Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Rencana Manda


__ADS_3

Keesokan harinya, matahari baru menampakkan sinarnya. 


Albert sudah stay di depan rumah Kesha. Ia mau masuk namun Kesha belum juga keluar untuk menyambutnya. Padahal ia sudah mengirimkan beberapa pesan padanya, menyuruhnya untuk keluar lebih dulu. Ia malu jika masuk lebih dulu. Apalagi bertemu dnegan orang tuanya ia seakan nyalinya menciut seketika. 


~~


Manda yang masih berada di kemarnya, menikmati susu untuk kesehatan baby yang ada di kandungannya. Ia berjalan menuju ke balkon kamarnya menikmati udara sejuk pegi hari. Dan Aron juga sudah mandi bersiap untuk pergi ke kantornya. 


"Syang kamu di mana?" Tanya Aron, yang baru saja keluar dari kamar mandi. 


"Aku duduk di balkon syang!! Di sini enak banget sejuk syang, angin sepoi pagi hari membuat pikiran tenang" gumam Manda, memejamkan matanya merasakan hebusan angin sepoi pagi, menusuk masuk ke dalam tulang-tulangnya.


"Ya sudah!! Kamu berangkat dengan Vina atau kamu pergi sama sopir saja" Aron berjalan menghampiri Manda dan duduk di sampingnya. Secangkir kopi hitam di pagi hari sudah tsrsedia di depan matanya. 


"Aku sama Vina syang!! Aku nunggu Vina dulu!! Tapi sepetinya dia sudah ada di perjalanan ke sini" Ucap Manda, meneguk lagi minumannya perlahan. Lalu meletakkan lagi di meja bulat depannya


"Ya, sudah kamu udah ganti baju! Masak mau pakai baju seperti itu" Ucap Aron memastikan. 


"Udah pakai ini saja syang lagian nanti hanya ada satu mata kuliah. Dan aku juga langsung pualng nantinya, gak pergi kemana-mana" gumam Manda, memutar metanya melihat sekeliling rumahnya, ia menatap rumah Kesha dari atas rumahnya. Nampak mobil Albert sudah ada di depan rumah Kesha. Seketika Manda melebarkan matanya, dan beranjak berdiri untuk memastikan. Ngapain dia di depan rumah Kesha, pikirnya dalam hati.


"Di pagi ini kenapa dia sudah berada di depan rumah Kesha?" Gumam Manda lirih. 


"Ada apa syang?" Tanya Aron, menatap Manda. 


"Lihat Albert sudah berada di depan rumah Kesha sepagi ini syang!! Apa yang dia lakukan" ucap Manda yang terus mengamati Albert. 


"Emangnya dia kenapa ada di depan rumahnya. Apa mau antar kesha kerja. Bukannya Kesha pagi ini gak kerja, dia antar Duke dan Lia pergi ke sekolah" ucap Aron. 


"Sepertinya begitu syang, mungkin sebelumnya mereka janjian dan pasti Kesha tidak bilang padanya. Aku tahu Kesha dia itu selalu cuek dengan laki-laki yang tidak ia kenal lama. Aku hanya tahu dia dekat dengan Vino dan dulu saat di Itali dia bertemu dengan teman lamanya." Gumam Manda dalam hatinya. 


"Udah biarkan saja, Vino nanti juga akan datang ke sini melihat Duke dan Lia. Aku punya rencana menyuruh Duke dan Lia ajak Vino sama Kesha untuk mengantarnya pergi ke sekolah. Agar mereka bisa selalu dekat. Dan kamu sama Vina bawa Albert pergi dari rumah Kesha sebelum Vino datang." Ucap Aron. "Kita harus jauhkan Albert dari Kesha, aku tahu mereka saling mencintai. Jadi jangan biarkan ada orang mengganggu hubungan mereka lagi. Agar kita bisa menikahkan mereka dengan mudah" lanjutnya dengan senyum semringah di wajahnya.


Manda menoleh ke arah Aron, tersenyum lebar. "Ide bagus itu syang!!" Gumam Manda. Melirik jam tangan melringkar di pergelangan tangan Aron, Manda menarik tangan Aron memastikan, sudah jam enam lebih seperempat. 


