
"Syang sekarang kamu mau makan apa?" tanya Aron.
Hari sudah menjelang malam pulang dari kantornya, baby Duke sudah tidur di kursi belakang mobilnya.
"Makan di rumah saja syang, aku mau masakin buat kamu"ucap Manda.
"Ya, sudah. Baby Duke di belikan makan apa syang?"tanya Aron.
"Terserah syang, belikan makanan ringan saja, atau buah-buahan atau beli stok cemilan dan sayuran dulu saja syang"ucap Manda.
"Baiklah, tapi apa kamu gak takut gendut syang?" tanya Aron, yang hanya bisa menggelengkan kepala dengan Manda yang semakin hari semakin banyak makannya.
"Emangnya kalau aku gemuk gimana?" tanya Manda.
"Gak gimana-gimana syang" gumam Aron, mengusap kepala istrinya itu.
"terus kenapa tanya gitu, lagian kalau aku gemuk apa kamu gak suka dengaku?" tanya Manda, menatap ke arah Aron.
"Meskipun kamu gemuk juga aku tetap syang dengan kamu, kamu istriku sekarang dan selamanya. Gak ada kata gak suka, meskipun fisik kamu berubah, dan cintaku juga tidak akan pernah berubah seperti fisik kita nantinya"gumam Aron, melirik ke arah Manda, tersenyum tipis.
Manda hanya tersenyum malu mendengar ucapan Aron membuat wajahnya seketika memerah, ia hanya diam menatap ke arah Aron.
"Syang berhenti, itu di depan supermarketnya."gumam manda.
"Oo.. iya aku lupa"ucap Aron.
Baby Duke yang pura-pura tidur hanya tersenyum tipis saat melihat ke dua orang tuanya saling bermesraan.
"Mama" panggi Duke.
"Kamu sudah bangun?" tanya Manda.
"Beli es cream ya ma" ucap Duke.
"Iya syang nanti mama belikan, kamu sama ayah kamu saja ya"ucap manda.
"Iya ma" ucap Duke.
"Kau belanja dulu, kamu di sini saja sama Duke. Lagian tangan kamu masih sakit, dan juga gak bisa bantuin aku bawa belanjaan aku nantinya"gumam Manda.
Manda berjalan ringan masuk ke dalam supermarket itu. ia segera membeli beberapa makanan. Dan peralatan kuliah yang ia buat untuk bulan depan.
Hampir satu jam belanja di dalam, manda segera ke kasir, ia terdiam menatap wajah penjaga kasir itu sangat familiar di matanya. Meski tertutut tapi matanya seakan ia kenal dengannya.
__ADS_1
"Kesha?" tanya Manda.
Wanita penjaga kasir itu menggunakan masker, dan ia terus menunduk tanpa menatap ke arah Manda seolah dia menyembunyikan identitasnya dari Manda. Dan name takenya juga di tutupi.
"Maaf anda salah orang"ucap penjaga kasir itu.
"Boleh lepaskan masker kamu"ucap Manda, ia yakin jika itu Kesha.
"Maaf, saya lagi sakit gak bisa buka masker"ucap penjaga itu. "Ini total 550 rb."ucap penjaga kasir itu.
"Oo.. baiklah, ini uangnya"ucap manda.
"iya, uangnya pas ya bu. Makasih"ucap penjaga itu tanpa menayap ke arah Manda.
Aku yakin jika itu kesha tapi kenapa dia di sini, dan kenapa dia bekerja. Bukannya dia orang kaya, saat pertama aku tinggal di rumahnya saja. Sangat megah, menunjukan jika dia orang kaya. Dan apa dia sudah menikah dengan Vino, gumam Manda dalam hatinya. Ia terus menggerutu di setiap langkah menuju ke mobilnya.
"Ayo syang udah" ucap manda yang masuk ke dalam mobil.
Aron melotot seketika saat melihat barang belanjaan Manda yang begitu banyaknya. "Syang kenapa banyak banget"ucap Aron.
"Buat stok syang" ucap Manda tersenyum tipis.
"Ya, stok.satu bulan ini syang"ucap Manda.
"Ayo syang, kasihan baby Duke sudah ngantuk. Dia udah tidur lagi"ucap Manda.
