Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Hanya bisa Menatap Dari Jauh


__ADS_3

Aron terdiam di ranjangnya dengan tatapan kosong menatap ke tembok di depannya. Seperti memang banyak fikiran yang membebaninya. Vino merasa kakaknya sangat berbeda jauh lebih sering melamun. Seperti bukan kakaknya yang ia kenal dulu selalu tegar dan pantang menyerah. Ia juga tidak pernah menjunjukan kesedihannya di depan semua orang.


" Kak!!" Vino menyetuh pundak Aron.


" aku tahu kakak pasti menyesal dan kak Aron pasti ingin bertemu dengan Manda kan. Jika kak Aron ingin segera bertemu dengan Manda cepat sembuh. Kakak bisa menjaganya dari jauh untuk membalas semua perbuatan keji kakak padanya sebelumnya" Ucap Vino.l melanjutkan perkataannya.


Aron mendengar nasehat Vino. Ada benarnya juga apa yang di bilang Vino. Meski manda tidak mau bersamanya lagi taupun merasa jijik menatap matanya. setidaknya ia bisa menjaganya dari jauh tanpa memperlihatkan dirinya di depan mata Manda.


" Baiklah. Di mana Jack?" Tanya Aron memutar mata melihat sekelilingnya.


" Kak jack sibuk mengurus semua perusahan kakak saat kakak sakit" Jawab Vino.


" Baiklah. bawa aku pulang sekarang ke rumah kita" Ucap Aron beranjak dari ranjangnya. Ia tak sudah tak ingin pergi ke rumah barunya. Di sana temoat yang membuat semuanya berubah jadi kekejaman.


" tapi kakak masih sakit sebaiknya di rawat dulu" Vino mencoba mencegah Aron agar tak memaksa dirinya untuk pergi.


" Tidak usah aku sudah baikan"Jawab Aron yang mulai berjalan keluar dari ruangannya. Vino kini tak bisa mencegah kakaknya. Ia merasa ini saatnya kakaknya untuk berubah. Dia merasa yakin jika kakaknya tulus minta maaf pada Mnada nantinya.


" Semoga kamu bisa mengubah sifat kamu kak" Gumam Vino lirih. Menatap Aron yang sudah melangkah jauh.


" Sha di mana Manda?? Kamu sembunyikan dia di mana?" Ucap Vino melirik kesha yang dari tadi hanya terdiam di belakangnya seolah ia menyembunyikan suatu rahasia.


" eee... dia di rumah" ucap Kesha dengan nada gugupnya. Ia mencoba tersenyum di depan Vino.


" Jangan bohong dia pergi kan dari rumah kamu?" Vino membalikkam badannya menatap kesha.


" sekarang bilang di mana dia tinggal" Ucap Vino memegang erat ke dua bahu Kesha membuat nya hanya terdiam.


Kesha merasa Vino benar benar berubah. Ia terlihat sangat memerhatikan Manda. Bahkan terlihat sangat perduli dengan Manda dari pada dirinya.


" kamu berubah" Ucap Kesha menepis tangan Vino berlari pergi keluar dari ruangan itu. Matanya terlihat berkaca kaca menahan tangis.


" Kamu jahat Vino. Kamu sudah berubah tidak perdulikan perasaanku sama sekali" Gumam Kesha terus berlari masuk ke dalam mobilnya. Ia segera pergi mrnuju ke suatu tempat. Dengan kecepatan tinggi ia melaju di jalanan raya.


15 menit perjalanan ia sampai di depan rumah Manda. Tak langsung turun ia menatap rumah Manda dari dalam mobilnya.

__ADS_1


" Manda entah apa yang di sukai Vino dari kamu" Gumam Kesha. Mulai beranjak membuka pintu turun dari mobilnya.


Ia berjalan penuh keraguan menuju depan rumah Manda.


"TOK...TOK.." kesha terus mengetuk pintu rumah Manda namun tak ada jawaban darinya.


" apa Manda ketiduran, ya sudah aku lebih baik pergi saja" Pungkas Kesha beranjak pergi.


" Kesha.." Ucap Manda dari seberang jelan menatap kesha berjalan dari rumahnya.


Kesha menatap ke arah Manda yang berlari mendekatinya. " Manda kamu sudah sembuh total sekarang lihat tubuhmu seakan sudah mulai bugar kembali. Langkah kakimu juga sudah lebih cepat dari baisanya" Ucap kesha terkagum Manda sudah mulai baik.


" Itu juga berkat kamu yang selalu merawatku Sha" senyum tipis. " oya kenapa kamu datang lagi ke sini? Apa ada yang ketinggalan" lanjut Manda memegang tangan kesha.


