Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Vino datang ke rumah


__ADS_3

Bi Melli berdiri di samping meja makan, dengan kepela yang masih menunduk.


“Ada non Vina, di depan Non!” ucap Bi Melly. Manda terdim, sebelumnya ia tidak ada janji dengan Vina. Dan Vina juga tidak menghubunginya jika mau ke rumahnya. Meski ia tidak keberatan sih Vina datang ke rumah. Ia dan anak-anak juga bisa dapat teman nantinya untuk bercanda dan saling berbincang, lagian kebetulan Kesha juga pergi. Tapi yang bikin ia heran itu tumben banget Vina datang tidak mengabarinya tidak seperti biasanya.


Manda menghentyikan makanya, ia meletakkan sendok dan garbunya di atas piring dengan sisa makanan yang belum habis ia makan. Manda menatap ke arah Aron, hingga ke dua mata mereka saling tertuju dengan tatapan bingung. Ada apa temannya itu datang pagi-pagi begini. Manda menghembusakn napasnya dan beranjak berdiri.


“Udah kamu temui saja gak apa-apa syang. Soal makanan ini nanti aku sisakan untuk kamu. Atau akun buatkan lagi nanti kalau kamu merasa lapar lagi!!” ucap Vino yang tahui apa sebenarnya isi hati Manda.


“Baiklah!!” ucap Manda lansung mentap ke dua anaknya, yang masih makan dengan lahapnya.


“syang kalian berdua makan dulu sama papa kamu ya, mama mau pergi menemui tante Vina dulu! Gak apa-apa kan!” ucap Manda, membelai lembut kepala ke dua anaknya.


“Iya ma!” ucap Duke dan Lia kompak.


Manda segera bergegas melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu, ia melihat Vina duduk di depan dengan seorang laki-laki yang membuatnya terdiam seketika. Dengan ke dua mata melebar, ia terkejut bukan main dengan apa yang ia liat di depanya. Sosok laki-laki yang sangat ia kenal, yaitu Vino. Entah dewa apa yang merasukinya, membuat ia berubah pikiran dan mau masuk dalam rumah Aron, padahal memang sebelumnya dia tidak mau lagi bertemu dengan Aron, dan dia juga beberapa hari tidak datang ke rumah ini saat Aron sudah memberikannya alamat, hanya sepucuk surat yang ia tujukan untuk Kesha.


Manda menarik napas beratnya, berjalan perlahan mendekati Vina yang sudah duduk dengan ke dua tangan yang sepertinya sudah gelisah, tak sabar menunggu kedatanganya. Ia melangkah penuh ragu, ingin ia berteriak memanggil Aron, tapi ia takut Jika Vino langsung berlari pergi dari ruang tamunya.


Vina, tiba-tiba menoleh ke belakang, seketika membuat Manda semakin terkejut. Ia tiba-tiba menjadi gugup, berjalan dengan langkah ringan, dan duduk di depan Vina.


“Ehh,, Vina, maaf kamu sudah nunggu lama ya. Aku tadi lagi makan sama anak-anak” ucap Manda menghilangkan rasa gugup dalam hatinya.


“Da!! Kenapa tadi kamu berdiam di situ?” tanya Vina, yang menatap aneh pada Manda yang dari taditerdiam melamun berdiri di belakangnya.


“Gak apa-apa kok Vin, hanya saja aku terkejut saat kamu tadi membawa laki-laki datang ke mari. Aku kira dia siapa, ternyata Vino.” Ucap Manda yang masih belum percaya dengan apa yang sudah ia lihat sekarang. Vino kemarin sudah tidak mau bertemu dengan Aron lagi kini ternyata dia sudah mulai berubah pikiran, dan mau masuk di rumahnya.


Vina tersenyum tipis, melirik ke arah Vino yang hanya diam menunduk, tanpa membuka mulutnya sama sekali. Ia benar-benar seperti batu, hanya diam tanpa seuntai katak keluar dari mulutnya. Dan kepalanya kembali bergerak mentap ke arah Manda.


“Aku tadi sebenarnya mau ke sini sendiri, tapi setelah bertemu dia dijalan. Sekalian aku paksa dia untuk ikut dengan aku” ucap Vina.


“Tadi dia sebenarnya mau kerja, tapi aku tahu masalah kalian belum selesai. Jadi aku merasa masalah ini harus segera di tuntaskan. Dan jangan sampai ada jarak lagi antara adik dan kakak. Aku tadi sudah bebicara dengan Vino agar dia menyesali apa yang sudah ia lakukan.”


 Manda melirik ke arah Vino, ia ingin sekali bertanya padanya tapi ia seakan ragu untuk bertanya.


“Da! Kenapa kamu diam?” tanya Vina, menatap Manda yang hanya diam dengan pandangan mengarah pada Vino.


