
"Ma mau ke mall ya ma?" tanya Duke.
"Iya syang sekalian beli baju buat Lia kaka kamu"ucap manda. Ia sekarang sudah anggap Lia seperti anaknya sendiri, di depan siapapun tidak mau orang tahu jika lia adalah anak angkat, di mata dia sekarang lia sudah di anggap seperti anaknya seperti Duke.
"Wah. Lia beli baju baru" ucap Lia, yang duduk bersama Duke di kursi belakang mobil Vina. ia kegirangan, merasa senang selalu di perhatikan dan. di amnja oleh mama barunya.
"Duke gak di beliin" ucap Duke cemberut.
"Iya nanti syang" ucap Manda.
"Anak kamu gemesin Da, aku gak kebayang jika punya anak sama seperti kamu"ucap Vina.
"Makanya cepat nikah, kalau memang kamu sudah siap" sindir Manda.
"Iya, tapi jodohnya belum ada" gumam vina, mengerutkan bibirnya.
Mobil berhenti di parkiran mall, Manda segera turun menggendong Duke dan Vina menuntun Lia. Berjalan bersama menuju mall, mereka tak sabar ingin belanja, dan akhir-akhir ini Aron sedang sibuk tidak bisa membantunya untuk belanja, bahkan menemaninya saja tidak bisa. Ya, mumpung ada kesempatan belanja dengan Vina, ia pergi sendiri dengan temannya. Dan baru kali ini dia tidak jalan bersama suaminya.
"Kriing..."
"Pesan masuk" gumam manda, yang dari tadi memang sudah memegang ponselnya. Ia menatap ponselnya. "My husband" lanjutnya.
Tak banyak berpikir lagi, manda segera membuka pesan dari suaminya itu.
"Syang jangan lama-lama, dan jangan makan di luar, aku mau kita pulang bersama nanti makan di rumah" pesan Aron.
"Dasar suamiku ini, benar-benar gemesin." Gerutu Manda, yang segera membalas pesan dari Aron.
"Iya syang aku yang bawel" balas Manda, lalu meletakkan ponselnya di dalam tas, yang ia bawa.
"Maa, Duke mau main dulu di sana ya" ucap Duke merengek.
"Syang kita antar tante Vina dulu belanja ya" bujuk Manda pada Duke, ia merasa tidak enak dengan Vina, kalau anaknya rewel begini. Apalagi saat minta ini itu padanya. Kalau Pricilia lebih dominan sering diam, ia tidak mau minta apa-apa dengan Mama barunya itu.
" Mama nyebelin, kalau ada papa pasti enak, aku bisa main sendiri sama papa dan Lia, kalau gini Duke jadi malas, sekarang mau pulang" ucap Duke, yang tak berhenti merengek.
Vina yang dari tadi diam, ia menatap kasihdan dengan Duke, yang terus merengek.
"Gak boleh gitu syang" ucap Manda menasehati Duke.
"Udah, Da! Gak apa-apa kita main saja dulu, lagian aku masih belum nemu baju yang bagu tadi."ucap Vina beralasan.
"Benar gak apa-apa Vin, aku gak enak sama kamu, lagian kamu yang ajak aku, tapi anak aku rewel" gumam Manda.
"Udah, gak apa-apa." jawab Vina. "Baby Duke, ayo main sama tante" ucap Vina, menundukkan badanya, mengusap kepala Duke.
"Ayo tante"ucap Duke sangat antusias, dari tadi ia merengek ingin main, dan akhirnya bisa main juga. Meski gak sama papanya, tapi jika dengan papanya pasti lebih seru.
Vina, Manda dan ke dua anaknya, asik bermain hingga Manda tidak mendengar ada telefon berbunyi di tasnya. Sampai 2 jam berlalu, Duke yang sudah selesai bermain, ia merasa sudah mulai puas, dan sekarang giliran, Manda dan anaknya menemani Vina untuk belanja.
----000----
"Di mana istriku itu?" tanya Aron dalah hatinya. Ia berjalan masuk ke dalam mall, meski sebelumnya Manda tidak bilang mau ke mall mana. Tapi Aron menebak jika Manda pasti di mall dekat dengan perusahaannya, dia tidak suka keluar jauh. Lagian mall itu yang paling terkenal di kota.
"Lagian dia kenapa juga telpon gak di angkat, pesan juga gak di balas" gerutu Aron khawatir dengan istrinya itu.
__ADS_1
lelaki itu menatap ke depan.
"Itu dia! Istriku" ucap Aron berlari mengikuti Manda. Kali ini ia ingin memberi kejutan dengannya.
"Vin, udah puas belanjanya?" tanya Manda.
"He. he. Puas banget da, apalagi aku bisa belanja sebanyak ini" ucap Vina. "Berbagai baju trend terbaru juga sudah aku beli."
"Kamu gak kasihan dengan orang tua kamu Vin?" tanya Manda memberanikan diri.
"Kenapa?" tanya Vina.
"gak apa-apa Vin, gak jadi." ucap Manda, ia ragu untuk mengucapkan apa yang ada dalam pikirannya, jika Vina terlalu boros. Takut ia marah, Manda lebih memilih diam.
"Syang!" panggil seorang lelaki yang suaranya sangat familiar di telinga Manda.
Duke dan Pricilia menoleh, "Papa!" panggil mereka kompak, berlari memeluk papanya.
