Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Penyesalan


__ADS_3

" Manda sekarang kamu aman dengan kami" Ucap Kesha yang terus memegang tangan Manda. Ia terus mencoba memberi semangat padanya. Ia tahu pasti mental Manda sangat terganggu gadis seumurannya yang beda jauh dari kehidupannya yang selalu bahagia.


Sedangkan Manda terus menderita. Berbagai masalah datang bertubi tubi padanya. Meskipun Manda belum cerita dengan Kesha setidaknya ia sudah sedikit tahu tentang masalahnya.


Apa yang di lakukan Aron adalah tindak kejahatan dak kekerasan pada anak di bawah umur. Meski di laporkan ke polisi pun juga tak ada gunanya. Polisi pasti hanya diam saja di bungkam dengan gebokan uang miliknya. Seolah hukum tak ada artinya bagi Aron.


"Manda mulai sekarang jika kamu ada masalah ceritalah padaku. Aku janji tidak akan cerita ke siapapun" Pungkas kesha.


Vino hanya terdiam masih fokus pada jalan di depannya. Sesekali ia melirik ke belakang. Menatap dua sosok wanita yang spesial baginya. Ia kagum pada kesha yang tulus merawat Manda meski Manda bukan siapa siapa nya sebelumnya. Kini mereka perlahan sudah menjadi seorang sahabat.


" Iya lain kali aku akan cerita " Jawab manda mencoba tersenyum tipis menatap Manda seolah dia benar benar menemukan semangat hidup kembali. Sekarang ada dua orang yang selalu ada di sampingnya selalu mendukunya. Sellau support dia. Untuk bertahan menghadapi kejamnya dunua ini bagi Manda.


" Sekarang kita ke rumah kamu atau pulang ke rumahku" saut Vino bertanya pada kesha.


" ke rumahku, nanti kalau kakak kamu pulang dia tahu Manda lagi. Aku takutnya dia akan berbuwat nekat lagi" jawab Kesha.


Mereka terua berbincang, bercanda tertawa bersama di dalam mobil. Meski manda tak bisa tertawa berlebih seperti mereka setidaknya ada penghibur di kala hatinya sakit. Melihat keusilan kesha pada Vino membuat ia tak berhenti tersenyum.


Hingga 2 jam perjalanan mereka sampai di suatu tempat di pusat kota. Karena memang rumah kesha berada di pusat kota. Dan Aron tak mungkin menemuinya lagi.


" Vino kamu lupa rumahku sebelah mana?" Kesha menepuk pundak nya. Membuat Vino terjingkat dari duduknya.


" kesha.. bahaya tahu" Ucap Vino dengan nada lembut. Ia tak bisa marah dengan kesha melihat wajahnya saja ia tak sanggup menyakitinya. Gadis baik, Cantik anggun meski kadang sifatnya seperti anak kecil namun ia semakin sayang dengan sifat Manjanya itu.


Kesha bersendekap mengerutkan bibirnya. " habis kamu salah arah sih. baru berapa tahun gak ketemu aja udah lupa" Pungkas Kesha dengan nada kesalnya seperti anak kecil. Membuat Manda tertawa kecil di sampingnya.


" iya .. ini juga udah putar balik kan sha" Jawab Vino.



Tak butuh waktu lama 15 menit ia sampai di rumah mewah Kesha. Karena dia anak pengusaha kaya ya wajarlah rumahnya sangat mewah namun sudah tak di pakai. Hanya beberapa pelayan yang tinggal di sana hanya untuk menempati, membersihkan dan menjaga rumah itu.


Tepat berhenti di depan rumah kesha. Perlahan kesha membuka pintu mobilnya, lalu turun lebih dulu. Ada beberapa sambutan dari para pelayan. Mereka berbaris menundukkan kepalanya . Seolah kesha seperti tuan putri.

__ADS_1


" Selamat datang tuan putri" Sapa para palayan iyu.


" iya .. iya.. udah jangan menunduk" Pungkas Kesha. Dia memang terkenal baik pada para pelayannya selalu akrab kadang jika tak ada teman curhat ia slaing curhat dengan pelayan wanita.


" oya kalian ambil kursi rodaku di dalam, bawa ke sini aku mau pakai unyuk temanku. Dan kalian smeua harus merawatnya dia sama saja denganku. Jangan sampai menyakiti nya. Jika ada yang berani menyakiti maka berurusan denganku" Pungkas Kesha.


