Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 78. Takut Akan Keputusan Fara.


__ADS_3

Kehidupan tidak selamanya akan seindah pelangi. Kadang akan datang mendukung ataupun hujan deras yang seketika dapat menghapus setiap jejak. Itulah yang sedang di rasakan oleh Fara. Harapan untuk hidup bahagia bersama laki-laki yang dia cintai telah meredup dengan kesakitan yang dia terima.


Hanya air mata yang bisa menjelaskan semua yang sedang Fara rasakan di saat hatinya telah terluka oleh perlakuan Riyan yang sungguh menyakitkan. Rasa sakit di bagian bawahnya juga membuat dia sampai tidak mampu untuk melakukan apapun. Dan di saat dia mencoba untuk melangkah menuju kamar mandi tadi, tiba-tiba dia merasa pusing dan terjatuh ke lantai. Dan di temukan oleh Riyan dalam keadaan tidak sadar.


Melihat keadaan Fara, Melda dan Reza benar-benar kaget. Dengan buru-buru mereka melangkah menghampiri Fara yang sudah terduduk di atas tempat tidur dengan tubuh di balut selimut sambil menangis. Fara yang sangat sedih atas apa yang di lakukan suaminya, langsung memeluk Melda sambil terus menangis dan berkata.


"Tante... Hiks,,,hiks,,,hiks." Fara memanggil Melda sambil menangis tersedu-sedu.


"Ada apa sayang? Kamu kenapa menangis seperti ini?" Tanya Melda sambil mengusap-usap punggung Fara.


"Ada apa sebenarnya Riyan? Apa yang sudah kamu lakukan sampai Fara menangis seperti ini?" Tanya Reza pada putranya karena Fara tidak menjawab apa-apa.


"Maafkan aku Pa," jawab Riyan yang membuat kedua orang tuanya semakin bingung.


"Maksud kamu apa meminta maaf?" Tanya Reza. Tapi Riyan sudah menundukkan kepalanya tanpa bersuara.


"Fara,, apa yang telah di lakukan oleh Riyan?" Tanya Melda dengan tatapan mencari tahu.


"Dia menunduhku yang bukan-bukan Tante. Dia kira aku punya hubungan sama laki-laki yang dulu pernah mau melecehkan aku." Jawab Fara dengan berderai air mata.


"Astaga Riyan.. Bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu? Kalian saja baru beberapa hari di sini. Ko kamu sudah menuduh istrimu yang bukan-bukan." Ujar Melda dengan tatapan tajam ke arah putranya.

__ADS_1


"Aku minta maaf Ma,, aku sudah terhasut oleh pembicaraan laki-laki itu." Ujar Riyan dengan tatapan penuh bersalah juga khawatir.


"Riyan,, laki-laki itu sangat tergila-gila sama Fara di saat mereka berada di bangku SMA. Dia pernah mencoba ingin melecehkan Fara. Dan karena itu sehingga dia dan keluarganya pindah ke sini karena takut dengan ancaman Om Faris." Ujar Melda yang membuat Riyan seketika sangat marah mengingat kebohongan Deni semalam.


"Riyan,, pernikahan itu bukan sekedar status. Tapi kebersamaan yang harus kita jaga dengan komunikasi yang baik. Kalau ada apa-apa, harus di bicarakan." Ujar Reza menasihati putranya.


"Tapi kamu ngga melukai Fara kan..?" Tanya Melda yang membuat putranya jadi terdiam dengan tampang penuh kekhawatiran.


Riyan sangat khawatir kalau Fara akan mengatakan semua yang telah dia lakukan semalam. Tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk menahan Fara bila dia benar-benar mengatakan semua itu. Tapi untung saja, kedua orang tuanya tidak terlalu jauh ingin mengetahui urusan rumah tangga mereka. Dan Fara juga terlihat seperti tidak ingin mengatakan semua masalah mereka.


"Ya sudah,, kalau gitu kamu harus menyelesaikan semua masalahmu. Minta maaf sama Fara! Papa dan Mama tidak bisa mencampuri urusan kalian. Walaupun kalian berdua adalah anak Mama dan Papa, tapi kalian sekarang punya hidup sendiri." Ujar Reza begitu bijaknya.