"Udah sekarang aku bantu kamu pakai kemeja kamu, biarkan itu si Albert menunggu Kesha sampai siang" gumam Manda kesal, Manda memegang tangan Aron menariknya masuk ke dalam kamarnya.


"Tapi---"


"Udah ayo masuk, nanti aku telat" ucap Kesha.


 


Selang beberapa menit mobil Vina sampai di rumah Manda, ia membawa mobilnya masuk ke dalam halaman rumah Manda. Ia terdiam sejenak. "Sepertinya ada sesuati!!" Ucap Vina, menggerakan kepalanya ke samping. ia melihat mobil Albert di depan rumah teman Manda. Seketika, Vina langsung mematikan mesin mobilnya dan beranjak turun. Ia berjalan mendekati Albert yang berdiri di depan mobilnya dengan tubuh menyandar ke mobil.

__ADS_1


Plaakkk..


"Ngapain kamu di sini?" Vina menepuk pundak Albert seketika membuatnya sontak terkejut. 


"Kamu lagi!! Kenapa kamu selalu ngagetin aku?" Ucap kesal Albert. 


"Lagian kenapa kami pagi gini di rumah orang?" Tanya Vina. 


"Aku mau antar pacar aku kerja?'" Ucap Albert dengan bangganya. 


Vina tersenyum picik dengan tataapn tak percaya. 


"Pacar? Apa aku gak salah denger? Sejak kapan kamu pacaran sama dia?" Ucap Vina, ia memegang kening Albert. Memastikan kondiri Albert apakah masih normal atau tidak.


"Sepertinya kamu demam, labih baik kamu periksa sana. Jangan mimpi dapat pacar dia" lanjut Vina. 


Albert melebarkan matanya, menatap tajam ke arah Vina. 


"Siapa yang mimpi di pagi hari gini. Kalau dia keluar kamu bisa tanyakan padanya, dia akan menikah denganku" ucap Albert. 


Seketika Vina tertawa mendengar ucapan Albert. Yang membuat ia hanya bisa geleng\-geleng kepala. "Hah.. basi.. apa dia benar suka dengan kamu. Jangan harapa dia akan membalas perasannya. Kamu terlalu naif memaksakan yang buka kehendak kamu. Di hatinya ada siapa kamu pasti sudah tahu, jadi percuma juga kamu menikah denganya jika tanpa cinta" ucap Vina, menepuk bahu Albert berkali\-kali dan melangkahkan kakinya pergi. 


Albert terdiam seakan mulutnya terbungkam. Ia sadar jika memang benar yang di katakan Vina. Mungkin Kesha tidak mencintainya, tapi ia ingin berusaha merubah perasaan dan hati Kesha agar dia bisa menatapnya meski hanya sedikit. Ia ingin Kesha tahu pengorbanan yang dia lakukan u tuk meluluhkan hatinya perlahan.


 


"Kamu sudah di sini?" Tanya Kesha, yterkejut melihat Albert sudah di depan matanya. Ia berjalan mendekati Albert. 


"Iya, aku sudah satu jam nunggu kamu. Apa kamu gak buka pesan dariku?" Tanya Albert memastikan. 


Kesha terdiam, memainkan bibirnya dengan mata memutar seakan berpikir sejenak. "Oo.. kamu tadi ngirim pesan ya.. Maaf tadi aku gak buka pesan kamu. Aku sibuk tadi!" Ucap Kesha, seakan tidak ada penyesalan sama sekali darinya. 


"Oo ya udah, sekarang kamu mau kemana? Apa kamu gak kerja?" Tanya Albert yang masih heran dengan Kesha tidak memakai baju kerjanya. 


"Apa kamu lupa ya!! Aku hari ini mau antar Duke dan Lia sekolah. Sekarang aku gak kerja pagi. Aku kerja pulang kuliah" ucap Kesha. "Aku tinggal dulu ya, mau segera ke rumah Manda. Bentar lagi Aron dan Manda pergi soalnya. Dan aku juga harus mengantar Duke dan Lia sekolah" Kesha beranjak pergi meninggalkan Albert yang masih berdiri di dean mobilnya. 


"Ehh.. bentar aku yang antarkan ya nanti ya" Albert mencoba memegang tangan Kesha. Berjalan mengikuti Kesha, pergi ke rumah Manda. Namun ia yidak bisa meraih tangannya. 


