Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Manda bertemu Kesha


__ADS_3

Albert yang tadinya ingin pergi ke cafe, namun ia mengurungkan niatnya saat bertemu dengan Vina dengan seorang lelaki yang tidak ia kenal. Ia Merasa kesal dengan Vina, yang tak sengaja ia melihatnya sangat akrab berdua dengan lelaki itu, entah kenapa hatinya merasa kesal. Tapi ada hal yang mengganggu pikirannya saat ini yang lebih dari itu, yaitu Manda. Manda menolaknya untuk makan malam di luar. Dia lebih memilih makan malam sendiri dengan keluarganya. Tanpa mengajaknya, yang dari tadi audah lebih dulu mengajaknya makan malam.


Suasana hati yang benar-benar buruk hari ini, membuat Albert tak biasa berkonsentrasi mengendarai mobilnya, untuk pulamg ke rumah.


"ARRGGGG"


"Buukk... " Albert memukul setir mobilnya berkali-kali, meluapkan perasaan kesal hatinya. "Manda dan manda kenapa kamu selalu di otakku" gerutu Al yang seakan sudah gila, otaknya penuh dengan nama Manda. Hingga ia tidak fokus dengan jalan di depannya. 


Tak sadar seorang yang buru-buru berlari menuju ke seberang jalan. "Sialan gadis itu cari mati atau gimana" gumam Al kesal, melihat wanita yang tiba-tiba menyeberang dengan tatapan kosongnya. 


TITT... TIITTTT...


"Aaaaa...."


SHIIITTT... SRUAAKKK..


Injakan rem mendadak, membuat mobil itu langsung banting setir menabrak ke sebuah pohon besar di sampingnya. Hingga depan mobilnya mengeluarkan asap. 


"Dasar wanita sialam" ucap Albert kesal. 


"Apa aku sudah mati" ucap seorang wanita yang masih berdiri tegap, menutup matanya erat. 


Albert yang tidak apa-apa, langsung turun dari mobilnya. Dengan wajah dinginnya, ia berjalan dengan langakh penuh emosi membuat atmosfer di jalan itu nampak berubah jadi sangat mencengkam. Albert menarik kasar tangan wanita itu dari tengah jalan. "Apa kamu sudah gila ya?" Bentak Albert, melemparkan tubuhnya kasar hingga tersisa jarak antara mereka. 


Wanita yang mengenakan topi dan masker untuk menutupi wajahnya itu perlahan membuka matanya, ia melihat wajah yang asing berdiri di depannya. "Siapa kamu?" Tanya Seorang wanita di depannya. 


"Harusnya aku yang tanya kamu siapa? Apa kamu mau bunuh diri jalan di tengah jalan dengan tatapan kosong dan melamun berjalan seperti orang nginggau begitu" ucap Albert kesal. 


"Maaaf, aku Kesha. Aku gak tahu akalu tadi ada mobil lewat ucap Kesha dengan wajah sedihnya, ia terua menunduk, karwna merasa bersalah dengannya. 

__ADS_1


"Ya, sudah kalau gitu kamu sekarang ganti rugi, lihat gara-gara kamu mobil aku harus masuk bengkel" ucap Albert mengulurkan tangannya ke depan. 


"Apa yang kamu bilang, ganti rugi?" Ucap Kesha terkejut mendengar kata ganti rugi, untuk makan saja ia harus berpikir dua kali. Dan ini ganti rugi, hutang orang tuanya saja belum sepenuhnya lunas. 


"kenapa kamu diam, lihatlah mobil aku" bentak Albert, dengan tangan menunjuk ke mobilnya yang sudah terlihat rusak parah. 


kesha, menarik napasnya sejenak, menahannya, lalu mengehmbuskan perlahan napasnya mencoba untuk tetap bersabar. Untuk menghadapi berbagai masalah baru yang mengganggunya. 


"Baiklah aku akan ganti rugi" ucap Kesha lirih. "Tapi gak sekarang, aku minta nomor ponsel kamu, kalau aku punya uang akan hubungi kamu" ucap Kesha, yang masih menundukkan kepalanya. 


Albert memegang tangan Kesha, menariknya kasar agar mendekat kearahnya. "Apa kamu bilang?" Tanya Albert kesal. Mata mereka saling tertunu satu sama lain. 


"Mata hitam pekat yang sangat indah" batin Albery yang tak bisa berhenti menatap mata indah Kesha di depannya. 


Wussss... sebuah mobil dengan kecepatan tinggi yang lewat tepat di sampingnya, membuat topinya jatuh. Sekilas Albert melihat rambut hitamnya yang terurai panjang, tetapi dengan sigap Kesha segera mengambil topinya dan segera memakainya kembali.