“Emm, gak apa-apa Vina.” Ucap Manda. “Oya, gimana kalau kita ke tempat anak-anak dulu, dan Vino kamu tunggu di sini sebentar” ucap Manda, melirik ke arah Vino yang masih diam, seakan tidak mau mendongakkan kepalanya untuk mentap ke arah Manda. Ia merasa sangat malu dengan Manda dan keluarganya, iangin sekali ia bertanya padanya dan Aron, tapi mulutnya seakan benar-benar terkunci sangat rapat dan sangat susah untuk terbuka, meski hanya seuntai kata-pun yang keluar juga tak bisa.


Manda yang melihat Vino hanya diam, ia segera menarik tangan Vina untuk pergi dan segera memanggil Aron. Manda ingin memberi kesempatan pada Aron agar bisa memperbaiki hubungan kakak adik yang hampir saja putus. Ia tahu mereka itu ingin bicara berdua lagi.


“Syang!!” panggil Manda pada Aron yang lagi bercanda dengan ke dua anaknya.

__ADS_1


“Oo,, ada Vina da, ya udah kalian bicara berdua dulu” ucap Aron yang ingin beranjak.


“Syang kamu mau kemana? Aku mau kamu bertemu dengan seseorang dulu di luar”


“Siapa?”


“Sudah kamu lihat saja dulu”


“Apa Vino maksud kamu syang? Apakah dia di luar?” tanya Aron memastikan.


“Manda tersenyum, dan menganggukkan kepalanya kecil meng-iyakan apa yang di katakan Aron.  Dan belum sempat Manda menatap Aron, ia sudah melangkah pergi menemui Vino yang sudah menunggu di depan.


“Kamu sudah lama di sini?” tanya Aron, berjalan menghemapiri Vino. Dan dududk di depannya, menatpa Vino yang masih duduk.


“Kak!!” uca[ Vino lirih, mendongakkan keplanya mnetap ke arah Aron.


Aron tersenyum, ia senang kali ini bisa bicara lagi dengan Vino. “Kak, aku minta maaf soal apa yang aku katakan kemarin pada kakak” ucap Vino dengan nada penuh penyesalan. “Aku tahu kak, aku salah, sudah marah dnegan kaka. Kemarin aku hanya terbawa emosi dan meluapkan pada kakak. Aku tidak berniat semakin memperburuk suasana dengan kaka. Aku sudah banyak salah dengan kakak sekarang, maaf.!!” Vino menunduk, di hatinya penuh penyesdalan yang sangat dalam, selama tiga tahun ia selalu tidak bisa tenang jika terus bermusuhan dengan kakanya. Dan di saat ada kakaknya. Ia mlaah marah lagi dengannya dan membuatnya jadi tambah berselisih dengannya.


Aron berjalan mendekati Vino, dan duduk di sampingnya. Ia menepuk pundak Vino. “ Aku sudah memafkanmu dari dulu. Kakak sudah menyesal dengan apa yang sudah kakak lakukan dulu denganmu. Dan sekarang aku gak mau mengulangi untuk ke dua kalianya.” Ucap Aron, yang langsung memeluk erat adiknya itu.


Saat hatinya terasa sudah mulai membaik, Aron melepaskan pelukannya., Dan bertanya denganna. “Apa kamu jadi akan menikah dengan Kesha?” tanya Aron, dengan nada penuh keraguan. Ia tahun hubungan mereka sedang tidak membaik, sebelumnya Manda juga sudah cerita dengannya.


Vino hanya menunduk, ia menggelengkan kepalanya pelan. “Dia sudah punya suami kak, aku gak mungkin jika menikah dengannya”


“Apa suami Kesha juga tinggal di sini kak! aku gak bisa lama-lama kalau ada dia di sini” lanjut Vino beranjak berdiri. Seketika Aron menraik tangan Vino untuk duduk kembali. 


Ia menghela napasnya berat dan mulai berbicara dengan Vino. Menceritakan semuanya padanya.


“Duduklah dulu!! Aku ingin cerita denganmu”


Vino hanya diam dan menuruti apa kata kakaknya, ia tidak bisa membantahnya lagi.


“Ada apa?” ucap Vino, dengan pandangan mengarah pada Aron yang raut wajahnya berubah, seakan mengetahui banyak hal.


“Soal Kesha, kamu salah paham dengannya!!” ucap Aron.


“Maksud kakak?” Vino terlihat bingung dengan apa yang kakaknya bicarakan.


“Kesha itu belum menikah, kalau memang dia menikah. Kenpa dia tinggal sendiri dulu di kontrakan kecil. Bahkan dianjuga kerja part time sampai larut malam.” Ucap Aron, memegang pundak Vino.


