Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Malam pertama Kesha


__ADS_3

Pov Kesha


Setelah menikmati pemandangan berdua, mereka tak berhenti bercanda satu sama lain, tertawa, dan Saling jahil bersama.


"Sha!!" panggil Vino, memegang tangan Kesha, dengan tangan kanan memegang pipinya, ia mengusap lembut pipi Kesha, menatap dalam wajah cantik, yang masih terbalut make up tipis.


"Ada apa?" tanya Kesha menautkan ke dua alisnya.


"Make up kamu udah mau luntur!!" goda Vino.


Kesha seketika mengusap.wajahnya dengan tangannya. "Yang mana? Apa make up aku semua luntur?" tanya Kesha panik.


"Diamlah!!" Vino mendekatkan wajahnya, dengan tangan sedikit terangkat, mengambil bulu mata yang jatuh tepat di bawah kantong mata Kesha. Vino terhenti, memandang dekat mata istrinya itu, dengan dua sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman tipis.


"Hanya bulu mata yang jatuh?" tanya Kesha, mencoba mengalihkan pandangan Vino, yang membuat tubuhnya kaku seketika.


"Iya, memangnya jika kamu yang jatuh mau?" Vino kembali duduk sempurna di samping Kesha.


Kesha mengernyitkan wajahnya. "Jatuh di mana?" tanya Kesha.


"Jatuh di hatuku!!" goda Vino membuat kesha seketika menguntupkan bibirnya kesal.


"Udah tahu aku serius, tapi kamu malah nyebelin gini," gumam Kesha, memukul lengan tangan Vini berkali-kali, seketika langsung di tangkap oleh Vino, mencengkramnya erat.


"Vino lepaskan!!" ucap Kesha semakin meronta.


"Sakit, Vino!!" Vino tak perdulikan rintihan Kesha, meski sudah hampir 1 setengah jam di pinggir pantai, bahkan dia tidak sama sekali menunjukakn perubahan. Dan Vino sudah berniat ingin segera melakukannya, dan memulai duluan.


"Apa yang kamu lakukan Vino?" decak kesal Kesha.


"Diamlah!!" ucap Vino, yang lansgung mengecup bibi tipis Kesha, membuat wanita itu terbungkam seketika. Kesha yang semula meronta, terkejut dengan kecupan Vino, perlahan ia mulai menerima lembutnya, kecupan suaminya itu, membawanya ke dalam pusaran gairah.


Merasa sudah menikmati kecupannya, Vino melepaskan tangan Kesha, memegang ke dua pinggangnya, dengan tangan Kesha melingkar di lehernya. Kecupan mereka semakin mendalam, saling membalas satu sama lain.


Vino mengakhiri kecupannya, mengatur


.

__ADS_1


"Sha, maukah kamu menjadi pasangan aku seumur hidupku. Aku gak nau pernikahan kita hanya sejenak. Tapi untuk selamanya," ucap Vino, memegang ke dua tangan Kesha.


"Iya, aku mau!!" jawab Kesha malu-malu, ia duduk menatap langit, dengan taburan bintang yang menemani malam malam mereka. Sezekali ia melirik ke arah Vino yang hanya diam, melamun srakan ada yang di pikirkan. Namun, Kesha tidak terlaku perduli dengan apa yang di pikirkan suaminya itu, asal tidak terus-terusan dia melamun dan menganggu moment romantis mereka nantinya.


Ternyata dia sangat senang di beri kejutan seperti ini. Dan aku yang terlalu bodoh, tidak peka dengan apa yang ia inginkan. Jika sebelum menikah dulu aku bisa romantis seperti ini, saat pertama kali ingin melamar dia untuk menikah.


"Kenapa kamu diam, syang?" tanya Kesha.


"Jarena aku merasa sangat kesal dengan semua yang terjadi,"


"Apa kamu gak suka menikah dengan aku," umpat kesal Kesha, beranjak berdiri. Dengan sigap Vino memegang tangan Kesha, menariknya jatuh dalam pangkuannya.


"Tunggu dulu!! Jangan banyak bicara, sebelum aku menjelaskan semuanya."


Kesha melingkarkan tanganya ke leher Vino, menatap mata suaminya, yang terlihat sangat menggoda. "Memangnya kamu mau jelasin aku tentang apa, syang!!" ucap manja Kesha.


Vino mencolek hidung Kesha, "Tumben, sekarang kamu lebih manja. Apa sekarang kamu sudah mau, berhubungan?" tanya Vino terus terang.


Kesha mengerutkan keningnya, "Memangnya hubungan apa? Bukanya kita sudah ada hubungan dalam ikatan cinta?" ucap Kesha bingung.


"Terserah kamu!!"


Vino menganggukkan kepalanya, meletakkan tanganya di kedua pipi Kesha. Sedikit menekannya ke dalam, membuat bibir Kesha manyun beberapa senti.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Kesha.


