Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Berbicara dengan Kesha


__ADS_3

"Syang, Vina kirim aku pesan" ucap Manda.


"Pesan apa syang?" tanya Aron memandang ke arah Manda.


"Dia bilang jika ada benar ada Kesha di sini syang. Dan dia ikut lomba menyanyi. Dan sekarang kita mau bertemu dengannya atau tidak. Jiak ingin melihat dia menyanyi dan bertemu dengannya nanti. Vina akan membawa kita ke tempat jauh dari kerumunan nanti, seetlah selesai ia akan membawa kita di mana rjang ganti Kesha di dalam. Jadi kita ke sana ya syang sekarang. keberu Kesha oergi algi nanti, sebelum aku bisa bicara dengannya" ucap Manda, memohon pada Aron.


"baiklah, tapi ingat kamu gak boleh dekat-dekat dengan keramaian" ucap Aron.


"iya syang" ucap Manda.


Aron segera membawa Manda untuk pergi menemui Vina. sebelumnya Manda sudah memberi tahu Vina jika ia ingin bertemu di suatu tempat. Vina menyetujuinya, dia menyuruhnya untuk pergi ke tempat makan.


"syang di mana Vina?" tanya Aron yang masih setia mendorong kursi roda Manda.


"Manda sini" teriak Vina, melambaikan tangan ke arah Manda.


"Itu Vina syang, kita ke sana cepat" ucap Manda. Menuruti kata Manda Aron membawanya menuju ke tempat Vina berdiri.


"Gimana Vin, apa benar itu Kesha. kamu jadi memastikan tadi?" tanya Manda yang sudah tidak sabar.


"Sudah lihat dulu ke depan siapa yang akan menyanyi nanti" ucap Vina.


"Emang siapa yang nyanyi, artis atau siapa?" tanya Manda.


Aron memegang tangan Manda, menatap ke depan saat melihat suara Kesha yang sangat indah dan merdu. Dia benar-benar berbakat. "I-itu benar Kesha syang?" tanya Manda, menatap ke arah Aron duduk jongkok di sampingnya.


"Iya, kita sudah menemukan kesha sekarang. Dan tinggal Vino entah di mana dia sekarang" ucap Aron.


"Syang yakinlah, Jika nanti kamu bertemu dengan Vino" ucap Manda memegang tangan Aron.


"Aku berharap juga begitu syang" gumam Aron.

__ADS_1


"Aku gak nyangka, gak cuma cantik dia juga jago nyanyi juga. Dan kabarnya dia juga ikut lomba melukis tadi di dalam. Dan ini lomba terakhirnya." ucap Vina.


"Pantas saja dari dulu desain rumahnya saja sangat indah, pasti dia desain sendiri dia. Arsitek rumahnya membuatnya benar-benar kagum dulu. Dan ternyata emang sudah bakat yang mendarah daging pada dirinya." ucap Manda lirih.


"Sepertinya sudah selesai, sekarang ayo kita pergi temui dia di ruang ganti" ucap Vina. Dengan segera Aron dan Manda mengikuti langkah Vina menuju ke ruanga ganti di dalam.


Aron mendorong kursi roda Manda masuk ke dalam, ia hanya melihat Kesha di sana. "Kesha!" panggil Manda mendekatinya.


"Manda" ucap Kesha menatap terkejut saat melihat Manda sudah berada di depannya.


"Maaf aku sibuk" ucap Kesha yang semula duduk santai, ia bangkit dari duduknya dan beranjak pergi. namun dengan sigap Vina mencegahnya.


"Kamu mau kemana? Apa kamu gak lihat Manda mau bicara sama kamu. kenapa kamu malah menghindar terus darinya. emangnya dia salah apa padamu, aku memang gak tahu apa masalah kamu dengannya. tapi setidaknya kamu hargai dia yang rela saat hamil besar seperti ini. Datang ke sini hanya untuk bertemu dengan kamu. Dia teman kamu kan, harusnya kamu punya hati saat melihat teman kamu duduk di kursi roda seperti ini. Dia sudah hamil besar berhari-hari mencari kamu" ucap Vina, yang merasa sangat kesal dengan kelakuan Kesha yang tidak bisa menghargai Manda. dan selalu ingin kabur dari Manda.


"Vin udah biarkan saja dia" ucap Manda memegang tangan Vina mencegahnya agar tidak marah lagi dengan Kesha.


