
Siang itu suasana di Kampus ternama itu begitu heboh dengan kedatangan Fara. Terutama di dalam ruangannya. Dengan raut wajah malu-malu Fara memasuki ruangannya bersama salah seorang Dosen wanita, yang kira-kira berusia 55 tahun. Semua mata yang melihat Fara begitu takjub dengan penampilannya yang terlihat sangat cantik dan elegan.
"Halo semuanya,,, perkenalkan ini mahasiswi baru di ruangan kalian ini. Ayo Fara perkenalkan nama kamu kepada teman-teman kamu." Ujar Ibu Claudia yang sedang berdiri tepat di samping Fara.
Tatapan mata orang-orang yang ada di dalam ruangan itu, membuat Fara jadi sedikit gugup berada di depan ruangan itu. Tapi tiba-tiba dia kembali teringat dengan ucapan Pak Anton, yang mengatakan kalau dia secantik bidadari. Dan hal itu seketika membangkitkan rasa percaya dirinya, yang tadi sempat meredup karena di tatap oleh semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
"Halo teman-teman,, perkenalkan nama saya Fara Permana. Saya mahasiswi pindahan dari Indonesia." Fara memperkenalkan namanya dengan senyuman yang terukir di wajah cantiknya.
Mendengar nama yang ada di belakang nama Fara, membuat beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang juga berasal dari Indonesia jadi kaget dan semakin heboh. Dan dengan segera mereka langsung membisikkan kepada teman-teman mereka yang lain. Memberitahukan siapa sebenarnya wanita cantik yang sedang berdiri di depan ruangan.
"Wow,, dia bukan orang sembarangan." Ujar Ferdi salah seorang mahasiswa berasal Indonesia, kepada beberapa orang yang ada di sekelilingnya.
"Memangnya siapa dia? Tanya Robert Mahasiswa asli Amerika.
"Permana itu keluarga yang sangat di segani di Indonesia. Mereka itu pengusaha tersukses di Indonesia. Apalagi Faris Permana. Dia itu termasuk mafia yang sangat berbahaya." Jelas Ferdi yang membuat teman-temannya ikut kagum dengan Fara.
"Astaga,, kita akan berteman dengan putri konglomerat. Tapi apakah dia mau berteman dengan kita?" Ujar Anita mahasiswi yang juga berkenegaraan Indonesia.
"Memangnya dia itu siapa? Apa kamu kenal sama dia?" Tanya Cleo mahasiswi berkenegaraan Prancis.
"Aku tidak mengenalnya secara langsung. Tapi aku tahu betul bagaimana pengaruh keluarganya. Keluarga Permana itu memiliki kekayaan yang tidak akan pernah habis. Mereka adalah pengusaha yang kesuksesannya di kenali sampai di luar negeri." Jelas Anita yang membuat teman-temannya yang belum mengetahui tentang Fara jadi kaget.
"Selain itu dia juga cucu perempuan satu-satunya Fahri Permana kalau ngga salah." Sambung Prisil yang juga berkenegaraan Indonesia.
"Ooo iya benar. Aku pernah melihat berita tentang keluarga Permana." Sambung Kristin salah satu mahasiswi berkenegaraan Amerika.
"Fara,, kamu bisa memperkenalkan orang tua kamu juga. Dan pekerjaan orang tua kamu." Ujar Ibu Claudia.
"Apa itu perlu Bu?" Tanya Fara bingung.
__ADS_1
"Iya sayang.." Jawab Ibu Claudia.
"Nama Ibuku Aleta Permana. Dia berasal dari Malaysia campuran Indonesia. Sedangkan Papaku Faris Permana, Putra dari Fahri Permana yang tidak lain adalah Opa ku. Opa ku itu berdarah campuran Indonesia Korea." Jelas Fara yang membuat dalam ruangan itu jadi gempar, karena mendengar nama Fahri Permana. Apalagi Faris Permana yang begitu di segani dalam dunia bisnis.
"Wow,, aku harus menjadikan dia sebagai pacar, bila perlu Istri. Biar aku bisa menjadi orang sukses. Apalagi dia begitu cantik." Ujar Robert yang di kenal begitu playboy, dengan penuh percaya diri.
"Rob,, kalau buat aku, hilangkan niat konyol kamu itu! Kalau kamu masih ingin hidup." Sambung Ferdi yang membuat beberapa temannya yang lain, langsung tersenyum melihat tampang Robert yang sudah seperti orang bodoh.
Hanya memakan waktu setengah jam, Fara yang memang begitu cepat dekat dengan orang baru, sudah duduk bergabung bersama teman-temannya sambil bercerita berbagai macam hal. Yang tidak termasuk di dalam pembicaraan mereka hanyalah status Fara yang sudah bersuami. Karena dia mengikuti kemauan Riyan, yang sementara ingin merahasiakan status pernikahan mereka dari semua orang yang ada di Kampus itu.
