Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Ke pantai


__ADS_3

"Aron segera mencari Manda "Bukannya tadi dia di sini tapi kenapa dia gak ada" gumam Aron.


"Wah enak nih syang"Dengan segera Manda meraih Es cream itu mejilatnya perlahan menikmati rasanya.


"Aku boleh minta?" Aron duduk di samping Manda.


"Mau?" ucap Manda.


"Iya"Ucap Aron antusias.


"Tunggu sampai habis dulu, lagian itu kamu punya sesuatu di belakang kamu."gumam Manda melirik di balik punggung Aron.


"Itu kan beli 2 porsi tapi gak bilang-bilang. kenapa mau punya aku. Kalau gitu itu buwat aku juga ya"ucap Manda.


ia berjalan mondar mandir menerobos kerumunan pengunjung air mancur itu. Manda tak ada di sana. Wajah yang semula sangat ceria, berubah menjadi Khawatir.


"Di mana dia?" tanya Aron dalam hatinya, ia tak bisa berhenti lama menunggu Manda datang.


dua tangan lembut tiba-tiba menutupi matanya, "Kamu siapa?" tanya Aron memegang tangan yang begitu lembut dan halus menutipi mata bulatnya.


"Coba tebak aku siapa?" bisik wanita di belakangnya.


"Siapa?" tanya Aron kesal.


"Tebak dulu siapa?" ucap Wanita itu.


"Udah deh sayang, aku tahu itu kamu"Ucap Aron melepaskan tangan Manda , Mamda langsung memeluk tubuh Aron dari belakang, "Kamu cari aku ya?" tanya Manda.


"Kamu dari mana saja?" ucap Aron menarik tangan Manda, ia membalikan bandanya menatap istrinya itu di depannya.


Manda meraih Es cream di tangan Aron dan duduk di pinggiran air mancur.


"Aku tadi lagi cari toilet"Gumam Manda, menjilati es cream itu dengan lahapnya.


"Boleh minta? kamu kan sudah aku kasih satu tadi" tanya Aron.


"Minta ini?" Manda mengerutkan keningnya. "Bukannya kamu sudah punya sendiri ya" Lanjutnya.


Aron mengerutkan keningnya, "Maksud kamu?"tanya Aron, di balas dengan lirikan tertuju pada milik Aron.


"kamu sudha mulai nakal ya"Goda Aron mecubit hidung Manda.


"Sakit tahu"ucap Manda manja, mengerutkan bibirnya.


"Coba tu lihat di sana ada apa?" tanya Aron, menunjuk ke atas.


"Di mana?" Aron memakan ujung Es cream Manda.


"Ih Syang kenapa kamu makan punya aku"Manda terlihat kesal.


"Lagian dari tadi kamu makan semdiri aku gak di kasih,"ucap Aron. Melihat wajah Aron yang terlihat panik dia marah dengannya. Ia mencolek lelehan es cream itu, mengusap ke ujung hidung mancung Aron.


"Kamu mulai jahil ya sekarang"ucap Aron dengan tatapan jahilnya, ia membalas mengusap es cream ke wajah Manda. lalu menggelitik pinggang mungil manda.


"Kok banyak sih, awas saja aku balas"gumam Manda mengusap semua wajah Aron dengan es cream.

__ADS_1


Bercanda berdua di tengah keramaian pengunjung tak membuat mereka malu. Ia menyuruh seseorang mengabadikan momen mereka dengan cameranya, tanpa rasa malu Aron memanggil seorang pasangan yang terlihat membawa camera polaroid, untuk berfoto di sana, bahkan bisa langsung cetak jadi.


Berbagai pose mereka lakukan hingga berkali kali tanpa rasa malu menunjukan kemesraan mereka, saat Aron mengecup pipi Manda memeluknya, saat mereka tertawa bersama, saling jahil, semua moment itu sudah ke potret, tanpa malu pada pasangan yang ia mintai tolong itu.


"Kalian sangat romantis"gumam pasangan wanitanya.


"Ini foto kalian sudah jadi"ucap pasangan itu.


"Tinggalkan nomor telfon aku, nanti hubungi aku berapa yang perlu aku bayar"Ucap Aron.


"Gak usah, kita sama-sama pasangan istri baru. Jadi aku mengerti dan bagi-bagi foto gratis"


"Bagaimana kalian tahu kita pasangan baru" ucap Aron kini menatap bingung.


"Terlihat dari cara kalian bermesraan tanoa canggung lagi di depan umum, meskipun saling berciuman, saling jahil"


Aron terdiam, kini bukannya ia tidak percaya dengan lelaki itu. Entah kenapa ia merasa sangat aneh kali ini. Lelaki itu nampak sangat mencurigakan bahkan dia memggunaka masker, tanpa melihatkan wajahnya. Dan pacarnya juga tidak protes sama sekali.


"Syang ada apa?" tanya Manda menepuk pundak Aron, yang dari tadi melamun.


"Eh.. gak ada apa-apa syang. Di mana laki-laki tadi"tanya Aron.


"Emangnya kenapa? Baru saja dia pamit untuk pergi"tanya Manda menatap aneh pada Aron.


Aron melihat jam tangannya, menunjukan pukul 20.00.


" Gak ada apa-apa, udah yuk kita balik ke hotel atau jalan-jalan ke pantai dulu."tanya Aron.


"Jalan-jalan dulu ya"Manda langsung antusias mendengar kata jalan-jalan. Meski tanpa ada Vino dan kesha bersamanya.