"Bukan urusan aku" ucap Kesha, semakin membuat Vina kesal, ia mendorong tubuh Kesha hingga terpental ke tembok di belakangnya. "Kamu teman macam apa? Teman tapi gak punya hati, meskipun kamu sudah gak pernah bertemu lagi dengannya tapi setidaknya dia masih teman kamu. Gak ada yang namanya mantan teman atau sahabat. Mantan pacar pasti ada, tapi mantan sahabat itu gak ada" ucap vina dengannnada tjngginga.


"Vin udah" ucap Manda memegang tangan Vina agar dia tidak semakin memojokan Kesha.


"Emangnya kamu siapa? Kamu gak tahu masa lalu aku, kamu gak tahu kehidupanku, jangan sok tau, dan merasa kamu sudah benar. Kamu gak ngerasain berada dalam posisi aku" ucap Kesha, mendorong tubuh Vina, hingga terpental terbentur tembok. Manda menatap wajah Kesha yang melihatkan wajah sedihnya. Ia tahu jika Kesha pasti banyak masalah dalam kehidupannya sekarang.


Kesha terdiam, melihat kondisi Manda yang sedang hamil. Mau gimana lagi, ia juga salah. telah menyampakan wanita hamil. "Baiklah, ku akan bicara denganmu" ucap Kesha lirih, dan beranjak duduk kembali.


"Kesha" panggil Manda lembut, mencoba memegang tangan Kesha.


"Aku ingin bicara, baik-baik dengan kamu. Aku tahubmasalah kamu dengan keluarga kamu. Sekarang kamu jangan malu lagi, aku akan membantu kamu. Aku mohon, kalau kamu ingin kerja. Kamu bisa kerja denganku, merawat dua anak aku." ucap Manda.


Kesha hanya diam, aku gak bisa Da, "Aku gak bisa. Apalagi jila bertemu dengan Vino. Aku sudah berbohong padanya jika aku sudah menikah. Dan aku meninggalkan dia saat dia lagi susah. Karena aku malu dengan kehidupan aku sekarang. Aku malu Da, aku tidak seperti dulu lagi." ucap Kesha, yang mulai meneteskan air matanya.


"Duduklah dulu. Aku akan bicara dengan kamu." ucap Manda menarik tangan Kesha agar duduk di kursi depannya.

__ADS_1


"Apa benar kamu putus dengan Vino.Dan sekarang Vino di mana?" saut Aron yang tak menyangka jika hubungan mereka sudah berakhir.


"Iya, aku putus dengannya. Dan entah sekarang dia di mana" ucap Kesha, menundukkan kepalanya.


"Kesha!" panggil seorang lelaki yang tiba-tiba masuk ke ruang ganti Kesha.


"Albert? Kenapa kamu di sini?" tanya Manda hang kesal pembicaraannya di potong.


"Vin ajak dia keluar sekarang" ucap Manda pada Vina di sampingnya.


"Baiklah" ucap Vina segera menarik tangan Albert keluar dari ruangan Kesha.


"Ayo cepat keluar" ucap Vina, kenatik tangan Al untuk segera keluat.


"tunggu aku mau bicara dengan kesha, kamu mau menbawaku kemana gadis ganjen" ucap albert.


"bisa tutup mulut gak, mereka lagi bicara serius jadi tolong jangan ganggu pembicaraan mereka. Jangan ganggu mereka dulu. apa kamu tahu" gumam Vina kesal.


"Emangnya apa yang akan mereka bicarakan?" tanya Al yang penasaran.


"Aku juga tidak tahu" ucap Vina, yang tiba-tiba terdiam saat gadis itu dan Manda memanggil nama Vino. Apa yang di maksud adalah Vino yang biasa dengannya. Dan selalu menghiburnya itu.


"Biarkan aku masuk" ucap Al yang terus ingin masumk ke dlaam bertemu dengan Kesha.


Vina uang kesal mendorong tubuh albert hingga terpental ke mobil. "Kenapa kamu jagat banget drngan aku" ucap Vina.


"jahat gimana?" tanya Vino.


~


di balik ruang ganti, Manda masih bertanya dengan apa yang ia ingin ketahuan. "Sha, apa kamu tidak tahu kondisi orang tua kamu di rumah" ucap Manda.

__ADS_1


"Belum tahu, sekarang aku hanya bisa duduk sendiri mencari yang. " ucap Aron.


"baiklah aku gak mau mamu legang obat syang" ucap Aron, yang langsung melepaska tangan Manda dan kembali menatap ke arah Aron sejenak.


__ADS_2