
"Syang kamu ada masalah kah?" Tanya Manda mendongakkan kepalanya menatap wajah Aron yang nampak lesu. Bahkan wajahnya yang semula manja-manja kini berubah diam dan tak banyak bicara lagi. Bahkan di ajak bicara saja gak nyambung.
"Gak syang, udah ayo masuk ke kamar"gumam Aron. Ia segera membuka pintu kamarnya, menuntun Manda masuk ke dalam kamar hotel.
Aku harus konsen dengan Manda jangan sampai pikiran itu terus nengangguku. Aku gak mau melihat Manda khawatir lagi denganku. Apalagi sekarang dia lagi hamil, Batin Aron menatap wajah istrinya yang terlihat bahagia didepannya.
"Syang cepat sini, aku mau tunjukin kamu sesuatu deh"gumam Manda berjalan kendkeati Aron, manarik tangan suaminya itu menuju ke balkon kamarnya. Pemandangan yang sangat bagus nampak diluar balkon itu telihat jelas gedung-gedung tinggi, jembatan yang terlihat diam membisu dengan hiasan lampu kemerlap malam.
Mamda menatap wajah Aron yang amsih terdiam dan terus melamun.
"Jangan melamun terus"ucap Manda mengecup pipi Aron.
Aron yang dari tadi hanya diam, ia benar-benar tak menyangka dapat suatu yang sangat bahagia hari ini adalah Manda. Sosok yang membuatnya berubah jadi lelaki yang lebih tanggung jawab dan lembut.
"Makasih ya sayang"gumam Aron memeluk erat istrinya itu.
"Kenapa mengucap terima kasih segala sih syang, aku istri kamu jadi setiap kamu ada masalah. Ya mungkin itu berat untuk cerita padaku gak apa-apa. Tapi aku tetap harus selalu bikin kamu bisa tersenyum lagi dan melupakan semua masalah yang ada"ucap Manda.
Aron terdiam seketika, ia tak menyangka mendapatkan seorang istri yang benar-benar sangat baik, perhatian dengannya, meski terkadang sifatnya seperti anak kecil. Tapi itu yang membuat Aron semakin cinta dengannya. Manda yang dulu terlihat penuh dendam di wajahnya kini berubah lagi jadi gadis polos dan lugu yang menggemaskan.
"Syang kenapa kamu diam lagi??" tanya Manda melepaskan pelukan Aron. "Senyum dong"ucap Manda mencubit pipi Aron menariknya agar bisa tersenyum kembali.
"Kalau aku senyum kamu mau kasih aku hadiah apa??" Tanya Aron mendekatkan wajahnya.
"Kasih hadiah apa ya?" Manda nampak menimang-nimang apa hadiah yang akan di berikan pada Aron. "Entahlah. Aku gak tau"ucap Manda yang bingung memikirkan hadiah apa.
Aron tersenyum. "Gimana kalau hadiah, kita berduaan di ranjang"gosa Aron. Manda yang berdiri di depannya seketika mengerutkan keningnya menatap datar ke arah Aron.
"Kenapa kamu gak mau??" Tanya Aron mengusap rambut Manda. Ia beranjak menuju ke ranjang membiarkan Manda berdiam diri di atas balkon kamarnya.
Aron meraih majalah di kamar tidur itu dan bersandar di ranjang. Dengan jemari mulai membuka setiap lembar majalah itu. "Kamu mau terus di situ"ucap Aron melirik ke arah Manda yang masih tetap berdiri mematung di balkon.
Manda berjalan perlahan mendekati Aron, "Syang kamu tidur di bawah"ucap Manda meraih bantal di ranjang dan memukulkan ke tubuh Aron.
"Manda kamu kenapa sih?" Tanya Aron kesal menepis bantal yang di pukulkan ke arahnya.
__ADS_1
"Tidur bawah" ucap Manda lirih.
"Kenapa wajah kamu jadi sedih, tadi aku di suruh senyum sekarang kamu yang sedih" Aron merangkak di ranjang itu mendekati Manda.
"Aku lagi gak mood tidur berdua"ucap Manda mengerutkan bibirnya.
Aron langsung mengusap lembut rambut Manda mengecup keningnya. "Kenapa kamu gak mau, kamu istriku harus mau tidur seranjang sama aku. Lagian anak kita butuh belaian tangan papanya kan"ungkap Aron.
Manda terdiam, yang di bilang Aron ada benarnya. Babynya masih 2 bulan ia butuh belaian kasih sayang dari papanya. Tapi perasaan itu yang menganggunya membuat ia gak mood. Ia merasa Aron mulia berubah membuat suasana hati manda langsung kacau.
