Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
tukar tempat duduk


__ADS_3

"Syang cepat turun, kenapa kamu lama banget sih di kamar?" Teriak Aron dari luar kamarnya.


"Apaan sih syang, bentar napa, aku tu masih pake make up dulu"teriak Manda dari dalam kamarnya. Dari tadi ia sibuk sendiri memakai make up. Ya maklum baru belajar jadi agak lama. Udah pakai make up di hapus lagi,  pakai lagi terus di hapus lagi, karena kurang pas dengan wajahnya, terus pakai lagi sekarang.


"Ya lama amat sih, gak usah pakai make up napa, lagian sudah jam segini syang keburu telat nantinya"gumam Aron. Terus berteiak di balik pintu. Ia sudah tak sabar untuk berangkat liburan dengan manda. Apalagi dari tadi Aron terus berdiri menatap jam tangan yang melingkar di tangannya.


"Iya,iya syang nih bentar lagi aku keluar, gimana Kesha dan Vino ikut gak?, kalau mereka gak ikut aku gak jadi ikut juga"gumam Manda, yang sibuk memakai lipstik.


"Iya mereka ikut syang, tenang saja deh. Vino sudah nunggu kita di bandara, dan Kesha tu udah nunggu kamu di mobil. Kamunya itu lama banget tau gak" ucap Aron, kini dengan perasaan kesalnya.


"Iya aku keluar, bawel"gerutu Manda.


Manda meraih tas yang sudah ia persiapkan, ia segera melangkahkan kakinya membuka pintu kamarnya. "Udah siap kan aku" Ucap Manda tersenyum manis menyapa Aron yang dari tadi berdiri tepat di depan pintu.


Aron terdiam sekilas, menatap wajah Manda yang begitu beda saat memakai make up. Belum sempat berkomentar, Aron tertawa kecil melihat panampilan Manda. Mau berkata jelek takut ia nanti malah marah. Ia hanya bisa menahan tawanya.


"Ha..ha.. kamu lucu " gumam Aron.


"Kenapa malah tertawa?. Aku jelek?" Tanya Manda, ia mengerutkan bibirnya semakin manarik ke atas.


"Lihat deh make up kamu Manda, jangan terlalu tebal gitu"gumam Aron, mengusap lembut rambut Manda. "Udah jangan ngambek. Ayo ke mobil biar Kesha yang ajarin kamu make up nanti di mobil"lanjut Aron.


Ia menarik tangan Manda untuk segera turun dari kamarnya, menuju ke mobil. "Udah kamu duduk di belakang sama Kesha, nanti biar dia yang make up kamu. Sekalian hapus tu make up kamu yang gemesin"ucap Aron, mencubit pipi menggemaskan Manda.


Entah sejak kapan, manda mulai belajar make up lagi. Mungkin sejak hamil ia benar-benar berbeda. Mencoba belajar masak, terus sekarang belajar make up, besok-besok belajar apa lagi.


Meskipun make up Manda berantakan, tapi ia tak mau berkata-kata jika make up Manda jelek. Tapi setidaknya ia bisa jaga perasaan Manda. Agar tidak sakit hati dengan omongannya.


"Sha bantu dia make up ya?" Ucap Aron pada kesha yang sudah dari tadi duduk bersandar di dalam mobil sibuk dengan ponselnya.


Kesha menatap sekilas ke arah Manda, ia tersenyum melihat make up Manda. "Sini da, aku hapus make up kamu"ucap Kesha tersenyum menarik tangan Manda masuk ke dalam.


"Manda yang masih menarik bibirnya masuk ke dalam mobil, "Emangnya jelek ya make up aku Sha"tanya Manda.


Kesha tersenyum melirik sekilas ke arah Aron, ia melihat Aron seakan memberi kode padanya agar tidak bilang jika make up Manda jelek. "Enggak kok!! Cuma agak berantakan jadi aku akan bantu sempurnakan make up kamu, biar kamu tambah cantik" Ucap Kesha beralasan.


"Baiklah"ucap manda.


Sopir Aron seudah mulai menjalankan mobilnya menuju ke bandara. Di kursi belakang, dengan segera Kesha membersihkan Make up Manda, dengan peralatan Make up yang ia punya, dan ia segera menghiasi wajah cantik Manda dengan polesan make up tipis yang cocok dengan wajahnya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama tangan lihai Kesha dalam make up'in Manda. Alhasil wajah Manda terlihat lebih cantik dengan balutan make up tipis yang pas untuk wajahnya.


"Udah gini kan cantik, coba deh ngaca"ucap Kesha pada Manda, ia menyodorkan kaca kecil pada Manda.


Manda segera menatap wajahnya di cermin, memang benar ia terlihat beda. Cara make up Kesha lebih bagus dari pada dia. "Iya, makasih Sha. Ini untungnya aku ajak kamu jalan-jalan, jadi aku bisa saling bantu seperti ini kalau masalah make up, kalau sama itu. Tu" Manda memberi kode dengan kedipan mata tertuju pada Aron "Ya dia mana bisa make up'in aku kayak gini"ucapnya tersenyum tipis.


"Ya kamu nih Da, lagian dia laki. Mana bisa sih make up'in kamu" balas Kesha tersenyum tipis. "Oya, kenapa kamu mau belajar pakai make up, padahal dari dulu aku kenal kamu, kamu selalu tampil biasa tanoa polesan make up sama sekali" tanya Kesha, yang mulai curiga pada Manda.


