Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 81. Kerinduan Antara Riyan Dan Fara.


__ADS_3

Kepergian Riyan benar-benar membuat Fara merasa sangat kehilangan. Di malam yang semakin larut, Fara masih belum bisa untuk tertidur. Bayangan Riyan tidak bisa hilang dari dalam ingatannya walau hanya sesaat. Dengan mata yang begitu basah, Fara terduduk di atas tempat tidur menatap foto Riyan yang ada di tangannya, sambil berkata-kata.


"Mas Riyan,, kamu di mana? Aku sangat merindukanmu. Maafkan aku karena terlalu egois terhadapmu." Ujar Fara dengan berlinang air mata.


Fara sama sekali tidak bisa untuk memejamkan mata. Dan dia juga menolak untuk di temani oleh kedua Bibi yang ingin menemaninya tidur. Dia sudah tidak sabar menantikan hari esok. Karena dia berencana mencari Riyan di beberapa tempat, yang sudah dia tanyakan kepada orang-orang yang ada bersamanya di dalam apartemen.


"Pak Riyan,, apa ada masalah?" Tanya asisten Riyan yang duduk tepat di samping Riyan, karena Riyan terlihat murung sejak tadi.


"Aku tidak apa-apa. Hanya sedikit pusing karena belum sempat makan malam." Jawab Riyan berbohong sambil menatap pemandangan langit di malam hari dari jendela pesawat.


"Apa pak Riyan ingin makan sekarang?" Tanya asisten Riyan lagi.


"Aku belum ingin makan." Jawab Riyan tanpa menatap asistennya.


Dari pancaran mata Riyan, terlihat kerinduan yang mendalam ada di sana. Rasanya dia ingin kembali menemui belahan jiwanya, dan menghabiskan malam-malam indah sebagai pengantin baru. Namun Riyan berusaha untuk menahan rasa yang begitu menyiksa di dalam dadanya, demi ketenangan Fara atas perbuatannya yang belum bisa untuk Fara maafkan. Sambil membayangi wajah cantik istrinya, Riyan pun mulai berkata-kata dalam hatinya dengan tampang penuh kesedihan.


"Fara,, aku memang bukan laki-laki yang terbaik untukmu. Aku telah menyakitimu. Dan aku tahu kamu tidak akan bisa memaafkan kesalahanku. Tapi aku janji, akan berusaha untuk mengikuti semua keinginanmu. Walau aku harus pergi meninggalkan dirimu.


Karena rasa bersalah yang begitu besar terhadap istrinya, membuat Riyan rela pergi jauh dari sisi Fara, demi mengikuti apa yang di inginkan wanita cantiknya itu. Walau itu adalah keputusan yang sangat berat bagi Riyan, namun dia tetap melakukannya.


Waktu berputar dengan begitu cepat, membuat malam yang datang cepat berlalu. Semua tempat yang di beritahukan orang-orang, yang ada bersamanya di dalam apartemen telah Fara datangi. Namun tidak ada yang mengetahui di mana suaminya berada. Dan tempat terakhir yang dia datangi untuk mencari keberadaan Riyan adalah hotel berbintang milik suaminya.

__ADS_1


"Mba,, maaf aku mau nanya. Apa ada tamu yang bernama Riyan Putra Reza yang menginap di sini?" Tanya Fara tanpa tahu kalau pemilik hotel berbintang itu milik suaminya.


Semua orang yang ada di apartemen Riyan memang tidak memberitahukan Fara, siapa suaminya itu sebenarnya. Karena itu memang permintaan Riyan kepada mereka semua. Riyan tidak ingin Fara mengetahui semua yang dia miliki. Karena dia ingin Fara mencintainya bukan karena harta.


Mendengar pertanyaan Fara, wanita yang ada di depan Fara itu jadi kebingungan. Tatapannya ke arah Fara terlihat sangat aneh. Dan Fara yang melihatnya juga ikut kebingungan dan kembali bertanya.


"Mba,, apa di sini ada tamu yang bernama Riyan Putra Reza?" Tanya Fara untuk kedua kalinya, dan membuat wanita di depannya itu langsung bersuara.


"Tidak ada Bu." Jawab wanita itu sambil menatap Fara yang terlihat semakin kebingungan.


