
Pelukan yang begitu erat antara Rena dengan suaminya kembali berputar-putar di dalam kepala Fara. Hal itu membuatnya tidak perduli dengan beberapa orang kakak seniornya, yang selalu di segani cewek-cewek di Kampus itu. Sedangkan Rena yang juga tidak mau kalah, semakin bertingkah tanpa sadar kalau dirinya tidak ada apa-apanya, di bandingkan dengan wanita jelmaan bidadari yang ada di depannya itu. Dalam situasi yang sudah sangat memanas antara Fara, dan beberapa teman wanita satu ruangannya, Riyan semakin bingung untuk mengambil tindakan. Dengan raut wajah penuh kecemasan, Riyan hanya melihat tanpa bisa bersuara.
"He... Siapa kamu sampai berani lancang sama kita..?" Tanya salah seorang teman Rena.
"Aku bukan siapa-siapa. Tapi yang pasti, aku bukan manusia sombong seperti kalian." Jawab Fara sambil memalingkan wajahnya dengan gayanya yang sangat cuek.
Fara yang belum menyadari keberadaan Riyan di bagian belakangnya, semakin berani menantang beberapa wanita sombong itu. Sedangkan Rena yang sudah melihat keberadaan Riyan, berpikir untuk segera berpura-pura mengalah, demi mendapatkan simpati Riyan juga untuk membuat Fara terlihat buruk di depan Riyan dan yang lainnya.
"Dek,, sudah jangan bertengkar lagi. Walaupun aku ini kakak senior kamu, aku minta maaf karena sudah menabrak mu." Permintaan maaf Rena yang di rasakan sangat aneh oleh Fara.
"Kamu tidak usah berlaga baik dan lugu di depanku. Aku tahu betul siapa kamu. Kamu tidak lebih baik dari seekor serigala berbulu domba." Sambut Fara yang membuat salah seorang teman Rena, segera melayangkan tangannya hendak menampar Fara.
Semua yang ada di situ begitu terkejut dan menegang melihat apa yang di lakukan wanita itu terhadap Fara. Tapi belum sempat tangan wanita itu mengenai wajahnya, Fara dengan cepat langsung meraih tangannya dan melayangkan tangan sebelahnya, hendak menampar wanita itu. Namun Rena wanita ular itu segera menghadangnya. Tamparan Fara yang terlihat begitu kuat mendarat tepat di pipi Rena, yang sudah berada di tengah-tengah Fara dan salah seorang sahabatnya.
"Aaaaw..." Suara teriakan Rena sambil meraba pipinya yang terasa sakit karena tamparan Fara.
__ADS_1
"Hee... Kamu benar-benar keterlaluan ya..?" Seru salah seorang teman Fara yang hendak menyerang Fara. Tapi Arlan langsung buru-buru menahannya sambil berkata.
"Sudah-sudah..! Apa-apaan kalian ini..? Apa kalian ngga malu berantem seperti ini..?" Ujar Arlan sahabat Riyan sambil menahan salah seorang teman satu ruangannya, yang hendak menyerang Fara.
Sedangkan Riyan yang benar-benar kecewa dengan sikap Fara, langsung melangkah maju dan berdiri tepat di samping Rena sambil berujar.
"Kamu sudah keterlaluan banget. Apa kamu tidak tahu kalau dia ini kakak senior kamu..?" Ujar Riyan yang membuat Fara benar-benar terkejut.
"Tapi..." Suara Fara yang tertahan karena segera di potong oleh Rena, wanita munafik yang ada di samping Riyan.
"Tapi dia tidak boleh seperti itu. Dia harus tahu menempatkan dirinya." Kata-kata Riyan yang membuat mata Fara langsung berkaca-kaca, karena rasa sakit yang teramat parah di dalam hatinya melihat sikap suaminya, yang lebih membela wanita lain di bandingkan dirinya.
Tanpa berkata-kata, Fara langsung berlari meninggalkan kerumunan orang sambil berusaha menahan sakit hatinya. Rasa-rasanya Fara ingin berteriak sekencang-kencangnya, karena begitu marah dengan sikap suaminya yang sudah keterlaluan. Tapi kekecewaannya membuat dia sampai tidak sanggup untuk berkata-kata. Hanya air mata yang bisa menggambarkan sakit yang sedang membelenggu di dalam dirinya.
Melihat Fara yang sudah berlari menuju lorong, beberapa temannya segera mengikutinya dari belakang. Mereka sangat kasihan dengan Fara yang di persalahkan oleh beberapa orang kakak senior mereka. Padahal kenyataan yang terjadi memang tidak sepenuhnya salah Fara. Mereka semua tahu kalau Rena memang sengaja menabrak Fara, di saat Fara tidak memperhatikan jalannya.
__ADS_1
"Ra,, sudah jangan menangis! Mereka memang seperti itu. Kamu yang sabar ya sayang..!" Ujar Prisil salah seorang teman Fara yang begitu lembut juga lugu di antara mereka semua.
"Iya Ra,, mereka itu memang orang-orang sombong. Tapi aku heran, mengapa kak Riyan begitu membelanya? Padahal cantikan Fara di mana-mana di bandingkan dia." Sambung Anita dengan tampang kebingungan.
Mendengar pertanyaan Anita, Prisil yang sudah mendengar kisah Riyan dan Rena dari kakaknya Aurelia langsung bersuara.
"Bagaimana dia tidak membela wanita itu, mereka kan pernah menjalin kasih.." Sambung Prisil yang membuat Fara langsung menatapnya dengan tampang kaget.
"Apa... Mereka pernah menjalin kasih..?" Tanya Anita yang juga sedang menatap Prisil, dengan ekspresi yang sama dengan Fara juga Klara.
"Dari mana kamu tahu kalau mereka pernah menjalin kasih..?" Tanya Klara dengan segera.
"Dari kakak aku. Kemarin wanita itu sempat curhat kepada kak Aurel. Katanya dia dan Riyan dulu adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Tapi hubungan mereka di akhiri karena kak Riyan pindah ke Amerika." Jelas Prisil sambil menatap Fara dan kedua temannya yang lain secara bergantian.
"Pantesan tadi kak Riyan langsung bereaksi. Aku rasa mereka masih saling cinta. Apalagi selama ini kan, kak Riyan tidak pernah serius dengan wanita-wanita yang mendekatinya." Sambung Klara.
__ADS_1
"Iya,, mereka memang masih saling cinta. Karena kata wanita itu, dia masih sangat mencintai kak Riyan. Dan dia masih berharap untuk mereka kembali lagi seperti dulu." Sambung Prisil yang membuat hati Fara seketika hancur berkeping-keping.