Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Kejujuran Aron


__ADS_3

1 bulan kemudian.


Hari ini manda akan periksa kandungan lagi untuk yang terakhir, ia sudah gak mau periksa lagi. Lagian menurut dia kondisinya baik-baik saja.


Dan selama satu bulan Aron selalu memeperlakukan dengan baik, kemanapun ia pergi selalu di dorong dengan kursi roda, karena ia terlalu panik jika Manda kecapekkan. Bahkan Aron melarang Manda terlalu banyak jalan. Padahal jalan-jalan itu baik untuk bayi dan ibunya. Tapi malah Aron yang terlalu over, semua ia larang, dan Manda harus menurut padanya. Apalagi di usia kandungan sudah 8 bulan ia benar-venar tidak bis atinggal diam jika Manda tidak bisa menurut apa katanya.


Manda yang sudah periksa kehamilan, ia beranjak pulang. Hari ini ia merasa sangat bahagia bisa melihat wajah anaknya lagi tadi. Dan terlihat jelas, anak yang sangat tampan seperti papanya.


Dan Aron juga tak berhenti mengusap perut Manda merayakan kebahagiaan, karena anaknya sehat dan tidak kenapa-napa. Perjuangan sudah mereka lalui bersama, hingga melepaskan perusahaan, pindah rumah, dan hidup bersama kalurga kecilnya nanti.


Dan Kesha serta Vino, juga masih belum menghubungi Manda dan Aron, entah mereka memang sengaja pergi atau kemana, Manda dan Aron juga seakan lupa dengan mereka. Karena kebahagiaan yang sebentar lagi akan ada mendampingi mereka.


Soal penyakit Aron, Dia juga belum jujur pada Manda. Bahkan Manda tidak pernah mengetahui perubahan suaminya itu. Dia sering pergi ke rumah sakit untuk check up tanpa ketahuan Manda.


Memang sekarang kadang sering kambuh, ia tak mau penyakitnya jadi penghalang antara dia dan anaknya nanti.


----000---


Aron mendorong Manda dengan kursi roda keluar dari rumah sakit, menuju ke mobilnya.


"Syang, aku mau makan buah-buahan"ucap Manda.


"Makan buah apa syang?" tanya Aron.


"Apa saja, ku mau belanja buah-buahan hari ini"gumam Manda.


"Baiklah, ucap Aron, mengecup pipi istrinya itu.


"Selalu cium aku tiba-tiba gitu"ucap Manda.


"Ya, emangnya kalau mau cium kamu itu harus bilang dulu, lagian kamu kan istri aku syang, terserah aku kapan saja memberi kecupan cinta pada kamu"ucap Aron.


"Baiklah, oya syang, gimana kerjaan di kantor?" tanya Manda, yang tiba-tiba tanya pekerjaan di kantor Aron.


"Banyak hal yang di kerjakan syang, tapi beberapa hari ini aku akan selalu ada buat kamu syang, anak kita juga gak tahu mau lahiran kapan, kadang juga prediksi dari dokter meleset."ucap Aron.


"Iya, aku juga maunya lahiran nanti, di temani kamu syang, jangan pergi keluar kota ya"ucap Manda.


"Enggaklah syang"ucap Aron.


"Syang, aku boleh tanya?" ucap Manda ragu-ragu.


"Tanya apa?" ucap Aron, melirik ke arah Manda, dengan mata masih fokus dengan jalan di depannya.


"Nanti saja saat kamu di rumah, kita langsung pulang saja syang"ucap Manda.


"Ini baru jam 2 siang syang, kamu mau pulang?" tanya Aron.

__ADS_1


"Benar gak jadi minta buah"tanya Aron.


Manda yang memang ingin banget buah tidak bisa di tahan lagi. "Emm ya udah deh"gumam Manda.


Dengan segera Aron mengantar Manda ke supermarket untuk mencari buah segar sana, maunya yang hanya belanja buah Manda semakin belanja banyak membeli beberapa snack, dan bahan makanan, yang memang sebenarnya masih banyak stok di rumah.


"Kenapa belanja banyak banget syang?" tanya Aron, mengusap dadanya.


"ya, kalau aku lapar bisa makan ini syang"ucap Manda.


"Ya, sudah terserah kamu kalau gitu"ucap Aron. Ia tidak bisa menolak apa keinginan istrinya itu.


Hanya belanja heberapa saja menghabiskan waktu sampai jam 18.00 malam, Mereka segera balik ke rumah, dan tak lupa selalu mampir pergi ke restaurant untuk makan malam. Sekalian karena Aron tak mau Manda masak lagi.


Sampai di rumah Manda berjalan lebih dulu ke kamarnya, dengan wajah namoak anrh, dan selalu menunduk seraya ada pikiran yang mengganggunya.


"Syang kenapa dari tadi hanya cemberit terus"ucap Aron, yang duduk di ranjang samping Manda.


"Siapa nama Kiki yang kirim pesan ke kamu kemarin?" tanya Manda.


"Kiki?" Aron mencoba mengingat siapa nama kiki di ponselnya.


"Oo. aku ingat Kiki itu manajer baru aku di sini."ucap Aron.


"Oo.. Mamajer baru kamu perempuan sekarang?" Tanya Manda.


"Nebak saja, dan kenapa dia kirim pesan tanya kamu di mana segala"ucap Manda jutek.


Aron teranyum, melihat istrinya cemburu. Lagian baru kali ini melihat Manda cemburu seperti itu. Lagian dia dulu gak pernah dekat dengan wanita, dan baru dekat dengan wanita manajernya seniri, dan padahala tidak ada hubungan sama sekali dengannya.


