Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Teman baru untuk Duke


__ADS_3

"Syang aku mau bilang sesuatu dengan kamu"gumam Manda.


"Bilang apa syang?" tanya Aron yang dari tadi lagi sibuk dengan laptopnya.


"Aku kuliah di ajukan tanggal 28 syang, aku berangkat di antar supir ya, gak apa-apa kan?" tanya Manda.


"Kenapa kamu tanya aku syang, aku gak larang kamu di antar supir, lagian itu lebih baik dari pada kamu berangkat sendiri. Semakin membuat aku khawatir nantinya"ucap Aron tanpa menatap ke arah Manda.


"Aku kira kamu marah syang, aku suruh berangkat sendiri"gumam Manda.


Aron menghentikan kegiatannya, ia berdiriĀ  mengusap kepala Manda. "Syang kenapa kamu jadi lucu gini, lagian siapa sih yang bolehin istrinya berangkat sendiri naik taksi lagian juga bukannya buang-buang uang, kamu yang pernah bilang dulu"ucap Aron.


"Iya syang, sekarang aku mau bilang ke kamu syang"ucap Manda.


"Bilang apa lagi syang?" tanya Aron.


"Bilang kalau aku tambah syang dengan suamiku, yang terkadang nyeselin, kadan bawel, dan gemesin deh pokoknya"ucap Manda mencubit ke dua pipi Aron.


"Udah sekarang kamu kerja lagi syang, maaf udah ganggu, aku mau jalan-jalan keluar sebentar, mau ajak Duke ke taman bermain biar dia bisa bertemu dnegan teman sebaya di sana"gumam Manda.


"Ya, udah syang hati-hati ya, jaga Duke baik-baik, aku gak mau kejadian seperti aku kemarin yang hampir teledor syang"ucap Aron.


"Udah pasti syang, kamu juga semangat, meski kerjaan banyak tetap semangat demi anak dan istri kamu"ucap Manda dengan kaki jinjit mencium pipi kanan Aron.


"Bye syang"ucap manda melambaikan tangannya pergi.


"Bye syang"ucap Aron, menatap punggung Manda yang sudah pergi menjauh darinya.


mendengar pintu ruangan yang sudah tertutup Aron duduk menatap laptopnya kembali. Tiba-tiba ia teringat dengan Manda lagi.


Aron terdian sejenak memikirkan istrinya itu, yang membuatnya semakin jatuh cinta dan tergila-gila dengannya. Hidup bahagia di Sydney bersama Manda adalah pilihan yang baik tanpa adanya pengganggu yang terus menghantui keluarga mereka lagi. Dan kehidupan ini yang Aron cari dan damba-dambakan ia tidak mau jauh dari Manda dan anaknya kali ini.


"Istri aku ini gemesin banget lama-lama, tapi nanti kalau kuliah apa dia baik-baik saja, gimana kalau dia dekat dengan lelaki lain ya"ucap Aron dalam hatinya yang sudah mulai khawatir jika istrinya itu dekat dengan lelaki lain.


"Eh.. tapi semoga tidak, aku berharap dia bisa jaga hatinya hanya untuk aku, demi aku dan selamanya hanya untuk aku, gak ada lelaki lain. Lagian aku sudah program anak ke dua dan semoga cepat berhasil deh anak ke dua kau nantinya."gumam Aron dalam hatinya.


Tiittt... tiittt...


Bunyi ponsel Aron, bunyi yang beda dengan ponsel Manda agar saat telpon berbunyi Manda dan Aron tidak tertukar ponselnya karena ponselnya mereka sama, Aron membelikan ponsel Manda sama dengannya.

__ADS_1


"Siapa ganggu saja"gerutu kesal Aron.


"Manajer Mo? Ada apa sebenarnya dia?" tanya Aron.


Aron segera mengangkat teleponnya.


"Ada apa?" tanya Aron.


"Tuan, non fany sekarang ada di Sydney dia liburan dengan suaminya di sana, untuk bulan madu"ucap manajer Mo.


"Aku sudah tidak perduli dengan mereka lagi, apa gak ada info penting selain mereka. "ucap Aron kesal.


"Ada tuan, jika meraka itu sebenarnya sudah thu jika tuan ada di Sydney bersama Manda. Tapi mereka ingin berbuat seuaru untuk manda. Sebagai balas dendam yang belum terwujud"ucap tuan Mo.


"Apa maksud kamu, apa mereka sudah gila. Kalau berani menyakiti keluarga aku, aku gak akan segan segan menghancurkan perusahaannya dengan mudah."ucap Aron kesal, ia langsung bangkit dari duduknya.


"Tapi tenang tuan, aku punya ide sekarang jika mereka berani bertindak nekat, tuan bisa ancam dia dengan menggunakan atas nama perusahaan, yang sekarang sudah ada suratnya di tangan Tuan, aku sudah ambil surat itu tuan, dan sesuai janji aku tuan kenunggu anak tuan sampai dewasa dan balik untuk merebut surat itu"ucap manajer Mo.


