
Aron yang baru pulang dari kantornya, ia berjalan menuju ke ruang tamu, lalu ke ruang keluarga. Mencoba mencari istrinya, apa dia sudah tidur apa masih nonton tv di luar.
Mendengar suara seseornag di dapur, membuat Aron tertarik, untuk melihat siapa yang ada di sana. Ia melangkahkan kakinya, menuju ke dapur, melihat istrinya yang sibuk sendiri.
Seketika langkahnya terhenti, melihat kemolekan tubuh istrinya terlihat jelas, di depan matanya. Mata Aron terpanah saat melihat istrinya mengenakan gaun yang terlihat pendek, merasa tertarik. Ia berjalan mendekati istrinya dengan langkah sangat hati-hati, agar istrinya tak sadar jika dia sudah pulang.
"Syang!!" ucap Manja Aron.
"kamu lagi apa?" tanya Aron memeluk Manda dari belakang sangat mesra, sedikit menggoyangkan tubuhnya. dengan kecupan mesra di belakang tengkuk leher Manda, di balik helaian tipis rambut Manda di belakang lehernya.
Manda, menggerakkan kepalanya, menoleh ke arah Aron. Langsung di sambar kecupan oleh Aron, di pipi Manda.
"Syang!! Kamu baru pulang?" tanya Manda, memegang tangan Aron, melingkar di perutnya.
Aron, menyandarkan dagunya di pundak kanan Manda, dan. Cup..
Sebuah kecupan mendarat ke sekian kalinya, di pipi Manda.
"Iya, apa kamu sudah menungguku ya?" tanya Aron, memegang sedikit menyingkap gaun pendek, sepaha milik Manda. Jemari tangannya, mengusap lembut paha Manda, membuat gadis itu memejamkan mata menikmati, sentuhan Aron.
"Syang, kamu nakal, ya, sekarang."
"Dikit syang!!"
"Jangan di dapur." ucap Manda manja.
"Di mana?" bisik Aron.
"Kita di dalam kamar saja ya," jawab Manda, sembari memainkan bibirnya.
Aron melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Jarum jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam.
"Emangnya anak-anak belum tidur, jam segini?" tanya Aron. Dengan jemari tangan yang tak berhenti mengusap paha Manda.
"Sudah, tapi ini di dapur, aku mau masuk ke dalam dulu. Atau kamu minum kopi, aku sudah buatkan." ucap Manda.
"Masih panas, nanti saja! Aku mau di sini bermanja denganmu," Aron, mulai memegang dada Manda, membuat gadis itu semakin menarik bibirnya ke dalam, masuk dala sela-sela giginya. Menahan desahan yang seakan ingin keluar dari mulutnya.
"Syang!! Emmpp.. " ucap Manda, sembari mengerang, menikmati.
Aron mengkat tubuh Manda ke atas. Menyingkap gaun mininya. Bibirnya mulai menyusup pada dua bola milik Manda, sembari tangan mulai menarik, dalaman Manda sedikit ke bawah.
"Syang, aku kamu masukin boleh?" tanya Aron. "Kamu Masih sakit gak, bekas melahirkan kamu?" tanya Aron, yang terlihat sudha tidak bisa menahan miliknya.
__ADS_1
"Udah enggak syang, tapi hanya saja masih terasa sangat nyeri kadang-kadang." jawab Manda, sembari terus mendesah menikmati.
Aron hanya tersenyum, tipis. Ia mulai melanjutkan lagi, dan semakin nakal, bermain dengan semua milik istrinya itu. Dengan dengusan sedikit kesal, keluar dari mulutnya. "Sekarang kita bermain sebentar syang," ucap Aron.
"Malu, syang. Kita ke dalam saja ya?" ucap Manda.
"Gak mau, sudah terlanjur di sini." Aron, memegang daerah inti Manda, membuat gadis itu seketika mengeliat menikmati permainan jemari tangan Aron.
"Syang, jangan lama-lama, ya." ucap Manda, sambil mendesah, sembari mengigit bibir bawahnya.
"Enggak syang, hanya sebentar. Padahal aku udah gak sabar mau menikmati malam seperti biasanya."
Gumam Aron, mulai menciumi leher Manda, hembusan napas berat Aron, di lehernya, membuat gadis itu semakin menikmati.
Ciuman Aron, mulai turun ke dada Manda, sembari mengisapnya sejenak. Meninggalkan bekas merah di dadanya. "Emmmppptt.. Syang!!" Manda memegang kepala Aron, semakin mencengkramnya saat lumatan Aron semakin menjalar di tubuhnya, menelusuri, hingga ke bagian inti miliknya.
