Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Pengakuan Arta


__ADS_3

"Non biar saya yang masak"ucap pembantu Manda.


"Gak usah, biar aku saja, lagian aku mau masakin buat suami aku"


"Bel pintu berbunyi membuat Manda terdiam sejenak menatap jam dinding di dapur, udah menunjukan pukul 19.30.


"Siapa yang datang malam-malam begini?"tanya Manda.


"Biar aku bukakan non"ucap pembantunya.


"Baik"


"Aron di mana bi"tanya seorang lekaki muda berjalan masuk ke dalam rumahnya.


Manda yang sudah selesai masak, segera keluar mengecek siapa yang datang. "Siapa bi?" tanya Manda, berjalan dengan tangan melepaskan celemeknya. Meletakkan di meja makan.


"Arta! kenapa kamu datang lagi?" tanya Manda, yang melihat Arta berdiri di ruang tamu.


Arta hanya tersenyum tipis, "Aku hanya ingin bicara dengan Aron, dan kamu panggilkan dia"ucap Arta, menepuk bahu Manda.


"Satu bulan berlalu, tapi kamu kenapa masih mencari Aron," tanya Manda.


"Bulan lalu saat aku datang, katamya kamu ke rumah sakit, melahirkan. Dan Aron juga mengantar kamu, jadi aku belum sempat bertemu dengannya"ucap Arta.


"Emangnya ada hal penting apa yang ingin kamu bicarakan padanya?" tanya Manda.


"Aku hanya ingin minta maaf padanya."ucap Arta.


"Minta maaf soal apa?" tanya Manda semakin bingung.


"Aku ingin bicara dengan dia, baru aku akan cerita"ucap Arta.


"Baiklah"gumam Manda. "Kamu masuklah, tunggu sebentar, biar aku panggilkan Aron dulu. Dia lagi tidur dengan anaknya"gumam Manda.


"Iya"ucap Arta. Kali ini Arta terlihat lebih cuek dengan Manda, meski ia masih punya perasaan pada Manda. Ia sudah sadar jika Manda sudah punya suami. Dan tidak akan pernah bisa ia miliki lagi.


"Syang ada Arta yang ingin bertemu kamu?" ucap Manda, berjalan masuk ke kamar.


"Kenapa lagi dia kesini, apa gak bosan terus mencariku"ucap Aron..


"Entahlah, mendingan kamu temui dia dulu, sepertinya ada hal penting yang ingin ia bicarakan padamu"ucap Manda.


"Baiklah, aku keluar dulu. Baby Duke masih tidur kamu di sini saja"ucap Aron.


"Baiklah"ucap Manda.


---00---

__ADS_1


Aron berjalan menemui Arta yang sudah duduk di ruang tamu, menunggunya.


"Apa yang ingin kamu katakan"tanya Aron berjalan mendekati Arta. Dan duduk di depannya.


"aku hanya ingin minta maaf padamu"ucap Arta.


"Maksud kamu?" tanya Aron bingung, minta maaf soal apa yang di maksud dengan Arta.


"Maaf soal semua yang pernah aku lakukan dulu, aku yang meneror kamu soal bukti itu. Dan membuat kamu jadi ketakutan. Tapi itu semua aku dapatkan dari mantan istri kamu, aku melakukan itu, karena tidak suka dengan perlakuan kamu pada Manda. dulu aku gak tahu kalau kamu sudah baik dengan Manda. Dan kamu bahkan sudah sangat mencintai dan menjaganya. Aku kini baru sadar dengan apa yang aku lakukan salah. Hanya karena rasa cintaku pada Manda aku melakukan segelanya."ucap Arta menundukkan kepalanya.


Aron yang awalnya sering emosi dulu, kini ia hanya diam mendengarkan apa yang Arta katakan dengan detail, wajahnya terlihat santai, tidak terlihar tanda-randa jika Aron akan marah dengannya.


"Kenapa kamu minta maaf?" tanya Aron.


"Aku gak marah dengan kamu, lupakan tentang semua itu."ucap Aron, berjalan menepuk pundak Arta.


"Kamu begitu gigih ingin mendapatkan cintamu lagi, tapi cara kamu salah, kalau seperti itu, Manda juga bakalan semakin benci dengan kamu. Dan untunglah sekarang kamu sudah sadar jika Manda adalah milikku, dan akan terus jadi milikku"ucap Aron duduk di samping Arta.


"Iya, aku tahu, tapi apakah kamu benar memaafkan aku"ucap arta dengan oenuh rasa menyesal.


"Tapi gimana kamu bisa melakukan iu dengan sempurna, dan aku malah menangkap orang yang salah."ucap Aron bingung, bahkan peneror aslinya ada di depan matanya. Tapi yang pernah ia temui dulu siapa.


