
Cuaca semakin meredup karena jingga di langit senja hampir berlalu. Tapi Riyan dan Fara masih betah berada di tepian pantai, menatap samudra yang terbentang luas. Sambil bersandar di dada bidang Riyan, Fara mulai mengeluarkan isi hatinya yang sebenarnya sudah Riyan ketahui sejak awal.
"Mas,, aku sangat mencintaimu. Apa Mas tahu itu?" Pertanyaan Fara yang terdengar sedikit konyol di telinga Riyan.
"Aku tahu itu. Karena kalau kamu tidak mencintaiku, tidak mungkin kamu mau menikah denganku." Jawab Riyan tanpa ekspresi.
"Kalau Mas cinta ngga sama aku?" Tanya Fara sambil mengangkat kepalanya dari dada Riyan, dan menatap serius wajah tampan di sampingnya itu.
"Kamu mau aku jujur atau tidak?" Tanya Riyan yang membuat jantung Fara seketika berdetak kencang, karena merasa khawatir dengan jawaban suaminya.
"Awalnya aku tidak mencintaimu. Malah aku sangat membencimu."
"Loh kok gitu? Jadi untuk apa kamu mau menjadikan aku istrimu?" Tanya Fara sambil menatap Riyan dengan tampang datarnya.
"Karena aku terpaksa mengikuti kemauan orang tua kita." Jawab Riyan santai.
"Berarti semua ini hanya terpaksa?" Tanya Fara dengan kening yang sudah mulai berkerut.
"Fara,, jadilah orang yang bisa sedikit bersabar. Dengar dulu penjelasan aku baru kamu berkomentar. Kalau kamu kaya gini, nanti semua hal baik ataupun buruk akan menjadi masalah." Ujar Riyan yang membuat Fara langsung terdiam.
"Awalnya aku tidak mencintaimu. Karena kamu tidak memiliki kriteria wanita idamanku. Tapi dengan berjalannya waktu, aku akhirnya luluh dan tidak memikirkan seperti apa wanita yang aku inginkan. Karena aku sadar, kalau kita memang sudah di takdirkan untuk bersama." Jelas Riyan yang membuat Fara langsung tersenyum, sambil menyandarkan kembali kepalanya di dada bidang Riyan.
__ADS_1
"Berarti pesonaku memang benar-benar luar biasa. Sampai-sampai laki-laki cuek seperti dirimu bisa luluh dalam waktu sekejap." Ujar Fara dengan begitu percaya diri.
"Aku luluh bukan karena pesonamu. Tapi karena kamu memang wanita penggoda yang pintar merayu laki-laki polos sepertiku." Ujar Riyan yang membuat Fara langsung menatapnya bingung sambil berkata-kata.
"Apa..? Laki-laki polos..? Mas sadar ngga, dengan apa yang barusan Mas katakan?" Tanya Fara bingung.
"Aku sadar. Memangnya kenapa?" Tanya Riyan berpura-pura tidak tahu dengan kebingungan Fara. Sedangkan Fara yang begitu polos, langsung memalingkan wajahnya ke arah samping, sambil bertanya-tanya di dalam hatinya.
"Apa benar aku ini wanita penggoda? Menurut aku sikapku biasa-biasa saja sebagai wanita. Dan dia bilang dia itu laki-laki polos. Apa itu juga benar? Masa laki-laki polos bisa seperti predator saat berada di atas ranjang?"
Fara benar-benar kebingungan dengan jawaban Riyan barusan. Dan seketika dia jadi malu untuk menatap Riyan yang berada di sampingnya, karena penilaian Riyan terhadap dirinya. Sedangkan Riyan yang sedang memperhatikannya dari arah samping, hanya tersenyum tanpa bersuara.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Riyan yang membuat Fara jadi salah tingkah. Setelah beberapa menit sama-sama terdiam.
"Tapi tunggu dulu Mas! Perasaan sikapku biasa-biasa saja sebagai seorang wanita. Dan Aku merasa tidak pernah menggoda siapapun selama ini. Jadi penilaian Mas itu sangat tidak masuk akal." Ujar Fara sambil berbalik menatap Riyan, yang sudah kembali berekspresi datar.
"Ya sudah kalau memang itu menurut kamu. Persepsi orang kan berbeda-beda." Ujar Riyan tanpa menatap Fara.
