
"Syang kamu marah ya"ucap Manda berjalan menghampiri Aron, yang sedang cuci muka di wastafle kamar mandi.
“Tadi siapa?” Tanya Aron jutek.
“Oo.. tadi teman aku, kenapa syang? Kamu cembur ya?”Tanya Manda, yang mulai berjalan menuju ke kamarnya.
“Gak tahu, udah aku mau tidur, kamu tidur duluan saja.”gumam Aron jutek.
“kenapa sih, dia itu teman aku, kenapa kamu marah gitu. Lagian sudah gak ada hubungan sama sekali aku dengannya, kenapa kamu marah-marah gak jelas seperti itu”Tanya Manda semakin kesal, di saat ia sedang capek seperti ini, suaminya marah-marah gak jelas. Lagian ia sehariann belajar peerjaan rumah, tapi dia tiba-tiba marah gak jelas padanya.
“Apa kamu gak tahu, aku itu cemburu melihat kamu bersentuhan dengan lelaki lain, ya wajar saja suami kamu ini marah jika melihat istrinya bersalaman dengan lelaki lain di depan mataku”bentak Aron.
Manda tersenyum tipis, ia melihat Aron yang begitu menggemaskan kalau cemburu seperti itu. Ia mengecup pipi kiri Aron.
“ya,, udah maaf”ucap Manda lirih, lalu ia memeluk Aron dari belakang.
“Maaf ya syang, jangan marah lagi. Iya aku salah. Tapi aku gak maksud, dia memang mantan aku. Tapi aku sudah gak ada rasa sama dia”gumam Manda lirih.
Aron menarik napasnya lega, ia bisa mendengar kejujuran itu dari mulut Manda, namun yang ia gak bisa terima karena dia terllu dekat dengan Manda seakan belum bisa melupakan Manda.
Pikiran Aron selalu melayang-layang, tentang lelaki itu, ia tahu lelaki itu masih ada rasa dengan Manda. Karena sesama lelaki seperti dia, dari tatapan matanya saja ia sudah tahu, jika ada perasaan mendalam yang belum tersampaikan pada Manda.
Namun Manda tidak mengetahui hal itu, Manda hanya menganggap dia teman, tapi lelaki itu masih menganggap Manda lebih, bahkan seakan tidak perduli dengan status Manda sekarang sebagai nyonya di rumah Aron.
Rasa penasaran Aron tak berhenti sampai di situ, ia berniat untuk menghubung manajernya dan berusaha mencari tahu tentang lelaki mantan Manda itu, apakah dia benar masih ada rasa dengan Manda atau hanya pikiran Aron saja. Jikamemang ada rasa ia bisa lebih berhati-hati lagi jika Manda dekat dengannya.
“Syang kenapa kamu diam? Apa kamu masih marah denganku?”Tanya Manda yang masih memeluk erat suaminya itu dari belakang.
“Enggak syang”gumam Aron, membalikan badanya menatap Manda, ia memegang ke dua bahu Manda. Dan jemarinya mengusap lembut pipi Manda yang tanpa balutan make up sama sekali, ia mentap dalam mata indah Manda.
Manda tersenyum memeluk tubuh Aron erat, “Maafin aku ya, aku sudah bikin kamu kesal tadi, aku gak mau kamu marah lagi seperti tadi”gumam Manda.
Aron mengangkat tubuh istrinya itu, berjalan menuju ke ranjannya. “Sekarang kamu harus tebus salah kamu”ucap Aron.
“Tebus kesalahan pakai apa?”Tanya Manda polos berbaring diranjang, menatap ke arah Aron.
“Kamu temani aku malam ini”gumam Aron.
__ADS_1
“Sekarang aku sudah temani kamu syang, mau temani apa lagi?”Tanya Manda yang masih belum tahu apa yang di maksud Aron.
Dengan segera Aron berbaring di samping Manda, Dengan jemari tangan Aron yang mulai bertindak liar menjelajahi tubuh Manda.
“Syang hentikan, aku geli”ucap manda.
“Gak mau, kau nikmatin saja syang”ucap Aron, mendekatkan wajahnya ke arah manda. Dengan jemari yang masih lihainya bermain, tanpa penolakan kali ini dari Manda.
Kring…. Kring..
Ponsel Manda berbunyi menghentikan kegiatan Aron, “Shiitt siapa sih, yang ganggu kegiatan kita saja”ucap Aron kesal.
“Bentar syang aku lihat dulu ya”Manda beranjak meraih ponselnya, yang memang ada di sebelahnya.
“dari Kesha syang, aku angkat dulu ya”gumam Manda.
“Ya, udah angkat sana”gumam Aron kesal, pas lagi ingin melakukan malamnya, selalu ada saja yang mengganggu, kapan ia bisa tenang berduan jika ada saja penganggu.
Ia hanya berdengus kesal, menunggu Manda menerima pangglan Vidio call dari Kesha.
“Hai Sha..’ucap Manda melambaikan tangannya.
“Gak kok, kau sekarang di mana, pemandangannya bagus banget”ucap Salsa mentap kagum dengan kepala bersandar di perut Aron yang masih terbaring di ranjangnya.
“Kalau bagus kamu ajak kak Aron kesini, di sini ada Vila yang bagus banget deh pokoknya Da, kamu pasti senang,cocok buat bulan madu”bisik Kesha.
Manda melotot seketika ke Arah Kesha, gimana maubulan madu, ia saja sudah hamil sekrang, bulan madunya di tunda kalau sudah anaknya lahir, decak kesal Manda dalam hatinya.
“Eh.. maaf Da, aku lupa kalau kamu sudah hamil.. Piss jangan marah ya”ucap Kesha, memohon dengan kedipan mata menggoda.