"Aku melakukan semua itu karena bantuan teman-teman aku. Dan rencana berjalan dengan baik. Tapi Manda masih jadi milik kamu, saat ia tahu jika kamu pembunuh orang tuanya. " ucap Arta.


"Bukan aku pembunuhnya, orang lain yang melakukan itu atas namaku, dan sekarang aku gak mau bahas itu lagi. Sekarang santai saja. Aku juga sudah tidak permasalahkan itu lagi. Sekarang aku lebih hidup bahagia seperti ini dengan Manda."ucap Aron.


"Sudah aku duga semuanya, tapi semua sudah berlalu, aku hanya ingin hidup bahagia bersama dengan istri aku."ucap Aron.


"Syang di mana Arta?" tanya Manda.


"Sudah pergi syang, kenapa kamu cari dia?" tanya Aron berjalan menghampiri Manda.


"Gak ada apa-apa syang, aku hanya ingin tahu apa yang kalian bicarakan berdua"gumam Manda, mengerutkan bibirnya kesal. Ia tidak tahu apa yang mereka bahas.


"Sudah jangan cemberut gitu, aku akan ceritakan nanti di dalam."ucap Aron mengusap lembut kepala Yiwen.


"Kenapa kamu di sini? Gak jaga baby Duke?" tanya Aron.


"Dia tidur tadi syang, aku tinggal sebentar"ucap Manda.


"Kenapa kamu tinggal syang"gumam Aron.


"Tadi udah di kasih tahu tanya lagi suami aku yang gemesin ini"ucap Manda, dengan kaki agak jinjit meraih pipi Aron mencubitnya mesra.


"Udah sekarang ayo masuk"ucap Aron membalas Manda dengan cubitan di hidungnya.


Aron memgangkat tubuh manda ala bridal style berlari masuk ke dalam kamarnya. "Syang turunkan aku"ucap Manda. "Aku takut syang turunkan aku"lanjut Manda, mencoba meronta.

__ADS_1


"Sudah syang diam saja"gumam Aron yang sudah berdiri di depan pintu kamar anaknya. Ia membuka perlahan pintunya dengan kaki, dan berjalan masuk menatap baby Duke yang masih tertidur pulas.


Aron menurunkan tubuh Manda.


"syang"ucap Aron, mengusap lembut rambutnya. dengan mata saling bertatapan penuh dengan cinta.


"Ada apa syang?" tanya Manda, menatap aneh pada suaminya, yang tiba-tiba lembut padanya.


"Boleh minta?" tanya Aron.


"Minta apa syang"tanya Manda semakin bingung. Ia terus menatap mata Aron.


"Minta sesuatu syang"gumam Aron, memegang pipi Manda dengan telapak tangannya.


"Jangan manja gitu deh syang, terus terang kenapa mau minta apa? Mau makan juga aku buatin"ucap Manda, yang tiba-tiba teringat tentang makanan yang baru ia buat tadi.


"Oo.. iya syang aku lupa makanan kamu, keburu dingin nantinya"ucap Manda, beranjak keluar menuju ke dapur. Ia mengambil satu mangkuk soup untuk Aron, dan sekalian beberapa cemilan untuk dirinya yang lagi ingin banget nyemil saat malam.


"Ini syang"ucap Manda meletakkan mangkuk soup ke meja.


"Kamu haru makan"lanjutnya.


"Iya syang aku yang bawel" ucap Aron berjalan mendekati Manda mencubit pipi Manda.


"Eh.. bentar kenapa kamu bawa cemilan syang"tanya Aron, menatap bingung dengan pola makan Manda yang semakin banyak. "Aku menyusui syang jadi mudah lapar kalau malam"gumam Manda.


"Oo.. iya aku lupa, besok aku belikan yang banyak sekalian buah-buahan"gumam Aron.


Meraih tangan istrinya, menariknya duduk di sebelahnya. "Sekarang kita makan ini berdua" ucap Aron.


"Berdua syang?" tanya Manda memastikan.


"Iya"ucap Aron, yang mulai menyuapi satu sendok pertama soup ke dalam mulut Manda sebelum ia banyak bertanya lagi.


"Syang udah, aku buatkan ini untuk kamu"ucap Manda.


"Kamu juga harus makan yang banyak"ucap Aron.


"Aku bisa buat makanan sendiri nantinya, kalau aku merasa lapar"ucap Manda.


Merasa tak di hiraukan oleh Aron ucapannya ia segera meraih mangkuk soup itu, dan mulai menyuapi suaminya yang selalu terlihat sangat manja.


"Kamu makan"ucap Manda. "Kalau gak mau makan aku buang"ucap Manda kesal. Aron tak menghargai usahanya susah payah, membuat makanan untuknya.


"Iya aku makan syang, suapin terus kalau gitu"ucap Aron dengan tatapan menggoda.


Manda dengan senang hati menyuapi baby besarnya itu dengan penuh manja dan kasih sayang.

__ADS_1


__ADS_2