Sebelumnya kesha memang pernah sakit gak bisa jalan karena kecelakaan. Dan saat itu Vino selalu menjaga dan merawatnya. Bahkan dia mau menerima kondisi dia yang cacat waktu itu. Hingga ia harus pergi ke korea sekalian operasi pada kakinya.


"Baik tuan putri" pungkas para pelayan kompak.


Kesha bergegas membuka pintu mobil memapah kesha keluar dari mobil. " Kesha sekali lagi makasih ya?" Pungkas Manda.


" Udah lah Manda gak perlu terima kasih padaku. Memang tuhan memepertemukan kita. Mungkin ia menyuruhku menolongmu dari kekejaman Suamimu" Ucap Kesha dengan senyum manis kasnya.


" tuan putri ini kursi rodanya" pungkas salah satu pelayan.


" iya"


Kesha membantu Manda untuk segera duduk di kursi roda. Tubuhnya yang masih lemah harus butuh istirahat total tidak boleh bergerak sama sekali.


Kesha menoleh ke belakang.


" Kamu pulang atau di sini? Tanya Kesha pada Vino.


" Ya aku kan masih kengen sama kamu" Jawab Vino dengan lirikan menggoda pada Kesha.


" Ahh lebay" kesha melempar wajahnya berlawanan Aroh segera mendorong Manda untuk segera masuk ke rumah. Pelayan juga sudah persiapkan kamar spesial untuknya.


#Aron pOV


Di sebuah rumah besar yang nampak sangat sepi bak kuburan. Aron merenung sendiri di kamar duduk di lantai bersandar di ranjang sampingnya. Dengan beberapa botol minuman yang berserakan di lantai dan beberapa lagi sudah pecah di lepar Aron hingga pecahan botol minuman berserakan di lantai coklat.


Fikiranya terasa sangat penat. Ia bingung dengan apa yang ia lakukan. Ia sangat menyesali apa yang ia lakukan pada Manda.penyakit kepribadian gandanya tak bisa di hilangkan secara gampang. Setiap ia mengingat Mantan kekasihnya Sindy dan kejadian pembunuhan mamanya membuat ia semakin menggila yak terkontrol emosinya.

__ADS_1


Hal itu yang membuat Manda harus menderita dengannya.  Kini hanya sebuah penyesalan yang ada dalam diri Aron. Sifatnya yang dingin dan angkuh apalagi dia terkenal sangat sadis membuat semua yang ia sayangi menghidar darinya.


🎵🎵My Love


        An empty street


        An empty house


        A hole inside my heart


        I’m all alone


        The rooms are getting                                        smaller (smaller)


        I wonder how


        I wonder why


        I wonder where they are


        The days we had🎵🎵


Nada dering ponsel Aron berbunyi tepat di belakang telingannya.lagu kenangan itu membuat Aeon semakin menyesali apa yang terjadi. Lagu yang seakan melambangkan hatinya saat ini.


Ia segera meraih poselnya di ranjang atas kepalanya. Ia menatap sekilas dengan pandangan Mata yang Masih samar samar.


Tak terlihat jelas siapa yang telfon. Aron segera menerima panggilan telfon itu.


" Kamu di mana sekarang, aku datang ke kantormu gak ada" pungkas Jack teman Aron sejak SMA. Dia orang yang selalu mengerti kondisi Aron dan kestabilan Mental Aron. Namun sejak Jack pergi ke America ia tak pernah bertemu dengannya lagi hingga sudah hampir 5 tahun ia belum pernah melihat batang hidung sahabatnya itu.


" jack??" Aron nampak sangat terkejut bagaimana tidak ia belum pernah bertemu dengan Jack sejak dia pergi. Dan tidak pernah sama sekali menghubunginya.


" iya ini aku, kamu sekarang di mana aku akan segera datang??" Pungkas Jack .

__ADS_1


" Aki di rumah, aku akan kirim alamatnya melalui Chat" Pungkas Aron mematikan ponselnya seketika.


" Nih orang belum juga berubah. Selalu saja matiin ponsel sebelum aku selesai ngomong" Jack terus berdecak kesal .


__ADS_2