Semua pegawai di hotel itu tidak ada yang tahu tentang pernikahan bos mereka. Karena Riyan memang sengaja menyembunyikan pernikahannya. Semua media yang menayangkan acara pernikahannya waktu itu, juga telah Riyan batasi. Dia melakukan itu karena pernikahannya sejak awal tidak dia inginkan. Dengan tampang penuh kekecewaan, Fara pun berbalik dan hendak melangkah pergi. Tapi wanita yang ada di belakangnya itu kembali memanggilnya, yang membuat langkah kakinya seketika tertahan.


"Maaf Ibu,, apakah aku boleh meminta kartu nama Ibu? Biar nanti kalau orang yang Ibu cari menginap di sini, aku akan memberitahukan Ibu." Ujar wanita itu sambil menatap Fara yang sudah kembali melangkah menghampirinya.


Seluruh anggota keluarga Permana memang sangat cerdas dalam menguasai bahasa asing. Dan itu membuat mereka tidak pernah kesulitan berada di negara orang. Dengan senang hati Fara pun mengambil kartu nama dari dalam dompetnya, dan langsung memberikannya kepada wanita di depannya.


"Ini Mba kartu namaku. Nanti kalau ada orang yang aku cari, tolong hubungi aku ya,,!" Ujar Fara sambil memberikan kartu namanya dan langsung melangkah pergi.


"Ibu.. Tunggu sebentar!" Teriak wanita itu yang membuat Fara langsung berbalik menghadapnya dan bertanya.


"Ada apa Mba,,?" Tanya Fara dan kembali melangkah menghampiri wanita itu.

__ADS_1


"Maaf Ibu,, aku sudah terlalu lancang untuk banyak berkata-kata dengan anggota keluarga terpandang seperti Ibu. Apalagi Ibu ini keluarga dari pemilik hotel ini." Ujar wanita itu yang membuat Fara jadi kebingungan.


"Maksud Mba apa ya? Aku kurang faham." Fara bertanya sambil menatap wanita itu dengan tatapan mencari tahu.


"Ibu Fara Permana,, hotel berbintang ini milik saudara Ibu." Jawab wanita itu yang membuat Fara semakin bingung.


"Siapa yang punya hotel ini?" Tanya Fara serentak.


"Yang punya hotel ini adalah orang yang sedang Ibu cari. Pak Riyan Putra Reza." Jawab wanita itu yang membuat Fara langsung tersenyum dengan mata berkaca-kaca saking bahagianya.


"Dia suamiku. Di mana dia sekarang? Tanya Fara penuh semangat, yang membuat resepsionis itu langsung menatapnya dengan ekspresi kaget.


"Apa.. Suami..? Bukannya Ibu dan Pak Riyan saudara?" Tanya wanita itu kaget.


"Iya,, kita memang bersaudara. Tapi kita di jodohkan dan sudah menikah satu bulan yang lalu. Aku sedang mencarinya. Karena dia pergi dari apartemen tanpa memberitahukan aku kemana dia pergi." Jawab Fara yang membuat wanita cantik di depannya itu jadi mengerti, kalau Bos nya punya masalah dengan istrinya karena melihat ekspresi Riyan yang aneh sebelum berangkat ke Australia kemarin.


"Pak Riyan saat ini sedang berada di dalam perjalanan menuju Australia. Ada pertemuan penting di sana dari beberapa pengusaha sukses dalam bidang perhotelan, juga restoran dari beberapa negara." Jawab wanita cantik itu.


"Memangnya suamiku punya restoran juga?" Tanya Fara yang tidak pernah tahu apapun tentang apa yang di miliki suaminya.


"Bukan hanya itu Bu,, Pak Riyan juga memiliki usaha di bidang otomotif." Jawab wanita itu lagi yang membuat Fara kaget dan menatap wanita di depannya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

__ADS_1


"Kira-kira kapan suamiku kembali dari Australia?" Tanya Fara.


"Mungkin dua minggu Pak Riyan baru sampai di sini. Kalau Ibu Fara mau, Ibu Fara bisa menyusul ke sana." Ujar wanita cantik itu memberi jalan untuk Fara.


__ADS_2