--------
Sedangkan Kesha, masih dalam perjalanan pulang dengan Vino.
"Ini apa?" tanya Vino, menyelipkan tanganya di balik rok pendek milik Kesha.
"Vino, jauhkan tanganmu." ucap Kesha kesal.
"Syang hentikan, apa kamu mau melakukan di mobil." ucap Kesha, sembari mendesah pelan.
"Hanya permainan jari, dikit saja. Seperti dulu waktu kita pacaran syang." ucap Vino, mencoba mengingatkan Kesha tentang masa pacarannya dulu, yang sudah melampui batas saling melihat, meski belum bisa membobol milik Kesha.
"Buka syang!!"
"Apa?"
"Celana dalam!"
"Gak mau!!"
"Bentar saja," Vino semakin memohon pada Kesha.
"Gak mau," jawab Kesha semakin kesal.
Vino tak perdulikan Kesha, ia semakin melancarkan sentuhannya, mengusapnya sengaja membuat Kesha agar menurut padanya. Pikiran nakal mulai muncul di otak Vino. Ia membuka paksa, saat Kesha terlihat menikmati.
"Apa yang kamu lakukan?"
__ADS_1
"Membuka!!"
"Jangan, lepaskan tangan kamu. Hentikan ini. Lagian kita sudah akan menikah."
"Hanya sebentar, dan lagian kita gak ngapa-nagapin. nanggung. Lagian aku juga mau lihat kamu masih Virgin gak?" goda Vino, membuat Kesha menoleh cepat ke arah Vino, dengan pandangan semakin, menajamkan matanya.
"Maksud kamu?" merasa Kesha sudah lupa, Vino semakin mengusapnya, dengan tangan krii, dan tangan kanan fokus mengemudi.
"Hanya lihat, kalau masih, gak apa-apa aku coba lihat dikit." ucap Vino. "Lagian aku sudah tidak pernah melihat kamubsemenjak kamu pergi dariku,"
"Jadi kamu meragukanku,"
"Tidak syang." Vino semakin munusuk dalam, jemarinya.
"Ini di jalan Vino." ucap Kesha, menjauhkan tangan Vino yang dari tadi di dalam rok mininya.
"Memangnya kenapa, aku bisa mengendalikan syang."
Merasa hanya diam, Vino menyelipkan tanganya di balik dalaman Kesha. Membuat memainkan miliknya. Membuat gadis itu seketika mendensah.
"Emmmpp.. Vin.. "
"Nikmati saja syang." ucap Vino.
Kesha mencoba mencengkah tangan Vino menjauh dari miliknya, namun semakin ia kenolak Vino semakin nakal tak mau melepaskan. Hingga desahan terdengar jelas nyaring dalam mobil itu.
"Ternyata masih Virgin," ucap Vino, mencium pipi Kssha beberapa detik, dan kembali fokus dengan jalan di depannya. Namun tangannya masih tak mau keluar dari milik Kesha, sampai di depan rumah. kwsha masih mengeliat, terud mendesah kenikmatan.
"Milik kamu sudah basah syang!!" ucap Vino, menghentikan mobilnya, dan langsung mendekatkan tubuhnya, semakin memojokan Kesha, sembari menciumi tubuh Kesha, dengan salah satu tangannya memainkan dada Kesha. Desahan semakin hebat, membuat Kesha tak bisa menolak lagi, kenikmatan yang mulai merasuki tubuhnya.
Kesha memeluk leher Vino, semakin mempererat pelukannya, Gesekan tangan Vino di inti Kesha membaut ia tak berhenti mendesah.
Vino melirik jam tangan yang melingkar di tangannya. Jam sudah menunjukan pukul setengah sebelas malam. Merasa sudah membuat Kesha basah, Ia menarik tangannya di balik milik Kesha. Mencium bibir Kesha, melumatnya semakin dalam.
"Makasih!!" ucap Vino, menyudahi aksinya. Ia beranjak duduk tegap, membantu Vina untuk duduk.
Vina masih terdiam, mencoba mengatur napasnya dalam-dalam. Di bantu dengan usapan lembut tangan Vino di kepalanya.
"Kenapa syang?" tanya Vino.
"Gak napa-napa," Jawab Kesha, yang langsung memakai kembali dalam miliknya yang terasa sedikit turun.
"Udah kamu sekarang, masuk ke rumah. Udah malam. Besok kita bicara dengan Manda dan kak Aron untuk desain pernikahan kita," ucap Vino.
__ADS_1
Kesha menoleh, tersenyum tipis menatap Vino. "Iya!" ucap Kesha, beranjak turun dan berlari masuk ke dalam rumahnya.