"Baiklah, tapi pulang jangan malam-malam ya. Kamu lagi hamil syang harus jaga kesehatan"ucap Aron mengingatkan.


"Hai kalian di sini ternyata, kita dari tadi cari kalian di dalam kamar gak ada. Ini dompet dan ponsel kamu ketinggalan di kamar ya. Tadi ada telfon aku anggkat"Saut Vino yang tiba-tiba datang bersama Kesha, entah dari mana arahnya. Mereka muncul di depannya begitu saja.


Aron menatap ke arah Vino, memberi kode adanya. Agar tidak membicarakan soal telfon itu pada Manda.


"Emangnya telfon apa sih syang" gumam Manda bertanya pada Aron.


"Oo mungkin Vino ituu angkat telfon dari manajer aku soal pejerjaan.


"Oo ya sudah"


"kalian mau kamana lagi, kita kan pergi jalan-jalan. Tadi mau bawa mobil kakak tapi gak tau kincinya di mana. Jadi mumpung sekarang aku lagi pinjam mobil Angela untuk berkeliling negara roma ini.


"Udah ayo syang kita ikut mereka," Ucap Manda menarik tangan Lian yin mengikuti langkah Vino.


"Kita mau kemana?" tanya Vino.


"Ke pantai" ucap Manda dan Kesha kompak.


"Wah kenapa kita bicaranya kompak gini?" ucap Manda.


"He. he. kita sehati sama-sama mau ke pantai"


"Baiklah, segera meluncur ke sana"gumam Vino

__ADS_1


"Akhirnya sampai juga, pemandangan yang begitu indah"Kesha dan Manda berlari menuu ke pinggir pantai, bermain dengan desiran lembut ombak pantai.


"Aaahhh...."Teriak Manda meluapkan rasa bahagianya di sana.


Aron dan Vino berjalan mendekati mereka namun bukannya ikut main, ia hanya duduk di hamparan pasir putih.


"Kenapa kalian duduk sih?" Manda dan Kesha menarik pasanganya masing-masing dan mengajak mereka bermain air laut. hebusan ombak semakin membasahi celana mereka.


Vino tak mau melewatkan moment yang bahagian itu, ia memanggil pasangan yang melintas di sampingnya untuk membantunya mengambil beberapa foto mereka dengan berbagai pose.


"Udah aku capek" ucap Manda beranjak duduk.


Kesha dan Vino sibuk bercanda sendiri bermain ombak.


"Kenapa udah duduk.syang"tanya Aron duduk di sampingnya.


"Capek, apa kamu mau pijiti aku"ucap Manda.


"Kalau pijiti ya di kamar syang, masak. mau pijit di sini"goda Aron.


"Selalu deh pikirannya mulai mesum lagi"gumam Manda.


"Permisi tuan" Manda dan Aron menoleh kompak. "Mau beli lampionnya, siapa tahu mau menuliskan sebuah permintaan" saoa seorang penjual yang menawarkan dagangannya.


"Boleh-boleh berapa harganya" Tanya Manda sangat antusia.


"100rb nyonya" Manda segera meraih uang di dalam sakunya.


"Kamu punya uang?"tanya Aron nampak bingung.


"Ada dikit"gumam Manda segera mengelurkan uang itu pada penjual.


"Boleh pinjam bolpoin"gumam Manda.


"Ini bolpoin sama kertasnya, semoga hubungan kalian semakin langgeng"ucap Penjual itu dan segera beranjak pergi meninggalkan Aron dan Manda.


"Syang kamu dapat uang dari mana?"tanya Aron yang masih penasaran.


"Ada uang tergeletak tadi di ranjang jadi aku ambil"gumamnya.


"Kenapa gak ambil sekalian di dompet, di situ juga uang kamu jadi kamu mau minta berapapun buwat beli apa yang kamu inginkan. termasuk barang-barang branded aku juga tidak melarangnya."Ucap Aron.


"Aku gak butuh seprti istri sosialita lainnya, aku gak mau barang-barang mewah apapun. Yang aku hanya ingin itu cinta kamu masih tetap sama padaku"gumam Manda, di balas dengan tatapan cinta oleh Aron.


"Aku sangat beruntung dapat istri seperti kamu, kamu itu tidak banyak menuntut. Bahkan tiap bulan juga tidak minta jatah bulanan. Tapi meskipun begitu aku harus membahagiaakan istri aku, Kalau kamu pulang nanti aku banyak kejutan buwat kamu"ucap Aron.


"Kejutan apa?" tanya Manda mulai penasaran.


"Nanti kamu juga akan tahu jika sudah sampai rumah, semua sudah aku siapkan saat kita pergi"ucap Aron.


"Jadi kamu beberapa hari ini sering pegang ponsel itu lagi merencanakan sesuatu" tanya Manda, meski ia merasa lega, ternyata Aron tidak berhubungan dengan wanita lain. Ia kira selama ini Aron bermain chat dengan seorang wanita ternyata bukan.


"Iya,aku menghubungi manajer aku untuk menyiapkan semuanya, di bantu dengan para pelayan"ucap Aron. "Apa kita gak beli perlengkapan bayi sekalian"tanya Aron.


"Jangan dulu syang lagian kita belum tahu ini laki-laki apa perempuan."ucap Manda.

__ADS_1


Aron duduk di hamparan pasir di iringi desiran ombak malam.


__ADS_2