Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Rencana Berjalan Mulus


__ADS_3

Kini hari sudah larut malam. Manda bersiap untuk pulang dan sedangkan Aron berniat untuk tetap menunggu Manda. Sebenarnya ia sudah mulai gerah harus menutup nutupi dirinya. Demi mendapatkan Manda lagi ia tak mau menyerah. Asal rencananya berhasil dan berjalan mulus.


Manda berjalan keluar dari Cafe. baru sampai di depan pintu langkahnya terhenti. Tangannya menyangkut sesuatu di belakang.


" tunggu !!" Aron memegang tangan Manda dengan tubuh bersandar di tembok Cafe.


Manda sontak menoleh ke belakang.


" Tuan ? Kamu masih di sini. Apa ada barang yang ketinggalan? Bisa aku ambilkan sekarang" Cerocos Manda dengan senyum tipisnya.


" Manda entah kenapa aku sangat senang menatap senyum kamu seperti itu" Batin Aron terus terdiam memandang mata indah Manda di depannya. Tanpa menggubris ucapan Manda yang tak ada hentinya itu.


" Tuan!!" Pungkas Manda menatap lebih dekat membuat Aron sontak terkejut. Jantungnya berdetak lebih cepat nafasnya mulai tak beraturan. Membuat ia harus membuang nafas kasar.


" Eh.. iya ada apa? " Aron terlihat sangat gugup ia sontak melepaskan tangan Manda.


" Kenapa aku jadi labil gini seperti anak muda baru jatuh cinta" batin Aron memarahi dirinya sendiri. Ia tak bisa mengontrol hatinya saat bertemu dengan Manda yang membuat hatinya terasa di aduk aduk.


" tuan kenapa dari tadi diam saja" pungkas Manda dengan nada polosnya.


Aron menelan ludahnya mencoba menghilangkan rasa gugup dalam hatinya.


" Aku...em.." ucapan Aron terhenti seketika rasa gugup mulai menjalar seluruh tubuhnya membuat ia sulit untuk mengucap kata demi kata.


" aku apa tuan?" Manda semakin mendekatkan wajahnya lagi membuat ia semakin grogi. Nafasnya mulai tak beraturan lagi.


" Aron kenapa kamu bego gini sih, dan kenapa kamu jadi kaku gini" Batin Aron terus memarahi dirinya sendiri.


" Tuan gak papa kan?" Pungkas Manda terlihat khawatir pada lelakinyang tak di kenalnya itu. ia menarik tangan Aron untuk duduk di kursi depan cafe. Kini nafasnya mulai tak bisa di atur bahkan seolah ia baru pertama kali jatuh cinta seperti anak muda labil yang baru merasakan cinta.


" Aku gak papa" Aron memaksakan diri untuk berkata.


Ia mengehela nafas sejenak, mengumpulkan semua keberaniannya. Ia mulai meraih tangan Manda menariknya begitu saja tanpa persetujuan nya masuk ke dalam mobilnya. Membuat Manda hanya terdiam linglung. Ia hanya diam seolah mengikuti kemana lelaki itu pergi.


" tuan mau bawa aku kemana??" Ucap Manda dengan nada bingungnya. Duduk santai di dalam mobil Aron.


" aku mau antar kamu pulang" ucap Aron yang mulai menjalankan mobilnya.

__ADS_1


" Gak usah tuan aku bisa pulang sendiri" manda mencoba membuka pintu mobil dengan sigap Aron mencegahnya. ia memegang tangan Manda erat .


" tetaplah di sini, aku tidak akan menyentuhmu tenang saja" ucap Aron memcoba menyakinkan Manda.


Manda menghela nafas sejenak dan mulai duduk santai di mobil Aron. Ia masih belum sadar jika itu adalah Aron suaminya.


" Oya tuan kenapa baik sama saya ??" ucap Manda yang terlihat grogi. Ia memegang ujung rok pendek selututnya .


" karena kamu juga Orang baik" ucap Aron. Ia tersenyum memandang istri nya kini berada di sampingnya. Tak pernah sebelumnya ia berbicara lepas seperti ini dengannya. Dulu suasana benci, canggung selalu membuat mereka tak pernah akur bahkan saling berbicara pun juga jarang.


Kini semua berubah Aron lebih konsisten lagi dengan hatinya. Ia berharap apa yang di bilang Sindy adalah benar jika Manda adalah cinta sejatinya nanti.


" Tuan berhenti " pungkas Manda menyentuh pundak Aron.


Aron sontak menghentikan mobilnya. Sebenarnya ia sudah tahu jika mau berhenti tapi ia punya rencana agar Manda menyentuhnya.