Tak lama Manda keluar dari rumahnya, bersama dengan Suaminya sekaligus dengan ke dua anaknya. 


"Eh.. Duke, Lia" ucap Kesha dengan senyum manisnya di pagi hari, Kesha langsung menggandeng mereka. 


Vina dan Manda saling memberi kode dengan tatapan matanya. Seakan ada rencana yang akan ia lakukan nantinya. Sebelumnya Manda dan Vina sudah merencanakan semuanya. Agar Albert bisa pergi dari sisi Kesha.

__ADS_1


Kesha menoleh ke belakang, menatap Albert. 


"Oya maaf ya, nanti aku sama sopir Manda. Jadi kamu langsung kuliah saja. Nanti kamu bisa datang lagi." ucap Kesha, yang langsung masuk ke dalam rumah Manda, tanpa mendengarkan jawaban dari Albert lebih dulu. 


"Eh.. tap---"


"Ehh.. Kamu mau kemana?" Vina mencegah Albert untuk masuk ke dalam rumah Manda. 


"Minggir aku mau bertemu dengannya!!"


"Kamu yang minggir dari sini. Udah di bilang suruh pergi tapi ngeyel!!" Ucap Kesal Vina. "Oya, aku nebeng kamu sekarang!!" Lanjutnya. 


"Apa katamu? Bukanya kamu sudah bawa mobil sendiri." Ucap Kesal Albert. 


Vina tersenyum mencoba merayu Albert, membuatnya geli dan sontak mundur ke belakang. 


"Aku lupa tadi kalau mobil aku waktunya servis, jadi aku titipkan ke rumah Manda biar nanti ada orang yang mengambilnya. Boleh ya?" Ucap Vina dengan wajah memelas. 


"Udah ayo pergi!! Masak aku yang hamil besar gini kamu tega kita naik bus" sambung Manda. 


Albert menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, ia menarik napasnya dalam-dalam mencoba untuk sabar. Ia terpaksa memberi tumpangan pada mereka berdua dan mengurungkan niatnya untuk mengantar Kesha. Ia juga tidak tega melihat Manda harus naik bus nantinya. 


"Eh.. tapi bukanya kamu bisa di antar suami kamu?" Tanya Albert yang ingat jika ada suami Manda di sampingnya. 


"Aku nanti ada rapat mendadak, jadi harus segera berangkat. Sekarang aku titip Manda antar dia sampai kampus ya. Lagian kalian juga satu kampus kan" jawab Aron, yang dari tadi diam, kini ia mulai membuka mulutnya. 


Akbert bedengus kesal, dengan terpaksa harus menuruti apa kata Aron.


"Ya, sudah ayo pergi" ucap Albert terpaksa. Vina dan Manda senyum ke girangan rencananya berhasil untuk membawa Albert pergi agar tidak mengejar-ngejar Kesha lagi. 


"Aku berangkat dulu syang!! Bye.." ucap Manda mencium tangan Aron dan beranjak pergi, di papah Vina menuju ke mobil Albert dan segera masuk ke mobilnya. 


Mobil Albert segera meluncur menunu ke kampunya. Yang memakan waktu lebih daei lima belas menit. Suasana di mobil nampak sangat hening, semua hanya diam. Manda dan Vina saling memandang tanpa mengeluarkan suaranya. 


"Al!! Boleh tanya?" Ucap Manda memecahkan keheningan yang sudah lima menit berlalu. 


"Iya!! Tanya apa?" Jawab Albert. 


"Apa kamu benar melamar Kesha!!" Tanya Manda penuh keraguan dalam hatinya. 


"Iya!! Dia menerimanya dan tidak menolak apa yang aku berikan padanya." 


"Apa kamu gak bisa melepaskannya. Dia itu tidak suka dengan kamu. Dia hanya mencoba melupakan masa lalu yang susah ia lupakan. Dan aku yakin dia tidak akan pernah bisa mencintai kamu!!" Sambung Vina yang terbawa emosi, Manda yang berada di sampingnya memegang tangan Vina agak bisa memelankan suaranya lagi. Dan tidak terbawa emosi terus-terusan. 

__ADS_1


__ADS_2