
# Flash Back Aron
Aron berjalan menuju seberang jalan berusaha mencari orang dan menyuruh nya. seseorang untuk mengirimkan sebuah pesan pada Manda.
" letakkan kertas ini depan rumah itu lalu pergilah" Ucap Aron pada seorang lelaki di depannya.
" baik tuan" Jawab lelaki itu mulai melakukan tugasnya. Ia meletakkan sebuah surat di depan pintu. Lalu mengetuk pintu rumah Manda.
" aku akan selalu ada di samping kamu" gumam Aron lirih terus memandang rumah Manda di balik mobilnya.
Ia segera meraih ponselnya di dasboard mobil dan segera memghubungi Jack.
" Jack kamu di mana?" Tanya Aron.
" aku ada di kantor kamu. Ada apa??"
" Aku akan ke sana sekarang" pungkas Aron segera mematikan ponselnya. Melemparnya ke dasboard mobil. Ia mulai menyalakan mesin mobilnya perlahan melaju keluar dari halaman rumah Manda.
Sura mobil Aron terdengar hingga ke dalam rumah Manda.
" Sha kamu dengar gak. Ada suara mobil di depan" Ucap Manda menghentikan pembicaraannya mereka.
" ah gak mungkin. Kan hanya mobil aku di depan lagian kunci mobilku ada di sini" Jawab Kesha . "Lebih baik sekarang kamu buat minum deh aku haus tau" lanjutnya.
Kesha sebenarnya tahu itu pasti Aron. Yang mengikutinya saat keluar dari rumah sakit tadi. Namun kesha lebih memilih diam tak mengucapkan sepatah kata padanya tentang Aron.
" Baiklah" ucap Manda. Ia termenung seketika, ia tahu pendengarannya tak mungkin salah itu mobil seseorang ada yang baru keluar dari halaman rumahnya.
Manda berjalan menuju ke dapur segera membuat secangkir Teh hijau untuk kesha. Namun sepertinya Manda tak fokus pada gelas di depannya. Pandangannya kosong ia terus melamun dari tadi.
" Manda " panggil kesha berjalan mendekatinya.
" eh.. ya Sha.."
" tuh airnya kebanyakan" Ucap Kesha menarik kelopak matanya seolah ia memberi kode pada Manda.
" Eh maaf" Ucap Manda mulai membersihkan meja dapurnya.
" aku boleh tanya padamu?" Ucap Kesha.
" apa kamu masih punya rasa kasihan pada kak Aron" lanjut Kesha menarik kursi di sampingnya duduk di samping Manda.
" entahlah sha. Aku ingin membenci dia tapi melihat dia terbaring lemah aku tak sanggup melihatnya meski dalam hati ingin sekali memaafkan tapi sulit" Ucap Manda menghela nafas sejenak.
" kenapa kamu g
8ak maafin dia" Tanya kesha.
" jika kamu jadi aku. Apa mamu mau memafkan orang sekeji Aron. Pasti gak akan semudah itu memafkan perbuwatannya" Jawab Manda beranjak pergi menuju ruang tamu yang memang di depannya ada TV.
" baiklah terserah kamu" Ucap Kesha berjalan mengikuti Manda dan duduk di samapingnya.
" Oya gimana Vino. Aku tidak pernah melihatnya akhir akhir ini. Apa dia sibuk" Manda mulai duduk bersila dj atas sofa menyalakan TV.nya
__ADS_1
" kalau menuritku sih gak sibuk. Taoi ha entahlah" Balas Kesha.
" Oya tadi mana tehnya" Kesha mencoba mencari tehnya yang memang sengaja di tinggal di belakang oleh Manda.
" Manda kenapa gak bawa sekalian ke sini" ucap kesha berdecak kesal beranjak berdiri meraih segelas teh hijau di meja dapur.
" Lagian kan tadi kamu di belakang bisa bawa sendiri" jawab Manda santainya.
--0o0--
Jam sudah menunjukan pukul 17.00. Di sisi lain di balik kantor yang menjulang langit.
Aron dengan langkah sangat cepat menuju ruangannya.
" Brak" Aron dengan nafas ngos ngosan beranjak masuk menidurkan tubuhnya di sofa yang lumayan jauh dari langkahnya. Ia memaksakan kakinya menyeret menuju ke sofa ruangan kantornya.
" Aron kamu kenapa?" ucap jack berajak dari duduk nya melihat Aron seolah di kejar oleh anjing.
" gak papa hanya saja cepek habis lari maraton" pungkas Aron dengan nada terpatah patah.
" Ya lagian kamu baru saja sembuh udah lari maraton" Jawab Jack duduk di sampingnya.