Fara ingin sekali memberitahukan semua yang telah terjadi semalam kepada kedua orang tua Riyan. Tapi dia tidak ingin merusak kehangatan keluarganya dengan masalah pribadi mereka berdua. Akhirnya Fara pun memilih untuk tetap terdiam. Dia rela menutupi semua luka yang di torehkan oleh Royan demi keutuhan keluarga besarnya.


"Fara,, Tante sama Om punya urusan di luar. Kamu jangan menangis lagi ya sayang! Nanti kita akan mengobrol setelah Tante kembali." Ujar Melda dan langsung mengecup kening Fara. Kemuadian mereka berdua pun pergi meninggalkan Riyan dan Fara di dalam kamar.


Setelah tinggal berdua, Fara yang sudah kebelet sejak tadi langsung bergegas turun dari tempat tidur dan melangkah menuju kamar mandi. Rasa perih di bagian bawahnya terasa sangat sakit, namun dia tetap berusaha untuk bisa sendiri tanpa bantuan Riyan. Kebencian di dalam hati Fara sudah sangat menguasai dirinya. Sampai-sampai dia rela menahan sakit dari pada menerima bantuan dari suaminya.


Melihat ekspresi Fara seperti sedang menahan sakit, Riyan dengan segera langsung mendekat ingin membantu Fara. Namun lagi-lagi Fara menepis tangannya dengan begitu kasar. Namun kali ini Riyan tidak bisa untuk bersuara keras seperti semalam saat tangannya di tepis oleh Fara. Dia hanya terdiam dan terus berusaha membantu Fara yang sedang melangkah perlahan-lahan menuju kamar mandi.


"Fara,, aku minta maaf. Aku ngga tahu kenyataan yang sebenarnya." Ujar Riyan dengan tatapan memohon namun Fara sedikitpun tidak memperdulikannya.

__ADS_1


"Fara,, tolong jangan kaya gini. Aku ngga mau di cuekin seperti ini." Tambah Riyan yang membuat Fara akhirnya bersuara.


"Aku ingin pisah sama kamu." Ujar Fara yang hendak melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


"Apa maksud kamu Fara?" Tanya Riyan sambil meraih lengan Fara yang membuat langkah Fara tertahan tepat di depan pintu kamar mandi.


"Aku ngga mau lagi hidup sama kamu. Kamu telah menginjak-injak harga diriku, dengan anggapan kalau aku sudah pernah di tiduri oleh laki-laki lain. Jadi untuk apa kita harus bersama? Ujar Fara tanpa menatap Riyan yang berdiri tepat di sampingnya.


"Fara,, aku sangat menyesali semua yang telah aku anggap juga aku lakukan sama kamu. Aku benar-benar menyesal." Pinta Riyan dengan tatapan memohon namun Fara tetap tidak perduli padanya.


"Aku tidak ingin merubah keputusanku." Ujar Fara dengan tampang yang sangat rapuh.


"Jadi kamu benar-benar ingin bercerai dengan aku..?" Tanya Riyan kaget.


"Aku ingin pisah rumah sama kamu. Aku mau sendiri dulu untuk berpikir bagaimana baiknya hubungan kita?" Jawaban Fara yang berhasil membuat Riyan seketika tak berdaya.


"Fara,, aku mohon, kamu jangan lakukan itu. Bagaimana bisa sepasang suami istri tinggal terpisah?" Ujar Riyan memohon.


"Kalau kamu ngga mau izinkan aku tinggal sendiri, kalau gitu aku minta pisah untuk selamanya. Biar aku bisa kembali ke Indonesia melanjutkan hidupku di sana." Ujar Fara yang membuat Riyan jadi ketakutan.


"Ya sudah,, aku akan mencarimu tempat tinggal sendiri di dekat sini. Tapi itu akan aku lakukan setelah kedua orang tuaku sudah kembali ke Malaysia. Karena aku ngga mau mereka mengetahui semuanya." Perkataan Riyan yang terdengar sangat tidak bersemangat.

__ADS_1


__ADS_2