Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Cinta


__ADS_3

Di rumah sederhana berwarna putih dengan bangunan yang terlihat sangat mewah, dengan desain unik yangbberbeda dari rumah lainnya. Semua keluarga kecil bahagia itu, berkumpul di ruang keluarga. Tepat jarum jam menunjukan pukul lima sore


Aron duduk bersama dengan anak-anaknya di lantai, sedangkan Manda berbaring di sofa dengan cemilan di depannya. Kali ini Aron pulang kerja lebih awal, tidak terlalu banyak pekerjaan di kantornya. Lagian semua bisa di atasi para menajernya. Dan Aron juga ada urusan untuk melihat renovasi rumah di sampingnya. Rumah yang ia beli untuk Kesha dan orang tuanya, kalau ada Vino sekalian ia ingin menikahkan mereka. Biar bisa tinggal di sampingnya bersama dengan kesha. Aron amu menebus kesalaham masa lalu yang pernah ia lakukan dulu. Kini ia tidak mau lagi mengulangi kesalahan untuk ke dua kalinya. Aron sudah berniat akan menikahkan Kesha dan Vino saat adiknya itu sudah ketemu.


Dan sekarang renovasi rumah sudah jadi total, muali dari laur dan dalam rumah. kini  sudah bisa di pakai. Tapi orang tua Kesha baru akan datang besok pagi. Aron dan Manda aerta ankk-anaknya mengajak Kesha untu menjemput orang taunya. Jika ada satu keluarga kumpul begini. Beban Manda untuk urus anak-anaknya berkurang. Ia bisa sekali-kali minta tolong Kesha dan orang tuanya untuk menjaganya. Apalagi akan tambah dua anak lagi, keluatganya pasti tambah ramai nantinya. Dan Manda jadi super duper sibuk. mengurus empak anak nantinya.


"Syang gimana rumahnya sudah jadi?" Tanya manda.


"Sudah syang, tinggal pakai saja" ucap Aron.


"Wahh.. Besok kita bantu dia beres-beres ya syang" pekik Manda.


"Gak boleh, kamu harus tetap di rumah gak boleh kemana-mana. Kamu hamil besar mau ikut beres-beres. pokoknya gak boleh" ucap Aron tegas, lagian itu juga demi keselamatan anaknya dan Manda.


"Ya sudah" gumam manda kesal.


"Syang ambilkan aku cemilan lagi di dapur ya, sekalian minumannya juga" pinta manda dengan nada memohon pada suaminya itu.


"Iya bentar syang" gumam Aron yang dari tadi bermain dengan ke dua anaknya. Dan membantunya untuk belajar bersama.


"Buruan syang, bentar saja" gumam Manda.


"Iya syang, ini aku berdiri" ucap Aron bangkot dari duduknya dan melangkahkan kakinya pergi menuju ke dapur.


"Maa kapan adik kita lahir" tanya Lia, membuat Manda tersenyum mendengar pertanyaa anak angkatnya itu.


"Lia gak sabar ya punya adik baru nantinya. Mungkin juga sebentar lagi syang. Doakan saja mama ya syang agar bisa lahiran dengan lancar nantinya" gumam Manda, mengusap lembut rambut anaknya.


"Iya ma pasti, dan Duk juga sudah gak sabar lagi untuk jaga adik aku, bermain dengan adik baru. Dan bisa bercanda dengan adik Duke."Ucap Duke mengecup pipi mamanya.


"Ini syang, mau ambilkan apa lagi." ucap Aron, manda terdiam Aron banyak banget ambil vemilan dan beberapa minuman, ia meletakkan semuanya di meja.


"Banyak banget syang" ucap Manda.

__ADS_1


"Sekalian, biar aku gak bilak-balik lagi ambil cemilan buat kamu syang." ucap Aron, menggandeng anaknya untuk duduk kembali.


"Syang tadi Kesha pergi kerja sama siapa?" tanya Manda, yang mulai teringat tentang Kesha.


"Bukannya kamu yang di rumah kenapa kamu bisa gak tahu, syang" gumam Aron.


"Aku saja gak tahu syang kapan dia pergi, apa dia langsung pergi kuliah atau dia pergi kerja dulu tadi. Dan sopir juga dari tadi di rumah. Apa dia tadi jalan kaki menuju halte bus di ujung jalan sana" gumam Manda.


"Mungkin, dia memang naik bus. Tapi kalau itu keinginannya jangan di paksa lagi syang, biarkan saja. yang penting sekarang dia tinggal dekat dengan kita." ucap Aron.


"Iya tapi akalu pualng malam bahaya syang bagi wanita cantik seperti dia" gumam Manda. "Dan seandainya Vino juga ada di sini, pasti dia antar jemput Vina terus" lanjutnya, yang mulai teringat lagi tentang Vino.


Membuat Aron ikut terdiam, Ia belum menemukan titik terang bertemu dengan Vino.


