Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 71. Sikap Riyan Sebagai Seorang Suami.


__ADS_3

Sampainya di bandara Amerika, Fara hanya terdiam melangkah mengikuti Riyan dengan tatapan penuh kekesalan. Apa yang di lakukan oleh Riyan benar-benar membuat Fara sangat marah. Tapi sikap Fara yang seperti patung sangat membingungkan Riyan, yang sama sekali tidak tahu cara memperlakukan wanita yang sedang marah. Akhirnya dia pun memilih untuk bersikap cuek terhadap istri cantiknya itu. Namun sikapnya itu malah membuat Fara semakin merasa kesal. Dengan lirikan yang sinis Fara mulai menggerutu di dalam hatinya.


"Dasar beruang kutub! Apa dia tidak sadar kalau aku masih marah? Jangankan untuk merayuku, bersuara saja tidak sama sekali.


Fara berkata-kata dalam hatinya dengan lirikan penuh kekesalan terhadap suaminya, yang sejak tadi tidak memperdulikannya. Fara ingin sekali di tanya ataupun di rayu oleh pria kaku itu. Tapi Riyan malah asyik mengobrol dengan seseorang kenalannya, yang tidak sengaja bertemu di bandara. Karena tidak tahan dengan sikap cuek suaminya, Fara pun langsung melangkah buru-buru meninggalkan Riyan, dan seorang laki-laki yang sedang bersamanya itu.


Riyan yang begitu fokus dengan lawan bicaranya, sama sekali tidak menyadari kepergian istrinya. Tapi laki-laki yang sedang bersamanya itu tidak lama langsung bersuara, setelah Fara sudah melangkah sedikit jauh di depan sana meningkatkan mereka berdua.


"Yan,, istrimu mau kemana?" Tanya laki-laki yang ada bersamanya menggunakan bahasa Inggris, dengan tatapan menuju Fara.


"Mana?" Tanya Riyan kaget sambil berbalik mencari keberadaan Fara.


Melihat Fara sudah berada jauh meninggalkannya, Riyan langsung berpamitan kepada laki-laki yang sedang berdiri di sampinya itu untuk menyusul Fara.


"Bro,, aku duluan ya,," Riyan bersuara dan segera melangkah mengikuti Fara.


Fara yang sudah sangat kesal dengan sikap Riyan yang terlalu dingin juga cuek terhadapnya, semakin mempercepat langkahnya tanpa menoleh ke arah belakang. Dan Riyan yang melihatnya ikut mempercepat langkahnya, sehingga baru beberapa langkah dia sudah berada tepat di belakang Fara.


"Fara.. Ada apa sih sama kamu?" Riyan bersuara sambil meraih punggung istrinya.


"Ngga usah urusin aku! Urus saja masalahmu sendiri!" Ujar Fara tanpa berbalik menatap Riyan yang begitu kebingungan.


"Ada apa sama kamu sebenarnya? Kamu tu marah-marah tanpa alasan." Ujar Riyan sambil menatap punggung istrinya.

__ADS_1


"Kamu tu yang aneh. Di dunia ini ngga ada suami seperti patung sama kaya kamu." Ujar Fara sambil berbalik menatap Riyan dengan tatapan penuh kekesalan.


"Sudah Fara! Sekarang ayo kita pulang! Ini di tempat umum. Apa kamu mau semua orang melihat kita bertengkar di sini dengan masalah yang ngga jelas?" Ujar Riyan sambil meraih tangan Fara.


"Aku ngga mau! Aku mau nginap aja di hotel dekat sini." Ketus Fara dengan tatapan sinis ke arah Riyan.


Riyan yang tidak pernah mengalami akan hal yang sedang terjadi, merasa benar-benar bingung menghadapi istrinya yang bersikap seperti anak kecil. Seketika dia pun memilih untuk terdiam sambil mendengarkan ocehan istrinya, yang tidak bisa untuk berhenti. Tapi tiba-tiba ada suara seorang wanita yang berteriak memanggil nama Riyan dengan begitu kerasnya. Sehingga membuat Fara yang sejak tadi komat-kamit serentak jadi terdiam.


"Yan.... Riyan..." Suara Lexa seorang gadis cantik keturunan Amerika Italia, yang satu jurusan dengan Riyan.


Mendengar ada suara yang memanggilnya, Riyan serentak langsung berbalik menatap ke arah suara itu. Begitupun dengan Fara yang tidak bisa melihat wanita lain mendekati suaminya. Dia menatap Lexa yang sedang melangkah ke arah mereka dengan tatapan yang terlihat begitu sinis. Sedangkan Riyan yang terlihat sangat tenang, hanya tersenyum kepada Lexa yang juga terlihat aneh di saat melihat Fara.


