Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Moment Manda dan Vino


__ADS_3

#Vino POV


Manda yang masih sibuk membuat pesanan Vino. Di balik meja di pojok dekat pintu nampak Vino terlihat asyik bermain dengan ponselnya. Bahkan seperti biasa senyum senyum sendiri gak jelas. Mau gimana lagi hubungan jarak jauh hanya ponselnya yang menemani rasa rindu pada pacar aslinya yang sekarang tinggal di Korea. Ya kalau pacar yang di sini hanya untuk sampingannya dia sebatas teman untuk hiburan semata. Dia sangat mencintai pacarnya. Tapi jarak memisakan mereka membuat mereka harus menjalin cinta jarak jauh yang membuat Vino merasa kesepian di sini.


"Sayang"


Kekasihnya memulai chat Vino lebih dulu.


" iya sayang"


" Kamu sudah pulang sekolah hari ini"


" Sudah sekarang lagi fokus pada layar Hp chatting kamu"


" Gak lagi sama wanita lain kan??"


" Apaan sih gak lah"


" aku tuh masih setia menunggu kamu di sini"


" Gombal lagi deh kamu Vin, oya aku kirim foto kamu yang lucu coba deh lihat"


"Kenapa tidak foto cantik kamu saja sih, kan aku kangen senyum manis kamu yang membuatku meleleh seketika"


Balas Vino dengan gombalan mautnya. dia merasa sudah berhasil merayu pacarnya lagi agar tetap percaya padanya. Sejenak dia menatap fotonya bersama kekasihnya di atas ranjang. Vino senyum senyum sendiri menatap foto saat dia tidur merengkuh kekasihnya, yang baru saja di kirim langsung oleh kekasihnya. Foto itu di ambil sudah lama sebelum pacarnya pindah. Pacarnya memang sering tidur di rumah Vino dulu. Tapi mereka tidak berbuwat apa apa hanya sebatas tidur bersama. Karena Vino sangat jaga kesucian kekasihnya itu.


" Hayoo lagi senyum senyum sendiri" Umpat Manda yang tiba tiba mengejutkan Vino dari belakang.


Vino hanya melempar senyum manisnya di hadapan Manda mencoba menyembunyikan ponselnya.


" Pasti lagi Chatting dengan pacarnya ya..?,"


" Pengen tau aja ..apa pengen tau banget?" Jawab Vino membuat Manda mengerutkan bibirnya berdecak sebal pada Vino.


Vino terkekeh kecil melihat manda yang cemberut di buatnya


" Kamu tu lucu kalau cemberut" Vino mencubit pipi Manda yang terlihat chabi saat ngambek.

__ADS_1


Wajah Manda merah seketika dapat sentuhan tak terduga dari Vino. Dia terus menyentuh pipinya dan menatap Vino yang masih terus ajak dia berbicara. Manda terdiam dengan tatapan kosong menghayal menatap wajah tampan Vino di depannya.


Vino terus berbicara gak jelas di depannya. Manda tak menggubris omongan Vino di depannya. Dia fokus dengan hayalannya dengan senyum manis merekah melihat wajah tampan Vino


" Manda??" Vino mencoba memanggil Manda namun tak ada jawaban dari Manda.


" Woy... Da kamu gak papa kan" Vino mengibaskan tangannya di depan wajah Manda.


" ahh.. iya.. ada apa?" Manda terbangun dari lamunannya.


" kenapa kamu senyum senyum sendiri??"


" Pasti lagi menganggumi ketampananku ya" Goda Vino. Membuat Pipi Manda semakin memerah.


"Gak tuh !!" Manda Mulai meneguk menuman di mejanya, lalu menaruhnya kembali. Wajahnya terlihat memerah, terlihat lebih berseri seri malu pada Vino. Karena dia kepergok duluan menatapnya dari tadi.


" Haduh kamu bego manda, kenapa kamu malu maluin sih" Umpat manda dalam hati memerahi dirinya sendiri.


" aku memang tak bisa pungkiri memang Vino udah lucu, baik tampan apalagi" Batin manda seyum senyum sendiri.


" Oya Calon kakak iparku yang cantik, nanti pulang sama aku ya??" Ucap Vino mengedipkan mata menggoda seolah memohon padanya untuk menerima tawarannya.


" Hmzz gimana ya??" Manda seolah menimang nimang tawaran Vino.


" Udah gak usah banyak mikir lagi. Harus iya!!" Vino spontan memegang tangan Manda memohon padanya.


" Bo...bolehlah" Pungkas Manda nampak malu malu.


" Nah gitu dong, kalau kamu gak pulang hari ini mungkin aku akan jadi perkedel buwat santapan kakak aku" kata Vino mengerutkan bibirnya melipat ke dua tangan di dadanya.


Manda terkekeh mendengar Curhatan Vino.


