Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 54. Kebodohan Seorang Wanita.


__ADS_3

Pagi itu wajah Fara terlihat begitu cerah, secerah mentari yang bersinar menyinari bumi. Dia begitu cantik setelah di dandani seorang perias untuk persiapan kegiatan prewedding hari itu. Sedangkan Riyan yang sudah selesai bersiap-siap sejak tadi, sedang menunggunya di ruang keluarga bersama anggota keluarganya yang lain, dengan tampang yang terlihat sangat datar sambil terus mengotak-atik ponsel di tangannya.


Kekesalan Riyan sudah begitu memuncak menunggu Fara sejak tadi, yang belum juga turun dari lantai atas. Saking kesalnya sampai dia tidak fokus dengan pembicaraan orang-orang yang berada di sekelilingnya, yang sedang sibuk membahas masa depan rumah tangganya bersama Fara.


"Reza,, Faris,, Papa sudah memutuskan untuk memberikan modal usaha buat Riyan dan Fara di Amerika. Papa tidak ingin mereka kesusahan di negara orang." Ujar Papa Fahri sambil menatap menantu dan putranya yang juga sedang menatapnya.


"Ngga usah Pa! Biar aku saja yang tanggung biaya hidup mereka di sana." Jawab Faris.


"Ngga perlu Pa,, Mas! Riyan sudah punya ko usaha sendiri di sana. Dan usahanya itu lebih untuk biaya hidup mereka." Sambung Melda.


"Iya Pa,, dan itu kan tanggung jawab Riyan sebagai seorang suami. Aku ingin dia menjadi laki-laki yang bertanggung jawab atas masa depan rumah tangganya." Tambah Reza yang membuat Papa Fahri dan Faris semakin bangga dengan prinsip hidup Reza.

__ADS_1


Reza yang memiliki sifat yang bertanggung jawab, tidak ingin putra semata wayangnya menjadi laki-laki yang hidup mengharap pemberian orang tua. Apalagi pemberian dari keluarga istrinya, sekalipun itu juga keluarganya. Sejak Riyan baru memasuki bangku kuliah, Reza sudah memberikan modal yang besar, juga beberapa aset bisnisnya yang ada di Amerika untuk putranya itu. Dan semua itu belum di ketahui oleh keluarga Permana.


Melihat sikap dan prinsip hidup Reza yang begitu bertanggung jawab terhadap keluarganya, membuat keluarga Permana sedikitpun tidak meragukan Riyan untuk memiliki Fara, dan membawa perginya ke negara yang cukup jauh dari negara mereka.


Begitupun dengan Reza dan Melda yang juga sangat yakin, kalau putra mereka pasti akan membahagiakan Fara keponakan sekaligus calon menantu mereka. Mereka semua terlihat begitu bahagia menantikan pernikahan putra putri mereka, tanpa menyadari rencana juga tujuan Riyan menikahi Fara.


Sikap Riyan yang sangat pendiam dan dingin kepada setiap orang, membuat semua orang yang berada di sekelilingnya sedikitpun tidak mengetahui apa yang ada di dalam pikirannya, termasuk kedua orang tuanya sendiri. Riyan memang orang yang sangat pandai dalam bersikap. Dan itulah yang membuat dia dengan mudah dapat menutupi apa yang ada di dalam hati juga pikirannya.


Penampilan Fara memang terlihat sangat cantik. Tapi semua itu sama sekali tidak mampuh menggetarkan hati laki-laki dingin yang sedang menatapnya. Riyan si beruang kutub hanya menatap Fara dengan tatapan yang begitu tajam. Saking kesalnya sampai dia ingin sekali berteriak untuk menyadarkan calon istrinya, yang tidak menyadari ekspresinya saking bangga dengan penampilannya. Namun dia terpaksa harus menahan diri, demi semua rencana yang sudah dia susun dengan rapi selama ini.


"Astaga,, keponakan Tante cantik bangat,," Suara Melda memuji Fara di saat Fara sudah berada di depan mereka.

__ADS_1


Riyan pun ikut kesal terhadap kedua orang tuanya. Tatapannya seketika tertuju kepada Ibunya di saat mendengar pujian Ibunya terhadap Fara. Di tambah lagi dengan keakraban antara orang tuanya dengan keluarga besar Ibunya, yang dia saksikan dengan mata kepalanya selama beberapa hari ini. Riyan tidak habis pikir dengan kedua orang tuanya, yang begitu mudah memaafkan orang-orang yang sudah membuat penderitaan dalam hidup mereka, terutama Ibunya yang sudah menjadi korban.


"Aku cantik ya Tante?" Tanya Fara sambil berputar-putar di hadapan mereka semua, dengan senyum lebar yang menghiasi wajah cantiknya.


"Iya sayang,, kamu tu cantik bangat. Iya kan Riyan?" Ujar Melda memuji Fara dan menanyakan pendapat putranya, yang hanya terdiam dengan tampang yang datar seperti tembok.


"Iya Bu." Jawab Riyan singkat sambil menatap Fara, yang tidak bisa untuk diam sejak tadi memperlihatkan penampilannya.


"Tidak ada wanita cantik yang pantas untuk Riyan selain kamu. Karena kamu adalah yang paling cantik." Sambung Reza yang membuat mereka semua langsung tersenyum termasuk Riyan.


Dengan terpaksa Riyan pun ikut tersenyum setelah mendengar apa yang di katakan Ayahnya barusan. Dia sendiri memang mengakui kecantikan calon istrinya itu. Bahkan dia hampir saja tergoda olehnya. Tapi kasih sayang terhadap wanita yang telah melahirkannya, membuat dia sama sekali tidak ingin memandang paras sempurna yang di miliki Fara.

__ADS_1


Selama beberapa tahun Riyan yang selalu melihat wajah Fara lewat foto yang tergantung di dinding kamarnya, sedikitpun tidak pernah menghayal ataupun bermimpi tentang gadis polos yang akan dia nikahi itu. Sedangkan Fara yang baru saja melihat sosok tampan yang akan menjadi suaminya, seketika langsung tenggelam dalam lembah cinta yang akan membawa derita. Itulah kebodohan seorang wanita, yang selalu mengutamakan perasaan dari pada logika di saat jatuh cinta.


__ADS_2