"Ra,, kamu tinggal di mana?" Tanya Anita.
"Aku tinggal di apartemen." Jawab Fara yang terlihat begitu ceria, mendapat teman-teman baru yang sangat baik padanya.
"Sama siapa kamu di apartemen?" Tanya Kristin dengan tatapan mencari tahu.
"Sama beberapa orang kerja." Jawab Fara santai tapi membuat orang-orang yang sedang mendengarnya jadi kaget.
"Beda la sil,, Fara kan anak orang kaya." Sambung Anita.
"Tapi apartemen kan tidak terlalu besar." Ujar Prisil dengan tampang masih kebingungan.
"Apartemennya besar ngga FA,,? Tanya Anita.
"Ngga terlalu besar ko. Hanya ada tiga lantai." Jawaban Fara yang membuat mata beberapa temannya, langsung terbuka lebar saking kagetnya.
"Astaga... Apartemen tiga lantai di tinggal sendiri kamu bilang ngga terlalu besar Fa..?" Tanya Kristin dengan tampang kagetnya.
"Ya iyalah,, rumah keluarga Permana itu sudah seperti istana. Jadi wajar kalau dia bilang apartemen tiga lantai itu ngga besar." Sambung Anita.
__ADS_1
"Ngga juga Nit,, rumah aku di Indonesia sama aja seperti rumah orang." Ujar Fara merendahkan diri.
"Ra,, aku tu sudah lihat rumah keluarga Permana. Pekarangannya saja hampir sama dengan pekarangan Kampus kita ini." Sambung Anita yang membuat mereka semua semakin kaget.
"Apa... Pekarangan Kampus..? Wow aku ngga bisa ngebayangin tinggal di rumah sebesar itu. Mungkin aku akan merasa seperti ratu kerajaan." Sambung Prisil yang membuat teman-temannya langsung tertawa.
Di saat mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba Fara teringat dengan suaminya. Dan tanpa menunggu lama, dia langsung mengeluarkan ponselnya dan segera mengirim pesat singkat kepada Riyan.
"Mas,, kamu di mana?" Isi pesan Fara.
"Aku sudah di Kampus." Balas Riyan.
"Loh kok Mas ngga bilang-bilang sih? Kamu sekarang di Kampus sebelah mana dan sama siapa?" Balas Fara dengan pertanyaan yang terkesan posesif.
"Di kantin Kampus sama teman-teman. Mau sama siapa lagi?" Balas Riyan.
"Awas ya Mas,, aku ngga mau kamu dekat-dekat sama wanita itu. Mahasiswi baru di ruangan kamu itu." Balas Fara yang memang sudah tahu kalau Rena satu ruangan dengan Riyan.
"Fara,, dekat itu hal biasa.. Kamu jangan seperti itu! Nanti ujung-ujungnya kita bertengkar lagi dengan masalah yang tidak penting." Balas Riyan.
"Kalau dekatnya wajar sih ngga apa-apa. Tapi kalau kelewat batas, lihat saja nanti. Akan aku cakar wajah wanita itu. Awas ya Mas,, mulai sekarang aku akan menjadi istri siaga." Balas Fara panjang lebar yang membuat Riyan langsung tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Melihat sikap Riyan yang seketika aneh sambil menatap layar ponselnya, beberapa temannya yang ada bersamanya jadi bingung. Tapi mereka tidak ingin bertanya apa-apa. Karena mereka sudah tahu status Riyan sebagai pengantin baru, yang sedang berbunga-bunga sampai menatap layar ponsel saja dia bisa senyum-senyum seperti itu.
Sedangkan teman-teman baru Fara yang melihat ekspresi Fara juga merasa aneh, dan penasaran dengan apa yang sedang dia lihat di layar ponselnya. Karena dari tatapan matanya terlihat begitu tajam.
"Ra,, kamu kenapa sih? Ko serius banget..?" Tanya Anita yang membuat Fara langsung kaget.
"Ngga apa-apa. Aku hanya lagi baca pesan dari Mamaku." Jawab Fara yang memang kebetulan menerima pesan singkat dari Aleta, yang memberitahukan tentang apa yang sedang menimpa kakak laki-lakinya.
__ADS_1
Mengetahui masalah yang sedang menimpa Alfa, Fara tiba-tiba jadi kepikiran dan ingin pulang ke Indonesia. Dia ingin sekali ada di saat keluarganya sedang di terpah masalah seperti itu. Tapi kemudian dia berpikir, kalau tidak ada masalah yang tidak bisa di selesaikan oleh Papanya. Super Hero di dalam keluarga Permana.