
Manda terdiam, ia membalikkan tubuhnya, agar Aron tak melihat leuk tubuhnya di balik air.
"Jangan melihatku"ucap Manda. Ia masih menutupi tubuhnya dengan ke dua tangannya.
"Kamu aneh, kita sudah saling tahu kanapa kamu harus malu"bisik Aron. "Aku itu suami kamu, jadi gak perlu lagi menutipi ini dengan suamimu,lagian juga kewajiban kamu bahagiakan suami kamu dengan kahangatan" bisik Aron membuat Manda terbelalak seketika.
Benar juga sih apa kata dia, tapi ia sekarang masih belum siap, apa lagi kandungan masih 2 bulan. Ia takut kenapa-napa nantinya.
Melihat Manda yang terus dia menundukkan wajahnya, Aron mendekatkan tubuhnya tepat di belakang Manda. Mendekap erat tubuh Manda. Dengan dagu menyandar pada pundak Manda. "Tenanglah, bukannya kamu juga merasa nyaman seperti ini, sudahlah jangan bohongi aku dengan sifatnya yang malu-malu" pungkas Aron, ia menyandarkan dagunya semakin erat ke pundak Manda. Dengan tangan masih merengkuh erat tubuh mungilnya.
Manda hanya bisa diam kali ini, kenapa aku tidak bisa menolaknya, aku gak mau berhubungan dulu sebelum si kecil keluar nantinya, terus sekarang gimana cara aku nolaknya, dekapannya sangat nyaman, ku tidak bisa menolaknya. Semakin menolak semakin aku menginginkan, gerutu Manda dalam hati.
"Kenapa kamu diam?" bisik Aron tepat di telinga kanan Manda, hingga bibirnya menyentuh telinga Manda, dan desiran napas berat Aron semakin membuatnya tK bisa menahan. Aron sepertinya sengaja membuat dia tergoda dengannya kali ini.
Aron menyilakan rambut panjang Manda ke kiri yang menutupi leher belakangnya. Sebuah kecupan lembut menjulur ke leher manda. Terasa helaian rambut tipis belakang lehernya, Manda terdiam menahan geli yang ia rasakan.
Aron tersenyum tipis, mslihat Manda ke dua tangannya menggenggam erat di bawah air. Ia mencoba menahan gejolak hasrat dalam tubuhnya. "Benar-benar wanita aneh, kalau mau bilang saja, ku akan kasih itu secara cuma-cuma gak kayak gini"batin Aron terus menatap Manda.
Aron melanjutkan kecupannya lagi, ia mengecup leher Manda lembut dengan memainkan sedikit, meninggalkan bekas biru di sana. Manda sepertinya menikmatinya, ia terlihat menahan desahan yang ingin keluar tapi mulutnya ia tutup dengan telapak tangannya, menvegah deahan itu keluar dadi mulutnya.
Melihat tak ada penolakan sama sekali dari Manda. Ya, meskipun dia tu sekarang lagi menahan keinginannya. Tapi ia tahu apa yang ada dalam hati Manda. Dengan segera Aron membalik tubuh Manda. Sebuah olahraga tubuh mereka lakukan dalam air.
Meski dalam bathup tak menghalangi niat Aron, akhirnya ia bisa dapat jatah juga dari Manda. Ya, meskipun harus dengan cara halus dulu bila ingin mendapatkannya. Jika tetus Basa-basi saja membuatnya malah semakin geram. Pikiran Manda tak bisa menjangkau itu. Dia malah tak tahu apa maksudnya.
__ADS_1
Permainan Aron membuat Air dalam bathup tumpah berserakan ke lantai kamar Mandi. Manda menikmatinya meski sempat ia menolak tadi, tapi tubuhnya menginginkan Aron, dekapannya, belaiannya, kasih sayangnya, ia meskipun kadang suka ngambek. Tapi itu hanya kejahilan Manda semata.
"Makasih sayang"ucap aron, mengecup kening Manda. Yang penuh dengan percikan air, di wajahnya.
Manda masih diam, ia mengatur napasnya yang masih ngos-ngosan. Permainan Aron kali ini membuatnya lelah lagi.
Aron memeluk tubuh Manda, dengan badan bersandar dalam bathup. "Ap kamu mau minta lagi" tanya Manda, menoleh ke arah Aron tepat di belakangnya.
"Enggak, kasihan kamu merasa sudah lelah hari ini"ucap Aron membuat Manda menarik napas lega.