" Emang udah sampai" Ucap Aron. ia pura pura tak tahu rumah Manda. Ya padahal Aron sejak awal sudah tau rumahnya.


" Itu di depan" Ucap Manda yang mulai membuka pintu mobilnya. Ia beranjak turun daei mobil aron.


" Iya sama sama" Aron merasa sangat senang baru kali ini dia bisa berbicara lepas dengan Manda. Seandainya hubungannya dulu di dasari saling terbuka pasti akan jauh lebih baik. Tak mungkin hal seperti ini akan terjadi.


Aron terus menatap Manda yang mulai berjalan menuju ke rumahnya. Terlihat Manda sudah masuk ke dalam dan menutup rapat rumahnya. Aron bergegas pergi dari halaman rumah manda.


--0o0--


" Kenapa aku merasa tak asing dengan tuan itu" Gumam Manda berjalan perlahan menuju ke kamarnya. Tenggorokanya terasa sangat kering . langkahnya terhenti di dapur untuk mengambil segelas minuman untuk menyegarkan sejenak tenggorokkanya.


" Tuan itu juga aneh. Tiba tiba saja perduli denganku" gumam Manda meneguk minumannya lagi.


Ia meletakkan gelasnya beranjak menuju ke kamar nya di atas. Hari ini ia merasa sangat lelah. Hari pertama kerja pelanggan sangat banyak mambuat ia harus bekerja ekstra lagi. Ya untung saja ada seorang yang seolah tahu dia. Untuk menyuruhnya istirahat di saat yang tepat.


Manda senyam senyum sendiri berbaring di atas ranjang empuk miliknya. " aku merasa sangat dekat dengannya" Gumam Manda membayangkan kejadian tadi saat pertama bertemu dengan tuan yang tiba tiba ia kagumi kelembutannya padanya meski dia tak tahu siapa lelaki itu.


Pikirannya terhenti sejenak ketika ada bayangan Aron muncul dalam benaknya. " apa sih kenapa aku harus ingat dia" gumam Manda terlihat sangat kesal.


" ah... lupain lupain" manda mengacak acak rambutnya.

__ADS_1


" aku harus bisa lupain iblis itu. Dan mulai hidup baru" gumam Manda mulai memejamkan matanya dengan merengkuh guling di dekapannya.


#Aron POV


"  Sepertinya hari ini berjalan lancar" Batin Aron dengan senyum senang menemani laju mobilnya. Ia segera membuka semua yang menutipi wajahnya. yang membuat ia sangat gerah. Kalau bukan hanya ingin dekat dengan Manda gak mau dia rela seharian harus nunggu di cafe dengan penampilan mencurigakan seperti itu.


" hari ini sepertinya Manda mulai tertarik denganku. Besok aku akan datang lagi dan mulai mendekatinya lagi dengan cara berbeda" Gumam Aron. Ia berhenti tepat di depan rumahnya. Dengan perasaan senang yang menggebu gebu ia keluar dari dalam mobil masuk ke dalam rumah yang terlihat sepi.


Ia segera naik ke tangga menuju kamarnya.


Tiba tiba langkahnya terhenti di depan kamar Vino. Ia mendengar desahan wanita sangat keras di balik sela pintu yang terbuka sedikit.


Sekilas Aron melihat Vino sedang asyik dengan pacarnya untuk sekedar menemani bermalamnya. " tu anak kebiasaan masih sekolah sudah seperti itu" gumam Aron beranjak pergi.


Ia tak perdulikan mereka yang sedang bermain bersama. Belum sempat ia membuka pintu kamar nya. Vino memanggilnya.


" kak!!" ia berjalan hanya menggunakan boxer. Aron menoleh seketika menatap Adiknya.


" plakkk" Aron memukul pelan kepala Vino.


" itu anak orang kamu apain?" Tanya Aron.


" apa sih kak hanya pegang pegangan saja " pungkas Vino dengan santainya.


" Udah antar Kesha pulang sekarang" Ucap Aron mulai membuka pintu kamarnya.


" Tunggu kak"


" ada apa lagi" Aron menghentikan langkahnya.


" Kunci mobil" Ucap Vino senyum tipis menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal itu.


Aron menghela nafas sejanak. Ia segera melempar kunci mobilnya ke arah Vino.


" Sudah malam antar dia pulang benaran. Ingat baju semua jangan sampai ketinggalan di bawah ranjang" teriak Aron dalam kamarnya yang perlahan ia tutup.


" Sepertinya kakak sudah mulai berubah. Ia sering senyum sendiri.dan sekarnag juga jarang marah marah gak jelas" gumam Vino. " sepertinya dia lagi jatuh cinta" lanjut Vino berjalan menuju kamarnya. di sana kesha sudah menunggunya.

__ADS_1


__ADS_2