Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
penyelesaian masalah


__ADS_3

"Ya sudahlah, kenapa kamu yang bingung sih dengan hubungan mereka"ucap Aron. Menarik tangan Manda untuk duduk tenang di ranjang.


"Aku gak bisa membiarkan mereka berdua terus marahan seperti itu, aku ingin menyatukan mereka kembali. Aku harus membuat mereka saling mencintai lagi"ucap Manda menjelaskan.


"Udahlah gak usah banyak ikut campur dengan urusan mereka, mereka sudah dewasa. Dan sudah bisa urus masalah cinta mereka sendiri." Jawab Aron.


"Ya sudah kalau kamu gak mau bantu mereka, biar aku sendiri saja"ucap Manda, beranjak berdiri dengan perasaan kesalnya. Ia mengerutkan bibirnya beranjak pergi.


Namun langkahnya terhenti, Aron memegang tangannya mencegah dia pergi dari sisinya. "Kamu mau kemana syang"


"Sudahlah Manda. Jangan ngambek terus seperti itu. Kamu sekarang mandi dulu. Setelah itu kita makan dan habis makan baru kita cari mereka bersama-sama" lanjut Aron.


Manda terdiam, meski ia sempat kesal dengan Aron, namun benar juga kata Aron. Perutnya juga dari tadi sangat lapar. Bahkan sudah mulai nendang-nendang minta makan tu anak di dalamnya. Ya sebenarnya belum waktunya sih nendang-nendang.


"Baiklah, tapi kamu janjin ya??" Tanya Manda membalikkan badanya, mengulurakn jari kelingkingnya ke arah Aron.


Aron berdengus kesal, sebenarnya ia tak merasa suka dengan janji-janji seperti anak kecil. "baiklah aku janji" gumam Aron terpaksa.


"Udah sekarang kamu cepat Mandi." Ucap Aron.


"Iya bentar"jawab Manda.


"Kenapa nunggu bentar sih, apa mau aku yang mandiin"ucap Aron mendekatkan wajahnya dengan tatapan menggoda.


"Ogah!!"jawab Manda langsung spontan. Ia menjauhkan wajah Aron yant terus mendekat ke wajahnya. "Jauhkan wajahmu dariku, syang.. jangan coba-coba menciumku."gumam Manda mengepalkan tangannya ke depan.


Ia segera beranjak menuju kemar mandi. Tak perdulikan Aron yang terus berpikir kotor membuat ia semakin geram.


Ia segera mengunci rapat pintu kamar mandi agar Aron tidak tiba-tiba masuk ke dalam kamar mandi nantinya.

__ADS_1


Aron hanya tersenyum, ia menatap wajah Manda yang sangat lucu saat ia marah seperti itu. Ia segera memakai baju untuk makan malam dengan Manda nantinya. Tak mau kelihatan buruk ia mencoba menggaganti penampilannya agar lebih menarik di hadapan Manda.


Lelaki itu terus bercermin di kaca, membenahi rambutnya yang masih klihatan berantakan sekalian membaut rambutnya bermodel dikit, agar terlihat lebih tampan. Hingga hampir 10 menit Aron terus menatap cermin bahkan ia tak hentinya memandang wajah tampannya. Dan terus mengagumi dirinya sendiri.


"Kamu ngapain?" Tanya Manda yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Aron menoleh seketika, ia hanya tersenyum mengedipkan mata dengan tatapan menggoda pada Manda.


"Apaan sih aneh tahu gak" ucap Manda segera melangkahkan kakinya menuju ke lemari yang tak jauh dari tempat ia berdiri sekarang.


"Apa kamu gak lihat dari penampilanku, ada yang berbeda kali ini"tanya Aron pada Manda, ia berjalan mendekati Manda. Agar wanita itu menatap wajahnya.


"Apaan sih aku mau ganti baju dulu"ucap Manda, mendorong tubuh Aron menjauh darinya.


Merasa tak di hiraukan, Aron langsung saja memeluk pinggang Manda dari belakang. Ia melepaskan balutan handuk yang menutupi tubuhnya. Namun dengan sigap tangan Manda mencegahnya. "Jangan usil"ucap Manda melepaskan pelukan Aron.


"Padahal kan aku mau bermesraan sebentar syang" ucap Aron memohon.


"Kenapa gak mau?" Tanya Aron pada Manda. " kalau begitu aku yang ambilkn gaun yang cocok buwat kamu ya, sekalian aku bantu kamu pakai gaunnya"ucap Aron. Ia benar-benar tak menyerah ingin dapat perhatian dari manda. Meski Manda terlihat ilfil melihatnya seperti itu.


"Aku bisa ganti baju sendiri"ucap Manda mendorong tubuh Aron menjauh darinya. Namun bukannya menjauh, Aron menarik tangan Manda hingga jatuh berdua di atas ranjang dengan posisi Manda di atas tubuh Aron.


Kesempatan yang bagus buwat Aron, ia merengkuh erat tubuh Manda, tak membiarakan Manda lepas dari dekapannya.


"Lepaskan aku!!" Ucap Manda terus meronta.


