Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 175. Salah Tingkah.


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, Riyan kembali di buat resah dengan sikap Fara yang tidak berhenti memperhatikan riasan wajahnya, pada kaca spion yang ada di sampingnya. Karena merasa semakin terganggu, akhirnya Riyan segera menegur istrinya yang tidak bisa untuk tenang.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Riyan dengan tampang datarnya.


"Aku ngga lakuin apa-apa." Jawab Fara tanpa melepaskan pandangannya dari arah kaca spion mobil.


"Ngga lakuin apa-apa bagaimana? Kamu sudah seperti cacing kepanasan sejak tadi." Gerutu Riyan dengan tampang datarnya.


"Apaan sih Mas? Aku tu cuman lihat wajah aku saja. Takutnya makeup aku ada yang berantakan." Sahut Fara sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.


"Ngga usah berlebihan seperti itu! Walaupun makeup kamu berantakan, kamu akan tetap terlihat cantik." Ujar Riyan sambil menatap lurus ke depan.


"Aku tahu Mas. Aku tu memang cantik. Bukan kata aku ya,, tapi kata orang-orang." Fara berujar dengan begitu percaya diri yang membuat Riyan tiba-tiba kesal.


"Ngga usah terlalu bangga dengan pujian orang. Lama-lama kamu akan jadi gila dengan semua pujian orang." Perkataan Riyan yang membuat Fara langsung menatapnya bingung.


"Gila..? Memangnya ada orang yang bisa gila karena pujian Mas?" Tanya Fara serentak.


"Adalah. Contohnya kamu sekarang ini. Kamu sudah seperti orang gila. Senyum-senyum sendiri menatap kaca. Itu kaca buat melihat jalan, bukan melihat wajah kamu." Ketus Riyan.


"Apa salahnya sih Mas kalau aku melihat wajah aku yang cantik ini di kaca spion kamu? Aku juga tahu, kecantikan aku ini sudah di akui semua orang. Tapi aku kan hanya ingin terlihat sempurna di mata kamu." Jawab Fara dengan tatapan centilnya.


"Fara,, berhenti membanggakan dirimu karena pujian orang-orang! Itu ngga bagus." Riyan yang sudah seperti tembok datarnya kembali mengingatkan istrinya.


Mendengar perkataan suaminya, Fara langsung tersenyum tanpa bersuara. Dia begitu yakin, kalau Riyan tidak suka dia di puji sama orang lain. Dan hal itu seketika membuat Fara berpikir untuk kembali menggoda suami kakunya itu.


"Mas,, walaupun aku di puji banyak orang, aku ngga merasa sempurna. Yang aku mau tu di puji sama kamu. Tapi mana mungkin kamu mau memujiku? Palingan pujian kamu tu akan terucap di saat aku bertingkah seperti tadi. Itupun terlihat sangat tidak ikhlas." Ujar Fara yang merasa sedikit kesal mengingat sikap dingin suaminya selama ini.

__ADS_1


"Sebenarnya kamu tu benar cinta sama aku ngga sih Mas? Karena yang aku lihat dari beberapa pacar temanku, mereka itu selalu memuji kecantikan pacar mereka. Dan mereka juga hampir setiap harinya mengatakan cinta pada pujaan hati mereka. Beda banget sama kamu." Protes Fara sambil melirik ke arah Riyan.


"Aku memang beda sama mereka. Aku bukan laki-laki yang pandai menggombal seperti mereka. Dan asal kamu tahu, laki-laki yang suka menebar kata-kata cinta, sangat mudah membodohi pasangan mereka." Riyan berkata-kata panjang lebar tanpa melirik Fara yang hanya terdiam tanpa ekspresi.


Sikap Riyan yang begitu dingin dan kaku, sudah menjadi hal biasa buat Fara. Dia juga tidak memperdulikan perbedaan Riyan dengan laki-laki romantis, yang sering dia lihat di sekelilingnya. Tapi sebagai wanita, Fara juga ingin di sayang dan di manjakan dengan kata-kata cinta. Namun itu hal sangat mustahil untuk di lakukan oleh Riyan.


"Tapi aku kan ingin di manjakan dengan kata-kata romantis Mas." Protes Fara.