Vino memdenmgat hal itu sontak, tekejut. Ia melberakan matanya, menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang baru saja ia denar dari mulut kakanya. Bagaimana bisa ia belum menikah. Trapi kenapa kemarin dia bilang kalau laki-laki di sampingnya itu adalah suaminya? Apa dia bohong, untuk menutuoi semuanya, karena dia sekarang bukalah seorang Kesha yang dulu. Bhalkn dia hidup di kontrakan keci. Apa sebenarnya yang terjadi dengannya. Kenapa dia menyembunyikan semuanya dariku? Kenapa dia tidak jujur?

__ADS_1


Vino masih tidak percaya, Vinbo yang biasanya di luar terlihat sangat tegar, dan tidak pernbah menangis. Air matanya seakan sudah tak terbendung lagi di matanya. Mata tajam itu terlihat mulai berkaca-kaca.


“Vin!! Kamu gak apa-apa?” tanya Aron memastikan. Ia melihat Vino sudah tidak beruara lagi, seakan ia tidak bisa terima dengan semua yang terjadi. Semuanya terjadi begitu ceopat. Dan bodohnya kenapa ia tidk sadar jika Lesha juga berada di Sydney, meski kuliah di tempat yang berbeda dengannya.


“Kak!! Apa aku bisa bertemu dengannya?” tanya Vino, dengan perasaan ragu dan penyesalan menyelimuti hatinya.


 


Ia ingin memastikan jika apa yang di katakan kakanya itu benar.


Aron hanya diam, ia bingung mau jawab apa. Kalau dia tahu Kesha kelaur dengan laki-laki pasti dia akan lebih sakit lagi. Ia gal mau jika adiknya itu terluka lagi untuk yang kesekian kalinya. Hubungan mereka harus di selesaikan. Sepertinya akubharus bertindak sekarang!! Aku gak mau mereka terpisah terus, aku akan bicarakan rencana aku inI dengan Manda nantinya.


“kenapa kaka diam?” tanya Vino.


“Emm. Rumah Kesha di samping rumah ini, dan di sana juga ada orang tua Kesha. Kamu bisa pergi ke sana untuk memastikan semuanya jika memang kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan padamu.


Vino hanya diam. Ia berpikir sepertinya apa yang di katakanAron itu benar. Ia harus membuktikan sendiri.


“Baiklah!!”


“kamu tunggu sini, aku akan ajak Manda untuk pergi juga ke sana.” Ucap Aron, yang beranjak berdiri, melangkahkan kakinya memanggil manda yang kini duduk di ruang keluarga duduk bersama dengan anak-anaknya dan Vina.


“syang, ayo kita pergi ke rumah Kesha, Vino ingin bicara dengan orang tuanya” ucap Aron yang berdiri di belakang Manda, seketika membuat Vina dan Manda menoleh bersamaan.


“Apa Vino sudah tahu yang sebenarnya?” tanya Manda bingung.


“Dia sudah tahu, aku memberi tahukan semuanya. Ia harus tahu da. Sudah cukup saling menyembunyiakn rhasia. Semua gak akan ada habisnya” ucap Aron.


Manda tersenyum dengan keputusan yang Aron ambil, “Iya benar itu syang, aku juga tadi berniat untuk memberi tahu Vino, aku gak mau merahasiakan semuanya lagi. Hubungan mereka juga harus membaik sekarang. Jangan ada pertengkaran atau salah paham lagi dari mereka berdua.” Ucap Manda, kepalanya bergerak mentap ke arah Vina, yang dari tadi hanya diam . mendengarkan apa yang di bicarakan Manda dan Aron.


“Vin gimana menurut kamu?” tanya Manda.


Vina menarik napasnya berat, ia mencoba tersenyum di hadapan Manda, dengan berat hati ia harus terima jika Vino kembali dengan Kesha lagi.


“Iya, Da!! Mereka harus bersatu lagi. Lagian mereka itu saling mencintai satu sama lain.” Jawab Vina  dengan senyum samarnya.


Manda dan Aron segera beranjak menemui Vino yang sudah menunggunya lumanyamn lama. Dan Vina anak-anaknya juga berajalan mengikuti Manda ke ruyang tamu.


“Ayo Vin , kita bicara dengan orang tua Kesha” ucap Manda, yang langsung melangkahkan kakinya pergi di tuntun Aron sampai di teras rumah, dan salah satu pembantunya membawakan kursi roda milik Manda. Mereka segera berajaln menemui orang tua Kesha untuk minta penjelasan dari mereka. Agar semua bisa terselesaiakn dengan segera.


“Na, aku ragu bertemu dengan orang tua Kesha” ucap Vino, yang berjalan di samping Vina.

__ADS_1


“Kenapa kamu harus ragu, jangan ragu. Semua akan baik-baik saja. Dan kamu dengan Kesha juga akan baikan lagi.” Ucap Vina mencoba mencoba menenangkan Vino yang terlihat sangat gugup.


 


__ADS_2