"Gak mau"ucapnya dengan senyum jahilnya.


"Aku mau sesuatu dulu dari kamu, baru aku lepaskan nantinya" ucap Aron.

__ADS_1


"Sesuatu apa?" Tanya Manda bingung.


Aron hanya diam mengisyaratakan dengan kedipan mata pada tubuhnya. Sontak Manda langsung melotot menatap Aron. "Jangan berbuwat aneh-aneh deh"ucap Manda.


Aron hanya menggeleng, tanpa mengucap satu katapun dari mulutnya. Membuat Manda semakin bingung, apa yang di maksud Aron ia tidak tahu.


Thing... seolah sebuah ide muncul dalam otaknya. Ia seketika mengecup lembut bibir Aron. Mendapatkan kecupan itu Aron langsung melepaskan tangannya. Ia membalikkan tubuh Manda ke bawah. Namun kedua tangan Manda meyengkah tubuh Aron agar tak mendekat dengannya. "Sudah kan!" Ucap Manda, mendorong tubuh Aron dan segera mengambil gaun dari lemari, lalu masuk ke dalam kamar Mandi lagi.


Aron terus tersenyum, tak menyangka Manda mulai mencium duluan tadi. Ciuman yang tak bisa terlupakan itu. Aku akan selalu mengenangnya.


"Manda sampai kapanpun kamu adalah istriku, setelah anak kita lahir nanti aku mau kamu menjadi istri sahku, kita akan berdua bersama selamanya. Tanpa ada lagi orang yang menganggu hubungan kita. Aku mau hidup damai bersama keluarga kecil kita"ucap Aron, dalam hatinya.


Aron berajak berdiri dari ranjangnya, ia ingin melihat suasana di luar hotel sejenak sambil menunggu Manda memakai gaun dan make up dulu. Pasti akan lama, tak mau bosan menunggu Aron berjalan keluar dari hotel. Ia melihat Kesha menangis tersedu-sedu di luar hotel duduk sendiri.


Merasa kasihan dengannya, Aron mendekati Kesha dan duduk di sampingnya. "Kamu kenapa?" Tanya Aron. Membuat Kesha terkejut.


"Kak Aron!!"ucap Kesha. Ia benar-benar tak bisa mengungkapkan semua isi hatinya pada kak Aron. Karena tak mau merepotkan  Aron dan Manda nantinya.


"Apa ada masalah dengan Vino, kalau kamu ada masalah cerita, tapi kalau kamu hak mau cerita maka aku akan pergi sebentar, kamu tetap di sini jangan kemana-mana"ucap Aron beranjak berdiri. Ia berjalan dengan langkah semakin cepat menuju kamar Vino.


"Kemana kak Aron pergi, apa dia mau manggil Manda atau Vino, tapi aku kan gak cerita ada masalah dengan Vino atau siapa kan"gumam Kesha.


Tak lama Aron datang menarik tangan Vino, mendorongnya tepat duduk di samping Kesha. "Jangan jadi pengecut, selesaikan masalah kamu sampai tuntas, jangan buwat wanita menangis. Jika kamu memang mencintai dia tunjukan jangan bersembunyi seperti pengecut"ucap Aron pada Vino, dengan nada semakin meninggi.


Kesha hanya terdiam melihat ke arah Vino, yang hanya menunduk dari tadi tanpa menatapnya maupun kak Aron.


"Kalau kamu tidak bisa menyelesaikan masalah kamu dan lebih memilih menghindar, terus kenapa kamu jatuh cinta, kanapa kamu membuat wanita juga jatuh cinta padamu jika ujungnya kamu menyakiti dia"bentak Aron.


Vino menggertakkan giginya, wajahnya sudah mulai memerah. Ia juga terlihat kesal kali ini. "Kak Aron mana tahu perasaanku, aku sudah berjuang demi dia"menunjuk ke arah Kesha. "Tapi apa balasannya dia menolakku kak, dan apa kakak tahu rasanya jika seseorang yang kita cintai ciuman dan berpelukan dengan lelaki lain, pasti sakit kan kak. Ya, itu yang aku rasakan. Aku sudah gak bisa kan pertahankan cintaku. Sekarang terserah dia mau bagaimana pun aku gak perduli. Maupun dia jadi wanita malam menghibur para lelaki di sana aku gak perduli"gumam Vino dengan penuh rasa emosi.

__ADS_1


Plaaaakkkkk...


Tamparan keras tepat di pipi kanan Vino, "kalau punya mulut di jaga, kamu gak tahu alasanku dan kamu gak tahu hatiku. Apa kamu merasakan apa yang aku rasakan saat dulu kamu sama Manda dan saat aku melihat kamu pelukan bermesraan dengan wanita lain. Apa mata kamu gak lihat siapa yang sebenarnya yang jahat"ucap Kesha, ia merasa sangat kesal dengan Vino tak pernah tahu apa yang ia rasakan dari dulu. Bahkan Vino terus menyakitinya namun ia juga masih setia menemaninya sampai pada akhirnya ia juga menyerah kali ini.


__ADS_2