Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Menenangkan hati sahabatnya


__ADS_3

Tok...tok...


Manda terus mengetuk kamar pintu Angela. "Sha semoga kamu masih ada di dalam, gara-gara Aron tadi aku gak bisa ngejar kamu. Padahal aku mau nenangin kamu tadinya. Kalau mengharapkan Vino itu enggak jantel banget dia. Bikin aku geram ingin jitak kepalanya."gumam Manda yang masih berdiri di depan pintu. Berharap Kesha segera membuka pintunya.


"Ada apa!!" Bentak kesha,sontak membuat Manda kaget dan bingung.


"Kamu marah sama aku?" Tanya Manda bingung.


"Maaf Da, aku kira kamu tadi Vino, soalnya aku tadi melihat dia mengejarku namun aku bersembunyi darinya. Aku gak mau bertemu dengannya lagi"ucap Kesha langsung memeluk tubuh mungil sahabatnya itu. Ia merasa ingin meluapkan kesedihan hatinya di dalam pelukan sahabatnya itu.


Manda me erima oelukan sahabtnya itu, ia mengusap lembut punggung sahabatnya lembut, mencoba menenangkan kesha.


"Sha, aku mau bilang sesuatu ke kamu"ucap Manda melepaskan pelukan sahabatnya itu. "baiklah, tapi jangan bicara di luar, aku takutnya Vino datang mencatiku. Lebih baik kita bicara di dalam saja."ucap Kesha menarik tangan Manda masuk ke dalam kamar.


Terlihat di ranjang sudah ada koper Kesha yang sudah siap dan semua bajunya sepertinya sudah di masukan ke dalam kopernya dan entah dia mau pergi kemana baru saja Salsa mau bertanay padanya.


"Sha ini koper siapa?" Tanya Manda memastikan.


"Koper ku Da, Aku mau pergi sekarang"ucap Kesha menunduk, terlihat raut wajahnya masih sangat sedih.


"Kamu tadi bilang enggak jadi pergi, kenapa sekarang kamu pergi"tanya Manda.


"Apa karena soal Vino tadi, aku merasa kaliaan hanya salah paham. Aku ingin kalian bertemu dan menyelesaikan masalah kalian berdua. Aku yakin masih ada kesempatan lagi untuk kalian bersama. Dan kamu Sha, kamu juga salah dulu membohongi diri sendiri jika tidak menginginkan Vino. Padahal kamu masih mencintainya. Dan kamu bahkan tidak memberikan satu kesempatan lagi untuknya"ucap Manda menasehati Kesha.


"Udah Da, aku sudah gak perduli lagi, semua sudah jelas sekarang jika dia sudah tidak mencintaiku. Padahal aku itu ingin menguji dia tapi apa balesan dia, kayak gini kan" jawab Kesha jengkel.


Manda merasa bingung harus menasehati temannya itu bagaimana lagi, emuanya sama-sama egois. Masalah kecil jadi sebesar ini.


"Ya sudah lupain soal Vino sekarang, aku gak mau kamu sedih"ucap Manda. "Senyum dong"lanjutnya menggoda Kesha.


Kesha mencoba tersenyum di hadapan Manda ya, meskipun terpaksa. Tapi demi sahabatnya tak khawatir ia mencoba tersenyum.


Manda spontan langsung memeluk sahabatnya itu, "Nah gitu dong aku tambah syang sama sahabatku ini. "Ucap Manda.

__ADS_1


Kesha menatap Manda heran.


"Ih... syang sebagai sahabat kan, gak lebih?. Aku masih normal lo Da!" Ucap Kesha bergidik geli.


"Apaan sih Sha, ya sahabatlah. Aku punya suami juga. Aku juga normal kali gak suka sesama jenis"gerutu Manda seketika melepaskan pelukannya.


"Iya, iya aku bercanda tadi. Jangan ngambek gitu. Oya. Tadi kak Aron tahu gak kamu di sini. Entar takutnya dia nyariin kamu lagi"ucap Kesha.


"Tenang saja aku udah izin kok"jawab Manda. Padahal dia kabur tadi dari kamarnya, hanya untuk melihat keadaan Kesha.


Tak lama Aron datang langsung menjemput Manda. Seolah ia tahu jika Manda berada di kamar Angela.


Ya dia tahu saat bertemu Angela yang lagi di lobi hotel bersama Vino, dan bentar lagi juga akan menuju ke kamarnya.


Maka dari itu Aron menarik tangan Manda keluar agar memberi kesempatan Vino untuk bicara berdua dengan Kesha. Agar nasalah mereka cepat selesai tanpa ada dendam di antara mereka.