Aku kira dia bakalan minta lagi, padahal aku tadi mau nolak jika seandainya minta lagi, tapi ternyata dia tahu juga kalau aku capek. Lagian ibu mengandung seperti ku bermain sebentar rasanya badanku sakit semua, gerutu Manda.
"Selalu saja diam lagi" Ucap Aron, menggoyangkan tubuh Manda dalm dekapannya di dalam bathup. Seakan. Mereka benar-benar betah berada dalam bathup kamar mandi itu.
Hampir 1 jam berlalu, mereka yang masih berendam dalam bathup dengan tubuh terus berpelukan memandang ke arah lautan, dan sesekali Aron bercerita atau bertanya pada istrinya. Saat ia menikah ia tidak pernah saking cerita pada istrinya. Bahkan dia menyembunyikan semua hal tentang dia dalam-dalam. Dan termasuk juga Manda. Ia juga tak pernah tahu apa yang ada dalam pikiran Manda.
"Syang" sapa Aron lirih, di telinga manda, mereka duduk sejajar menatap pemandangan laut di depannya.
"Ada apa?" Tanya Manda cuek.
"Gak papa aku merasa aneh saja padamu" ucap Aron. Manda menoleh seketika ke arah Aron. "Aneh apa maksud kamu?" Tanya Manda dengan nada kesalnya.
"Aneh karena kamu terlalu gemesin, membuatku tak bisa berhenti memikirkanmu"Aron ternyata benar-benar jagi ngegombal hari ini.
__ADS_1
"Apaan sih, pasti ada maunya nih, pakai gombalan basi segala" ucap Manda, wajahnya mulai memerah terbawa gombalan Aron.
Di gombalin eh malah di kira ada maksud, padahal itu gombalan kenyataan dalam hatiku manda!!, gerutu Aron dalam hati memandang wajah cantik Manda dengan rambut yang sudah basah terlihat lembek panjang sepunggung, dan pandangan terus terarah pada luasnya pantai di depannya.
"Oya, gimana kalau kita main gunting batu kertas" ucap Manda memecahkan keheningan di antara mereka.
Tapi apa yang di bilang Manda permainan itu membuat Aron terdiam, dia sudah tua di suruh anak kecil seperti dia main begituan, benar-benar tidak masuk akal. Apa jadinya muka aku yang terlihat dingin cuek nanti jika mereka tahu aku bermain seperti itu, pada istriku, tak bisa membayangkan ekspresi wajah tertawa mereka saat melihat bossnya benar-benar kembali seperti anak kecil.
"Kenapa kamu diam?, gak mau ya?" Tanya Manda, memiringkan kepalanya menatap Aron yeng terlihat terus menunduk.
"Eh.. iya sayang. " ucap Aron.
"Bukanya kamu tadi mau cerita semua masalah kamu?" Ucap Manda, kali ini duduk menatap Aron.
"Nanti saja, sekarang kita cepat keluar. Aku ada keperluan sebentar nantinya" gumam Aron. Beranjak berdiri, Manda melihat jelas tubuh Aron kali ini di depan matanya. Dulu yang sempat menolak kini ia memganggumi tubuh Aron. Membuatnya memisan seketika.
"Manda kenapa dengan bidungmu" Tanya Aron. Menatap aneh pada Manda, bukannya kasihan tapi ia melihat manda seperti itu tersenyum tipis.
Manda menutup hidungnya seketika, gak apa-apa cuma, lagi mimisan, eh tapi jangan pikir aneh-aneh ya. Aku memang gini kalau kelamaan berendam" Ucap Manda. Ia benar-benar tak ahli dalam bidang berbohong.
Aron tersenyum tipis, Ia tahu apa alasan Manda sebenarnya bukan itu, tapi ia malu ungkapinnya. Tapi nanti kamu juga gak bakalan malu lagi, malah makin malu-maluin, batin Aron.
Aron meraih handuk di depannya dan segera membalut menutupi tubuhnya, "Cepat keluar keburu air ini oenuh dengan mimisanmu" Ucap Aron mencoba menghoda Manda. Ia mengusap lembut kepala Manda dan beranjak pergi.
__ADS_1
Melihat Aron sudha pergi, manda merasa lega. "Hah.... Manda kenapa kamu malu-maluin sih"manda memukul-mukul pelan kepalanya sendiri.
"Wajahku benar-banar sangat malu kali ini, mau ditaruh mana nih wajahku nanti jika berhadapan dengan Aron lagi nantinya.