~


"Syang bukannya itu Albert teman kamu, dia sepertinya habis nabrak orang" ucap Aron, yang masih fokus mengemudi mobilnya sambil melirik ke samping melihat kondisi Albert. 


Manda menoleh, mencoba melihat ke samping. Ia melihat wajah wanita yang menunduk dengan wajah lesu itu, sangat familiar dengannya. 


"Syang berhenti" ucap Manda menepuk pundak Aron untuk segera berhenti. 


"Kenapa syang, apa kamu mau lihat teman kamu itu?" Tanya Aron. 


"Enggak, aku hanya memastikan jika itu wanita benar Kesha, sekarang ayo bawa aku ke sana syang" gumam Manda yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Kesha lagi. 


Aron segera turun, dan mengambil kursi rodanya, ia menuntun Manda duduk di kursi roda. 

__ADS_1


"Cepat bayar sekarang atau aku akan laporkan kamu ke polisi" ancam Albert. 


"Apa katamu, mentang-mentang kamu punya uang. Kamu mau berbuat seenaknya. Lagian salah kamu sendiri gak lihat kalau aku nyebrang" ucap Kesha dengan nada tingginya, dan tangan menunjuk ke wajah Albert tanpa rasa takut. 


"Aku akan bayar, berapa ganti rugi yang harus di bayar wanita itu" ucap Manda, duduk di kursi roda, di dorong Aron perlahan mendekat ke arah Albert.


Mendengar suara yang sangat yang tak asing di telingannya. Ia menoleh ke belakang. "Manda!" Ucap Albert. 


Merasa malu dengan Manda, Kesha mencoba untuk berlari dari Manda. Dengan sigap aron mencegahnya pergi. "Jangan pergi, kenapa kamu selalu menghindar dariku" ucap Manda. 


Kesha hanya menunduk malu, ia tidak berani menampakkan wajahnya di depan Manda. Karena sekarang bukan siapa-siapa lagi. Dia bakalan hanya jadi beban jika masih bersama dengan Manda.


Kehidupan Kesha sekarang dengan dulu sangat berbeda, ia sudah tidak kaya lagi seperti dulu. Yang bisa membantu siapa saja yang membutuhkan. Sekarang ia hanya seorang mahasiswi yang juga mengais rejeki dengan kerja part time, hanya cukup untuk biaya hidupnya dan juga untuk bayar hutang orang tuanya yang masih banyak. 


"Manda aku malu dengan kondisiku seperti ini" ucap Kesha melepaskan masker dan topi, yang menutupi sebagian wajahnya, mencoba memberanikan diri menatap ke arah Manda. Wajah cantiknya masih sama, dengan rambut panjang hitam lurus miliknya. Membuat Albert terpanah melihat wajah cantik yang tadinya tak terlihat karena tertutup masker yang ia kenakan.


"Ternyata dia wanita yang cantik juga, tapi sepertinya bukan orang sini" batin Albert dengan mata yang tak berhenti mengagumi kecantikannya. 


"Gimana kalau kamu pulang ke rumah aku" ucap Manda bangkit dari kursi rodanya, berjalan pelan mendekati Kesha. 


"Aku gak bisa Da, aku masih banyak pekerjaan maaf" ucap Kesha yang langsung pergi menghindari Manda. Ia berlari menjauh meninggalkan Manda.


"Kesha tunggu" manda yang refleks ingin berlari dengan sigap Aron memegang ke dua lengan manda agar tidak gegabah. Karena ada anaknya di dalam kandungannya sekarang. 


"Syang tadi itu Kesha, kamu kejar dia. Aku ingin bicara dengannya. Tolonglah" ucap Manda, memohon, dengan memegang tangan Aron sangat erat. 


"Syang aku tahu, tapi setidaknya kita pulang dulu, sudah malam kasihan anak-anak di dalam mobil, mereka sudah ngantuk dan lelah. Besok aku akan cari Kesha ya" ucap Aron, mencoba membujuk istrinya, agar tetap tenang. Merasa sudah tenang Aron menuntu tubuh Manda untuk masuk dalam mobilnya. Ia kembali lagi mengambil kursi roda Manda yang tertinggal. 


"Kamu segeralah pulang, soal ganti rugi mobil kamu. Aku yang akan bayar" ucap Aron lirih pada Albert. 

__ADS_1


"Sebenarnya apa hubungan wanita itu dengan keluarga Manda, sepertinya mereka sangat dekat dengannya" batin Albert. 


__ADS_2