Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Arta datang lagi


__ADS_3

Hari ini Aron bekerja seperti semula, dan Manda hanya berdiam diri di rumahnya. Ia tidak ada mau keluar kemana-mana seperti apa yang di bilang Aron.


Tik.. Tok.. Tok..


Ketukan pintu dari luar membuat Manda terdiam, ia yang malas untuk berdiri lagi, karena perutnya yang semakin membesar.


"Bi, cepat bukakan pintu"ucap Manda.


"Iya, non"ucap pembantunya.


Pembantu itu segera membuka pintunya, "Siapa?" tanya pembantunya.


"Aron ada di dalam?" tanya Seorang lelaki yang tiba-tiba berjalan masuk mencari Aron.


Manda yang mendengar ada seseorang yang mencari Aron, ia langsung berdiri dari duduknya. Menuju ke depan ruang tamu. "Arta?" ucap Manda terkejut melihat Arta, ada di depan matanya.


"Kenapa kamu di sini? Apa kamu tidak malu dengan apa yang kamu lakukan, ingat kita sudah tidak ada hubungan dan aku sudah jadi istri orang"ucap Manda menegaskan pada Arta.


"Apa yang kamu bilang? Aku kesini hanya untuk mencari Aron, jika kamu menginginkan hal itu. Aku juga tidak akan menemui kamu"ucap Arta.


"Kenapa kamu mencari Aron?" tanya Manda.


"Gak ada apa-apa, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan dia"ucap Arta. "Apa dia ada di dalam?" tanya Arta.


"Gak ada, dia masih kerja"ucap Manda.


"Ya, sudah aku pergi dulu."ucap Arta, membalikkan badanya.


"Oya, aku hanya ingin bilang ke kamu, jaga diri kamu, jaga anak kamu juga"ucap Arta, tersenyum ke arah Manda, sebagai senyum perpisahan untuk Manda.


"Apa yang kamu katakan"ucap Manda.


"Bye.. Nanti aku akan datang lagi, mencari suami kamu"ucap Arta, melambaikan tangan ke arah Manda.


"Dasar Arta, kenapa kamu masih belum bisa melupakan aku, maaf mungkin ini yang terbaik, aku berharap kamu mendapatkan pasangan yang mencintai dan menyayangi kamu"ucap Manda dalam hatinya, ia terus menatap punggung Arta yang sudah melangkah menjauh.


Manda kembali duduk menatap ke arah tv, kali ini ia melihat drama. Dengan cemilan dalam dekapannya. Sambil menunggu Aron pulang kerja, dan jam masih menunjukan pukul 16.00 dan Aron juga belum pulang, ya meskipun Aron terkadang pulang lebih awal dan terkadang pulang jam 7 malam. Dan jika ia sibuk ia tidak pernah ada waktu untuk Manda.

__ADS_1


---00---


Beberapa jam kemudian, Manda yang baru selesai Mandi ia kembali ke ruang keluarga di depan menunggu Aron pulang kerja. Hingga ia ketiduran di sofa dengan tv yang masih menyala.


"Syang"panggil Aron, seketika Manda langsung tersadar dari tidurnya, mendengar suara Aron yang membuatnya lansgung semangat untuk bangkit, Ia mengusap ke dua matanya, beranjak duduk.


Aron yang baru saja pulang kerja, di sambut dengan senyuman hangat oleh istrinya, yang baru saja bangun tidur.


"Syang kamu sudah pulang"ucap Manda, yang mulai bangkit, melepaskan jas suaminya.


"Kenapa kamu tidur di sofa syang? Kamu kan bisa tidur di dalam kamar, jangan tidur di sofa seperti itu"ucap Aron.


"Aku tadi nunggu kamu syang, tapi aku ketiduran"ucap Manda.


"Ya, udah jangan gitu lagi ya syang, aku gak mau nanti kamu terjatuh dari sofa saat tertidur. Sudah sekarang masuk ke dalam syang"ucap Aron menuntun Manda masuk ke dalam kamarnya.


"Oya, Syang tadi Arta datang kesini, tapi dia cari kamu" ucap Manda, yang teringat jika Arta tadi mencari suaminya.


"Kenapa dia cari aku? Kenapa gak mencari kamu" tanya Aron bingung.


"Apa maunya? Atau dia hanya ingin dekat dengan kamu?" tanya Aron, yang mulai duduk di sofa kamarnya, memegang tangan Manda, menyeruhnya untuk duduk di sampingnya.


"Kamu apa gak bisa apa syang peka sedikit"lanjut Aron.