Melihat tatapan Lexa terhadap suaminya juga penampilannya yang begitu seksi. Membuat Fara sebagai seorang istri jadi berpikir buruk. Dan sampainya di depan Riyan, Lexa yang belum tahu siapa wanita cantik yang ada di samping Riyan saat itu, serentak meraih pundak Riyan hendak memeluknya. Namun dengan segera Riyan langsung mundur sedikit menjauh sambil berkata.


"Apa..? Istri..? Sejak kapan kamu menikah?" Tanya Lexa kaget bercampur bingung.


"Kita menikah seminggu yang lalu." Sambung Fara sambil menunjukkan cincin kawin yang ada pada jari mereka berdua.


Melihat cicin kawin yang melingkar di jari manis Riyan juga Fara, Lexa seketika terlihat sangat tidak bersemangat. Dengan senyum yang terlihat di paksakan, Lexa pun memberikan ucapan selamat kepada Riyan, dan langsung berpamitan untuk pergi. Dengan alasan kalau di punya urusan penting yang harus di selesai.


"Selamat ya Yan, atas status barunya. Aku pergi dulu ya,, soalnya ada urusan penting yang harus aku selesaikan." Ujar Lexa dengan senyum yang terlihat begitu di paksakan.


"Sama-sama..." Jawab Fara sambil menyandarkan kepala di dada bidang suaminya, sambil menatap Lexa yang sudah melangkah pergi.

__ADS_1


Melihat kelakuan istrinya Riyan hanya bisa tersenyum tanpa bersuara. Dia merasa sangat lucu dengan sikap Fara yang mudah berubah-ubah dalam setiap situasi seperti bunglon. Karena dalam sekejap, Fara terlihat seperti sudah lupa dengan pertengkaran antara dia dan Riyan, sebelum datangnya Lexa. Fara terlihat begitu nyaman dengan posisinya saat itu. Tapi tiba-tiba dia langsung kaget dan merasa sangat malu, setelah mendengar apa yang di katakan oleh Riyan.


"Kamu ko nyaman bangat. Bukannya tadi kamu sedang marah?" Suara Riyan yang membuat Fara dengan segera langsung mendorong Riyan dan hendak melangkah pergi. Tapi dengan cepat Riyan pun menariknya dan memeluknya sambil berkata.


"Kamu ngga perlu khawatir dengan diriku. Aku di ajarkan oleh kedua orang tuaku untuk hidup selamanya dengan satu cinta, yang sudah di ikat dalam pernikahan." Ujar Riyan sambil mendekap Fara di dalam pelukannya.


Apa yang di katakan oleh Riyan barusan benar-benar membuat Fara terkejut. Dia tidak menyangka kalau Riyan bisa mengatakan hal itu di depannya. Karena yang dia tahu sampai detik itu, cintanya terhadap Riyan hanya bertepuk sebelah tangan. Dan tanpa menunggu lama, Fara langsung memeluk tubuh suaminya sambil berkata.


"Aku sangat mencintaimu." Ujar Fara dengan begitu bahagia.


"Aku tahu itu." Jawaban Riyan singkat.


"Ko cuman gitu balasan kamu..?" Ketus Fara sambil menatap suaminya dengan wajah cemberutnya.


"Terus mau kamu gimana?" Tanya Riyan sambil tersenyum menatap Fara yang sudah memalingkan wajahnya.


"Kamu ngga romantis bangat jadi suami." Ujar Fara dengan tampang kesalnya.


"Jadi kamu mau aku harus melakukan sesuatu yang romantis di tempat ini?" Tanya Riyan dengan tatapan aneh yang membuat Fara seketika berpikir dengan kejadian di dalam pesawat.


"Ngga,, ngga,, ngga,, aku,, aku ngga bilang kamu harus melakukan itu lagi." Jawab Fara gugup sambil menggelengkan kepalanya dengan tampang terlihat panik.


"Ya sudah. Kalau gitu kita langsung pulang saja." Ujar Riyan dan langsung melangkah pergi sambil tersenyum.

__ADS_1


Riyan memang sengaja ingin mengerjai istrinya dengan kata-kata juga tatapan yang di buat begitu intim. Dan apa yang dia lakukan itu berhasil membuat Fara yang selalu kegenitan terhadapnya seketika jadi panik. Tapi di sisi lain, Riyan juga sangat bersyukur melihat kepanikan juga kemarahan Fara, di saat dia melakukan sesuatu yang tidak pantas di lakukan di depan umum. Karena menurut dia, hanya wanita baik-baik yang akan bersikap seperti itu karena merasa di lecehkan.


__ADS_2