"Kalau memang seperti itu, mengapa kamu ngga menikah saja sama seorang pujangga. Aku ini pengusaha, tidak pandai dalam berkata-kata. Apalagi kata-kata konyol seperti itu." Jawaban Riyan yang membuat Fara kembali meliriknya, sambil bergumam di dalam hatinya.


"Dasar es balok. Kata-kata cinta di bilang konyol. Ini sebenarnya orang apa patung dewa sih? Maunya di puja, tapi ngga mau memuji."


"Mengapa kamu melirikku seperti itu?" Tanya Riyan yang tidak sengaja melihat Fara dari kaca spion mobil.


"Aku hanya bingung sama sikap kamu? Ngga mau bilang cinta, tapi marah saat istrinya di puji orang. Kalau cinta banget, bilang saja Mas! Ngga usah malu-malu." Perkataan Fara yang membuat Riyan semakin membantu.


"Mas,, aku mau dress yang ada di patung itu." Ujar Fara sambil menunjuk dress berwarna putih yang di pajang pada sebuah patung.


"Ambil saja kalau kamu suka!" Jawab Riyan datar.


"Ya sudah,, kalau gitu kamu tunggu di sini ya Mas! Aku mau mencobanya dulu." Dengan segera Fara pun langsung meminta salah seorang kariyawan, yang sudah menyambut kedatangan mereka untuk mengambil dress berwarna putih yang dia inginkan itu.


"Ini Bu,, kamar gantinya ada di sana." Kariyawan itu memberi gaun dan menunjuk ruang ganti khusus untuk Fara.


"Kamar itu?" Tanya Fara bingung.


"Iya Bu." Jawab kariyawan mall dengan begitu sopan.

__ADS_1


"Bukannya di sana?" Tanya Fara karena merasa bingung melihat kamar yang di tunjuk wanita itu. Karena sama seperti kamar ganti saat dia dan kedua Ibunya, berada di salah satu mall yang sama terkenalnya dengan mall yang dia berada sekarang.


"Itu kamar ganti khusus untuk orang-orang penting seperti Ibu Fara Permana."


"Ko kamu bisa tahu nama saya?" Tanya Fara menggunakan bahasa Inggris, seperti yang di gunakan kariyawan wanita di depannya.


"Siapa sih yang tidak kenal Ibu Fara? Putri dari keluarga tersukses di Indonesia. Dan istrinya Pak Reza yang punya saham besar di Mall ini." Jawab wanita itu yang membuat Fara langsung menatap Riyan dengan tampang kagetnya.


"Ayo Bu saya antar." Ajak wanita itu sambil melangkah duluan.


Selesai mengenakan dress putih yang di bawanya ke dalam kamar ganti, Fara langsung melangkah keluar dengan gaya bak seorang model. Dengan penuh percaya diri, Fara berdiri di depan Riyan memperlihatkan dress yang terlihat begitu cocok pada tubuhnya.


"Mas,, lihat penampilanku! Cantik kan?" Tanya Fara sambil menatap Riyan yang tanpa sadar langsung terpaku dengan penampilannya.



Riyan yang begitu terpesona dengan penampilan istrinya, tanpa sadar menunjukkan ekspresi tak biasa. Dia menatap Fara dengan senyum penuh kekaguman tanpa bersuara. Dan tanpa menyadari tatapan beberapa karyawan yang berada di sekelilingnya.



"Mas.. Bagaimana menurut kamu?" Tanya Fara lagi karena Riyan sama sekali tidak bersuara.


"Cantik banget Bu. Kecantikan Ibu sampai membuat Pak Riyan tidak bisa berkata-kata." Sambung seseorang yang ternyata menejer mall, yang baru saja datang dan berdiri di samping Riyan.


"Iya kan Pak Riyan?" Tanya laki-laki itu sambil menyentuh punggung Riyan.


"Iii,, iya,, cantik banget." Jawab Riyan gugup, karena begitu salah tingkah menyadari tatapan beberapa orang di sekelilingnya.

__ADS_1


"Ambil saja semua yang kamu mau. Aku mau ke sana dulu sama Pak Leo. Ayo Pak!" Ujar Riyan dan langsung melangkah pergi bersama menejer mall yang ternyata bernama Leo.


__ADS_2