"Peka gimana syang?" tanya Manda bingung.


"Dia itu hanya ingin melihat kamu"ucap Aron, "Lagian gimana bisa dia tahu rumah aku?" lanjutnya semakin kesal mendengar jika Arta mantan Manda itu datang ke rumahnya.


"Aku juga gak tahu syang"ucap Manda.


"Nah, maka dari itu kalau dia datang lagi jangan bukakan pintunya. Besok aku akan bilang pada para pembantu juga"ucap Aron, menatap istrinya itu.


"Iya, syang. Tapi sepertinya dia benar-benar cari kamu. Jika dia hanya ingin melihatku. Dia gak mungkin mengacuhkanku. Dan lebih memilih pergi saaf aku bialng kamu tidak ada di rumah"ucap Manda.


"Emang dia mengacuhkanmu gimana?" tanya Aron penasaran.


"Dia tidak bertanya denganku, padahal aku di depannya. Dia bertanya pada pembantu. Dan dia bahkan tidak menatapku"ucap Manda, "Dia tadi manatapku hanya sekilas dan hanya menyuruh aku untuk jaga kesheatan dan anak ini"lanjut Manda.

__ADS_1


"Sebenarnya ada apa?" tanya Aron bingung.


"Iya, aku saja juga gak tahu syang ada apa"ucap Manda. "Udah sekarang kamu minum dulu, teh hangatnya."ucap Manda, melai membuka kemeja Aron, sudah jadi kebiasaan Manda setiap hari seperti itu. membantu ganti baju Aron. dan menyiapkan semua bajunya. Dan Manda sebelumnya sudah membuatkan teh panas untuk Aron, dan gara-gara ketiduran, tehnya jadi hangat.


"Iya syang"ucap Aron, memeluk istrinya itu.


"Mandi dulu, baru nanti peluk aku lagi"ucap Manda, melepaskan pelukan Aron.


"Baiklah, gak mandi bareng syang"gumam Aron menggoa.


"Aku sudah mandi syang"ucap Manda.


"Mandi lagi syang"ucap Aron.


"Gak, lagian sudah jam segini. Gak mau mandi lagi aku"ucap Manda tersenyum me dekati Aron. "Lain kali saja"lanjutnya.


"Baiklah, lain kali saat aku ajak kamu harus mau"ucap Aron, yang ingin berendam berdua dengan Manda di dalam bathup sama seperti awal mereka saling jatuh cinta.


"Tapi, syang kalau kamu sudah selesai dan udah melahirkan, aku boleh kan minta lebih dari peluk? Dan lebih dari Mandi berdua"tanya Aron, dengan tatapan menggoda pada Manda.


"Apaan sih syang, udah mandi sana, jangan tanya hal yang enggak-enggak. Itu pikir belakangan"ucap Manda, berdiri mendorong tubuh Aron menuju kemar mandi kamarnya.


"Ingat jangan mikirin dia lagi"ucap Aron.


"Siapa juga yang mikirin dia, aku sudah gak suka dengannya. Dia hanya sebetas kenangan masa lalu yang terlupakan. Dan sekarang aku hanya ingin menjalin kenangan untuk masa depan aku bersama suami yang sangat mencintaiku"ucap Manda berjalan mendekati Aron.


"Apa benar yang kamu katakan"ucap Aron, memegang ke dua tangan Manda.


"Kenapa aku bohong syang, lagian kamu yang buat aku jadi jatuh cinta, dan membuat aku melupakan kenangan masa lalu"ucap Manda tersenyum menatap ke arah Aron, dengan pandangan mata saling


"Aku ingin ini akan jadi kenangan yang indah untuk cerita anak cucu kita nantinya"ucap Aron, mengusap rambut Manda, lalu mengecup kening Manda lembut.


"Udah, aku mau mandi dulu, kamu kalau mau tidur, tidur saja duluan syang"ucap Aron, yang mulepaskan tangangnya dan bernajak masuk ke dalam kamar Mandi.


Manda hanya tersenyum, entah akan setiap hati seperti ini atau enggak, Manda mulai kepikiran saat Aron bilang jika dia sakit. Ia tidak bisa bayangkan jika Aron akan pergi. Wajah yang semula ceria, kini Manda nampak menunduk duduk di ranjangnya. Dan tiba-tiba tetesan air mata itu keluar dari mata indahnya.


"Aku gak sanggup jika kenangan indah yang kita buat, berubah jadi kengan pahit"gumam Manda.

__ADS_1


__ADS_2