
"Kamu kenapa syang?" tanya Manda, mencoba membelai lembut rambut Lia.
Lia hanya diam, menunduk kembali. Ingin rasanya bertanya namun, ia masih ragu untuk mengekurakan apa yang ada dalam pikiran kecilnya.
"Ma." panggil Lia.
"Iya, yang kamu bilang saja, apa yang mengganggu pikiran kamu" gumam manda.
"Boleh tanya gak ma?" ucap Lia.
"Tanya apa?" jaeab Manda antusias.
"Mama kalau punya anak baru nanti aku merasa terasingkan, lagian aku bukan anak kandung mama. Dan pasti kasih sayang mama dan papa akan sepenuhnya dengan adik baru kita. Dan entah mama akan selalu syang denganku tidak." ucap Lia lugu, gadis kecil seperti dia bisa berpikir seperti itu.
"Iya benar itu kata papa" ucap Manda. "Kamu gak boleh bilang seperti itu lagi ya"
"Iya ma, makasih selalu menyayangi Lia" ucap lia sangat senang mendengar jawaban dari mama dan papanya.
"Iya syang" ucap Manda mengusap kepala Lia.
"Syang, kamu gak boleh bilang seperti itu. Kalau kita punya anak anak baru, mama dan papa akan selalu syang dengan Lia, dan Lia akan selalu jadi anak mama dan papa." saut Aron, yang berjalan keluar menghampiri Manda dan ke dua anaknya.
"Syang aku ambilkan kamu baju ya" ucap Manda bangkit dari duduknya.
"Gak usah syang, kamu skait lebih baik duduk saja bersama anak-anak. Aku ambil baju sendiri" ucap Aron berjalan menuju ke lemari. Dan mukai memilih baju yang ingin ia kenakan nantinya. Aron selalu ingin tampil lebih modis, agar terlihat lebih muda, dan Manda tidak malu jika jalan berdua dengannya nannti. Karena perbedaan umur mereka, pastinya orang akan tahu dari raut wajah mereka yang terlihat jauh, dan manda masih terlihat kecil dan imut seperti anak sekolah lainnya. Meski dia sudah punya anak.
__ADS_1
Aron mengambil baju dan janket, ia segera pergi ke kamar mandi lagi, uantuk memakai bajunya. Dan tak lama, lelaki tam0an itu keluar menghampiri Manda dan anaknya lagi. Ia mulia mengangkat Duke dan menggendongnya. Dan Lia di gandeng Manda menuruni tangga menuju ke mobil hitam pekat yang sudah terparkir di depan halaman rumahnya.
"Bi, aku tinggal pergi ya" ucap Manda pada para pembantunya.
"Maaf tuan, non, den Duke dan Non Lia apa tidak makan dulu" ucap oembantunya ragu, agak sedikit membungkukkan badanya.
"Gak bi, aku buru-buru, kalian jaga rumah ya." ucap Manda yang mulai masuk ke dalam mobilnya.
Aron mulai menyalakan mesin mobilnya, dan melaju pelan keluar dari halaman rumah sederhana miliknya.
"Kita pergi ke dokter langganan kita saja ya syang" ucap Manda.
"Iya syang, lagian kita sudah biasa kenal dengan dia. Lebih mudah jika bertanya" ucap Aron.
Tak lama mereka sampai di dokter kandungan langganan Manda dulu. Saat ia masih hamil Duke, dan periksa kehamilan berikutnya yang ternyata tidak jadi yang kehamilan ke duanya. Entah kenapa dia tahun 1 tahun lalu sering bermain bersama Aron tapi tidak kunjung jadi. Dan ini penatian panjang mereka, berharap akan mendaoatkan kabar gembira yang terdengar di telinga mereka.
2 Jam berlalu.
Manda yang sudah selesai periksa ke dokter kandungan, ia terlihat sangat bahagia. Namun ada hal yang bikin ia sedih, saat dokter bilang jika kandungannya lemah Dan ia tidak boleh terlalu capek. Serta kemungkinan kandungannya selamat sangat sedikit hanya berapa persen. Jika Manda membangkang maka hal buruk akan terjadi dengan anaknya.
