Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Semua baik-baik saja


__ADS_3

Setelah semuanya beres manajer Nayla dan lelaki itu di tangkap polisi, dan Al masih berdiri di samping Manda ia terus mengikuti Manda dan tak sungkan dengan suaminya.


Dan ternyata manajer Aron adalah istri baru dari ayah Lia, yang sekaranh dalam penjara bersama dengan pacarnya atai bisa di bilang calon suami barunya. Dan anak manajer yang sakit sekarang di rawat oleh suaminya pertamanya. Yang telah pisah jauh darinya.


Dan awalnya Aron mengira jika suami manajer barunya itu meninggal, ternyata dia hanya cerai dan sudah tidak pernah berhubungan lagi sampai sekarang, Dan itu yang membuatnya jadi berubah. Dan ia bertemu dengan papa Lia, yang akhirnya mereka akan segera menikah. Karena ia ingin merebut Lia, dia tidak mau melihT Lian bisa hidup. Setidaknya dia berhasil membuatnya ketangkap hari ini.


Kejadian ini membuat Manda dan Aron terheran-heran dengan apa yang terjadi. Mereka semua bisa membuatnya merasa khawatir.


Dan Aron juga tidak menyangka jika manajernya, dalang sari semua ini. Padahal dia adalah orang yang snagat ia percaya sekarang. Namun ternayat orang yang di lercaya bukanlah orang baik, dan tidak bisa setia seperti manajer Mo, yang bekerja dengannya dulu sudah lama, dan sekarang ia jadi mata-mata di perusahaan lamanya, yang sekarang jatuh di tangan istri pertamanya Fany.


Setelah semua permasalah sudah selesai, dan Aron juga sudah mulai memecat menajernya. Dan membiarkan dia di abwa polisi. Kini semua berjalan dengan tenang lagi, dan bekerja seperti biasa. Dan ia juga harus merekrut manajer baru sekarang.


Mereka kembali lagi ke kantor, dan Al juga ikut ke kantor bersama dengan Aron dan Manda berserta ke dua anaknya.


"Kenapa kamu mengikutiku?" tanya Manda, merilirik ke arah yang berani berjalan di sampingnya.


"Aku hanya ingin tahu semua masalah anak kamu tuntas semuanya" ucap Al yang sok peduli dengan Manda.


"Sumua sudah beres, makasih sudah bantuin aku menolong Duke" ucap Manda.


"Iya, terima kasih. Kalau gak ada kamu tadi entah gimana nasib Duke." ucap Aron mengulurkan tangan ke arah Al, dan di balas dengan senang hati oleh Al.


"Sama-sama" ucap Al dengan senyum manis penuh keramahan.


"Kamu teman kuliah Manda?" tanya Aron.


"Bukan, aku baru kenal dia beberapa hari lalu, aku pindahan " ucap Al.


"Syang udah ayo masuk" ucap Manda.


"Iya, syang bentar" ucap Aron.


"Aku pergi dulu, makasih lagi soal tadi ya" ucap Aron menepuk pundak Al.


"Iya" Al tersenyum ramah.


"Mereka benar-benar sangat mesra, hubungan yang harmonis." ucap Al beranjak pergi dengan senyum lembut terpaut di bibir manisnya.

__ADS_1


----00----


"Syang kamu gak ada yang terlupakan kan?"tanya Manda pada Duke, mengusap lembut wajah Duke dengan penuh rasa Syukur ia bisa mendekap tubuh Duke lagi.


"Dan kamu Lia, Kamu gak apa-apa kan?" tanya Manda. Meraih Lia dan memeluk tubuhnya bersama dengan Duke.


"Makasih ma" ucap Lia dan Duke mencium bersamaan pipi Manda.


"Iya, kalian semua anak mama" ucap Manda, mengusap kepala ke dua anaknya, dengan penuh kasih syang.


"Lebih baik sekarang ayo kita pulang dulu, menenangkan diri di rumah, kasihan mereka pasti masih ketakutan" ucap Aron.


"Iya, ayo pulang syang" ucap Manda, berjalan keluar dari ruangan Aron, di ikuti Aron yang berjalan di belakangnya.


Sampai di rumah Manda membuat susu untuk mereka berdua. Dan Aron sibuk membuat cemilan untuk istri dan ke dua anaknya.


