
Sikap seorang suami adalah cerminan untuk para istri. Begitupun dengan Melda. Selama mendampingi Reza, sikap Melda mulai berubah menjadi dewasa. Di saat menghadapi hinaan kedua orang di hadapan mereka, Melda sejenak tenang untuk menyikapi kata-kata tidak senonoh, yang di lontarkan oleh mantan kekasih Reza juga pacarnya.
Melda terlihat begitu tenang di samping suaminya yang sudah mulai emosi dengan kedua orang itu. Dia bersikap biasa saja, karena ternyata Melda sudah mengetahui siapa wanita itu. Di saat malam pertama mereka yang mereka lakukan setelah berada di Malaysia, Reza memilih untuk menceritakan semua tentang masa lalunya kepada Melda, sebelum dia mendapatkan kesucian Melda.
Saat itu Melda begitu sedih mengetahui semuanya. Tapi Reza berusaha meyakinkan dia, kalau hanya ada dia di dalam hati Reza. Melda yang sudah sangat yakin dengan suminya, akhirnya menerima dan meaafkan perbuatan Reza di masa lalu, walaupun semua itu sangat menyakitkan.
Tatapan Melda yang begitu santai, membuat orang-orang yang ada di depan mereka jadi sedikit bingung, termasuk sahabat Reza yang punya acara itu. Melihat ekspresi Melda, mantan kekasih Reza semakin bertingkah, dan melontarkan kata-kata yang lebih menyakitkan untuk di dengar.
"Reza,, Reza,, apa gunanya kesuksesan kamu? Kalau memiliki pendaping yang memalukan seperti dia." Ujar wanita itu dengan begitu sombongnya.
__ADS_1
"Sudahlah! Kenapa kamu harus berkata seperti itu?" Sambung sahabat Reza yang berulang tahun hari itu.
"Memangnya kenapa? Itu kan kenyataan!" Ketus mantan kekasih Reza, yang membuat Melda langsung membuka suara.
"Apa kamu bilang? Kenyataan? Hee.. Aku ini bukan wanita murahan sepertimu, yang mengejar laki-laki hanya karena harta." Sambung Melda yang membuat semua yang ada di situ terdiam. Tapi tidak untuk mantan kekasih Reza. Hinaan yang di keluarkan Melda membuat dia seketika marah.
"Hee.. jangan sembarangan kamu ya..! Siapa kamu berani mengataiku seperti itu?" Ketus wanita sombong itu dengan wajah yang sudah sangat merah saking kesalnya.
Mendengar perkataan Melda, pacar dari mantan kekasih Reza seperti tersambar petir di siang bolong. Dia begitu kaget mengetahui siapa gadis lumpuh yang sejak tadi mereka hina itu. Dan di saat dia ingin bersuara, Melda kembali berkata-kata yang membuat laki-laki sombong itu seketika tidak dapat berkutik.
__ADS_1
"Aku adalah Melda Permana. Dan asal kalian tahu, sejak lama aku sudah melacak tentang kalian. Termasuk usaha kamu dan Ayah kamu untuk mendapatkan kerja sama dengan keluargaku." Melda berkata-kata dengan begitu tenang. Namun semua itu membuat laki-laki sombong di hadapannya seketika terlihat seperti orang bodoh.
"Maafkan aku nono! Aku tidak bermaksud menghinamu. Tolong jangan kau ambil hati dengan ucapan kami tadi." Pinta laki-laki itu dengan wajah yang terlihat memohon.
"Orang sombong seperti kalian, tidak pantas untuk di maafkan. Dan jangan harap usaha kamu dan ayah kamu, untuk bekerjasama dengan keluargaku akan terjalin. Itu sangat tidak mungkin." Perkataan Melda yang membuat semua yang ada jadi menatapnya tanpa bersuara.
Setelah itu, Reza yang hanya terdiam menyaksikan tindakan Melda, langsung mendorong kursi roda istrinya menghampiri sahabatnya yang punya acara untuk memberikan selamat. Teman Reza yang berulang tahun itu sampai tidak bisa bersuara, mengetahui siapa sebenarnya wanita yang duduk di kursi roda itu.
Semua yang ada di situ sangat tidak menyangka, kalau istri Reza yang cacat itu ternyata berasal dari keluarga konglomerat, yang namanya tersohor di berbagai negara. Sebenernya Melda walaupun memiliki sifat yang ceroboh, namun dia tidak pernah bersikap sombong dengan semua yang dia miliki. Tapi karena sakit hati dengan hinaan kedua orang sombong itu, jadi membuatnya harus mengatakan semua itu.
__ADS_1
Selesai memberikan selamat kepada yang berulang tahun, Melda langsung meminta untuk pulang. Karena dia sangat tidak nyaman dengan pesta yang terdapat banyak minum keras. Melda yang terlahir di tengah-tengah keluarga terhormat, tidak pernah melakukan sesuatu yang dapat merusak nama baik keluarganya.