"Emm.. kenapa ya.. aku juga gak tahu Sha"ucapnya aragu-ragu.


"Apa bukan karena kak Aron"tanya kesha lagi, melirik ragu ke arah Aron.


"Bukan!!" Jawab Manda singkat. Dengan menggelengkan kepalanya.


"Kok bukan??, terus kenapa kamu belajar make up?" Tanya Kesha lagi.


"Karena pengen aja"ucap Manda tersenyum tipis melirik Aron.


Ya, meskipun alasan sebenarnya bukan itu, ia ingin belajar make up karena di Itali annti kan banyak wanita cantik. Manda tak mau Aron melirik wanita lain selain dirinya.


Aron yang mendengar perkataan manda dan Kesha yang terus membicarakannya, ia merasa sangat kesal. Ia tahu jika yang di tuju Manda itu adalah dirinya. Lagian siapa lagi laki yang ada di mobil kecuali sopir dan dirinya.


"Syang kamu siap kan??" Tanya Aron.


Manda menoleh ke arah Aron bingung, ia mengerutkan keningnya menatap Aron, "Siap apa?" Tanya Manda.


"Sha kamu siap ya, kita akan berlari, karena sudah terlambat nih" gumam Aron, ia segera meraih tangan Manda.


Aron menarik tangan manda berlari. Di susul Kesha yang berlari di belakangnya. Ya, sedangkan Vino sudah berada di pesawat menunggu mereka.


Vino berangkat lebih dulu, karena tak mau barengan sama Kesha. Mungkin dia masih merasa sangat kecewa dengannya.


Akhirnya sampai juga, gumam Manda. Ia sudah ngos-gosan harus berlari maraton gara-gara pesawat aja. "Lepasakan aku"ucap manda, menarik tangannya.


Ia segera duduk di samping Kesha, tanpa menunggu persetujuan dari Aron, boleh apa gaknya.


"Kak Aron manda duduk sini ya sama aku" izin Kesha pada Aron.


Aron hanya diam tersenyum samar pada Kesha, sebenarnya mau menolak, tapi entar malah istrinya itu marah lagi sama dia.

__ADS_1


"Aku capek!!" gumam Manda yang beranjak duduk.


"Sama Da aku juga, tidur yuk" ucap Kesha.


Aron berdengus kesal, dengan terpaksa ia duduk dengan Vino. Lelaki itu yang tadinya mau duduk bersama dengan Manda, eh malah Kesha minta tuker tempat duduk. Karena dia tak mau duduk dengan Vino.


"Hah... gagal lagi berduaan dengannya" ucap Aron mengusap dadanya mencoba bersabar.


Mungkin di pesawat gak bisa berduaan, nanti di hotel kamu khusus denganku Manda, gak boleh sama Kesha lagi, gumam Aron dalam hati. Meski merasa kesal hari ini. Harus mengalah lagi dan lagi dengan Kesha.


Aron melirik ke arah Manda. Ia melihat dia sudah tertidur pulas dengan kesha. Ya karena tempat duduk mereka gak jauh, Aron duduk tepat di depan Manda bersama Vino.


Mungkin dia terlalu capek kali ya, baru saja beberapa menit mereka ngobrol sudah tertidur pulas, gumam Aron.


"Vin, kenapa kamu gak duduk sama Kesha sih?" Tanya Aron pada Vino yang sibuk dengan buku novelnya.


"Apaan sih kak, udah kita duduk berdua saja dulu. Tapi jangan pegang-pegang aku lagi lo ya"ucap Vino, melirik sekilas ke arah kakaknya.


"Ogah lah"ucap Aron, merasa jijik pada Vino. "Boleh ganti posisi duduk gak?" Tanya Aron.


"Gak mau, udah kakak di sini saja napa sih" ucap Vino, entah kenapa dia benar-benar sepertinya marah dengan Kesha. Bahkan duduk berdua saja gak mau.


Merasa gak ada cara lagi, akhirnya Aron mulai mengalah kali ini. Ia mulai memejamkan matanya, menikmati perjalanan udara yang ia rasakan sekarang.


--00--


Akhirnya pesawat mereka mendarat dengan selamat. Manda masih tertidur pulas di tempat duduknya.


"Sha kamu turun saja duluan, jangan bangunin Manda"ucap Aron. Menyuruh Kesha untuk turun lebih dulu bersama Vino.


"Baiklah"ucap Kesha.


Aron tanpa membangunkan Manda ia mengangkat tubuh Manda, berjalan menuruni pesawat. Meski semua mata memandangnya, dengan perasaan kagum pada Aron. Bak seorang pangeran dalam negeri dongeng dengan membawa seorang putri.


"Mereka sangat romantis"gumam Salah satu penumpang yang menatap mereka.


Aron hanya tersenyum melewati semua orang yang dari tadi terus menatap mereka. Aron segera keluar dari bandara menuju ke mobil yang sudah di siapkan untuknya.


Seperti tanpa rasa lelah sama sekali dalam tubuh Aron, terus mengangkat Manda sampai masuk ke dalam mobil. Dan meletakkannya di kursi belakang.

__ADS_1


__ADS_2