" Takutnya kamu sudah pergi dari kantor jadi aku lari ke sini" pungkas Aron.
" gimana istrimu??" Tanya Jack dengan tatapan menggoda pada Aron.
" Maksud kamu?" Aron nampak bingung gimana Jack tau tentang istrinya.
" malas juga ngundang teman yang belum juga punya gandengan" Pungkas Aron santainya.
" Tapi gini gini banyak yang sudah antri mau daftar jadi calon istriku" Jawab jeck sangat percaya diri.
"Ya.. ya.. terserah kamu. aku nikah aja dadakan. Kamu pasti tau dari Vino kan. Ya itu yang aku perbuwat padany begitu menjijikkan nya aku" ucap Aron menyandarkan tubuhnya ke sofa.
" Aku malah baru tahu kamu menikahi gadis kecil itu. Apa lagi dia masih sangat lugu " Jack menunjukan ponselnya yang berisi foto polos Manda.
" Apaan ini dari mana kamu dapat foto itu. Cepat berikan padaku" Aron mencoba meraih ponsel Jack namun dengan sigap Jack menyembunyikan ponselnya.
"Jack hapus foto itu atau aku akan...." Aron mengehentikan ucapanya.
" Hayo akan apa? Akan memeperkanalkan aku pada gadismu kecil itu" Pungkas Jack masih mencoba menggoda Aron.
Jack memang suka jahil ia selalu suka ngerjain Aron apa lagi menggodanya membuat ia marah. Seakan sudah jadi hobi baginya sejak masih sekolah bersama.
" hah.. terserah kamu ajalah" Aron nampak pasrah. " tapi hari ini aku mau kamu membantuku" Lanjutnya.
" Bantu apa??" Jack terlihat serius kali ini.
" bantu aku cara mikirin biar bisa dekat lagi dengan Manda" Pungkas Aron mendongakkan kepalanya menatap atas langit ruangannya.
" gampang serahkan padaku" Jawab Jack.
" kamu sekarang pulang gak sudah malam. Apa kamu mau bermalam di sini" lanjut Jack yang mulai berkemas untuk segera pulang.
__ADS_1
" aku ikut kamu" Aron beranjak seketika dari duduknya.
# Back Manda.
" Sha kamu mau makan apa ?" Tanya Manda yang sudah mulai menyiapkan makanan di dapur.
" Aku gak makan. Ada roti gak??" Jawab Kesha yang sudah dari tadi membaringkan badannya di atas ranjang Manda.
" beneran kamu mau makan roti aja" Tanya Manda lagi yang nampak ragu.
" Iya lagi diet" Ucap Kesha dengan nada bercanda.
" Baiklah"
" Tok..tok..." suara ketukan pintu yang membuat Manda dan kesha saling menatap.
" Siapa sha malam malam gini" Tanya Manda mendongakkan kepalanya ke atas . Ya memang Kesha lagi di atas ranjang Manda.
Kesha bergegas turun menemani Manda membuka pintu.
" Manda tunggu !! Aku ikut" teriak Kesha berlari menghampiri Manda yang sudah di depannya.
" Kita buka sama sama ya" Ucap Manda.
" satu, dua, Tiga" lanjut mereka kompak membuka .
" Bunga " Ucap Manda dan kesha kompak saling memandang satu sama lain.
" Dari siapa bunga ini" kesha mencoba meraih bunga di bawah pintu itu.
" coba lihat tu dari kertas" Ucap Manda.
kesha membuka kertas itu namun tak ada tulisan apa pum hanya kata satu kata.
" Maaf " Ucap kesha.
" Apa ini dari Aron ? Tapi di mana dia?" Ucap Manda mencoba mencari Aron. Namun sepertinya Aron tak ada di sana.
" Tapi dia tidak ada di sini" Ucap kesha.
" terus siapa yang mengirim bunga itu" sambung Manda.
" Lebih baik kita masuk aja dulu. Kita bicara di dalam" ucap kesha membalikkan badannya berjalan masuk ke dalam.
" hay" suara yang sangat familiar itu terdengar jelas di telinga kesha dan Manda. Mereka kompak menoleh ke belakang.
" Vino!!"
" jadi kamu yang kirim sepaket bunga mawar ini?" Ucap kesha menyodorkan bunga pada Vino.
" bunga?? Aku kesini kan hanya ingin menjenguk Manda. Aku gak bawa bunga"
" Udah lah gak usah pikir bunga lebih baik kita masuk ke dalam" Pungkas Vino mendorong tubuh Manda dan kesha masuk ke dalam rumah . Lalu ia menutup pintunya rapat rapat.
__ADS_1