Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 198. Kecerdasan Luar Biasa.


__ADS_3

Tanpa menunggu lama, Riyan segera mengusulkan untuk melacak keberadaan Fara juga penculik itu, melewati nomor yang barusan mengirim pesan singkat. Tapi dengan tenangnya, Faris langsung melarangnya karena dia sudah tahu pasti watak seorang penjahat.


"Om,, kita bisa melacak keberadaan orang ini melewati nomor telponnya." Ujar Riyan.


"Percuma Yan. Dia bukan orang bodoh sampai berani melakukan kejahatan seperti ini. Nomor yang dia gunakan pasti sudah tidak bisa di jangkau." Jawab Faris.


"Iya Yan. Itu pasti hanyalah nomor cadangan yang dia pakai sementara saja." Sambung Reza.


"Kalau gitu kita harus gimana Om..? Kita tidak bisa hanya diam seperti ini." Tanya Riyan dengan tampang penuh kecemasan.


"Serahkan semuanya kepada Om. Kamu tenang saja! Fara akan baik-baik saja selama ada Om di sini." Jelas Faris dengan penuh keyakinan.


Tepat pukul 2:30 malam waktu Amerika, Faris mulai bergerak bersama Riyan juga Reza. Sedangkan Exel sudah di antar pulang sama orang suruhan Riyan. Malam itu juga Faris memutuskan untuk meninggalkan hotel tempat mereka menginap. Setelah keluar dari dalam hotel, sudah ada sebuah mobil berwarna hitam terparkir di samping jalan. Dan tanpa menunggu lama, mereka pun segera masuk dan mobil itu langsung melaju.


"Om,, kita mau kemana?" Tanya Riyan setelah mobil yang mereka naikin melintasi jalan raya.


"Kita pergi mencari Fara. Kamu kan bilang kalau kita tidak bisa hanya tinggal diam." Jawaban Faris yang membuat Riyan hanya bisa mengangguk tanda setuju.


Hampir satu jam mobil melaju dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba mereka pun berhenti di depan sebuah gedung besar yang terlihat sangat sepi. Dengan tampang kebingungan, Riyan melangkah mengikuti Om juga Ayahnya, dan mulai menanyakan keberadaan Fara.


"Om,, apa Fara berada di gedung ini?" Tanya Riyan dengan penuh harap.

__ADS_1


"Tidak. Dia tidak berada di sini. Om juga belum tahu di mana dia berada. Tapi di tempat ini ada seseorang yang bisa memberitahukan kita, di mana Fara berada saat ini." Jawab Faris.


Dengan buru-buru mereka pun segera masuk ke dalam gedung besar tidak berpenghuni itu. Di dalam benak Riyan, dia semakin cemas memikirkan istrinya, saat melihat setiap sudut di dalam gedung itu. Dia berpikir mungkin saja Fara di sekap di tempat kosong agar tidak mudah di temukan. Sambil mengusap-usap wajahnya sendiri, Riyan pun mulai bergumam di dalam hatinya.


"Fara,, kamu berada di mana sayang? Tolong jaga diri kamu juga anak kita. Bertahanlah sampai aku bisa menemukanmu."


Riyan yang pantang meneteskan air mata, mulai berkaca-kaca saat kekhawatiran atas keselamatan istri juga calon bayinya, semakin menguasai hati juga pikirannya. Dia tidak bisa membayangkan hal buruk yang biasa terjadi untuk korban penculikan pada umumnya. Apalagi Fara adalah putri seorang pengusaha sukses, yang punya banyak saingan bisnis di mana-mana.


"Di mana orang itu?" Tanya Faris kepada seseorang yang menjemput mereka tadi di depan jalan di luar sana.


"Ada di dalam ruangan ini Tuan." Jawab laki-laki berpakaian serba hitam itu, sambil mendorong pintu ruangan di depan mereka.


Melihat seorang laki-laki yang duduk membelakangi mereka, di atas sebuah kursi kayu dengan kedua tangan juga kedua kaki yang terikat, Riyan langsung menatap Reza dan Faris secara bergantian dengan kening berkerut. Riyan benar-benar tidak mengerti dengan semua yang dia lihat. Tapi tidak lama dia tiba-tiba mematung, saat mulai mengenali pakaian yang di kenakan laki-laki di hadapan mereka itu.


"Dialah satu-satunya kunci dalam masalah ini." Jawab Faris santai, namun dengan pancaran mata yang sangat tajam.