Manda beranjak duduk di ranjangnya, di susul dengan Aron duduk di sampingnya. "Syang, kamu mau gak??"tanya Manda. Aron langsung berpikir mesum, ia kira Manda akan mengajaknya malam ini.
"Mau apa?" Jawab Aron sangat antusias.
"Mau cerita denganku"ucap Manda membuat Aron langsung menarik napasnya kesal. Ia mengira mau bermain di ranjang. Eh tahunya mau cerita.
"Ceita apa sih syang?" Tanya Aron lembut.
"Cerita ada masalah apa?" Ucap Manda.
"Mau yang lainnya apa??" Tanya Manda yang tak tahu apa yang di maksud Aron.
Aron tanpa banyak basa-basi membaringkan tubuh Manda di ranjangnya. "Kamu mau apa syang"ucap Manda mendorong tubuh Aron menjauh darinya.
"Jatah syaang"ucap Aron spontan.
"Jatah tiap hari, gak mau ah.. aku capek syang. Aku lagi hamil di ajakain tiap hari lama-lama punggungku encok syang"Ucap Manda mengelak.
"Belum tua sudah encok sih sayang"tanya Aron bingung.
"Kan aku mau jadi ibu-ibu jadi aku udah mau semakin tua"ucap Manda dengan polosnya.
"Baiklah sekarang kita tidur ya" Aron merengkuh tubuh Manda memeluknya seperti guling kesayangannya. Di balut dengan selimut tebal menutupi sebagian tubuh mereka. Manda hanya diam tersenyum tipis memandang Aron yang terlihat mulai tertidur di atas dadanya.
Sebuah kecupan lembut menempel di kening Aron. "Selamat tidur syang, mimpi indah"gumam Manda.
__ADS_1
Aku ingin kita selalu seperti ini, tanpa ada maslaah lagi yang menagnggu hubungan kita, batin Manda mengusap rambut Aron.
----00---
Keesokan harinya, Manda yang sudah terbangun lebih dulu beranjak dari ranjangnya. Menyingkirkan tangan Aron hang menrengkuhnya sangat erat. Dan mulai berdiri tegap merapikan rambutnya yang terlihat berantakan. Manda mulai teringat dengan temannya Kesha, kali ini ia ingin menemui Kesha, dan neminta penjelasan darinya. Beberapa hari ini ia tak bisa menemani Kesha sama sekali di saat ia ada masalah.
Dan sepertinya kali ini ia harus menemui Kesha. Manda menatap sekilas ke arah Aron yang masih tertidur lelap. "Aku tinggal dulu ya syang"gumam Manda mengecup lembut kening Aron.
Ia membenarkan selimut menutupi tubuh Aron, dan beranjak pergi dengan langkah sangat hati-hati. Manda tak mau mengganggu tidur lelap Aron.
"Dimana ya Kesha, aku harus menghubunginya"gumam Manda. Berjalan terus menelusuri lorong hotel.
"Hallo Sha, kamu di mana sekarang?" Tanya Manda nampak sangat khawatir.
"Aku di kamar teman Da, ada apa?" Tanya Kesha.
"Aku mau bicara sama kamu, lagian kamu beberapa hari ngilang terus gak pernah ngobrol berdua"gumam Manda.
"Baiklah tapi aku belum Mandi Da" ucap Kesha.
"Udah gak usah mandi, aku juga belum mandi juga kok" ucap Manda.
"Baiklah, kamu datang ke kamar temanku saja ya sekalian kamu bisa kenalan dengan dia nantinya"ucap Kesha.
"Baiklah, kamu di kamar nomor berapa" tanya Manda.
"Nomor 450 lantai 9"Ucap Kesha.
"Baiklah aku akan segera kesana"ucap Manda segera mematikan panggilannya.
Manda mulai beranjak menuju kamar yang di sebutkan Kesha tadi. sampai di sana belum sempat mencari kamar Kesha, langkahnya terhenti ketika melihat Vino berjalan keluar sendiri dari kamar hotelnya. berjaaln menuju lantai 9 "Mau kemana dia?" Gumam Manda.
"Aku ikuti saja dia dulu"ucap Manda beranjak berbalik arah dan mulai mengikuti kemana Vino pergi.
Hingga berhenti di suatu tempat sebuah kamar hotel dengan nomor yang berbeda. "Mau kemana sih sebenarnya dia tu, dan itu emangnya ini kamar siapa?" Ucap Manda penuh pertanyaan di otaknya.
__ADS_1
"Mau tanya langsung dengan Aron juga tak mungkin dari pada ia marah entar."ucap Manda dalam hati. Ia bersembunyi di balik tembok mengawasi gerak gerik Vino.