"Baru saja tidur lagi syabg"ucap Aron, yang mulai menjalankan mobilnya.
----000----
Sampai di rumah Manda langsung menggengdong baby Duke untuk tidur di kamarnya. Ia sekarang baby Duke sudah tidur sendiri. Katanya memang ia ingin tidur sendiri.
"Huuff syang aku capek"ucap Aron membaringkan tubuhnya di ranjang. Merengtangkan ke dua tangannya hingga memenuhi ranjangnya
"Mandi dulu syang baru tidur"ucap Manda yang mulai duduk di ranjangnya.
"Bentar syang, masih capek"gumam Aron. "Tapi kalau mandi berdua gak capek syang"gumam Aron.
"Selalu begitu, kamu ini syang gemesin deh"gumam Manda.
"Aku mau mandi dulu syang"ucap Manda.
"Ikut!"ucap Aron yang lansung bangkit, memegang tangan Manda, mencegahnya pergi ke kamar mandi lebih dulu.
__ADS_1
"Gak mau!"ucap Manda.
Aron memeluk tubuh Manda dari belakang, menggoyangkan mesra, ia menempelkan pipi kanannya di pipi kiri Manda. Dengan kecupan mesra di pipi manda.
"Boleh ya syang"tanya Aron, berbisik lembut di telinga Manda, hingga hembusan napas berat Aron terasa di telinganya.
"Gak mau"ucap Manda tegas.
"Kalau gak mau, aku akan terus peluk kamu seperti ini, dan bikin kamu sampai mau"ucap Aron, dengan jemari mengusap lembut wajah Manda.
"Apa sih syang, kamu kan bisa mandi sendiri"ucap Manda.
"Aku maunya berendam sama kamu"ucap Aron, merasa manda sangat lama, jari tangannya masih sangat lihainya, ia melepaskan helaian kain yang menempel di tubuh Manda dengan cepat.
"Syang apa yang kamu lakukan?" tanya Manda memegang tangan Aron.
"Udah syang, jangan nolak ya"ucap Aron, menutup mulut Manda dengan telunjuk tangannya.
Manda hanya diam, tak bisa kenolak lagi ajakan suaminya itu.
Aron mengangkat tubuh Manda, menggendongnya ke dalam kamar mandi. Ia meletakkan tubuh Manda dalam bathup yang sudah penuh dengan air.
"Aku hanya ingin mandi berdua tapi kenapa kamu selalu menolak syang"ucap Aron mendekatkan wajahnya ke arah Manda.
"Siapa yang nolak"
"Kamu, siapa lagi?" gumam Aron. Yang mulai melepaskan helaian benang yang menempel di tubuhnya.
Manda tersenyum tipis, menarik tangan Aron, hingga wajah Aron sangat dekat dengan Manda. Sebuah kecupan tiba-tiba membuat Aron terkejut. Baru kali ini Manda mau menciumnnya lagi, bahkan ciumannya semakin dalam.
Tanpa melepaskan ciuaman bibir Manda, Aron berendam dalam bathup bersama dengan Manda. Ciuman semakin lama semakin dalam dan saling membalas satu sama lain, Aron memeluk tubuh Manda dengan tangan kanan kenyangga kepalanya, dan Manda memeluk mesra tubuh Aron.
"Syang, kita buat adik buat Duke, mau gak?" tanya Aron melepaskan ciumanya.
"Gak mau syang, anak kita baru 2 tahu oebih berapa bulan, udah mau hiat anak lagi"gumam Manda, menyadarkan punggungnya di bathup.
"Ya, gak aap-apa syang, biar jarak umurnya gak terlalu jauh"ucap Aron, duduk di samping Manda, erengkuh pundaknya.
"Gak syang"ucap Manda.
Jamari tangan Aron mulai jahil dengan Manda. Ia berjalan berkeliaran memegang milik Manda berada dalam rendaman air dalam bathup.
"Syang apa yang kamu lakukan sakit"ucap manda. melepaskan tangan Aron.
__ADS_1
"Sakit gimana syang? Enak kok kalau sudah bisa berpengalaman dengan mudah"ucap Aron.