Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Larut Dalam Irama Yang selaras


__ADS_3

Perseteruan yang semakin memanas. Api kemarahan mereka menjalar ke penjuru ruangan.


" Aku peringatkan lagi padamu cepat pergi dari sini. Atau nanti bakal Aron sendiri yang akan menendangmu keluar dari rumah ini" Ucap Fany dengan nada penuh amarah. melipat ke dua tangannya, dengan tatapan menantang kepada Manda di depannya.


" Kita lihat aja siapa yang akan di usir" Ucap Manda dengan tatapan mengejek pada Fany. Tak lupa senyum semringai tepancar di wajahnya.


Kamar Aron yang berada di samping kamar Manda ia mendengar perseteruan mereka sampai ke dalam kamarnya. Lelaki itu beranjak keluar dari kamarnya berlari masuk ke dalam kamar Manda.


Ia mendengar samar pertengkaran mereka. Tak mau itu terus terjadi pada kedua istrinya. Aron mencoba menghentikan tatapan tajam mereka.


" Apa yang kalian lakukan? " Bentak Aron membuat pandangan mereka tertuju pada Aron yang berdiri di depannya.


Seolah ada pangeran penyelamat mereka di depannya. Namun sifat licik Fany mulai bangkit ia berjalan mendekati Aron memeluk tangannya erat. Sebuah drama akan segera di mulai dari bibir busuk Fany.


" Sayang dia tadi memukulku" Ucap Fany menunjuk ke arah Manda. dengan centilnya merengek seperti anak kecil mencoba mengadu pada Aron.


Aron hanya diam menarik nafasnya dalam lalu mengeluarkan perlahan. Ia tahu sebenarnya siapa yang salah di antara mereka berdua. ia menatap tajam ke arah Fany.


Aron merasa sangat risih Fany memeluk tangannya erat.


" Lepaskan aku!" Bentak Aron keras. lelaki itu menarik tangannya dari pelukan Fany. Ia berjalan mendekati Manda di depannya. Ia melihat pipi mulus putih milik Manda terlihat memerah. Bahkan Manda terus memegang pipinya seolah dirinya mencari perhatian dengan Aron. namun tidak secentil Fany yang terus terang cari muka dengan Aron.


" Kamu kenapa?" Ucap Aron menyentuh pipi mulus Manda dengan jemarinya. Tiba-tiba aron jadi perhatian dengannya.


" Tanya saja pada istri kamu di belakang" ucap Manda dengan nada jutek.seolah memberi kode dengan pandangan matanya yang tertuju pada Fany.


" Sialan! Dia memojokkanku" Batin Fany mengerutkan bibirnya dengan tatapan tajam mengarah pada Manda. Hanya sebuah senyuman balasan dari Manda. Seraya ia tahu apa yang ada dalam pikiran Fany. Yang tidak mau kalah dengannya tapi kali ini sepertinya memang Manda yang menang.


Aron menoleh seketika menatap Fany dengan tatapan tajam seperti seekor rubah yang akan mencengkram musuhnya habis-habisan.

__ADS_1


" Kamu keluar dari sini!" Bentak Aron dengan nada kasar dan tatapan tajamnya mengarah pada Fany di belakangnya dengan tangan menunjuk ke arah pintu. Memberi kode agar Fany cepat keluar dari kamar Manda.


" Baiklah aku akan keluar" Ucap Fany dengan santainya seolah ia tidak apa-apa. Sebelum melangkah keluar ia menyempatkan dirinya menatap tajam ke arah Manda dan Aron. tatapan yang begitu licik muncul dari matanya. Ia tak mau kalah terus dari Manda. Wanita itu tersenyum tipis menatap Manda membalikkan badannya keluar dari kamar Wanita yang sangat ia benci itu.


Aron tak perdulikan Fany yang sudah berjalan menjauh dari kamar Manda. Jemarinya masih menyentuh lembut pipi Manda bekas tamparan Fany. Tatapan manda mengarah ke wajah Aron yang terlihat berbeda dari biasanya. Aron kini lebih lembut dan perhatian dengannya. Entah apa dirinya sudah benar-benar berubah atau hanya kedok belaka untuk menutupi rencana busuk selanjutnya.


Manda mencoba menyentuh wajah aron dengan jemari lentiknya. Namun langkahnya terhenti Aron melepaskan tangannya dari pipinya. Manda menarik kembali tangannya yang tak jadi menyentuh Aron.


" Aku akan ambilkan air hangat. Tunggu sebentar!" Aron beranjak pergi dari kamar Manda menuju ke dapur untuk mengambil air hangat.


Manda hanya berdiam menetap tangannya yang belum sempat memegangnya. Hatinya tak mau terus menyiksa Aron seperti itu. Sebenarnya ia ingin hidup bahagia dan tenang tanpa pertengkaran lagi. Tetapi sepertinya tidak akan bisa. Mungkin dia di takdirkan seperti ini. Entah kapan Manda akan bahagia dan hidup tenang tanpa pengganggu.


Dan di balik ke tegarnya di raut wajahnya. namun hatinya terasa sangat menderita. Tak kuasa ia meneteskan air matanya duduk di ranjang. Menyesali semua yang terjadi jika ia tak masuk ke dalam penjara singa ini lagi, mungkin tak ada musuh baru yang akan ia hadapi seperti Fany.


Ia duduk di ranjangnya meratapi tentang kehidupannya yang selalu menderita. Entah kapan ia akan merasakan bahagia seperti dulu lagi. Tetapi kini ia tak boleh kelihatan lemah di depan orang lain. Jika ingin melindungi dirinya sendiri ia harus tetap kuat bertahan untuk tetap hidup sebagai Manda yang tak pantang menyerah.