" gak ada .. aku hanya ingin ke rumah kamu" pungkas Kesha dengan senyum manis khas nya.


Di balik pohon besar samping rumah Manda berdiri seorang laki laki yang masih memakai baju pasien menatap ke arah Manda. Ia terus memandang Manda dari kejauhan.


Sebelumnya di rumah sakit ia melihat kesha keluar dari rumah sakit dengan langkah terburu buru. Dengan segera Aron mengikuti kemana dia pergi. Karena hanya kesha yang tahu keberadaan Manda. Hingga Aron bisa menatapnya meski tak bisa menyentuhnya lagi.


" sepertinya kamu lebih bahagia hidup sendiri. Mungkin aku hanya bisa membantumu dari jauh" lanjut Aron membalikkan badannya melangkahkan kakinya pergi.


" Aron!! "


Manda yang mengetahui samar sama jika itu Aron ia mencoba melangkahkan kakinya ke depan untuk memastikan itu benar Aron apa bukan. Namun langkah Aron sudah tak terlihat dari pandangan matanya.


Kesha menoleh ke belakang tak ada Aron di belakang pohon itu. " Sudahlah mungkin itu hanya hayalan kamu aja. Ayo masuk aku mau menikmati malam ini di rumah kamu" ucap Kesha menarik tangan Manda masuk ke dalam rumah.


Namun pandangan Manda masih terarah di balik pohon besar itu. Ia yakin jika itu Aron. tapi dia sepertinya tidak berniat untuk menemuinya.


" Manda!! " panggil kesha.


" Eh iya Sha" ucap Manda membalikkan badannya menatap kesha yang sudah di depan pintu.


" kamu kenapa malamun" Tanya kesha. Ia tahu jika Manda masih memikirkan Aron. Dalam hatinya ia sebenarnya rindu namun ia menolak untuk mengucap kata itu.

__ADS_1


"Sepertinya dia memang benar benar benci dengan kak Aron" Batin Kesha menatap wajah polos Manda.


" ayo masuk " Ucap Manda mencoba mengalihkan pembicaraan.


Baru ia duduk untuk berbincang sejenak dengan kesha suara ketukan pintu mengehntikan pembicaraan nya.


" Tok..tok.."


" siapa. Apa itu pemilik rumah ini??" Dengan tatapan curiga. " tapi kan bukannya kamu sudah membayar 1 tahun untuk menyewa rumah ini" lanjut kesha.


" Udah lah gak usah curiga gitu. Aku mau buka siapa tahu memang pemilik rumah" pungkas Manda beranjak membuka pintu. Namun tak melihat ada orang di luar hanya secarik kertas di bawah pintu.


" apa ini?" Manda meraih keratas itu dan mulai membukanya. Ia membaca dalam hati isi surat dari orang gak di kenal.


" Manda aku akan pergi jauh dari kota ini. Maaf atas semua Perbuwatanku. Kamu jaga diri baik baik. Tapi ingat kamu masih tetap istriku kamu tidak boleh dekat dengan orang lain. Aku akan menunggumu sampai kamu benar benar memaafkan aku" isi surat bertnada tangan Aron.


Manda menatap ke kanan dan ke kiri ia ingin tahu siapa yabg menaruh kertas itu. Namun tak ada siapapun di depan rumahnya.


"Berarti benar apa yang aku lihat tadi adalah Aron namun jika dia pergi dari kota ini maka beruntunglah aku tidak akan melihat dia lagi" pungkas Manda meremas kertas itu membuangnya jauh di depan rumahnya. Ia segera menutup pintunya rapat rapat agar Aron tak mencoba untuk masuk ke rumahnya.


" siapa tadi?" Tanya Kesha.


" Entahlah gak ada orang sama sekali" manda menarik pundaknya ke atas dengan bibir seoah tersenyum sedikit. 


" Oya Sha boleh tanya gak?" Ucap Manda duduk di samping kesha.


" Mau tanya apa?" Jawab kesha.


"apa kamu kesini tadi sendiri??" Tanya Manda penuh kecurigaan pada kesha.


" kamu gak percaya denganku. Aku keaini sendiri. Bahkan aku bertengakr dengan Vino untuk menyembunyikan keberadaanmu" Ucap kesha dengan nada tinggi.


" Maaf . Semua gara gara aku kamu harus berantem dengan Vino" Manda memeluk erat kesha mencoba menenagkan hatinya.


"  Maaf Sha.." lanjut Manda meneouk pundak kesha.

__ADS_1


__ADS_2