Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Salah tempat


__ADS_3

Aron mulai memasak pasta carbonara Manda juga membantunya sebisa yang ia bantu. Lagian ia hanya bantu menyiapkan semua bahannya dan Aron yang masak.


Menunggu masakan itu jadi manda berdiri dengan badan agak condong ke depan, tangan kanan menyangga dagunya di atas meja dapur, menatap wajah lucu Aron saat memasak.


Baru kali ini Manda melihat Aron memasak, dan wanita pertama yang akan ia masakan adalah dirinya. Sebelumnya Aron tak pernah memasak buwat seseorang. Ia masak juga hanya untuk dirinya. Meskipun dia jago masak. Tapi sekarang ia jarang masak dan lebih mentingkan pekerjaannya. Lagian sekarang yang masak ada para chef khusus di rumahnya.


"Kenapa kamu terus menatapku?" Tanya Aron, yang sudah mulai mematikan kompor gasnya.


"Kamu lucu syang"ucap Manda terus memandang Aron dari samping.


Aron mengusap wajah Manda, agar tak melihatnya lagi. "Udah sekarang siapkan piring dan wadah untuk pasta, jangan terus menatapku"perintah Aron.


"Gak mau!!" Jawab Manda singkat.


"Ih.. kenapa susah amat sih di suruhnya"gumam Aron kesal.


Manda tersenyum melihat wajah kesal Aron, ia segera menarik tangan Aron mencegahnya untuk mengambil piring. "Biar aku saja syang, udah jangan cemberut gitu"gumam Manda merayu.


"Udah cepatan ambil dan bantu aku mindahin ini di piring" gumam Aron.


"Siap sayang" Ucap Manda berdiri tegap seakan siap untuk melaksanakan perintah dari Aron.


Aron rasanya ingin terus mencubit tu pipi cabinya. Saat seperti ini benar-benar tak bisa tertahan. Sangat menggemaskan dia.


"Ini udah aku ambil, sekarang cepat tauangkan semua ke sini"ucap Manda.


Aron mengerutkan dahinya, manatap Manda bingung. Manda hanya membawa satu piring di taruh tepat di depannya. "Hanya satu?" Tanya Aron memastikan.


"Iya, memangnya mau berapa?" Tanya Manda balik.


"Kan orangnya ada dua syaang"ucap Aron menjelaskan.


Manda menatap bingung juga kali ini, "kan tadi aku yang minta sayang, apa kamu jauga mau?" Tanya Manda, menatap wajah kesal Aron.


Gimana gak kesal coba, di kira mau makan berdua lagi, eh taunya udah capek-capek masak pasta untuk 2 porsi mau di embat semuanya. Itu kelaparan atau rakus sih, gumam Aron.

__ADS_1


Aron berdengus kesal, "Ya, mau lah sayang. Aku masak juga untuk dua porsi, kenapa bawa satu piring sih" Ucap Aron, ia mencoba sabar menghadapi istrinya yang lagi hamil suka aneh-aneh.


Manda tersenyum lebar. "He..he.. ya deh iya, tapi aku malas ambil piring lagi"ucap Manda lemas.


Aron menghela napasnya kesal, "Ya sudahlah, kalau gak mau ambil piring lagi, kita makan seperti ini saja satu piring berdua saling suap-suapan"gumam Aron, segera menarik piringnya ke meja makan. Manda mengedipkan mata bingung, ia mengikuti langkah Aron begitu saja.


Satu suapan sendok pertama sudah Aron coba, masakannya benar-benar enak. Bahakan ia selalu memuji masakannya sendiri saat ia selesai makan. Bagi yatim piatu seperti dia. Masak sediri dari kecil sudah biasa. Dan dia dulu suka sekali masakin Vino waktu SMA, tapi sekarang sudah jarang. Karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk.


Dan sekarang sudah hampir 1 hari ia stop bekerja dan menikmati kebersamaanya bersama Manda. Ya, untung masih ada Jack yang selalu dengan senang hati membantunya. Meski pernah ada salah paham di antara mereka dengan Manda dulu.


Tapi itu hanya sementara, Jack tak permasalahkan itu. Karena ia tahu kepribadian Ganda Aron saat ia marah memang tak bisa terkontrol. Bahkan dengan adik sendiri orang terdekatnya saja ia berani bertindak kasar.


