung memberikan kode agar dia tidak bersuara. Dan akhirnya Aleta pun terdiam sambil terus melirik Faris yang duduk tepat di sampingnya bersama Alfa.


Bukan hanya Aleta yang tidak tenang dengan semua yang ada di dalam pikirannya. Alfa juga begitu gelisah ingin menanyakan apa yang sudah di lakukan oleh Papanya. Tapi dia mencoba untuk bersabar setelah melihat reaksi Papanya di saat Mamanya hendak bersuara.


Sedangkan Faris yang juga baru saja keluar dari dalam mobil bersama Aleta juga Alfa, segera menghpiri Riyan dan yang lainnya di depan pintu Apartemen.


"Exel,, Do,, ada apa sama kalian..?" Tanya Riyan sedikit panik melihat tampang kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Ada apa ini?" Tanya Faris yang sudah berada di belakang Riyan dan Fara.


"Ngga ada apa-apa ko Pa. Mereka berdua ini sahabat Mas Riyan." Jawab Fara dengan segera.


"Kalau gitu masuk saja dulu ke dalam! Ngga baik tamu di ajak bicara di luar." Ujar Faris dan langsung melangkah memasuki aparat Riyan.


"Sebenarnya ada apa sampai ekspresi kalian seperti ini?" Tanya Riyan yang masih khawatir dengan kedua sahabatnya.


"Yan,, Rena sama Deni sudah meninggal. Mereka di bunuh tadi malam, dan mayat mereka di buang di belakang RS tempat kamu di rawat." Ujar Exel dengan tatapan penuh kesedihan.


"Apa...? Mereka di bunuh..? Siapa yang melakukannya..?" Tanya Riyan kaget.

__ADS_1


"Arlan yang melakukannya. Kita juga bingung, mengapa sampai Arlan bisa setega, dan senekat itu sama mereka berdua." Sambung Erlando dengan ekspresi yang sama dengan Exel. Sama-sama menahan kesedihan.


__ADS_2