Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Munculnya Kepribadian Ganda Manda


__ADS_3

manda berjalan masuk ke dalam kamar mandi dengan langkah yang nampak sangat berat. Ia merasa sangat malu dengan apa yang dia lakukan sekarang. Dengan wajah masih di terlihat muram ia menunduk ke bawah berjalan menyeret kakinya masuk ke dalam kamar mandi.


Dan Aron berjalan ke balkon tanpa perdulikan Manda yang sudah masuk ke kamar mandi. Dia duduk di teras balkon yang memang ada 2 kursi dan 1 meja kecil hanya untuk sekedar bersantai memandang pemandangan laut. Kali ini ia merasa telah berdosa atau tidak harus melakukan itu pada Manda gadis kecil itu. Ia merasa sangat kejam Harus melakukan pada gadis di bawah umur seperti dia. Namun entahlah keinginannya tidak bisa terbendung . Mata Manda sangat mirip dengan Sindy kekasihnya. Entah kenapa dia merasa ada Sindy di dalam diri manda membuat nafsunya mulai bangkit.


Saat pertama melihat Manda hatinya merasa rengkarnasi Sindy dalam dirinya. Mata bulat yang begitu indah sangat mirip dengan Sindy. Namun kemiripan itu semakin membuat Aron membenci Manda dan ingin selalu menyiksanya. Hatinya tak bisa terima jika melihat manda telihat wajah Sindy di sana. Benar benar membuat dia merasa muak ingin sekali melampiaskan hasratnya.


#Manda POV


Manda terdiam berdiri di depan cermin kamar mandi. ia melihat sekujur tubuhnya penuh dengan lebam warna biru dengan gigitan di tubuhnya bahkan seperti tato yang berjejer rata di tubuhnya. Ia merasa ini sangat menjijikan menatap bibirnya yang semula berwarna merah muda berubah keabuan. Dia melihat bekas cengkraman Aron di tangannya yang kini terlihat membiru. Dan pipi masih membekas tangan kekar Aron yang menamparnya tadi.


"Ini tidak bisa di biarin?? Aku tidak mau seperti ini terus!! Aku harus berani melawan dia??" Pungkas Manda dengan tatapan semakin tajam memandang cermin di depannya.


"Kamu harus semangat manda" Dia mencoba memberi semangat untuk dirinya sendiri.


Manda segera masuk ke dalam bathup untuk merendamkan tubuhnya sejenak dari bakas ciuman yang masih melekat di tubuhnya. Ia berusaha menggosok bekas itu agar hilang namun hasilnya nihil. Ia sangat takut jika besok sekolah dia akan di permalukan dengan teman teman barunya.


Merasa beban fikirannya sangat berat dia menyandarkan kepalanya di atas bethup memejamkan matanya sejenak. Menikmati air hangat yang mulai menghangatkan tubuhnya kembali. Menetralkan emosi dalam tubuhnya membuat ia hanyut dalam mimpi.


" Manda kamu harus kuat ya sayang!! Jangan menyerah dengan semua apa yang kamu alami" terdengar suara dari bayangan  putih di depannya. Suara yang mirip dengan ibunya.


"Ibu apa itu kamu??"


"Ibu aku ingin melihatmu..?? tolonglah sekali ini saja ibu.. aku ingin merasakan hangatnya pelukanmu.. aku lelah ibu sangat lelah. " manda berlari mengejar bayang putih yang semakin menjauh darinya. " ibu temani aku disini !!"


"Suatu saat kamu akan merasa kehangatan seseorang yang akan menjagamu"mendengar ucapan terakhir ibunya Manda berhenti seketika terdengar seseorang memanggilnya.


----


" Hey bangun"


"Gadis sialan kenapa kamu tidur di sini" Suara terdengar lantang membuat Manda perlahan membuka matanya.


Terlihat sebuah tamparan seakan ingin melayang di pipinya. Dengan sigap Manda memegang tangan kekar Aron yang ingin menamparnya.


" Sudah cukup Om berbuwat kasar padaku!!"

__ADS_1


Aron terdiam menatap tak menyangka pada manda yang berani melawannya. Dia berani berkata seperti itu pada Aron yang terkenal tak ada seorang wanita yang berani melawannya.


Aron menarik tangannya menyeret tubuh manda kasar keluar dari bathup. Manda mencoba melawan Aron mengigitnya hingga berdarah. Namun Aron masih terus menyeretnya keluar dari kamar mandi. Bahkan Manda masih belum memakai sehelai kainpun.


Manda terus mengigit Aron berkali kali. Namun Aron tak sedikitpun melepaskan tangan manda. Dia tetap semakin erat mencengkram tangan Manda keluar, lalu melemparnya ke ranjang putih. Melihat darah segar keluar dari tangan Aron menetes ke lantai akibat bekas gigitan Manda.