"Dan satu lagi. Aku sedikit keberatan dengan perkataan Mas tadi. Yang bilang kalau Mas itu laki-laki polos. Mana ada laki-laki polos seperti itu." Ujar Fara dengan tampang seperti sedang membayangkan sesuatu.
"Seperti itu bagaimana? Kamu tu kalau berbicara yang jelas." Sambut Riyan.
__ADS_1
"Maksudku, laki-laki polos tidak serakus itu di saat berada di ranjang." Jawab Fara dengan tampang lugunya, yang membuat Riyan langsung tertawa lepas karena merasa lucu akan ekspresi istrinya.
"Hahahaha,, Fara... Fara.. Kamu tu bukan hanya ceroboh tapi juga tolol." Riyan tertawa sambil berkata-kata yang membuat Fara langsung menatapnya heran.
"Ko tolol sih Mas..? Malah aku tu cerdas bisa menganalisa seseorang dari perbuatannya." Ujar Fara membanggakan dirinya.
"Itulah kebodohanmu. Aku tu hanya mau memancing mu. Tapi kamu malah kebingungan dengan kata-kataku." Jelas Riyan yang membuat Fara langsung tersadar, dengan tujuan suaminya yang ingin mengerjainya.
"Justru yang polos itu kamu. Dan kepolosan kamu itu, membuatmu terlihat sangat bodoh." Tambah Riyan yang membuat Fara langsung menggigit lengannya.
"Aaaaw,, hahahaha,, kamu tu lucu bangat." Riyan tertawa dan berkata-kata, sambil mendekap Fara kemudian mengecup kepala Fara dengan begitu mesra. Sedangkan Fara yang merasa kesal karena di kerjain suaminya, segera menunduk dan hendak menggigit dada Riyan.
"Jangan Fara..!" Riyan bersuara sambil berusaha menahan kepala Fara. Tapi Fara juga tidak mau kalah. Dia tetap berusaha untuk mau menggigit dada bidang Riyan.
"Fara jangan...! Geli tahu.." Ujar Riyan tapi Fara tetap tidak perduli. Dan akhirnya Riyan pun membiarkan Fara menggigit dadanya.
Gigitan Fara yang sudah tertancap di dada bidang Riyan, malah membuat Riyan jadi menegang seketika. Riyan yang sudah tersandar di sandaran kursi tempat duduknya, hanya menatap lurus ke depan sambil menahan gejolak yang sudah mulai mendesak di dalam batinnya. Karena tidak mendengar suara teriakan Riyan, walau dia sudah menggigit dadanya berulang-ulang, Fara pun langsung mengangkat muka dan menatap Riyan yang juga sudah menatapnya, dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Mas.. Kamu kenapa..?" Tanya Fara yang sedikit khawatir dengan keadaan suaminya, yang sudah terdiam dengan ekspresi yang sangat menegang.
Sikap Riyan yang sudah seperti patung dengan tatapan mata yang terlihat aneh, membuat Fara semakin khawatir, dan langsung meraih wajah suaminya dengan kedua tangannya. Dan di saat dia ingin kembali bersuara, Riyan dengan serentak langsung ******* bibirnya dengan begitu berhasrat. Fara yang selalu terbuai oleh sentuhan suaminya, sama sekali tidak menolak. Tapi dia malah berusaha untuk selalu mengimbangi permainan suaminya, yang begitu buas tanpa mengenal tempat.
__ADS_1
Riyan dan Fara yang sudah terbawa suasana, sama sekali tidak menyadari keberadaan seseorang di dekat situ, sedang memperhatikan mereka dengan tatapan yang terlihat begitu aneh. Apalagi keadaan di sekitar mereka sudah sangat sepi, jadi Riyan semakin bersemangat untuk memenuhi keinginan batinnya, yang sudah tidak bisa untuk di tahan.
Di saat Riyan dan Fara sedang di bakar hasrat yang menggila di tepi pantai yang sudah mulai gelap, Aurel dan Semi malah sedang sibuk mencari keberadaan mereka, di sekeliling kamar tempat mereka menginap. Dan karena tidak menemukan keberadaan Riyan dan Fara, akhirnya Semi memutuskan untuk kembali ke tepi pantai. Sedangkan Aurel di suruh untuk menunggu di depan pintu kamar mereka.