"Aron?" gumam Manda terkejut, dengan kedatangan suaminya itu. "Kenapa suami aku ada di sini, dia tahu saja kalau istri tercintanya lagi di mall ini" batin Manda.
"Kalian tadi belanja apa?" tanya Aron.
"Belum beli apa-apa pa, tadi habis main sama mama dengan tante Vina. " ucap Duke polos.
"Syang! Kamu gak beliin mereka mainan atau baju gitu" tanya Aron, berjalan menghampiri Manda.
"Belum, ini mau belikan syang" Jawab Manda.
"Ini uangnya, kamu bisa pakai uangku, jangan ambil uang di tabungan kamu sendiri" ucap Aron, mengeluarkan kartu debit miliknya.
"Aku gak merasa di repotkan, lagian sudah kewajiban aku sebagai suami kamu untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga kita" ucap Aron, merangkul pundak istrinya.
"Wah kalian sweet banget" ucap Vina, yang terlihat sangat suka dengan keharmonisan keluarga mereka.
"Kamu menikahlah, cari lelaki yang baik" ucap Aron.
"Iya, tapi siapa, lelaki yang aku kenal gak ada yang baik" gumam Vina, mengerutkan bibirnya.
"Ada jika kamu jeli dalam mencari dan memilih" gumam Aron.
"Oya, Da suami kamu ini gak punya adik gitu, kalau punya pasti adiknya sangat tampan ya, suami kamu saja sangat tampan " ucap Vina, mencoba memuji ketampanan Aron.
Manda menundukkan kepalanya, teringat tentang Vino dan Kesha. "Da, kenapa kamu sedih" tanya Vina. "Aku salah bicara ya."
"Gak kok Vin, aku teringat tentang teman dan adik suami aku, entah di mana sekarang dia" ucap Manda, yang emrasa kebilangan sahabat dan adik iparnya.
"Jadi benar suami kamu punya adik"
"Iya, tapi sekarang dia gak tahu di mana, tapi kalau kamu bertemu dengan adik aku, kamu bisa hubungi Manda. Dia juga kuliah di Sydney tapi gak tahu di mana. Dan tinggal di mana aku juga gak tahu" saut Aron.
"boleh kirim fotonya, nanti aku bantu cari" ucap Vina.
"Lebih baik kita cari tempat nongkrong saja, dari pada berdiri di sini" ucap Aron, menggendong Duke.
"Iya ayo syang" sambung Manda.
__ADS_1
"Baiklah" Saut Vina.
Manda segera menggendong Lia, mereka beranjak ke sebuah cafe di kecil yang ada di mall.
" Vin kamu pesan apa?" tanya Manda.
"Gak tahu, kamu mau pesan apa?" tanya Vina kembali.
Selesai pesan, manda membuka ponselnta mencoba mencari foto Vino dan Kesha.
"Sudah ketemu fotonya?" tanya Vina.
"Ini" Manda mengelurkan ponselnya.
Vina menatap foto lelaki itu, ia merasa sangat asing dengan lelaki itu. "Belum pernah aku bertemu dengan dia" ucap Vina. "Tapi nanti kalau bertemu dengannya, aku akan hubungi kamu" lanjutnya.
"Baiklah, nanti aku kirim fotonya kr kamu ya" ucap manda.
"Dia sudah punya pacar?" tanya Vina.
"Dulu sudah, entah sekarang mereka masih bersama atau tidak" saut Aron.
Lama berbincang di sebuah cafe, Aron segera mengajak anaknya dan istrinya itu segera pulang. Lagian hari sudah larut malam, Duke dan Lia terlihat sangat capek, dan sudah mulai mengantuk.
Dan mereka juga sudah belanja banyak untuk kebutuhan Duke dan Lia. Mulai dari baju dan kebutuhan lainnya.
"Jam berapa syang?" tanya Aron, berjalan menggendong Duke yang tertidur dalam dekapanya, ke dalam mobil.
Manda melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, menunjukan pukul 21.00. "Jam 9 syang" ucap Manda, yang menggendong Lia.
"Mereka sudah tertidur lelap, kita langusng pulang ya" gumam Aron.
"Iya syang, lagian juga sudah malam. Kasihan anak-anak" ucap Manda.
Aron segera meletakkan Duke ke kursi belakang, di samping Lia.
"Udah cepat masuk syang" ucap Aron.
Manda tersenyum, dan segera masuk ke dalam mobilnya. "Syang!" panggil Aron.
"Ada apa pa?" tanya Manda penuh manja.
"Tumben nih panghilnya gitu?" tanya Aron. "Pasti ada maunya ya?" lanjutnya.
"Emm mau apa ya?" gumam Manda seolah tak percaya.
"Udah di bicarain di kamar saja ya nanti" gumam Aron.
"Udah sekarang jalan syang" ucap Manda.
Aron hanya diam, ia mendekatkan wajahnya, menarik kepala belakang Manda mendekat, ia mengecup bibir Manda lembut. Sontak Manda mendorong tubuh Aron menjauh darinya.
"Kenapa syang?" tanya Aron.
"Jangan cium aku di sini, kalau anak kita tahu gimana"
__ADS_1
"Ya sudah sekarang kita cepat pulang, di lanjut nanti ya" ucap Aron, hanya di balas senyuman manis oleh Manda. Dan anggukan kecil darinya.