"Baik, makasih atas bantuan kamu, aku akan segera hubungi Manda agar hati-hati. Kapan mereka berangkat ke Sydney"tanya Aron yang semakin khawatir, dengan keluarganya sekarang.


"Baru saja berangkat tuan"ucap manajer Mo.


"Baiklah, pasti sekarang belum sampai, aku khawatir sekarang anak aku dan manda lagi jalan-jalan keluar"ucap Aron. "Kamu terus pantau kegiatan apa yang mereka rencanakan lagi."ucap Aron.


Aron segera memtikan ponselnya dan segera mengirim kan pesan pada Manda. Ia harus tahu jika Duke dalam bahaya, jika Ia yakin jika Fany tahu Duke akan mengancam posisinya di perusahaan itu nantinya.


"Ternyata selama ini dia ada mata-mata untuk mengetahuai semua kegiatan aku dan Manda, gimana dia bisa tahu aku sudah punya anak"ucap Aron dalam hatinya. "Apa Arta yang memberi tahu mereka?" gumam Aron.


Jemari Aron sangat lihai mengetik pesan, lalu mengirimkan pada Manda.


----000----


Di sisi lain Manda sibuk jaga anaknya yang sedang bermain, hingga ia tidak mendengar jika ponselnta berbunyi. Ia tidak tahu jika Aron mengirimkan pesan padanya.


"Duke jangan main ke jalan ya"teriak Manda.


"Iya ma"ucap Duke.


"Hai.."Ucap duke menghampiri seseorang yang duduk sendiri menangis.

__ADS_1


"Siapa?" tanya anak kecil seumuran dengan Duke.


"Aku Duke, kamu?" tanya Duke.


"Aku Pricilia, kamu bisa panggil aku Lia"ucap teman sebaya Duke.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Duke.


"Mama aku pergi entah kemana, aku di sini sendiri, aku mau bertemu dengan mama aku, aku mau bertemu dengan dia, kenapa mama aku meninggalkan aku di sini, kenapa mama aku jahat dengaku"ucap Pricilia, yang masih mengis tersedu-sedu.


Manda mendengar anak menangis langsung mencari Duke, ia melihat Duke dan seorang anak perempuan duduk di kursi taman.


"Duke kamu jangan nakal, kenapa kamu buat anak orang menangis seperti ini" tanya Manda mencoba menasehati Duke.


"Bukan salah Duke ma, lagian Duke hanya ingin tanya dengannya kenapa nangis"ucap Duke.


Manda terdiam, menatap ke arah anak perempuan yang terlihat sangat cantik itu. ia merasa kasihan anak sekecil dia harus di tinggal sendiri di taman, Manda berniat untuk merawat anak itu, kasihan jika di biarkan sendiri. "Cantik kamu kenapa menangis?" tanya Manda.


"Orang tua aku meninggalkan aku sendiri"ucap anak itu.


"Kenapa?" tanya Manda.


"Gak tau tante, mama pergi dan meninggalkan aku serta tas rangsel aku di sini"ucap anak itu.


Manda terdiam, ia langsung bersimpati, mendengar apa yang di katakan anak itu. Ia segera duduk di samping pricilia dan memeluknya erat seakan seperti memeluk anaknya sendiri. "Jangan nangis ya, kamu bisa tinggal sama tante"ucap manda.


"Tapi tante.."


"Udah gak apa-apa, aku bisa punya teman nantinya. Kamu tinggal dengan aku ya"ucap Duke penuh semangat, ia senang akhirnya punya teman juga nantinya di rumah.


"Apa boleh tante aku tinggal di rumah tante"ucap Pricilia.


"Boleh syang, kamu bisa panggil tante mama sama dengan Duke"ucap Manda.


"Makasih mama"pricilia semakin memeluk serta tubuh Manda. ia yang semula di tinggalkan ibunya karena masalah perceraian. Dan semua hartanya juga di sita oleh suaminya. Dan dengan satu-satunya jalan Ia meninggalkan anaknya agar Manda bisa menemukannya, karena orang itu melihat Manda keluar dari mobil mewah. Dan itu kesempatan untuk anaknya bisa merubah nasip nantinya.


"Sekarang ayo kita pergi ke supermarket dulu, aku mau belikan minuman buat kalian berdua, dan sekalian beli es cream"ucap Manda, memeluk ke dua anaknya itu.


"Iya ma"ucap Duke dan Pricilia kompak.

__ADS_1


"Ya, sudah sekarang ayo kalian berdua mama gendeng ya masuk ke mobil."ucap manda sambil membawa tas rangsel yang di bawa pricilia tadi, mungkin berisi bajunya.


Manda membawa Pricilia tinggal di rumahnya, meski belum bilang dengan Aron. Tapi ia yakin Aron akan menerima keputusannya.


__ADS_2