“Eh da itu kamu di atas dada kak Aron ya, kalian lagi gitu-gitu”ucap Kesha malu, melihat kemesraan suami istri itu.
“Ih.. kamu tahu ternyata, aku nyaman seperti ini”ucap manda, yang mulai berbaring tepat di samping Aron kali ini.
“Syang kenapa kamu pindah, pindah tidurnya”saut Aron. Ynag dari tadi ia merasa nyaman manda tidur di perutnya, ia bisa mengusap lembut kepala manda dengan mendengar appa yang mereka bicarakan.
“Cari yang nyaman syang, sekalian aku mau tunjukin kamu tempat wisata bagus syang, coba lihat pemandangan di tempat Kesha dan Vino sekarang”ucap Manda. Mendekatkan kepalaya,dengan tangan menunjukkan ponsel nya pada Aron.
__ADS_1
“Baiklah kapan-kapan kita kesana”ucap Aron, mengusap lembut rambut istrinya itu.
“Ihh.. kalian memang sengaja pamerin kemesraan kalian, ya udah maaf ganggu kalian. Aku mau lanjutkan ke giatan aku dengan Vino”ucap kasha, yang merasa malu meliat manda dan Aron, ia segera mematikan panggilan telefonnya.
“Yah.. di matiin. Padahal aku mau Tanya tempat itu”gumam Manda kesal, meletkkan ponselnya, dan kebali berbaring dengan kepala di samping dada Aron.
“Syang gak jadi di terusin yang tadi?”Tanya Aron, merengkuh tubuh manda erat.
“gak ah syang, aku mau tidur capek udah malam nih”gumam manda, yang sudah mulai memejamkan matanya.
“Syang sekali saja, cepeknya di tunda bentar ya”ucap Aron. Ia mentap ke arah Manda yang sudah memejamkan matanya.
“yah.. dia tidur, Ya, sudah syang tidur nyenyak ya, Selamat malam”ucap Aron mencium pipi Manda.
Lelaki itu tidak langsung tidur, ia duduk bersandar di ranjang, mentap ke arah Manda, banyak pikiran yang selalu mengganggunya, apalagi sekarang Manda Sudah hamil, dan masalah pembunuhan juga belum ada jawaban dari manajernya.
Kring…
“Siapa yang mengirim pesan malam-malam gini”decak Aron, ia segera meraih ponselnya. “Manajer Mo” Apa yang akan ia bicaran lewat pesan kenapa tidak telefon aku, dalam hati Aron terus bergumam.
Ia segera membuka pesan itu. “Tuan, dalam dari pembunuhan sudah aku dapatkan, dan sesuai perintah tuan saya langusung kirm bukti ke polisi. Silahkan cek di email tuan tentang copy-an buktinya”
Aron menarik napas lega, “Akhirnya dia bisa hidup bebas dengan manda, tanpa ada beban masa lalu lagi yang menghantui Manda, jika seperti ini aku tidak merasa bersalah lagi denganmu syang”gumam Aron, mengusapkela istrinya, yang lagi tertidur pulas di sampingnya.
Aron segera membuka email dari manajer Mo, berisikan sebuah bukti yang mengejutkan baginya, pembunuhnya adalah keluarga mantan istrinya, dia yang menyewa pengawal Aron dengan imbalan uang yang lebih tinggi dari gaji biasanyaia terima dari Aron, dan dia mengatasnamakan aku yang menyuruh, sekarang pengawalitu sudah pergi ke luar negeri. Ini sesuai dengan apa yang ada dalam pkirannya saat ini, dan mereka memang sengaja melakukan hal itu untuk membuat citranya hancur dan perusahaannya bisa merka miliki.
“Dan ini bukti pembunuhan ibuku?”gumam Aron, melebarkan matanya saat tahu siapa yang membunuh mamanya. Adalah orang yang sama dengan suruhan yang sama. motif mereka sebenarnya, kenapa mereka selalu membuat hidupku hancur. Jika memang hanya karena perusahaan ini, maka aku akan melepaskannya, tapi asal mereka pergi jauh dari kehidupannya. Maka semua akan impas, gumam Aron dalam hatinya.
Baginya sekarang perusahaan gak penting, yang ia butuhkan hanya keluarga kecilnya bisa hidup bahagia tanpa ada masalah yang terus menganggunya, ia juga masihpunya anak perusahaan d luar, meski tidak sebesar dan se-sukses perusahaannya sekarang. Tapi jika di mulai dari nol lagi, ia yakin bisa menembangkan perusahaan yang dulunya kecil menjadi sebuah perusahaan raksasa, dan ia bisa membeli lagi perusahaan itu dari tangan mantan mertuanya itu.
Terlintas dalam pikiran Aron untuk membalas perbuatan mereka, namun ia juga harus mengorbankan istrinya juga, yang harus pindah dari rumah mewahnya sekarang, bukannya di jual namun tidak ia tempati dan akan ia tmpati lagi saat mereka balik lagi merebut perusahaannya nanti. Lagian semua sartifikat rmah sudah jatuh pada tangan Manda dan Vino, ia sudah membagi semuanya. Dan perusahaan itu ia harus relakan.
Aron menarik napasnya, menahan sejenak lalu mengeluarkan perlahan, ia mulai membaringkan tubuhnya di samping Manda, sekilas Aron menatap wajah Manda yang sangat menggemaskan saat tertidur.
“Syang, temani aku”gumam Manda yang mengigau, memeluk erat tangan Aron.
“Dasar istri manjaku ini ya, kalau ngigau tambah menggemaskan’ucap Aron , mengusap lembut pipi mulus Manda.
__ADS_1
“Selama malam syangku”ucap Aron mengecup kening Manda, hingga ia tertidur pulas dengan tangan masih memegang pipi Manda.