---00---


"Kenapa kamu makan duluan"ucap Manda menarik piring pasta di depan Aron.


Ia segera duduk dan menikmati suapan pertama sendok pasta ke mulutnya.


Emm..enak juga masakannya. Lelaki yang dulunya terkena sangat sadis, ternyata bisa masak enak juga, aku baru tahu, gumam Manda dalam hati. Ia memakan lahap pasta di piring itu tanpa perdulikan Aron yang terus menatapnya. Menunggu satu suapan dari tangan Manda.


Manda masih tetap makan satu piring penuh pasta itu, bahkan tak menggubris Aron yang duduk di depannya terus menatapnya dari tadi.


"Eheeeem...." daheman Aron semakin keras, membuat Manda mengehantikan Makananya.


"Ada apa?" Tanya Manda, mulutnya sampai penuh dengan pasta yang belum terkunyah.


"Telan dulu tu makanan di mulutmu" Ucap Aron. Istrinya itu benar-benar deh, ngomong sambil mulut penuh dengan makanan seperti itu, gumam Aron.


Manda segera menelan makananya, "Ada apa?" Tanya Manda.


"Enak ya?" Aron mencoba basa-basi pada Manda.


"Gak enak!!" Ucap Manda dengan tatapan mengejek.


"Gak enak tapi kok habis"Aron melotot ke arah piring kosong di depan Manda.

__ADS_1


"Belum habis, ini piringnya masih, aku gak bisa nelennya"ucap Manda semakin membuat Aron terus berdengus kesal.


"Mau kah piringnya?" Ucap manda menggoda , mengulurkan piring kosong ke arah Aron.


"Apaan, udah letakkan di meja, sekarang kamu tidur dulu, di kamarku ya"ucap Aron.


"Gak mau!" Manda mengulurkan lidahnya beranjak berdiri dari duduknya.


"Awas saja kamu nanti, kalau udah tidur aku peluk kamu dari belakang, terus aku mau minta sesuatu dulu sebelum tidur" ucap Aron, belum selesai berbicara mamda sudah berlari pergi meninggalkan Aron sendiri.


Nyebelin banget, terus siapa yang beresin semuanya, gumam Aron melirik sekelilingnya.


"Tuan biar saya yang bereskan semuanya"ucap pelayan yang baru saja datang menghampiri Aron.


"Baiklah bii, beresin semuanya ya. Aku mau ke kamar"gumam Aron. Ia tak sabar menemui Manda di kamarnya.


Ia langsung masuk dalam kamar Manda, Aron tahu jika Manda pasti tidur di kamarnya. Melihat Manda sudah berbalut selimut menghadap ke kanan. Aron merangkak ke ranjangnya dan berbaring tepat di samping Manda tanpa rasa curiga padanya.


"Kenapa kamu ninggalin aku sih" gumam Aron. Merengkuh pinggang Manda.


Bentar kenapa tubuh Manda jadi berubahnya, apa benar ini dia?,Aron mencoba meraba sekujur tubuhnya. Seketika meloncar dari ranjangnya saat tahu itu bukan tubuh Manda.


"Kak Aron jijik tahu pegang-pegang" gumam Vino. Bergidik geli dengan sentuhan Aron.


Sebelumnya Manda memang kebetulan bertemu Vino di atas, ia menyuruh untuk tidur ranjangnya sebentar, agar bisa melabui Aron. Dan rencananya kini berhasil.


"Kenapa jadi kamu?, di mana Manda?" Tanya Aron, yang masih duduk di ranjangnya.


"Manda gak ada di sini kak" Ucap Vino beranjak berdiri.


"Kemana dia?" Tanya Aron. Dengan wajah kesalnya.


Pasti ini kerjaan istriku, dia yang menyuruh Vino untuk datang dan berbaring di kamarnya. Manda awas saja kamu ya, gumam Aron dengan tatapan kejahilan yang sudah mulai mengobar dalam dirinya.


"Gak tau aku kak" ucap Vino, ia segera beranjak pergi dari kamar Manda, sebelum jadi salah paham.

__ADS_1


__ADS_2