" kenapa jadi burger saja sekalian di tambah saos pedas biar tambah nikmat.. hmzz yami..." Manda memainkan lidahnya membayangkan kenikmatan makan burger di tambah saos pedas kesukaannya. Karrna di desa kadang pergi ke kota dengan temannya hanya untuk makan burger dan masakan yang tak pernah dia lihat di desanya.


Vino mendekatkan wajahnya tepat di depan Manda tanpa sesadar dia. Vino menyangga dagunya tersenyum memandangi wajah cantik Manda dari dekat. " Benar benar cantik. Makanya kakak aku tergila gila sama dia. Padahal dia hanya gadis kecil yang lebih cocok denganku" Batin Vino terus menatap Manda yang dari tadi masih menghayal gak jelas.


" kenapa kamu melihatku seperti itu??" Manda mendorong wajah Vino menjauh dari hadapannya. Jantungnya terasa sesak menatapnya dari dekat. Manda mengusap dadanya yang terasa dag dig dug melihat Vino ada di depannya. Jantungnya terasa mau copot.

__ADS_1


" Gak papa... ternyata kamu cantik juga" Pungkas Vino membuat Manda malu malu kucing di buatnya. Wajahnya semakin memerah seperti kepiting rebus.


" Apaa sih Vin.. udah aku mau kerja ada pelanggan lagi tuh" Manda menunjuk ke arah pelanggan baru yang baru datang.  Ia beranjak berdiri meminum habis minumannya dan meletakkan kembaki. Dengan langkah secepat kilat dia menuju ke palanggan baru.


Vino terus tersenyum melihat kepolosan Manda. " Kasihan dia harus terjerumus dengan siksaan kakakku" Batin Vino terus memandangi Manda yang sibuk dengan para pelanggan yang semakin banyak baru masuk ke dalam kedai.


Hingga berjam jam berlalu jam diding di kedai sudah menunjukan pukul 21.00 malam Vino sangat sabar menunggu Manda bekerja. Kini matanya sudah tak bisa di tahan lagi dia menyangga dagunya dengan mata terpejam.


Manda baru saja selesai membereskan kedai  , dan segera ganti baju sekolahnya lagi agar Aron tak curiga dengannya jika dia bekerja. 


Ia melihat Vino yang tertidur segera menghampirinya. " dia sangat lucu saat tidur.. menggemaskan sekali." Batin Manda memegang pipi Vino.


" Eitzzz..." Vino terkejut ia mulai terbangun memegang tangan Manda yang masih memegang pipinya.


" apa yang kamu lakuin"


Manda merasa sangat gugup ia ketahuan lagi ke dua kalinya. Kali ini benar benar membuat dia sangat malu. Dia terdiam bingung alasan apa yang harus dia katakan pada Vino.


" Eh.... emmm.. udah ayo kita pulang" Manda menarik tangan vino keluar mencoba mengalihkan pembicaraan .


" Bentar" Vino menahan tangan manda menarik bahunya menatap ke belakang Manda terasa mau pingsan di buatnya. Dia benar benar membuat jantungnya terasa sesak tak bisa nafas. " mata indah ini.. aku bisa melihatnya sangat dekat" Batin Manda mengedipkan mata berkali kali tak menyangka.


Mereka saling menatap satu sama lain, terlihat saling canggung dan gugup. " eh.. aku hanya bilang montor aku ada di sana" Pungkas Vino menggaruk kepala belakangnya membuat dia ragu tak bisa mengucap kata lebih.


" emm iya..." Manda merasa sangat malu berjalan di belakang Vino.


Perlakuan lembut Vino kini malah bikin jantungnya gak karuan. Benar benar terasa sangat sesak karena hatinya seakan sudah mulai membesar melihat kelembutan Vino memakaikan helm yang memang sengaja dia bawa dari rumah untuk pulang bareng Manda.


" aku bisa pakai sendiri" Ucap Manda nampak sangat gugup menatap mata indah Vino lagi.


Tak lama Mereka sudah pergi meninggalkan kedai itu. Sebenarnya Vino ingin ajak manda pergi lagi ke suatu tempat.tapi pasti kakaknya sudah menunggunya lama. Dan dia pasti sudah marah besar nanti dnegan Vino. Tak mau kakaknya curiga dia menancap gas dengan kecepatan tinggi seperti pembalap profesional membuat manda ketakutan spontan memeluk pinggang Vino erat.


Vino hanya tersenyum merasakan dekapan tubuh Manda di punggungnya.


" Manda!!" Panggil Vini memegang Manda yang melingkar di perutnya.


" Iya.. jangan tidur tetap berpegangan rapat aku akan menambah kecepatan lho.." Manda semakin merengkuh pinggang Vino erat menyandarkan dagunya ke pundak Vino menikmati angin malam di jalanan.

__ADS_1


__ADS_2