"Tapi aku seperti mengenalinya Om." Ujar Riyan dan buru-buru melangkah menghampiri laki-laki itu.


Riyan yang seperti tidak merasa asing dengan sosok yang ada di hadapannya, langsung meraih pundak laki-laki itu, dan memutarnya untuk berbalik. Dan apa yang di lihat oleh Riyan benar-benar membuatnya kaget setengah mati.


"Astaga... Anton... Apa maksud semua ini..?" Teriak Riyan yang begitu terkejut melihat salah seorang temannya, yang siang tadi ada bersama mereka.

__ADS_1


"Buka penutup mulutnya!" Seru Faris.


"Anton.. Apa-apaan ini..? Apa kaitannya kamu dengan masalah yang menimpa istriku? Jawab Anton,, jawab...!" Teriak Riyan yang sudah mulai emosi, mengetahui keterlibatan orang terdekatnya dengan hilangnya Fara.


"Aku sama sekali tidak tahu apa-apa Yan. Mereka ini salah menangkap orang. Mana mungkin aku terlibat dengan hilangnya istrimu?" Jawab Anton berusaha membela diri.


"Anton,, kamu belum tahu kan siapa Faris Permana? Dia adalah putra pertama Fahri Permana, laki-laki berdarah dingin yang akan menghabisi nyawa siapapun tanpa ampun, apabila berani menyakiti anggota keluarganya.


Mendengarkan apa yang baru saja di katakan oleh Riyan, Anton yang sama sekali belum tahu siapa sebenarnya Faris, langsung menegang dengan mata terbuka lebar saking kagetnya. Yang dia tahu hanyalah putra pertama Fahri, pengusaha sukses yang sangat di takuti banyak orang. Tapi dia tidak pernah tahu kalau orang yang di takuti itu ternyata Faris. Mertua Riyan yang saat itu berada di hadapannya.


"Riyan,, aku benar-benar tidak tahu dengan masalah yang menimpa Fara. Aku juga bingung mengapa sampai aku di tangkap dan di sekap seperti ini." Anton yang mulai ketakutan, tetap pada jawabannya.


"Nak,, kamu belum terlalu pandai untuk membohongiku. Aku sudah bisa pastikan kalau kamu terlibat dengan hanya melihat matamu." Sambung Faris sambil melangkah mendekat ke depan Anton.


Dengan seluruh tubuh yang sudah mulai bergetar saking ketakutan, Anton memilih untuk menunduk menghindari tatapan mata Faris yang begitu tajam. Tapi sikapnya itu malah membuat Riyan semakin murka, karena dia begitu yakin, kalau temannya itu memang terlibat di dalam masalah yang menimpa Fara.


"Anton,, di mana Fara berada? Dan apa tujuan kalian menculiknya seperti ini..? Dia itu sedang mengandung. Mengapa kamu tega melakukan semua ini...?" Tanya Riyan dengan suara yang semakin tinggi saking emosinya.


"Kalaupun kamu tidak ingin menjawab, aku tidak masalah. Karena aku sudah mengetahui semua rencana jahat kamu, dan orang yang menyuruhmu lewat orang suruhan ku. Tapi aku tidak akan membiarkanmu keluar dari tempat ini dengan keadaan selamat.." Ancaman Faris yang membuat Anton langsung mengangkat mukanya, dan menatap Faris dengan tampang kaget tanpa bersuara.


"Terserah apa yang mau Om lakukan kepadanya. Aku tidak perduli dengan penjahat juga penghianat seperti dia." Sambung Riyan yang membuat Anton langsung menunduk sambil bergumam di dalam hatinya.

__ADS_1


"Mending aku kasih tahu semuanya sebelum terlambat. Aku sangat tidak tega dengan Riyan. Dan aku juga tidak ingin mati karena masalah ini. Apalagi Omnya Riyan sudah mengetahui semuanya walaupun aku tetap menutup mulut."


Faris memang laki-laki yang sangat cerdas dalam mengatasi masalah sebesar apapun. Dengan mudah dia dapat menggoyahkan pendirian Anton hanya dengan bersandiwara, kalau dia sudah mengetahui semuanya. Padahal dia sendiri belum mengetahui informasi apapun mengenai Fara putrinya. Dia sengaja menyekap Anton hanya karena merasa curiga, di saat melihat gelagat Anton siang tadi saat pertama kali bertemu di bandara.


__ADS_2