Mata Manda tertuju pada darah di lantai. Dia terdiam seketika. Matanya semakin melebar dengan nafas semakin berat. bayangan masa lalu itu mulai terulang lagi. Ia melihat kejadian itu lagi kejadian yang menimpa orang tuanya. membuat dia tidak bisa lagi mengontrol emosinya ingin membunuh.


"Aku akan membunuhmu!!.."


"Aku akan membunuhmu!!" Ucap manda berkali kali dia menutup ke dua matanya dan telinga tertutup dengan ke dua tangan menggelengkan kepalanya dengan terus mengucap kata itu. Dengan mulut mulai bergetar hebat. kajadian itu tiba-tiba terbayang lagi dalam otaknya.


"Aku akan membunuhmu"


Tubuhnya semakin menggigil hebat. Manda melipat ke dua kakinya tanpa perdulikan Aron yang sudah terlihat sangat marah di depannya.


"Hey kau..."


" Gadis bodoh"


Manda masih terus menutup telinganya tak menggubris Aron di depannya.


"Kalau kamu berani mentangku maka aku tak segan menyakitimu?" Aron menarik tangannya yang menutup telinga kini ia menyeretnya bangkit dari ranjang.


Manda menarik kasar tangan Aron menatapnya tajam dia berusaha meraih selimut tebal di ranjang untuk membalut tubuhnya.


Sekali manda melihat darah itu lagi ia tidak bisa mengontrol emosinya lagi.


"Aku akan membalas semuanya"


"Aku akan membunuhmu" kata itu yang selalu di ucap Manda berkali kali dengan terus memejamkan matanya rapat.


"Sialan kamu mau membunuhku??" Aron semakin marah tangan menarik rahang Manda sangat kuat mendongakkan ke atas. Manda hanya terdiam dan terus menutup matanya.


"Plakkk....."

__ADS_1


Sebuah tamparan melayang di pipi Aron sangat keras. Aron yang terkejut tak menyangka perbuatan Manda, dia melemparkan tubuh manda ke ranjang.


Dengan nafas yang masih sangat berat mata manda terbuka lebar tatapannya kini semakin tajam menatap Aron bahkan sudha ingin menerkamnya. Dia mencoba berdiri dari ranjang dengan mata terbuka lebar dan hanya terdiam tanpa suara sedikitpun.


Melihat Aron yang hanya terdiam Manda meraih pot bunga di meja samping ranjang membenturkan pot itu di meja hingga hanya sisa pecahan di tanganya.


"Aku akan membunuhmu" Pungkas Manda menyodorkan pecahan itu tepat di wajah Aron.


"Apa yang kamu lakukan gadis bodoh?"


Aron berjalan mundur ia mencari cela untuk megang tangannya agar tidak melakukan hal bodoh.


" Aku akan membunuhmu"  hanya kata itu yang manda ucap berkali kali. Seolah kepribadian gandanya kini muncul kembali. dia sudah tak bisa di kendalikan lagi.


" Dasar gadis sialan??"


Tak lama terdengar suara pintu terbuka.


"Kak Aron??"Vino tiba tiba masuk ke dalam langkahnya terhenti seketika melihat Manda akan membunuh kakaknya. dia melirik ke arah kakaknya memberi kode kedipan mata kakaknya.


" apa yang dia lakukan kak?" Ucap Vino lirih berjalan menempel ke tembok perlahan merayap bahkan seperti cicak mendekati kakaknya.


Saat manda mulai lengah Vino berjalan mendekati manda dengan sangat hati hati. memeluknya dari belakang. Dia menggenggam erat ke dua tangan manda.


"Lepaskan pecahan itu!!" Bisik Vino.


Manda terdiam seketika, perlahan hatinya merasa tenang di dekapan Vino. Bahkan Vino Seperti seseorang malaikat penolongnya saat kepribadian gandanya mulai muncul. Kini perlahan manda menurunkan pecahan pot itu dan menjatuhkan ke lantai. Kepalanya yang terasa pusing membuat ia lunglai tak sadarkan diri di dekapan Vino.


"Heh... kamu kenapa??" Vino menepuk pelan pipi Manda berkali kali.


"Bangun Manda!! Kamu kenapa??"


Vino merasa cemas melihat Manda pingsan di dekapanya.


"Baringkan saja dia ke ranjangnya.. mungkin dia kecapek'an "

__ADS_1


"Tangan kakak kenapa berdarah?? Apa gara gara Manda tadi?"


" Sudah gak usah banyak tanya rawat dia!! Gak usah panggil dokter" Aron berjalan membuka pintu dan menutupnya kembali tanpa perdulikan manda yang masih pingsan. Kini ia merasakan tangannya terasa sangat sakit.


__ADS_2