Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Sifat Menggemaskan


__ADS_3

"Jadi jalan-jalan syang"tanya Kesha.


"Jadi, tapi ini udah malam, besok saja. Kita ke rumah kakak aku sambil melihat kondisi Manda. Bukannya kamu sudah janjian sama dia kalau mau ke rumah." ucap Vino.


"Oo.. iya aku lupa, ya sudah kita ke rumah kakak kamu dulu"ucap Kesha.


"Iya, kamu mau makan di luar atau makan di rumah nanti. Tapi kalau jam segini pastinya mereka sudah makan"ucap Vino.


Kesha menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, sudah jam 21.00. "Iya sudah makan di luar saja, sekarang sudah jam malam, mungkin juga semua sudah makan. Sekalian nanti aku mau belikan Manda roti. Apalagi saat hamil dia suka banget banyak makan"gumam Kesha.


"Iya, lebih baik kita makan di luar saja ya syang"ucap Vino, mengusap rambut Kesha.


"Iya, tapi jangan lama-lama ya syang, keburu malam. Takutnya nanti mereka sudah tidur"ucap Kesha.


"Iya siap deh"gumamnya.


------000----


#POV Manda


Manda yang sudah selesai makan, ia duduk di ranjangnya. Dan Vino duduk di sofa yang ia tempati dari tadi. Bercengkrama dengan laptopnya lagi, dan lagi. Dan tidak perdulikan Manda.


"Syang, kamu masih sibuk ya?" tanya Manda yang merasa sudah bosan, menatap ke arah Aron, yang masih sibuk lagi dengan laptopnya.


"Iya syang masih banyak yang belum aku kerjakan. Pekerjaan kantor numpuk syang, kalau kamu ngantuk tidur saja dulu syang"ucap Aron, tanpa menatap ke arah Manda yang duduk di ranjang, menyangga dagunya dengan kaki sila menatap Aron. Meski perutnya sudah terlalu besar, cara duduk Manda masih tetap sama seperti saat ia belum hamil.


"Ya, sudah aku tunggu kamu ya syang"ucap Manda, beranjak berdiri. Ia segera mengambil beberapa buku pelajarannya, lagian dari pada nunggu Aron hanya menatapnya terlalu bosan. Jadi ia memilih meluangkan waktu untuk belajar. Agar bisa bisa daftar lewat jalur beasiswa kalau kuliah nantinya.


Manda berjalan ringan, dengan tumpukan buku di dekapannya. Ia duduk di samping Aron.


"Syang aku boleh duduk sini kan?" tanya Manda, mendekatkan wajahnya ke wajah Aron.


"Iya syang"ucap Aron lembut dengan senyum tipis terpancar di raut wajahnya.


"Tapi jangan ganggu ya" lanjut Aron.


"Siap deh syang, tapi kalau aku gak ngerti boleh tanya ke kamu ya"ucap Manda lagi, menoleh menatap Aron yang masih fokus dengan laptopnya.


"Iya syang, tapi jangan tanya semuanya. Namanya kamu gak belajar, tapi aku yang ngerjain semua nantinya"ucap Aron, dengan jemari tangan masih sibuk dengan laptopnya.


"Siap deh syang"gumam Manda.


Manda duduk di lantai, dan mulai membuka beberapa bukunya.


"Eh.. syang apa yang kamu lakukan?" tanya Aron, yang langsung menatap ke arah Manda.


"Duduk-lah syang, udah tahu aku duduk masih tanya aku ngapain. Sekarang aku mau belajar dulu. Sudah terusin lagi pekerjaanmu. Aku gak ganggu kok"ucap Manda, yang mulai membaca buku yang ia bawa.

__ADS_1


Aron tersenyum tipis, menggelengkan kepalanya.


"Syang maksud aku kenapa kamu duduk di bawah, lantainya dingin syang takutnya kamu masuk angin nanti"ucap Aron, memegang tangan istrinya itu.


"Tenang saja syang, aku duduk di bantal kecil ini jadi gak langsung duduk di lantai kok"ucap manda meringis menatap Aron, yang selalu khawatir padanya.


Aron menarik napasnya lega. "Kamu itu lucu ya, selalu khawatir denganku. Padahal aku sudah tahu syang, jadi bisa jaga diri."ucap Manda tersenyum tipis.


"Ya sudah, apa yang kamu baca?" tanya Aron, yang mulai penasaran dengan yang di baca Manda.


"Eh.. buku pelajaran syang."ucap Manda gugup.


"Beneran buku pelajaran? Gak bohong kan?"tanya Aron, menatap ke arah Manda dengan senyum manisnya, mendekatkan wajahnya ke arah Manda, hanya berjarak 3 jari tangannya.


Tes... butiran keringat tiba-tiba jatuh dari kening Manda, tubuh Manda mulai terlihat gugup, tak berani menatap mata Aron yang semakin mendekatkan wajahnya.


"Eh.. syang apa yang ka-ka-kamu lakukan"tanya Manda yang semakin menarik punggungnya ke belakang.


"Kenapa kamu gugup syang, sama suami kamu sendiri saja gugup seperti itu"ucap Aron, mengusap lembut keringat Manda yang menetes di dahinya.


"Eh.. Jangan terlalu dekat syang"ucap Manda, mengangkat tangannya ke depan Mencegah tubuh Aron agar tidak terlalu dekat dengannya.


"Kenapa syang, wajah kamu lucu kalau kamu gugup gitu, ada yang kamu sembunyikan ya," tanya Aron, semakin penasaran dengan Manda.


"Eh.. enggak kok syang"gumam Manda, mencoba mengelak tanpa berani menatap ke arah Aron.


