
Hati Fara yang tak berpenghuni seketika terisi dengan pria tampan calon suaminya itu. Dia tidak berhenti melirik Riyan yang sedang melangkah di sampingnya. Dan Riyan yang sudah menyadari lirikan Fara sama sekali tidak perduli. Namun di dalam hatinya dia merasa menang, karena berhasil membuat Fara masuk di dalam jebakan pertamanya.
Tujuan Riyan memang ingin membuat Fara jatuh cinta terhadapnya terlebih dulu. Dan setelah itu dia akan menjalankan rencananya, untuk membuat Fara menderita dengan perasaannya sendiri. Kecantikan juga kesempurnaan fisik yang di miliki oleh Fara, sama sekali tidak mempengaruhi hati Riyan yang sudah tertutup oleh kebencian.
Sampainya di parkiran bandara, Fara yang berharap Riyan akan masuk ke dalam mobil yang sama denganya, langsung memasuki mobil yang di kendarai Alfa dengan senyum manis mengembang di wajah cantiknya. Namun seketika senyumannya langsung hilang, karena yang masuk ke dalam mobil bukanlah Riyan, tapi malah Oma dan Opanya. Sedangkan Riyan sudah berada di mobil yang lain bersama kedua orang tuanya, juga Om dan Tantenya yang tidak lain adalah orang tua Riyan.
Fara yang duduk bersebelahan dengan Mama Alira hanya memasang wajah cemberutnya. Dia seperti itu karena merasa kesal dengan Riyan, yang seperti tidak memiliki rasa terhadapnya. Melihat ekspresi Fara dari spion mobil yang ada di atas kepalanya, Alfa yang sudah siap untuk menjalankan mobil, langsung bersuara.
"Fara,, ada apa sama kamu?" Tanya Alfa kepada adik perempuannya itu.
"Ngga apa-apa." Jawab Fara sambil memalingkan pandangannya ke arah jalan melalui kaca mobil.
"Ngga apa-apa tapi ekspresi kamu seperti orang yang sedang kesal." Tambah Alfa yang sudah menjalankan mobilnya keluar dari parkiran menuju jalan raya.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Mama Alira karena Fara tidak menanggapi perkataan Alfa.
"Oma,, apa Mas Riyan ngga suka sama aku? Kalau kaya gitu mending kita ngga usah nikah aja." Ujar Fara dengan begitu polosnya, yang membuat beberapa orang yang ada di dalam mobil itu jadi terkejut.
"Ko kamu ngomong seperti itu?" Tanya Mama Alira sambil menatap cucunya, yang juga sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat tidak bersemangat.
"Abisnya,, dia ngga mau naik semobil sama aku." Jawab Fara yang membuat Alfa langsung tertawa lepas, karena merasa lucu dengan adiknya yang masih polos itu.
"Hahaha... Fara,, Fara." Suara tawa Alfa yang membuat Fara jadi kesal dan merengek kepada Omanya.
"Alfa.. Kamu ko gitu sama adik kamu?" Suara Papa Fahri yang membuat Alfa segera berhenti ketawain Fara.
"Sayang,, kalian kan baru bertemu, apalagi Riyan itu orangnya pemalu. Jadi wajar kalau dia seperti itu." Kata Mama Alira memberikan pengertian kepada cucunya.
__ADS_1
"Kamu ngga perlu berpikir seperti itu! Ngga ada laki-laki yang tidak menyukai gadis secantik kamu. Laki-laki pendiam itu memang seperti itu, sama seperti Opa kamu awal bertemu Oma." Tambah Mama Alira yang membuat Fara kembali bersemangat.
Mendengar apa yang di katakan Omanya, Fara seketika jadi merasa senang. Karena yang dia lihat dari laki-laki di dalam keluarganya, semua begitu kaku dan sangat dingin, namun mereka adalah sosok yang sangat penyayang juga penuh cinta. Fara sangat berharap Riyan akan seperti Opa juga Papanya, yang sangat menyayangi istri juga keluarga.
Sedangkan Riyan yang duduk bersebelahan dengan Ibunya, hanya terdiam sambil memikirkan rencana yang sudah dia siapkan. Dia benar-benar ingin membuat Fara menderita. Karena menurutnya, penderitaan Fara adalah sesuatu yang sangat menyakitkan terhadap keluarga besar Ibunya. Keinginan Riyan selama ini hanya ingin melihat penderitaan keluarga Ibunya. Riyan yang sudah menyusun rencananya, sama sekali tidak mengetahui seperti apa sifat Ayah mertua sekaligus Omnya itu. Dia tidak pernah tahu kalau Omnya itu adalah sosok predator yang sangat menakutkan.
Sampainya di kediaman keluarga Permana, Riyan yang baru keluar dari mobil langsung melangkah mengikuti kedua orang tuanya, tanpa memperdulikan Fara yang sedang menatapnya. Tapi sikap Riyan itu sudah di anggap biasa oleh Fara, setelah mendengar apa yang di katakan Omanya tadi di dalam mobil. Dengan senyum yang terpancar dari wajah cantiknya, Fara pun melangkah mengikuti Riyan dan yang lainnya.
Sampainya di dalam rumah Fara langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya. Sedangkan Riyan dan yang lainnya memilih untuk duduk bersama di ruang keluarga. Riyan sama sekali tidak perduli dengan persiapan pernikahan, yang sedang di bahas oleh orang-orang yang berada di sekelilingnya. Dia lebih fokus membalas pesan masuk dari salah seorang sahabatnya yang berada di Amerika.
Riyan memiliki beberapa orang sahabat yang juga sudah menikah. Dan semua sahabatnya itu menikah karena menghamili anak orang. Begitulah kehidupan di negara yang begitu bebas pergaulannya. Hampir semua pasangan yang berpacaran sudah pernah melakukan hubungan suami istri. Dan Riyan juga ternyata sudah memacari beberapa wanita, selama dia berada di Amerika.
Kepercayaan yang begitu besar dari kedua orang tuanya, ternyata tidak di jaga dengan baik oleh Riyan. Dan Riyan memang sengaja melakukan semua itu. Dia sangat tidak rela menjaga hatinya hanya demi wanita yang sama sekali tidak dia cintai. Tapi selama berpacaran dengan beberapa wanita, termasuk seorang wanita yang satu jurusan dengannya, Riyan sama sekali tidak bisa untuk mencintai mereka. Walaupun dia sudah berusaha melakukannya.
__ADS_1
Riyan sendiri sangat bingung dengan perasaannya, yang tidak bisa mencintai setiap wanita yang dia pacari. Padahal ada banyak sekali wanita yang tergila-gila padanya, terutama di kampus tempat dia kuliah. Di dalam pikiran Riyan hanya ada dua wanita, yang tidak lain adalah Ibunya, juga Fara calon istrinya yang sangat dia benci. Kebencian Riyan terhadap Fara, membuatnya selalu membayangi gadis yang akan dia nikahi itu.