Manda beranjak berdiri mengusap air matanya dengan punggung tangannya. Ia segera menuju ke lemari untuk memilih baju yang akan ia kenakan nanti. Ia ingin mencari baju tidur namun tak ada baju tidur lengan panjang di sana. Seperti yang selalu ia pakai di rumahnya dulu.


Manda berjalan perlahan, memutar gagang pintu kamar mandi berwarna emas bernuansa klasik dengan pintu putih yang bertekstur indah. Ia membukanya perlahan, lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Dengan segera ia membuka bajunya. Karena ia sudah tak tahan tubuhnya sudah mulai panas. Bukan karena cuacanya yang panas namun hatinya yang terasa sangat oanas kali ini.


" Manda?" Aron tiba-tiba masuk ke kamar Mandi dengan tangan masih memegang baskom berisikan air hangat. Manda menghentikan tangannya menoleh ke belakang melihat Aron sudah berdiri di belakangnya. Aron terdiam menatap tubuh mungil milik Manda tanpa balutan kain yang menutipinya. Hanya helaian sisa kain sedikit yang menutupi tubuhnya. Karena memang miliknya datar tak seperti istrinya yang jauh lebih menggoda. Namun Aron tidak perduli dengan itu ia lebih tertarik dengan Manda.


" Pergi dari sini !" Bentak Manda dengan nada semakin tinggi. Tetapi Aron tak menghiraukan hal itu ia terus menatap tubuh istrinya itu yang seakan terus menggoda matanya untuk mendekatinya.


Manda yang terkejut menutupi sebisanya milinya yang datarnya dengan ke dua tangannya.


Melihat apa yang di tutupi Manda itu membuat Aron menatap Manda jadi bergairah ingin melakukannya lagi seperti kenangan lalu. Namun Aron tidak ingin sesadis seperti sebelumnya.

__ADS_1


Lelaki itu berjalan perlahan. Ia melemparkan air hangat ke lantai hingga airnya berceceran kemana-mana dengan melanjutkan langkahnya untuk mendekati Manda.


" Gak perlu kamu tutupin lagi bukannya kita sudah saling melihat milik masing-masing" Ucap Aron terus berjalan mendekati Manda.


" aku bilang jangan mendekat! Apa kamu tuli?" Manda berjalan mundur hingga terpojok di tembok kamar mandi.


wanita itu mencoba meraih sesuatu yang bisa ia ambil di sampingnya untuk memukul Aron namun dengan sigap Aron merengkuh pinggang Manda dari belakang sangat erat. Dengan menyandarkan dagunya ke pundak Manda. Dan tangan kiri sangat lihai melepaskan helaian benang yang masih menempel.


Manda terdiam seraya ia menarik kata-katanya tadi yang menyuruh Aron pergi. Tetapi tubuhnya menerima pelukan hangat Aron. tubuhnya seakan tak bisa menolaknya lagi. Hatinya merasa sangat nyaman berada di pelukannya emosi yang sejak tadi masih membara perlahan memudar seketika di balik dinginnya tubuh manusia es di demapanya yang seakan menyejukkan tubuhnya.


" Tetap diamlah aku tidak akan berbuwat kasar" Bisik Aron menyilakan rambut panjang manda ke samping kiri. Ia mulai mengecup lembut di belakang leher Manda yang masih terasa helaian rambut tipis pendek di belakang lehernya. membuat manda perlahan mulai bergairah. Wanita itu terdiam kaku seketika, seraya tubuhnya menerima peringatan apa yang di lakukan Aron padanya.


Tubuh wanita itu semakin bergairah hebat. Ia bermain dengan bibirnya menahan desahan yang seolah ingin keluar dari mulut Manda. Tak terasa manda mulai mengerang keras membuat Aron semakin menikmatinya dan melanjutkan aksinya.


Aron mulai mengangkat tubuh Manda duduk ke atas bathup. Setelah selesai dengan aksinya Aron menatap wajah Manda yang masih berdiam menikmati.


Manda menatap tubuh Aron yang merasa ingin sekali ia rasakan kali ini. Wanita itu menarik kerah baju Aron melepaskan benik yang menutupi tubuh kekarnya dengan sangat cepat. Aron terkejut seakan di depannya bukan Manda. Baru pertama kali berhubungan Manda membalas permainannya.


" lakukanlah" Bisik Manda membuat Aron semakin bersemangat mulai memainkan sebuah olahraga tubuh yang menyehatkan baginya dengan lembut. Lelaki itu menghentakan sebentar lalu lembut kembali. Hingga Manda terhanyut dalam Pusaran gairah.


Manda mendesah sebentar, menahan pekikan dan berbaur dengan hasrat irama. Manda mendekap erat tubuh Aron. Membalas merengkuh mencengkram bahkan ia mengikuti irama tubuh Aron. hingga mereka berdua larut dalam irama tubuh yang selaras.


Ia berhenti sejenak mengusap peluh keringat yang membasahi kening Manda dengan tangan kekar miliknya.


" Makasih" Bisik Aron tepat di telinga kanan Manda.Aron duduk di atas bathup bersama di samping manda.


Manda hanya terdiam ia tak menyangka mau berhubungan lagi dengan Aron. Seolah apa tujuannya sudah mulai hilang. Ingin menyesali semua juga tak ada gunanya semua sudah berlalu terjadi begitu saja dan tubuhnya tak menolak ajakan suaminya itu.


Manda mulai mengatur nafasnya yang tadi sempat ngos-ngosan karena olahraga tubuh yang ia mainkan.

__ADS_1


Mampir di novel author lainya ya.


-Menikah muda Dengan Ceo. Ganre romance, comedy. 🤗🤗


__ADS_2