Namun Aron terus menguatkan hati Manda, ia tidak berhenti mengusap lembut rambut Manda saat keliar dari ruangan dokter langganannya. Ia juga tidak lupa terus mengusap lembut perut Manda agar anaknya bisa terus berada dalam perut Manda sampai waktu lahir tiba, namun ada ke dua anaknya, ia menahan keinginannya yang ingin terus berbaring dengan mengusap perut Manda itu, sampai di rumah.
Senyum bahagia terpancar dari raut wajah keluarga kecil mereka. Kebahagiaan mereka akan bertambah lagi satu keluarga kecil yang sudah di nantikan sejak dulu oleh Manda dan Aron serta ke dua anaknya, yang juga sudah menunggu adik ke tiganya. Tapi Manda di balik kebahagiaan ada suatu masalah yang harus ia terima jika kemungkinan untuk bisa bertahan sangat kecil. Namun manda mencoba mematahkan apa yang di bilang dokter itu. Ia yakin jika anaknya dan kandungannya baik-baik saja.
Apalagi Dokter tadi bilang jika anak baby baru mereka sudah berjalan 3 bulan. Dan selama ini ia tidak menyadari jika dia hamil. Apalagi dia juga sering berhubungan dengan Aron sekarang tiap malam, karena keinginnanya segera punya anak baby. Dan tidak pernah berhenti mengerjakan pekerjaan rumah, mengurus anak dan kuliah. Dan juga melupakan tugas kuliahnya.
__ADS_1
Aron segera mengajak keluarga mereka untuk pulang. Ia tidak mau lama-lama di luar. Lagian Manda juga velum makan dan harus banyak asupan gizi untuk anaknya nanti.
"Syang mulai hari ini kamu gak boleh kecapekan lagi ya" gumam Aron, duduk di sofa ruang tamu.
Duke dan Lia berlari masuk ke dalam kamarnya. Ia merasa sangat senang hari ini. Dan tidak mau mengganggu papa dan mamanya dulu.
"Emangnya kenapa syang, lagian aku masih kuat kok" ucap Manda.
"La, aku hanya ingin kamu itu sadar syang. Kamu gak boleh capek atau sesuatu akan terjadi dengan anak kita. Itu kalau kamu mau menurut apa yang aku bilang. Kalau yidak ya, terserah kamu. Kamu boleh pe4gi sekarang" ucap Aron kesal.
"Iya, syang gitu saja ngambek sih" Manda duduk di samping Aron.
"aku itu khawatir dengan kamu dan anak kita syang, sudah jangan keras kepala gitu. Ini juga demi keselamatan kamu dan baby kita" ucap Aron.
"Iya, yang aku tahu kok. Tapi aku kalau hanya diam di kamar itu bosan syang. Gak ada kegiatan. Terus dengan kuliah aku gimana? Apa aku juga harus libur kuliah juga?" tanya Manda menyandarkan kepalanya di pundak Aron.
"Kalau kuliah gak mungkin kamu berhenti syang, kamu tetap kuliah. Tapi kamu gak boleh capek-capek harus tetap jaga kesehatan ya syang" ucap Aron, mengusap lembut rambut Manda.
"Iya, lagian aku belum beberapa semster gak mungkin jika aku bolos kuliah, beasiswaku pasti di cabut nantinya" gumam Manda.
"Nah, itu tahu. Sekarang kamu sehabis kuliah langsung pulang. Jangan ke kantor aku ya" ucap Aron menasehati.
"Kenapa gak boleh? Apa ada wanita lain ya? Sekarang aku gak boleh ke kantor kamu?" gerutu Manda kesal.
Aron mencubit pipi Manda. "Istriku ini sekarang seperti anak kecil ya, udah di bilangin malah nuduh aku yang enggak-enggak." ucap Aron. "Kamu itu harus banyak istirahat syang" lanjutnya.
__ADS_1