"Syang kamu sedih ya, yakin bentar lagi Vino akan ketemu. Percaya dengan aku" gumam Manda."


"Iya syang, aku hanya kepikiran Vino saja, aku juga berharap jika dia bisa bertemu dengannya." ucap Aron.


"Iya syang, aku gak sedih. Kalau gak kamu yang bisa nguatkan aku." gumam Manda.


"Ma, tante Kesha pulang jam berapa nanti?" tanya Duke, memandang dengan wajah polosnya ke arah Manda.


"tante Kesha pulang malam syang" gumam Manda.


"Oya syang, aku ingat nanti kita pergi ya sama Kesha juga, Vina ajak kita bertemu di sebuah restauran. Katanya ada hal yang dia ingin bicarakan. sepertinya penting, kita datang ya syang. Lagian Vina juga teman aku. " gumam Manda.


"Iya, jam berapa syang kita perginya?" tanya Aron.


"Sekitar jam sembilan saja syang lagian juga Kesha pulang kerja juga malam" gumam Manda.


"Iya syang, gak usah bawa anak-anak ya syang. Biarkan mereka tidur, kasihan mereka sayang besok juga sekolah. Dan kamu juga kuliah pagi kan" ucap Aron bangkit dari duduknya dan duduk di samping Manda.


~

__ADS_1


Di sisi Lain Vino, baru selesai mata kuliahnya hati ini, ia berniat untuk pergi menemui Kesha lagi. kali ini ia bertekat ingin bertanya dengannya. Ingin melihatbjelas wajahnya, iangin menyentuhnya, mendekapnya erat lagi seperti dulu.


Tapi ia binging, di amna harus bertemu dnegan Kesha, apa dia menunggu di bus yabg sama seperti tadi. Atau menunggu dia di halte tempat  dia naik bus tadi. Lagian juga ia tidak.mungkin tahu kapan dia pulang, dia sekarang kuliah atau bekerja. Vino juga tidak tahu.


"Semua aku pasrah dengan kamu, jika memang Kesha jodoh aku. Wanita yang di takdirkan untukku. Maka pertemukan aku lagi dengannya" ucap Vino, kendongakkan keoalanya ke atas memohon pada Tuhan. Ia sudha tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Hanya bisa berdoa untuk yang terbaik baginya dan kehidupannya ke deoan bersama dengan Kesha.


"Hai Vin.. ngapain kamu? lagi nangis ya?" tanya Ian yang tiba-tiba merengkuh pundaknya dari belakang.


"Siapa yang nangis, mamu salah lihat kali" gumam Vino.


"Gak usah bohong, kamu apsti lagi mikirin wanita itu lagi ya?" tanya Ian.


"Siapa juga yang mikirin, sudah jangan bahas itu lagi sekarang. Luoakan masa lalu." gumam Vino.


"Oya, Vin. Kamu mau kemana nanti? Ada acara gak? Soalnya nanti anak-anak yang lainnya mau pergi ke cafe" tanya Ian.


Ia teman Vino paling akrab dengannya. dia keturunan indonesia dan Inggris wajahnya asia ke bule-bulean. Dia teman pertamanya saat masuk kuliah.


"Ada acara aku, mau ketemuan dengan wanita" gumam Vino dengan senyum menyungging di bibirnya.


"Wah, sekarang kamu bisa move on dari mantan kamu itu" tanya ian.


"Apaan dia hanya teman aku, Aku tidak ada perasaan sama dia. Dan katanya dia mau nunjukan sesuatu padaku. Tapi entahlah.." Ucap Vino.


"wanita itu sepertinya romantis banget, kasih kejutan padamu, dia wanita seperti apa cantik gak?" tanya Ian.


"Iya, dia cantik. Tapi bagi aku cantik Kesha, dia yang selalu ada di hati aku, u gak bisa melupakan dia begitu saja. Aku syang dengannya." ucap Vino, duduk di kursi taman.


"Kamu kenapa gak bisa lupain dia, bukannya dia telah nyakitin kamu. Dan dia itu yang buat kamu seperti ini. Kenapa kamu gak bisa sama sekali pergi dari dia" ucap Ian, mencoba memberi semangat Vino agar dia bisa lupa dengan masa lalu.


"Aku sempat berpikir seperti itu, mencoba jatuh cinta dengan wanita lain. tapi mau gak bisa, dia muncul lagi dalam hidupku. Dan tadi aku bertemu dengannya. Aku melihat dia di dalam bus duduk berdua dengan aku. Tapi aku gak bisa berbicara apa-apa lagi di depannya." ucap Vino, yang tak bisa mengana kesedihannya.


"Kalau kamu masih suka dengannya, kejarlah. Jangan menyerah untuk mendapatkan cinta kamu kembali. Tanya padanya, tentang masalahnya pernah meninggalkan kamu." ucap Ian.

__ADS_1


__ADS_2