"Kamu kenapa syang? Cemburu ya?"tanya Aron menatap sekilas ke arah Manda.


"Ya, pikir sendiri. Aku tanya jawab dulu"ucap Manda.


"Dia mau memberiku berkas untuk di selesaikan besok, karena dia tidak bisa masuk kerja besok syang, karena anaknya sakit"ucap Aron.


"Oo.. dia punya anak?" tanya Manda.


"Iya, syang. Tapi kasihan suaminya pergi meninggalkan dia dan anaknya"ucap Aron.


"Terus kamu?" tanya Manda


"Aku kenapa?" tanya Aron bingung dengan pertanyaan Manda.


"Apa hubungannya dengan kamu?" tanya Manda semakin kesal di buatnya.


"Apa kamu gak kasihan syang?" tanya Aron.

__ADS_1


"Ya, kasihan syang. Tapi kelihatanya kamu dekat sekali dengan dia." ucap manda mengerutkan bibirnya.


"Aku gak dekat dengannya. Hanya saja aku kasihan dengannya. Lagian anaknya juga masih kecil syang. Dan jangan sampai aku seperti itu ya syang"ucap Aron menguspa rambut Manda dari belakang.


"Ya, gak boleh, emang kamu tega ninggalin aku dan anak kita"ucap Manda.


Aron memegang ke dua pipi Manda, mengusapnya lembut.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu syang?" tanya Aron, merapikan helaian rambut yang menggelantung di pelipis Manda, ke belakang telingannya.


"Entahlah, seakn aku ingin bertanya hal itu, aku juga takut kamu meninggalkan aku dan anak kita, ku gak mau kisah aku berujung seperti wanita itu"ucap Manda, menundukkan kepalanya.


"Tataplah mataku, aku ingin bicara dengan mu syang"ucap Aron.


Manda mengangkat kepalanya tegap menatap ke arah Aron, tatapan penuh cinta dari suaminya sekaan menusuk dalam hati.


Aron menarik kepala belakang Manda, mengecup bibirnya lembut, dan di balas dengan lembut oleh Manda. ciuman yang semakin dalam.


"Syang, ada hal yang ingin aku tanyakan" ucap Manda yang tiba-tiba mendorong tubuh Aron.


"Ada apa lagi? Soal wanita tadi?" tanya Aron.


"Bukan!"ucap Manda.


"Terus soal apa?" tanya Aron, semakin penasaran.


"Obat di laci milik siapa?" tanya Manda, yang tiba-tiba teringat tentang ibat di laci yang ia temukan tadi pagi, saat ia membuka laci yang gak pernah ia buka sebelumnya.


Aron terdiam seketika, pikirannya berkecamuk saat Manda mulai bilang tentang obat di laci, apa dia mengetahuinya. Sejak kapan dia tahu obatku di laci, ia terus bergumam dalam hati.


Aron menarik napas menahan sejenak, lalu mengeluarkan perlahan. Ia menuntun Manda untuk pindah duduk di sofa. Kali ini Aron ingin jujur dengan Manda tentang penyakit yang di deritanya. Sebenarnya dulu ia bisa sembuh jika di tangani dengan tepat oleh dokter. Tapi itu itu dulu, entah sekarang penyakitnya semakin lama semakin parah, membuat ia tak bisa terus-terusan menyembunyikan ini pada Manda.


Aron ingin mengungkap semuanya pada Manda. "Aku mohon jangan panik, jangan khawatir, dan tetaplah tenang. Aku akan ceritakan semuanya"ucap Aron, memegang ke dua bahu Manda.


Hati manda merasa sangat sesak, saat Aron berkata seperti itu, sekana ada hal serius yang ia akan bicarakan. Bahkan ia semnbunyikan sejak lama.


"Aku sakit kangker lambung, dan sakitnya seakan menjalar ke seluruh tubuh."ucap Aron.


Manda terdiam seketika, ia melebarkan matanya tak percaya, tanpa bisa berkata apa-apa lagi. Dia benar-benar tidak menyangka suaminya sakit kangker, yang bisa di bilang sangat mematikan, meski Manda tidak tahu penyakitnya seperti apa tapi ia hanya tahu jika penyakit kangker adalah penyakit yang mematikan.


Butiran air mata menetes di pipi Manda, ia tidak bisa menahan semua kesedihan yang ia alami, di saat hamil ia harus mendengar kabar hang buruk, dan bentar lagi anaknya juga akan lahir. Dan entah Aron akan masih etap menjaganya dan hidup bahagia bersama atau tidak.


"Apa yang kamu bilang"tanya Manda, dengan tangisan hinga sesegukan.


"Kamu benar-benar jahat, kenapa selama ini aku sembunyikan itu semua dariku, kenapa kamu tidak pernah memberi tahuku? apa aku tidak berhak tahu semua tentang kamu. Kenapa kamu membuatku kecewa kenapa"ucap Manda yang terus memukuli dada bidang Aron. Ia yidak bisa terima suaminya punya riwayat penyakit yang sangat bahaya.


Dulu Aron punya penyakit kepribadian ganda, dan menganggu sarafnya, hingga saat emosi dia benar-benar tak bisa di kontrol. Dan perlahan penyakit itu sudah sembuh berkat ketulusan cinta Manda. Yang membuat Aron bisa melawa penyakitnya Dan Sekarang ada hal lain yang lebih menyakitkan, entah penyakit itu bisa di sembuhkan atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2