Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 132. Rena Yang Selalu Lengket.


__ADS_3

Fara dan teman-temannya menonton sebuah film yang bercerita tentang kehidupan rumah tangga. Film itu mengisahkan seorang wanita kuat, yang tidak pernah di anggap oleh suaminya sendiri. Dengan begitu tenang Fara menatap ke layar lebar yang ada di hadapannya sambil menahan sesak di dadanya. Namun dari kisah wanita itu, Fara seketika tersadar kalau wanita tidak boleh terlalu berharap. Karena harapan besar akan mendatangkan luka.


Karena terlalu menyentuh dengan film yang sedang berlangsung, membuat Fara jadi tersentuh dan meneteskan air mata. Namun itu tidak membuat ke tiga temannya merasa aneh. Sebab mereka juga merasakan kesedihan karena melihat wanita yang selalu di sakiti di dalam film tersebut.


"Ra,, sedih bangat ya tu film? Kita sesama wanita akan merasakan hal yang sama apabila tidak di anggap oleh pasangan kita." Ujar Prisil setelah mereka sudah keluar dari bioskop.


"Tapi aku tu heran banget. Sebenarnya apa sih yang di cari sama laki-laki yang sudah beristri? Semua wanita kan sama." Sambung Anita dengan tampang kesalnya.


"Tapi aku suka banget sama sikap wanita di film tadi. Dia begitu tegas dalam mengambil keputusan di saat dia tersakiti." Sambung Klara yang membuat Fara semakin mematung dengan pemikiran yang berputar-putar.


"Kalau menurut kamu gimana Ra?" Tanya Anita sambil menatap Fara yang terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Aku akan mengambil langkah yang sama seperti wanita itu. Karena aku juga berhak untuk bahagia." Jawaban Fara yang membuat ketiga temannya jadi bingung.


"Ra,, jawaban kamu tu seperti orang yang sudah pernah mengalami hal itu." Sambung Klara sambil melirik Fara.


"Emangnya kamu sudah pernah mengalaminya ya Ra? Apa kamu pernah di sakiti pacar kamu?" Tanya Prisil dengan tatapan mencari tahu.


"Ngga juga kok. Aku tu hanya terbawa suasana." Jawab Fara berbohong sambil berusaha menyembunyikan kesedihannya.

__ADS_1


"Ya sudah. Mending sekarang kita makan dulu yuk! Setelah itu baru kita pulang." Ujar Anita sambil menarik tangan Fara menuju tangga turun ke lantai bawah.


Fara yang begitu terluka dengan sikap Riyan yang menurutnya tidak bisa untuk di percaya, sudah mengambil keputusan untuk kembali ke Indonesia tanpa memberitahukan Riyan. Karena menurutnya Riyan tidak akan perduli mau kemanapun dia pergi. Karena saat ini yang menjadi perhatian Riyan hanyalah wanita yang pernah ada dalam masa lalunya. Sambil melangkah menuju sebuah kafe yang ada di lantai bawah, Fara pun mulai bergumam di dalam hatinya.


"Aku memang sangat mencintaimu Mas. Tapi aku tidak ingin cinta ini menghancurkan aku. Aku akan berusaha untuk bisa menerima kenyataan sepahit apapun. Tapi aku tidak pernah mau menjadi salah satu wanita di dalam hidupmu."


Sakit hati Fara telah merubahnya menjadi wanita yang tegar untuk menerima kenyataan pahit yang terjadi di dalam rumah tangganya. Dia sudah memantapkan hati untuk kembali ke Indonesia tanpa sepengetahuan Riyan. Karena itu sehingga dia memilih untuk berangkat besok. Sebab jadwal keberangkatan yang Riyan ketahui itu lusa. Di saat mereka sedang menikmati makanan yang mereka pesan, tiba-tiba Klara melihat Riyan yang juga sedang melangkah menuju kafe tersebut dengan beberapa orang temannya termasuk Rena.


"Itu kan wanita tadi." Ujar Klara yang membuat Fara dan kedua temannya yang lain langsung menghentikan makan siang mereka, dan menatap ke arah yang sedang di tatap oleh Klara.


"Cinta lama bersemi kembali. Malah makin nempel tu cewek." Sambung Anita dan langsung kembali melanjutkan makannya.


Sedangkan Fara yang kembali merasakan sakit di dalam dadanya, berusaha untuk menguatkan hatinya melihat suaminya yang semakin dekat dengan Rena. Ingin sekali dia mencakar wanita itu saat itu juga. Namun mengingat pembelaan Riyan tadi di Kampus terhadap Rena, membuat Fara memilih untuk terdiam dan berusaha untuk tidak perduli. Sebab dia tidak ingin membuat malu dirinya sendiri.


"Mereka ada di sini juga..?" Ujar Aurelia di saat matanya tertuju kepada adiknya yang sedang makan bersama Fara, Anita dan Klara.


"Siapa..?" Tanya Rena Sambil menatap Aurelia.


"Tu adik aku sama teman-temannya." Jawab Aurelia sambil menunjuk ke arah Prisil yang duduk tepat di samping Fara.

__ADS_1


Melihat keberadaan Fara Riyan seketika jadi kaget. Karena setahu dia Fara tidak pernah kemana-mana setelah pulang dari Kampus. Namun dia tetap terdiam dan tidak memperdulikan Fara yang terlihat begitu ceria bersama teman-temannya. Tanpa ekspresi, Riyan dan yang lainnya melangkah menuju meja kosong yang ada tidak jauh dari meja yang di duduki Fara dan teman-temannya.


"Sil,, kalian di sini juga?" Tanya Aurelia sambil menarik kursi untuk dia duduki.


"Iya,, kakak juga kok ada di sini?" Tanya balik Prisil sambil melirik ke arah Rena yang tidak mau jauh-jauh dari Riyan.


"Kita mau makan di sini." Jawab Aurel.


Suasana saat itu membuat Fara dan Riyan terlihat seperti kedua orang asing yang tidak saling kenal. Fara tetap fokus dengan makanannya, sedangkan Riyan hanya terdiam sambil sesenggukan melirik ke arah Fara yang sama sekali tidak perduli dengan mereka. Dan tidak lama dari situ, datang beberapa orang teman Fara menghampiri mereka.


"Nita,, kalian ko ngga bilang-bilang mau nonton..?" Suara Cleo yang selalu membuat sakit telinga teman-temannya.


"Abisnya kita cari kamu sama Kristin ngga ada." Jawab Anita segera.


"Kita tu lagi di panggil menghadap Ibu Claudia." Sambung Kristin.


"Ya sudah,, ayo pesan makan! Ngga usah ngomel-ngomel!" Sambung Klara.


"Aku di samping Fara saja deh.. Biar minuman aku semakin manis karena melihat wanita semanis ini." Gombalan Robert yang membuat teman-teman langsung gemas dengan tingkahnya yang tidak bisa tenang di samping wanita cantik.

__ADS_1


__ADS_2