"Iya syang enggak"Ucap Manda. "Sudah syang jangan dekat-dekat"lanjut Manda, mendorong tubuh Aron menjauh darinya.


"Baiklah kalau gitu duduk yang benar, baca bukunya lagi. jangan gugup gitu kamu menatapku"ucap Aron, tersenyum melihat wajah menggemaskan Manda saat gugup, bibirnya terlihat bergetar, namun Manda mengigit bibir bawahnya agar tidak terlihat oleh Aron.


Jemari tangan Aron menyentuh bibir Manda lembut, mengusapnya perlahan.


"Kenapa bibir kamu syang"tanya Aron, mendekatkan wajahnya ke arah Manda lagi.


"Gak apa-apa syang"ucap Manda, mencoba tersenyum . Namun tiba-tiba benda kenyal menempel di birbirnya, membuat Manda seketika membelalakkan matanya, menatap ke arah Aron yang semakin mendalamkan ciumannya.


"Syang"ucap Manda mendorong tubuh Aron.


"Ada apa?"tanya Aron menatap Manda bingung.


"Eh.. Ku mau ke kamar mandi"ucap Manda, mencoba mencari alasan, entah kenapa ia terlihat sangat gugup di depan Aron. Manda tak bisa mengontrol hatinya yang lagi, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.


Manda segera berlari menuju kamar Mandi, menutup pintunya rapat, menyandarkan badanya, dengan tangan memegang dadanya. "Kenapa aku bisa seperti ini, padahal dulunya gak terlalu begini jantungku saat di depan Aron"ucap Manda.


"Ada-ada saja istriku itu, bikin aku gemas saja, dengan ulahnya yang sangat menggemaskan, seperti anak kecil saja."ucap Aron, menggelengkan kepalanya. Dan kembali dengan laptopnya lagi.


Tok.. Tok..

__ADS_1


"Kak Aron kamu sudah tidur?" Tanya Vino di balik pintu kamarnya.


"Belum, buka saja" ucap Aron.


Vino segera membuka pintunya, dan berjalan masuk ke kamar Aron.


"Kesha, kamu kapan datangnya"tanya Aron, yang masih sibuk dengan laptopnya.


"Baru saja kak, emm.. mana Manda kak?"tanya Kesha menatap sekeliling kemar Aron. tidak melihat Manda di sana.


"Dia di dalam kamar mandi"ucap Aron. "Kamu temui dia, sudah hampir satu jam dia gak keluar. padahal aku hanya menciumnya. Dia langsung gugup"ucap Aron , tanpa rasa malu mengungkapkna pada adiknya dan Kesha.


"Baiklahlah, aku coba lihat kak"ucap kesha, mencoba membuka pintu kamar mandi yang memang tidak di kunci oleh Manda.


Kesha menatap bingung melihat Manda mondar-mandir di depan wastafle. "Da!" panggil Kesha berjalan mendekati Manda.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Kesha.


"Kamu Sha? Kepan kamu datang? Dan gimana kamu tahu aku di sini?" tanya Manda yang terkejut tiba-tiba Kesha ada di belakangnya.


"Aku baru saja datang, dan tadi tanya kak Aron jika kamu di sini syang"gumam Kesha.


"Kenapa kamu mondar-mandir gitu?" tanya Kesha.


"Oo... ya udah ayo sekarang kita keluar"ucap Manda, menarik tangan Kesha keluar. Mencoba mencari alasan agar Kesha tidak tanya lagi.


---000---


"Kak, gimana pendapat kakak"tanya Vino pada Aron.


"Pendapat apalagi, ku sudah bilang padamu. Jika aku mau kamu kuliah dulu. Soal menikah bisa berjalan nanti jika sudah selesai kuliah dan kerja."ucap Aron menegaskan.


"Tapi kak, aku itu bisa bertanggung jawab, aku bisa kerja kok, aku bisa menghidupi istri aku sendiri. Tanpa bantuan kakak, dan aku juga bisa cari uang sendiri tanpa harus minta uang dari kakak"ucap Vino meninggikan suaranya.


"Terserah kamu, kalau kemu memang bisa buktikan pada kakak, dan jangan banyak bicara. Kalau kamu mau menikah silahkan"Bentak Aron yang langsung berdiri, menatap tajam ke arah Vino. Ia sangat kesal dengan Vino yang tidak mau menurut apa kata dia. Karena Aron juga ingin yang terbaik buat Vino. Dia tidak mau Vino bertindak bodoh, karena keputusan yang salah.


Kesha dan Manda yang mendengar perdebatan mereka, hanya berdiri menatap ke arah Vino dan Aron.


"Kalian, kenapa saling marah gitu?"tanya Manda berjalan memegang tangan Kesha ke arah Aron. Ia nencoba nenguatkan Kesha, gar tidak terlihat sedih.


"Tanya pada suami kamu"ucap Vino, yang terlihat sangat marah, ia berdiri menatap tajam, dan beranjak pergi menarik tangan Kesha pergi dari kamarnya.


"Syang kenapa kamu kasar dengan adik kamu" tanya Manda,


"Udah jangan bela dia, sekarang ayo kita tidur. Jangan pikirkan hal itu, aku yakin suatu saat dia akan tahu apa yang aku bicarakan"ucap Aron, mengangkat tubuh Manda membaringkan ke ranjangnya.


"Syang kamu benar-benar ya"ucap Manda.

__ADS_1


"Udah sekarang tidur ya syang"ucap Aron mengusap lembut rambut Manda. Hingga perlahan Manda memejamkan matanya.


__ADS_2