
Kesha yang berhasil di bujuk Manda untuk tinggal di rumahnya. Kini dia mau tinggal di sana bersama dengannya, serta mau merawat anak-nakanya unyuk balas budinya dnegan Manda dan Aron, dan perlahan Manda ingin bertanya dengannya tentang semua masalah yang ia hadapi lebih jaih lagi. Kemarin malam belum sempat ia tanya semuanya, dan masih senagian yang di jawab. Dan itu juga masih belum begitu jelas.
Dan semenjak pertemuannya dengan Kesha kemarin malam, pagi-pagi Aron dan manda pergi ke rumah Kesha, untuk menjemputnya aeta membantu dia membersihkan kontrakkannya. Berserta mengambil semua pakaian yang akan ia bawa nantinya. Dan barang-barang milik Kesha.
Manda merasa sangat bahagia kali ini ia ada teman untuk menjaga anak-anaknya, dan pasfinya ada teman curhat lagi di rumahnya. Sekarang ada temannya lagi yang mau tinggal bersamanya dan membantunya merawat anaknya yang besar dan anak yang akan lahir nantinya. Dan Vina juga selama ini sudah membantunya.
Mnada kini sudah sampai di kontrakkan Kesha, dan saat ia datang semuanya sudah rapi. Semua pakaiannya juga sudah di masukan ke koper satu persatu.
"Sha, apa semua sudah beres?" Tanya Manda, berjalan ringan menemui Kesha yang masih bersiap memasukan bajunya ke dalam koper.
"Udah da, tapi aku ragu jika tinggal sama kamu" ucap Kesha.
"Kenapa lagi kamu ragu Sha. Apa.kamu gak suka tinggal dengan aku lagi. Apa kamu sudah tidak perduli dengan aku lagi. Lagian Aron, suami aku, akan menyiapkan rumah untuk kamu tinggal nantinya bersama keluarga kamu. Dan tempatnya juga tepat di samping rumah aku. Ya, walau kecil sederhana. Tapi setidaknya kamu tidak mengontrak lagi, yang membuat beban hidup kamu tambah sulit. Biarkan kita membantu kamu sebisa mungkin" ucap Manda, memegang pundak Kesha. Dengan senyum semangat untuk temannya itu.
"Da aku malu dengan kalian, yang pada akhirnya aku harus menerima bantuan dari kalian. Padahal aku bukan istri Vino. Dan aku meninggalkan Vino saat keluarga aku mulai terpuruk, karena rasa malu aku jika menikah dengannya. Aku gak.mau lagi menyisahkan kalian Da, aku gak mau jadi beban buat kalian" Ucap Kesha dengan butiran kristal yang keluar dari mata bulatnya. Ia tidak bisa lagi menyentuh wajah Vino lagi sekarang.
"Sha jangan bicara seperti itu, kamu gak pernah menyusahkan kita. Aku dan Aron iklhas bantu kamu, sama seperti kamu dulu yang selalu bentu aku dengan iklhas. Padahal kita baru bertemu tapi kamu sangat baik, dan mau membantuku. Kamu dulu selalu ada saat aku dalam keadaan tepuruk" ucap Manda, memeluk erat tubuh Kesha. Mencoba menenangkan hatinya
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Aron yang baru saja berjalan menghampiri Manda dan Kesha. "Apa semua sudah beres?" Lanjutnya. Membuat Manda melepaskan pelukannya pada Kesha.
"Sudah syang, bawakan koper Kesha ke mobil ya, dan bawakan juga semua bukunya atau barang-barang yang lain dalam kardus itu" pinta Manda menunjuk ke arah akrdus di depanya.
"Baik syang aku yang bawel, tapi semakin gemesin deh" gumam Aron.
Semua barang sudah di masukan oleh Aron. Dan mereka melanjutkan. Perjalanannya untuk pulang ke rumah Aron. Aron segera memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya.
"Syang sudah sampai kalian turunlah" ucap Aron.
"Iya syang" ucap Manda. Aron segera turun dan menuntun tubuh Manda masuk ke dalam rumahnya.
"Syang anak-naka di mana?" Tanya Manda.
"Mungkin mereka di dalam syang, di kamarnya. Apa kamu langsung ke kamar mereka" tanya Aron.