"Syang aku udah cari kamu kemana-mana tahunya kamu di sini. Aku kan lagi butuh belaian dikit"gumam Aron tanpa rasa canggung berbicara seperti itu di depannya dan Kesha.


"Apaan sih entar saja ya, aku lagi sama Kesha sekarang. Lagian entarkan masih ada waktu syang"ucap Manda dengan manjanya.


"Udah Da, sana deh masuk kamar."suruh Kesha pada Manda. "Sepertinya Kak Aron minta jatah lagi tu" bisik Kesha menggoda.


"Tapi Sha.."ucap Manda memandang Kesha. Ia belum cerita apa-apa ke Kesa tapi suaminya itu sudah nyamperin. Padahal kan maunya sama Kesha cerita berdua sekaligus nenangin hati Kesha yang lagi galau.


"Udah Da, nanti habis manja-manjaan kamu bisa kesini lagi"Goda Kesha tersenyum geli pada Manda.


Manda menghela napasnya kesal


"Ya udah, ayo ke kamar"gumam Manda menarik tangan Aron keluar dari kamar Kesha. Ia kesal di saat ingin cerita pada Kesha, Aron selalu datang menganggunya dan meminta jatah. Padahal sih udah sering di kasih. Benar-benar otak mesum membuat manda geram.


Kalau gak di turuti dia ngambek dan gak mau lagi bicara denganku. Atau entar melamun lagi seperti kemarin tanpa perdulikan ucapanku. aku jadinya kesal kalau gak di perhatikan, gumam Manda.


"Kenapa kamu diam?" Tanya Aron.

__ADS_1


"Gak napa-napa"jawab Manda kesal.


"Kamu marah dengaku, tau kamu kesal karena aku mengajak kamu kembali"ucap Aron memegang tangan istrinya itu erat.


"Ya marah lah, di saat aku ingin cerita dengan kesha, kamu selalu datang dan kamu mengangguku. Kasihan Kesha lagi sedih butuh shabat yang menemaninya "gumam Manda kesal.


Aron segera menuntun istrinya itu masuk ke dalam kamar, ia langsung memeluknya erat dari belakang dengan dagu menyandar ke pundak Manda. "Jangan kesal gitu, lagian kita suami istri kenapa curhat masih sama teman sih"tanya Aron penasaran. "Apa kamu gak mau ya cerita sama suami kamu sendiri"lanjut Aron.


"Iya tapi kan kalau masalah sama-sama wanita masak kamu juga ingin tahu,"ucap Manda mengusap lembut rambut Aron yang tepat di samping pipi kananya hingga berantakan.


"Aku tahu kamu curhat atau bicarain masalah Vino tadi" tanya Aron.


"Dua-duanya. "Ucap Manda singkat penuh rasa kesal.


"Suami kamu juga ingin cerita sesuatu padamu. Jadi setidaknya kasih pengertian dikit"ucap Aron lirih.


Manda terdiam menatap Aron bingung, baru kali ini suaminya itu mau cerita dengannya. Padahal sebelum-sebulumnya belum pernah.


"Cerita apa"jawab Manda jutek. "Oya kenapa kamu tadi tahu kamar Angela. Apa kamu juga pernah ke sana?" Lanjutnya.


"Gak pernah"jawab Aron singkat. Masih menatap dekat wajah istrinya yang sekarang terlihat imut.


"Udah jangan kesal gitu, kenapa kamu masih saja cemberut. Aku bawa kamu balik itu kareba Vino mau bicara dengan Kesha. Aku tadi lihat mereka Lobi tanya kamar Kesha di mana. Dan Angela memberi tahuku jika Kesha berada di kamarnya. Karena aku bingung cari istriku ini yang tiba-tiba kabur tanpa memberi tahuku"ucap Aron mencubit hidung Manda.


"Oo. Kenapa kamu gak bilang dari tadi"tanya Manda.


"Kalau aku bilang dari tadi Kesha tahu pasti gak mau bertemu dengan Vino"jelas Aron.


Manda terdiam sejenak, merasa ada benarnya juga apa kata suaminya itu. Lagian Kesha juga egois sih gak mau bertemu dengan Vino dan bicara baik-baik dari pada marahan kayak gini membuat semua orang bingung karena masalah mereka berdua yang gak selesai-selesai.


"Jadi apa yang kamu bilang di depan Kesha tadi bohongan"tanya Manda.


"Iya, hanya untuk membuatmu dan Kesha percaya."ucap Aron.

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu"ucap Manda melemparkan pandangannya berlawanan arah.


__ADS_2