Vino mengecup lembut bibir Kesha, tanpa harus menunggu perjanjian mereka. Laki-laki itu meletakkan tubuh Kesha di atas pangkuannya di balik tumpukan bunga mawar pinggir pantai.


Kecupan mereka semakin dalam, membuat mereka masuk dalam pusaran gairah. Saling memeluk sangat erat, mencengkram menikmati kecupan lembut, saling membalas ******* satu sama lain.


Vino melepaskan kecupannya, menarik napasnya sejenak. Ia tersenyum, melihat napas Kesha yang sudah tidak beraturan di buatnya. Ia memandang wajah cantik istrinya, meletakkan telapak tanganya di pipi, kemudian mengusapnya lembut.


Kesha masih melingkarkan tanganya di leher belakangnya. Lalu sedikit menariknya ke depan, membuat bibir mereka saling menyatu lagi. Kini kesh yang mulai mengecup Vino lebih dulu, membuat laki-laki itu tak berhenti bangga dengan istrinya itu dalam hatinya.


Kenapa dia sekarang berubah, aku lebih suka dia yang sekarang. Perlahan dia mulai berani mengecup aku lebih dulu, padahal jika aku tidak mulai, ia bahkan tidak mau melirikku. Seakan terhalang rasa canggung pada pertemuan itu. Tapi sekarang dia semakin dekat dengan aku, semakin tidak kita bisa berdua bersama. Meski kemesraan ini tidak terulang lagi. Setidaknya sekarang melihat dia tersenyum, duniaku sudah teralih.


Jemari tangan Vino, mengusap lembut wajah Kesha. Menciumi perlahan dari bibir semakin turun ke bawah perlahan. Kesha mendorong tubuh Vino menjauh darinya.

__ADS_1


"Jangan di sini!!" ucap Kesha.


Vino yang sudah tidak tahan, ia mengendong tubuh Kesha berjalan menuju ke Villa. Ia berjalan dengan langkah semakin cepat, sampai di sebuah Vila, langkah Vino terhenti, melihat Vilanya semakin bagus , dan sudah di hiasi dengan beberapa cahaya lilin, mulai dari ruang tamu sampai menuju ke kamarnya. Tepat di atas ranjangnya ada taburan bunga mawar.


Vino membaringkan tubuh Kesha di atas ranjang, dengan pandangan mereka tertuju sejenak.


Kesha yang dari tadi hanya diam, memandang Vino yang nampak sangat serius menggendongnya, berjalan menuju ke Vila. Ia melingkarkan tanganya di leher Vino, lalu menariknya mendekat.


"Makasih!!" ucap Kesha.


"Untuk apa?"


"Kamu sudah menyiapkan semuanya untukku," jawab Kesha, yang langsung mengecup bibir Vino, tak mengijinkan dia untuk menjawabnya lagi.


Vino yang sudah tidak sabar, ia langsuny membalas semakin dalam kevupan Kesha, menarik selimut tebal di bawahnya menutupi sekujur tubyhnya. Mesreka langsung bergulat, melepas semua kain yang menutupi tubuh mereka.


"Syang!! Sakit!" bisik Kesha.


"Tahanlah! Sakit ini hanya sementara, lagian memang kamu masih Virgin, jadi memang akan terasa sakit di awal." jelas Vino, yang mulai memasukan adik kecilnya, di iringi teriakan sakit Kesha mencengram erat lengan Vino sangat kuat.


Vino diam, memeluk tubuh Kesha, membiarkan adik keculnya bisa leluasa. Beberapa menit, saling bercumbu bibir, Irama tubuh Vino semakin menjadi, dan Kesha memeluk erat tubuh Vino, mrnikmati hentakan demi hentakan irama tubuh mereka semakin selaras.


"Emmp..!!"


20 menit terus bermain, Vino yang sudha merasa lelah, dan adiknya sudah lemas. Ia mengusap wajah istrinya yang di penuhi dengan puluh keringat


"Makasih!!" bisik Vini, memeluk tubuh Kesha beberapa detik, lalu berbaring di sampingnya.


Kesha hanya diam, membalikkan tubuhnya, merengkuh tubuh suaminya, lelau sebuah kecupan mendarat di pipinya.


"Makasih! Kamu sudah menjadi bagian hidup aku sekarang." Ucap Kesha, menyandarkan kepalanya di dada bidang Vino.


"Syang, aku gak nyangka jika berhubungan seenak ini?" ucap Vino, mengusap lembut rambut Kesha, sembari terus menciumi ujung kepalanya.


Vino menautkan ke dua alisnya, "Kenapa dia gak jawab, apa dia sudah tidur?" gumam Vino, melirik wajah Kesha yang terggelam dalam dekapanya.


"Pasti kamu capek ya?" ucap Vino, mengusap rambut Kesha, lalu memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2