"Syang buat apa?" tahya Manda berjalan mendekati Aron di dapur.


"Buat cemilan syang"  ucap Aron.


"Wah.. sepertinya enak nih" gumam Manda, mencium aroma lezat makanan yang sudah matang sebagian di meja.


Belum sesai bicara Manda sudah pergi lebih dulu, menyantap cemilan yang di buat oleh Aron. "Hemmzz enaknya. " ucap Manda.


"Syang kamu habiskan semuanya" ucap Aron membawa satu piring cemilan roti goreng yang ia bikin.


"Hehehe.. maaf syang" ucap Manda.


"Anak kita yang lagi di kamar kasian, dia masih ketakutan kamu di sini malah makan sendiri" ucap Aron kesal. "Kamu jaga dia gak malah makan di sini sendiri" lanjutnya, berjalan pergi ke kamar Duke.


"Kenapa dia marah?" gumam Manda. "Apa aku salah" lanjutnya, mengerutkan bibirnya, dan bernajak pergi mengikuti Aron.


"Syang kamu marah" tanya Manda.


"Siapa yang marah, lagian kamu itu ya, kalau udah makan selalu lupa anak" ucap Aron.


"Jangan kebiasaan seperti itu, kalau kejadian seperti tadi gimana. Kamu juga lalai begitu, kalau makan sekalian sambil jaga anak, jangan makan sendiri" ucap Aron.

__ADS_1


"Iya, maaf ya syang" gumam Manda memeluk tubuh Aron dari belakang. Aron yang tadinya kesal, ia mulai tersenyum, membalikkan  badannya.


"Gini ini, aku gak bisa marah dengan kamu, kalau kamu terus memelukku, apalagi sambil menggodaku. Kalau aku mau minta jatah lagi gimana nanti" ucap Aron menggoda, seketika Manda melepaskan pelukannya.


"Apa sayang, udah-udah kenapa sih kamu ini, lagian siapa yang goda" gumam Manda, meraih piring makanan, dan berjalan lebih dulu meninggalkan suaminya.


"Ya, selalu seperti itu" gumam Aron menggelengkan kepalanya.


"Syang jangan di habiskan ya" teriak Aron.


"Iya tenang saja" teriak Manda.


Saling bercanda berempat, mereka yang merasa sudah mulai lelah. Mereka berempat tidur bersama di ranjang, yang terlihat tidak begitu luas, Aron tidur dengan Duke dan Manda tertidur dengan Lia.


"Kringg..."


Bunyi ponsel Manda membuatnya terbangun dari tidurnya.


"Siapa malam begini kirim aku chat" gumam Manda, segera membaca pesan itu. "Gimana semua sudah baik-baik saja"


"Siapa dia?" gumam Manda bingung.


"Syang kamu chat sama siapa?" tanya Aron.


"Tahu syang, mungkin orang salah kirim. Lagian juga gak penting" gumam Manda.


"Oo.. Oya tadi itu teman kamu?" tanya Aron.


"Bukan, dia teman baru kenal" ucap Manda apa adanya dengan Aron.


"Dia tampan! Apa kamu gak tertarik sama dia?" tanya Aron.


"Gak, bagi aku tampan gak oentinh, yang penting hati, tanggung jawab dengan keluarga, dan kasih syangnya" ucap Manda yang mulai menyuapi Duke dan Lia.


"Kamu bisa saja syang, sekarang kamu sudah pandai rangkai kata-kata ya" ucap Aron.


"Siapa dulu, Manda gitu" ucap Manda. "Lagian, aku sudah punya anak besar gini, gak ada pikiran buat jatuh cinta lagi syang. Cinta aku sudah mentok sama kamu" lanjutnya

__ADS_1


"Baiklah, aku percaya sama kamu syang, yang penting kamu selalu jaga hati ya kalau di kampus. Karena di sana juga banyak teman seumuran kamu yang jauh lebih tampan, dan sedangkan aku semakin harus juga semakin tua, apa lagi umur kita terpaut 10 tahun syang" gumam Aron.


"Aku gak perduli soal umur, kamu juga masih tetap tampan di mata aku, sama seperti pertama kita bertemu" gumam Manda, membuat Aron jadi merah malu.


__ADS_2