__ADS_1
"Entar saja syang, duduk dulu. Kesha juga pasti capek.
Kesha dudik di sofa ruang keluarga dengan Manda. Mereka saling berbincang satu sama Lain.
"Syang bawakan barang-barang kesha di mobil dan taruh kamarnya" ucap Manda.
"Iya syang, udah kok. Semua sudah beres" gumam Aron.
"Cepet banget syang"
"Sekarang kamu mau ambilkan apa lagi syang" tanya Aron.
"Syang, bisa ambilkan aku minum sebentar untuk Kesha" ucap Manda pada Aron yang berdiri di belakangnya.
"Iya syang bentar, mau minum apa?" Tanya Aron.
"Sha kamu mau minum apa?" Tanya Manda.
"Minum, apa saja Da" gumam Kesha.
"Iya syang, bentar aku mau buatkan kalian minum dulu" ucap Aron, yang lebih memilih membuatkan Manda minum sendiri tanpa minta bantuan pembantunya.
"Da suami kamu nurut banget sekarang, dia bisa mandiri, tidak minta suruh-suruh ke pembantu. Bahkan minuman tamu juga di sendiri yang buatkan" gumam Kesha.
"Sekarang sudah biasa seperti itu" ucap Manda.
"Ini syang minumnya" ucap Aron, meletakkan 2 gelas jus apikat kesukaan Manda di meja.
Ia segera pergi menemui anak-anak lebih dulu ke kamarnya. Sudah dari tadi belum juga keluar. Entah mereka tidur atau sibuk bermain.
Kling...
Mnada melirik ponselnya, ada sebuah peaan daei Vina. Manda meraih posnelnya dan mulai membuca apa isi pesan itu.
__ADS_1
"Da bisa ketemu nanti, ada hal yang ingin aku bicarakan" ucap Vina.
jemari tangan Manda segera membalas pesan dari Vina.
"Gak bisa Da, gimana kalau besok. Memangnya ada hal penting apa?"
"Mama!" Panggil Duke dan Lia berlari menuju ke arah Manda. Mendengar panggilan dari ke dua anaknya, Dengan segera manda meletakkan ponselnya di meja.
"Da, meraka anak kamu?" Tanya Kesha. "Mereka lucu-lucu da" lanjutnya. Mencubit pipi Duke dan Lia di depannya.
"Iya Sha, dia Duke anak aku. Dan Dia Lia kakak angkat Duke." Ucap Manda, mengenalkan anak-anaknya
"Ma apa tante cantik ini yang akan tinggal di sini merawat kita?" Tanya Duke dengan nada polosnya.
"Iya Duke tante akan tinggal di sini. Sekarang kalau Duke sekolah ante yang antar" ucap Kesha.
"Wahh.. asyikk... nanti kalau Duke di ganggu para gadis lagi. Sekarang ada tante yang ngisir mereka" ucap Duke.
Kesha duduk jongkok di depan Duke. "Memangnya banyak gadis yang menggoda kamu di sekolahan" ucap Kesha.
"Iya tante, bahkan dia sampai gak mau sekolah" sambung Lia.
"Baiklah, mulai besok tante yang akan jaga kalian di sekolahan" ucap Kesha, memeluk ke dua anak Manda.
Manda hanya tersenyum melihat kedekatan mereka.Seoertinya tak perlu susah membujuk anaknya. ke dua anaknya sudha suka dengan Kesha.
"Syang kamu dinsini sama Kesha ya, aku mau pergi ke samoing sebentar. Mau urusin rumah buat Kesha nanti. sebelum keluarganya datang, rumah itu harus sudah selesai di renovasi" gumam Aron.
"memangnya kanpan orang tua Kesha datang syang" tanya Manda, memegang tangan Aron.
"Dua hari lagi syang" uvmcap Mands.
"jadi dua hari lagi orang tua aku datang. aku sudah gak sabar untuk segera bertemu dengan mereka. aku sudah kangen banget, sudah 3 tahun lebih tidak bertema dengannya.
__ADS_1
"Kalian menyiapkan semuanya untuk aku?" tanya Manda.
"Iya, biar orang tua kamu juga hidup tenang" gumam Aron